Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 117 Penyerapan darah iblis raksasa


__ADS_3

Mendengarkan hal itu Rio langsung menatap Jill dengan pandangan penuh curiga, karena rahasia yang sebesar ini pasti akan ada harganya.


“Jadi kau mau apa” kata Rio dengan nada datar.


“Hmm… kau bilang apa tadi, aku gak ngerti” kata Jill.


“Yang kumaksud apa yang kau mau, mengatakan rahasia sebesar itu pastinya kau mengharapkan sesuatu dariku bukan” kata Rio.


“Hmm… kau benar-benar bisa menebak apa yang ada dipikiranku” kata Jill.


“Jadi kau mau apa, tergantung dengan permintaanmu mungkin aku bisa mengabulkannya” kata Rio.


“Abang-abang… apa gak apa-apa ngomong kayak gitu” kata Lita yang mana berbicara secara bisik-bisik pada Rio.


“Tidak apa-apa, dia bilang dia membutuhkan darah iblis raksasa tampa nama itu untuk memperkuat dirinya, ada kemungkinan darah itu dapat memperkuat tubuhmu” kata Rio yang berbisik pada Lita.


“Heeiii… sudah selesai diskusinya, kalau kau tidak bisa maka serahkan yang ada ditangan adek kecil itu” kata Jill yang dapat menebak apa yang diincar oleh Rio.


“Hahahaha… tampaknya kau juga bisa membaca pikiranku rupanya, jadi apa yang kau mau” kata Rio.


“Hmmm… bagaimana kalau kau ikut denganku untuk kukenalkan sama ayahku, dia pasti akan senang punya menantu seperti dirimu” kata Jill dengan senyuman yang lebar diwajahnya.


“Aaah… maaf bisa ganti gak, kan aku sudah bilang akan aku kabulkan permintaan yang bisa kulakukan, tetapi kau memint sesuatu yang mustahil” kata Rio dengan wajah datar.


“Eeeeh… padahal itu gampang loh” kata Jill.


“Diam kalau kau bercanda lagi aku akan langsung kabur dari sini” kata Rio.


“Haaah… baiklah kalau begitu, aku cuman mau kau menjagaku disini, aku ingin menyatukan diriku dengan darah iblis raksasa itu sekalian kurasa adik kecil itu bisa melihat caraku menelan darah ini” kata Jill.


“Buat apa kau memintaku, bukannya kau punya banyak bawahan yang kau bawa…??” kata Rio yang mana merasa heran dengan permintaan dari Jill.

__ADS_1


“Kau lupa aku ini siapa, aku putri dari raja iblis tetapi itu bukan artinya aku adalah satu-satunya yang menjadi anaknya” kata Jill.


“Aaah… aku mengerti sekarang, ini sama dengan keluarga kerajaan lama, baiklah kalau begitu aku akan menerima permintaanmu” kata Rio.


Tidak lama kemudian Jill langsung duduk bersila didalam ruangan itu dan disekililingnya ada Rio dan para rekan-rekannya yang menjaga dirinya, “Sriinggss…” Rio mengeluarkan senjata miliknya dan memberikan aura yang cukup mengancam pada para orang-orang yang ada disekelilingnya. Sementara itu Aji dan Gio masih tidak mengerti dengan apa yang Rio lakukan, mereka lalu datang mendekati Rio.


“Hei ketua sebenarnya apa yang sedang kita lakukan disini…??” kata Aji yang masih tidak tahu apa-apa.


“Itu benar bos, kalau sudah tidak ada apa-apa lagi mending kita keluar saja dari tempat ini” kata Gio.


“Aku sudah membuat perjanjian dengan Jill, dan dalam perjanjiannya aku harus melindunginya saat ini dan itu juga menjadi tugas kalian” kata Rio.


“Eeeh… kau yakin mau melindungi perempuan aneh macam itu” kata Gio.


“Mau bagaimana lagi, tawaran yang dia berikan cukup menggiurkan” kata Rio.


“Hm… berapa yang kau dapatkan darinya…??” tanya Gio dengan wajah sangat serius.


“Kau serius…” kata Gio yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rio.


“Kalau kau tidak percaya lihat saja sendiri nanti, lihatlah bagaimana perempuan ini berubah, dan saat dia sudah memulainya disaat itulah gunakan semua yang kalian punya untuk melindunginya” kata Rio.


“Trringgss…” dengan menggunakan smartphone miliknya Rio memanggil Garuda untuk datang, melihat sosok Garuda yang agung para bawahan dari Jill merasa sedikit takut karena melihat sesosok mahluk mitologi kuat dihadapan mereka. Jill lalu mulai mengeluarkan aura merah darah dari tubuhnya, aura itu berasal dari aura iblis yang dia punya, tubuhnya sedikit mulai sedikit terhubung dengan darah raksasa iblis tampa nama tersebut.


