
Batara Kala, Teppes, dan juga Incubus yang mana hanya meminjamkan bawahan mereka hanya melihat Rio berperang melawan Batara Surya, mereka dibuat sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh iblis solomon “Srraanggs… Crranggst…” itu karena mereka menggunakan rantai pengekang untuk menahan Rio dan mengganggap dirinya setara dengan para dewa dan juga raja iblis.
“Gahahaha…. Itu pastik tidak nyaman, akan kuejek dia nanti setelah perang ini berakhir” kata Batara Kala.
“Kau sangat percaya diri dengan Rio yah, kau bahkan percaya kalau dia akan selamat dan berhasil mengalahkan Batara Surya” kata Teppes.
“Tentu saja, karena bocah manusia itu lebih licik dari siapapun yang ada disini” kata Batara Surya.
“Yah… aku tidak bisa membantah hal itu, alasan aku meminjamkan para pasukanku pada dirinya itu karena aku mendengar rencanannya dan bertaruh akan kemengannya” kata Incubus.
“Begitukah… nampaknya aku terlalu meremehkan manusia ini” kata Teppes.
“Hmm… bukankah kau juga meminjamkan pasukanmu karena juga telah mendengarkan rencanannya…??” kata Batara Kala.
“Tidak… dia datang kepadaku dan mengatakan padaku untuk membayar hutangku, lalu meminta beberapa pasukan vampire untuk membantu dirinya dalam peperangan” kata Teppes.
“Jadi kau memberikan para vampire itu begitu saja, tidak seperti kau saja dulu kau dikenal sebagai penguasa darah karena membuat dunia menggunakan darah para musuhmu, akan tetapi sekarang kau jadi agak melembek” kata Incubus.
“Hahah…. Mungkin kau ada benarnya juga, akan tetapi aku juga tidak bisa menolak pertunjukkan semenarik ini bukan” kata Teppes.
Batara Kala dan Incubus lalu tersenyum mendengarkan ucapan dari Teppes, mereka tahu apa yang dia maksud dan juga sangat ingin melihat akhir dari peperangan tersebut.
Sementara itu Batara Surya yang mana merasakan hawa keberadaan dari Batara Kala langsung melihat kearah dirinya, dia melihat Batara Kala sedang menonton dari bangku penonton perang tersebut, Batara Surya yang mana memiliki dendam dengan Batara Kala langsung mengeluarkan aura miliknya “Burrn…” area disekitar Batara Surya langsung memanas dengan sangat cepat.
__ADS_1
“Dewaku tolong tenangkan dirimu, ingatlah kalau sebentar lagi anda bisa membalaskan dendam anda” kata Viktor.
“Itu akan sulit Viktor, karena kau bisa melihat kalau Rio sedang dikekang dikursi itu dan kita tidak bisa melakukan apapun pada dirinya” kata Batara Surya.
“Kalau begitu biarkan aku membuat dia menyesali semuanya, dengan cara menghabisi semua rekan-rekannya dan juga menciptkan chimera dari mereka, aku yakin dia akan lebih menderita dari pada mendapatkan kematian” kata Viktor.
“Aku suka dengan idemu itu, kalau begitu aku serahkan para pasukanku pada dirimu” kata Batara Surya.
“Dengan senang hati tuanku, sekarang semuanya dengarkan aku maju dan korbankan diri kalian demi sang dewa” kata Viktor.
“Uwooooh….” Para prajurit yang mana adalah pengikut manusia dari Batara Surya lalu mulai menggila, mereka seperti kerasukan oleh sesuatu dan maju dengan liarnya. Tampa ada formasi ataupun strategi perang, para pasukan yang mana menggunakan zirah putih dengan lambang matahari didada mereka itu mulai maju, melihat hal itu Rio lalu memberikan sinyal menggunakan jarinya, Dion yang mana mengetahui arti dari sinyal itu langsung bergerak.
“PARA PENGGUNA APLIKASI SEGERA PANGGIL MAHLUK GAIB KALIAN” teriak Dion.
“Trringgs… Trringgs… Trringgs…” mereka lalu mengeluarkan para mahluk gaib yang mana membuat kontrak dengan mereka, dan dengan aba-aba dari Dion para pengguna aplikasi yang berasal dari serikat Rio itu lalu memerintahkan para mahluk gaib untuk maju. “Rooaar… Grroaar…” para mahluk gaib itu lalu maju dengan liarnya, mereka semerti kumpulan monster yang mana sedang ingin melahap para manusia yang ada didepan mereka “Buuskkt… Crrast… Krrastt…” beberapa mahluk gaib berhasil mengalahkan puluhan musuh karena tubuh mereka yang besar, namun ada juga mahluk gaib yang mana dikalahkan dengan mudahnya menggunakan sihir dan senjata para prajurit dari kubuh Batara Surya.
