Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 83 Harta karun yang sebenarnya bagian 2


__ADS_3

Kedua pengguna aplikasi DS Game yang ada disana sedang berhadapan satu sama lain dan keduanya memiliki kontrak dengan sesosok dewa yang kuat, “Sssrrr… Krrraakkss… Trraasskk…” tanah ditempat mereka berdiri lalu bergetar karena energy sihir dari mereka berdua, walaupun mereka sama sekali belum bergerak aura mereka sedang berada satu sama lain dan membuat para siluman-siluman yang ada disana ketakutan melihat mereka berdua. Lalu “Trriinggss… Trriinggss…” keduanya secara bersamaan memanggil mahluk panggilan mereka, Angga memanggil Pastur kepala puntung dan menyuruhnya untuk memanggil peliharaan anjing hitam miliknya.


Sementara itu Rio dengan sigap membalas dengan memanggil dua mahluk panggilan sekaligus, Garudan yang melihat tuannya diserang langsung  terbang dengan cepat kearah Pastur kepala puntung dan para anjing hitam peliharaannya, sementara itu Orang Bati yang mana merupakan mahluk panggilan kedua yang dipanggil Rio diperintahkan oleh Rio untuk melindungi para siluman anak singa yang mana masih rentan tersebut. Melihat hal itu Angga merasa aneh karena Rio yang biasanya bersikap dingin mau menolong anak siluman singa tersebut, tetapi “Krriieekk…” saat pandangannya teralihkan dengan cepat Garuda berusaha menyerang kearah Angga menggunakan bulu-bulu tajam dari sayapnya “Crrukk… Crrukk… Crrukk…” bulu-bulu yang lepas dari sayap Garuda langsung berubah menjadi seperti pisau lempar yang mana mengarah langsung kearah Angga.


“Wuusshh…. Trranggs… Trranggs… Trranggs…” namun menggunakan kekuatan anginnya Angga menciptakan pelindung disekitar tubuhnya dan membuat setiap bulu-bulu Garuda terpental, “Srraanggss…” melihat hal itu dengan cepat Pastur kepala puntung mengarahkan senjata parang miliknya kearah Garuda, “Trraanggs…” namun dapat ditahan oleh Garuda menggunakan sayapnya yang keras seperti baja. “Busshh…” Rio yang tidak bisa diam langsung berlari kearah Angga “Buurrnn…” dan mengarahkan sihir api miliknya kearah Angga tetapi ketika Rio menembakkan sihir api miliknya “Boomsshh…” bola api yang dia tembakkan berbelok dan mengarah langsung kearah Pastur kepala puntung.


Terluka parah oleh serangan bola api milik Rio membuat Pastur kepala puntung hampir kembali kealamnya, dan disaat Garuda melihat hal itu dia berencana untuk mengakhiri Pastur kepala puntung “Woouff… Crranggkk… Crranggkk… Crranggkk…” tetapi dengan cepat ketiga anjing hitam milik Pastur kepala puntung langsung menggigit tangan dan kedua sayap milik Garuda. Gigitan dari anjing-anjing hitam milik Pastur kepala puntung membuat Garuda tidak bisa bergerak, “Buusshh…” lalu Angga dengan cepat bergerak menggunakan kekuatan angin miliknya untuk bisa langsung cepat berada didekat Garuda, “Fuusshh… Buusskk…” dengan menggunakan tapak yang dialiri kekuatan angin besar Angga membuat Garuda terhempas kelangit.


“Wuussshh….” Lalu menggunakan sayapnya Garuda langsung menstabilkan tubuhnya diudara, dan langsung terbang menukik kebawah langsung kearah Angga dan disaat Angga ingin menghindari serangan dari Garuda tersebut “Trraaks… Trraaks… Trraaks…” Rio langsung menahan tubuh Angga menggunakan senjata sihir cambuk pengikat miliknya.


“Jangan kira kau bisa kabur” kata Rio.


“Sialan…” kata Angga, lalu disaat Garuda sudah sangat dekat dengan Angga “Buusskkk…” dia mengarahkan langsung pukulan kearah perut Angga dan membuatnya terhempas “Buumssh…” sampai menghantam sebuah pohon.


“Dia sudah belum” kata Rio yang mana berusaha melihat Angga dari jauh.


“Dia belum mati, serangan pukulanku tadi dapat dia halangi menggunakan angin kencang disekitaran perutnya, dan untuk menghindari luka serius dia dengan sengaja melempar tubuhnya dan hanya sedikit terkena pukulanku tadi” Kata Garuda.


“Begituyah…. Lumayan juga, sangat disayangkan dia adalah musuh, tetapi melihat hubungannya dengan Dion aku hanya bisa pasrah saja” kata Rio, lalu dari belakang dirinya Pastur kepala puntung langsung dengan cepat mengarahkan parang miliknya kearah kepala Rio.

__ADS_1


“Swwuusshh…” tetapi Rio yang dapat merasakan keberadaan Pastur kepala puntung langsung menghindari serangannya dan “Buusskk…” memberikan serangan balasan sebuah tendangan kearah perut Pastur kepala puntung tersebut, “Woouuf… Woouuf… Woouuf…” melihat tuan mereka terkena serangan anjing-anjing hitam tersebut langsung mengonggong kearah Rio untuk melindungi tuan mereka. “Buurrnn… Boomsh…. Boomsh…. Boomsh….” Rio lalu menembakka tiga buah bola api untuk menyingkirkan ketiga anjing-anjing hitam tersebut, “Buurrnn…” Rio lalu menggunakan beberapa tetes darah lagi untuk memunculkan sebuah bola api ukuran sedang.