“Buusshh…” lalu dari balik kerumunan para bawahan Jill seseorang keluar dari sana dengan membawa pedang sihir yang dia punya,, “Trrssskk…” pedang sihir miliknya mengeluarkan cahaya dan membuat pedang miliknya menjadi lebih besar dan memanjang. Orang tersebut lalu melewati Aji dan Gio sementara itu Lita tidak melakukan apapun terhadap orang tersebut, “Wuussh…” secara tiba-tiba Rio langsung berdiri didepannya.


“Jangan menghalangi jalanku” kata orang tersebut, dia tidak memperdulikan Rio dan ingin membunuhnya bersama dengan Jill.


“Trraasskk… Trraasskk… Trraasskk…” tetapi menggunakan cambuk hitam milik Rio dengan mudahnya orang tersebut diikat dan dibuat tidak berdaya, “Trriinggss…” tetapi dia tetap tidak menyerah dan mengaptifkan sihir yang ada ditubuhnya “Swuunggs… Crrasst… Crrasst… Crrasst…” tetapi secara tiba-tiba bulu-bulu keemasan milik Garuda dengan cepat menusuk punggung dari orang tersebut sampai dia mati.


“Uwaaah… aku tidak percaya ini, benar-benar ada seseorang penghianat dalam bawahannya, pantas saja dia meminta bos untuk melindunginya” kata Gio yang mana melihat mayat orang tersebut.

__ADS_1


“Untuk sekarang kurasa ini sudah cukup, tetapi aku harus tetap waspada karena Jill adalah tiketku untuk menjalin hubungan dengan sesosok raja iblis” pikir Rio.


“Bos-bos coba kau kemari sebentar” kata Gio.


“Ada apa…??” kata Rio yang penasaran dengan apa yang ditemukan oleh Gio.


“Kita beruntung karena membunuhnya dengan cepat tadi, ini adalah lingkaran sihir penghancuran diri” kata Gio.


“Jadi maksudmu dia ingin membunuh kita disini bersama dirinya juga” kata Rio.


“Yaah… sepertinya begitu, tetapi satuhal yang pasti aku ketahui” kata Gio dengan wajah serius.


“Apa yang kau ketahui…??” tanya Rio yang penasaran.


“Orang ini miskin…” kata Gio dengan wajah serius.


“Haaah….” Kata Rio yang merasa sia-sia menanggapi Gio dengan serius tadi.


“Coba kau lihat ini, dia bahkan tidak memiliki satupun Gold point didalam aplikasinya, dan juga dia hanya memiliki persedian makanan dan tidak ada sama sekali alat sihir selain pedang yang dia pakai itu, pembunuh macam apa yang gak modal seperti ini” kata Gio yang marah-marah terhadapa orang yang telah mati tersebut.


Sementara Gio sedang mengomeli mayat pembunuh tersebut Rio langsung pergi dan mendekati Jill, dia sudah bisa melihat kalau darah dari iblis raksasa tampa nama tersebut sudah hampir sepenuhnya menyatu dengan tubuh Jill. Darah tersebut lalu membentuk sebuah kepompong merah jambu yang mana mengeluarkan aroma bunga yang manis, mencium bau itu para lelaki yang ada disana langsung jatuh karena tidak tahan akan aromanya yang sangat menggoda.


Sementara itu Rio, Aji dan Gio sama sekali tidak terpengaruh karena mereka memiliki kapasitas energy sihir yang cukup banyak dari orang biasa, “Crrakss… Krrasst…” lalu dari kepopong tersebut keluar sebuah suara seseorang yang mencoba merobek baju untuk bisa keluar dari dalam. Melihat hal itu Rio langsung bersiap-siap karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, “Srraaahh…” kepompong itu lalu terbuka dan dari dalam nya terlihat sepasang mata berwarna merah cerah yang melihat kearah Rio, “Fuusshh…” dari dalam kepompong tersebut keluar beberapa serbuk merah muda yang terhembuskan kearah Rio.


Merasa kalau serbuk itu tidak mengancam Rio hanya dia saja “Wuussh…” dan pada saat terkena serbuk itu, “Nnggiinngkk…” Rio merasa sedikit sakit kepala “Trruukkss… Trruukkss…” sementara itu Aji dan Gio terjatuh karena tidak kuat melawan serbuk tersebut.


“Apa yang kau lakukan, apa kau berniat menjadi musuhku” kata Rio, lalu dari belakang Rio sebuah tangan dengan cakaran yang tajam mulai merangkul dirinya dari belakang.


“Hihihihih… jangan gitu dong, akukan cuman bercanda aja” kata Jill, rambutnya berubah menjadi hitam gelap, matanya berubah menjadi merah terang seperti darah lalu dengan sepasang tanduk besar dikepalanya dan dengan sayap kelelawar kecil dipunggungnya dia seperti sesosok iblis yang sangat menggoda.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2