Para pasukan dari kubuh Batara Surya bertarung seperti orang gila, mereka tidak perduli “Crrastkk…” walaupun tangan mereka putus ataupun “Srrasstkk…” badan mereka terbelah menjadi dua, mereka akan tetap terus bertarung walaupun tubuh mereka telah rusak parah. “Crrasstt…” mereka akan tetapi mengayunkan senjata mereka sampai mereka mati, dan itu semua karena apa yang telah dilakukan oleh Viktor dengan perintah dari Batara Surya, dia memberikan sebuah obat yang mana adalah parasite yang mana berasal dari tehnik chimera yang dia buat.
“Bagus-bagus bertarunglah sampai mati, dengan begitu aku bisa memulai percobaanku yang berikutnya” pikir Viktor yang mana memiliki sebuah rencana berbeda.
Sementara itu Luna yang mana melihat wajah dari Viktor ada disebelah Batara Surya langsung mengeluarkan aura kebencian miliknya, dan dengan aura itu Luna bahkan hampir membuat para sekutu disebelahnya merasa ketakutan.
“Tenangkan dirimu Luna, aku tahu kalau kau memiliki dendam dengan dirinya, akan tetapi itu semua ada waktunya, bersabarlah kau akan bisa mendapatkannya sebentar lagi” kata Rio.
__ADS_1
“Aku mengerti…. Hanya saja melihat wajahnya itu benar-benar membuat darahku mendidih, rasanya aku ingin sekali menerobos para prajurit itu dan memutilasi dirinya hidup-hidup” kata Luna.
“Rooaarrr….” Lalu salah satu mahluk gaib yang mana dipanggil oleh anggota serikat milik Rio mulai meraung, dia meraung menandakan akan kemenangan mereka terhadap para pasukan dari manusia dari kubuh Batara Surya tersebut. Melihat hal itu Viktor dan juga Batara Surya hanya diam saja dan tenang dengan kekalahan para pasukan manusia milik mereka, “Fusshk…” lalu dengan satu gerakan tangannya Viktor membuat para monster chimera buatannya maju untuk menyerang.
“Drrukks… Drrukks… Drrukks…” mereka terlihat seperti raksasa yang mana telah tercampur aduk dengan beberapa mahluk lainnya, dengan beberapa sayap kecil dipunggungnya dan juga beberapa mata dikepalanya, monster chimera tersebut membuat keributan dengan membuat getaran yang besar saat mereka mendatangi para pasukan mahluk gaib yang telah dipanggil tersebut.
“Dion… persiapkan anak panah” kata Rio.
“PEMANAH BERSIAP” teriak Dion.
Lalu para iblis yang mana adalah pasukan pinjaman dari Incubus “Srrikkt…” mulai menarik busur panah mereka, dengan panah emas yang mana diciptakan oleh Dion para pasukan iblis itu percaya diri akan dapat menembak jatuh para monster chimera tersebut, “Buskkrr… Crrasttk… Drrastt…” dan dalam hitungan detik para mahluk gaib yang dipanggil dipaksa kembali kealam mereka, melihat hal itu Dion lalu menunggu saat yang tepat dan “Fush… Fush… Fush…” dengan satu gerakan tangannya para iblis itu langsung menembakkan anak panah mereka.
“Banaspati maju” kata Rio.
“Trringgs…” Rio yang mana masih memegang smartphone miliknya langsung memanggil Banaspati untuk maju, “Burrnn… Wussh…” dengan perintah dari Rio “Fuush…” Banaspati langsung terbang dan menyelimuti seluruh panah emas tersebut dengan api miliknya. “Crrakk… Crrakk… Crrakk… Crrakk…” panah api itu mulai berjatuhan dan membakar tubuh monster chimera tersebut, melihat hal itu Viktor sedikit panik, karena dia tidak menyangka kalau para monster chimera miliknya dapat dihentikan dengan cara seperti itu.
“Chimera adalah mahluk yang mana dibuat menggunakan para mayat dan digabungkan menggunakan sihir kegelapan, lalu menggunakan roh gentayangan sang pencipta chimera akan mengendalikannya dengan mudah, akan tetapi setelah menerima berkat dari dewa Batara Surya chimera itu dapat dengan mudah menahan panas api dan juga sihir suci, namun jangan kira api yang aku keluarkan akan seperti api yang biasanya” kata Rio.
“Hehehe… HAHAHAHA… BAKAR-BAKAR HANCURKAN SEMUANYA, HAHAHAH….” Kata Banaspati yang menggabungkan dirinya dalam api panah emas tersebut.
Api miliknya bukanlah api suci ataupun api biasa yang digunakan para penyihir, itu adalah api kehancuran yang mana dapat membakar tubuh dan juga jiwa dari korbannya, dan jika korbannya tidak memiliki mental yang kuat maka Banaspati akan dengan sangat mudah menghanguskan jiwa dari lawannya tersebut.
“Tidak mungkin” kata Viktor.
__ADS_1
“Kau memilih lawan yang salah kawan” kata Rio yang mana mengejek Viktor dari tempat duduknya.
Bersambung…..