“Matilah…” kata Rio, “Booomsshh…” lalu dengan menggunakan sihir api miliknya Rio melenyapkan Pastur kepala puntung dan membuat dirinya kembali kealamnya.


“Hmm… mahluk hantu itu kelihatannya sudah lenyap, sekaran lebih baik kita urus pemanggilnya sebelum dia memanggil beberapa mahluk panggilan lainnya” kata Garuda.


“Kau benar aku ingin cepat-cepat menyelesaikan ini, yah walaupun aku merasa sedikit tidak tega mengingat dia pernah menjadi rekanku walau hanya sebentar, tetapi mau bagaimana lagi dia duluan yang menyerangku” kata Rio, “Srraanggss…” dia mengeluarkan pisau miliknya dan bersiap untuk membunuh Angga.


“Crraakksst…” lalu secara tiba-tiba Rio dan Garuda merasakan aura sihir yang menyelimuti seluruh tubuh mereka dan membuat mereka menjadi tidak bisa bergerak, lalu disaat Rio menggunakan mata kematian miliknya dia melihat energy hantu yang mana melilit tubuhnya dan juga Garuda, Rio lalu melihat kalau energy hantu tersebut berasal dari atas dan disaat dia melihat keatas Rio dikejutkan dengan sebuah sosok mata raksasa yang sangat besar melihat kearah mereka. “Boomnnggss…” tatapan mata dari mahluk tersebut memancarkan energy keunguan dan membut kepala Rio merasa pusing, “Brrukkk…” bahkan dari tatapan mata mahluk hantu itu Garuda dibuat jatuh berlutut ditempat dia berdiri.


“Sialan…. Aggkk… mahluk apa itu…” kata Rio, dia merasa kepalanya hampir pecah karena cahaya keunguan tersebut.


“Sialan… rupanya kau punya mahluk panggilan seperti ini” kata Rio.


“Yah itu adalah sebuah kebetulan yang sangat luar biasa, kau tahu aku bahkan sampai muntah darah beberapa kali sebelum dia bisa menerima membuat kontrak denganku” kata Angga, “Trraak…” dia lalu berjalan dan mengambil kotak kayu tersebut.


“Sialan… letakan itu lagi” kata Rio.


“Maaf tetapi akulah yang akan menjadi pemenang dalam ujian kali ini” kata Angga, dan disaat diakan membuka kotak kayu tersebut, “Krriieekk…” Rio menggunakan kekuatan fisiknya bergerak melawan tekanan dari mahluk bermata besar tersebut “Buurrnn…. Boomsshh…” dan mengarahkan tembakkan bola api keatasnya.

__ADS_1


“Garuda urus mahluk itu” kata Rio, dia memerintahkan Garuda untuk menyingkirkan mahluk yang ada diatas mereka dan Rio sendiri berlari dengan cepat kearah Angga.


“Hahahha… sudah terlambat… Eeehh…” kata Angga yang mana terkejut melihat hanya ada beberapa taring-taring binatang didalam kota kayu itu, “Buusskk…” lalu dengan kuatnya Rio menendang kepala Angga sampai dia terhempas tidak dapat bergerak.


“Tampaknya kau salah sangka” kata Rio dia lalu mengarah kearah Orang Bati, dan didalam perlindungan Orang Bati gulungan sihir telah berhasil menyimpan para anak siluman singa dengan selamat.


“Ping-ping…. Ping-ping…. Ping-ping…. Selamat kepada Rio karena telah mendapatkan harta karun tersembunyi dalam hutan ini” kata sistem DS Game, melihat hal tersebut Angga terkejut dengan apa yang dia dengar.


“Bagaimana bisa….” Kata Angga yang masih terkejut dengan hasil dari ujian kali ini.


Sebelumnya Rio mendapatkan sebuah petunjuk dari siluman manusia singa yang mengatakan kalau harta karun tersembunyi didalam ujian DS Game kali ini adalah harta miliknya yang paling berharga, dan mengetahui hal itu Rio langsung tahu kalau yang dimaksud oleh siluman manusia singa adalah para keturunannya yang mana meneruskan darah dari dirinya.


“Selamat tinggal pecundang” kata Rio, “Zrriinggsss…” sebuah cahaya lalu menutupi tubuhnya membuat Rio menghilang dari tempat itu meninggalkan Angga yang tergeletak menyedihkan ditempat itu.


“Sialan… awas saja kau” kata Angga yang masih marah dengan hasil yang dia terima, “Zrringgss… Zrringgss… Zrringgss…” bersamaan dengan hal itu para partisipan ujian yang lainnya lalu dipindahkan dari hutan itu untuk kembali kedunia manusia.


“Ping-ping… karena terjadinya Error dalam ujian kali ini maka para kontestan ujian yang tidak berbuat apa-apa tidak akan mendapatkan penalti, dan par kontestan akan dibiarkan tetap lolos ujian dengan beberapa kompensasi dari manajemen DS Game” tertulis dari notifikasi DS Game.


Penjelasan : Moto Sak Tampah adalah mahluk halus yang mana berwujud bola mata sebesar tampah ( alat untuk memilah beras ), dikatakan Moto Sak Tampah sering bergentayangan dimalam hari untuk menghipnotis manusia dan mengendalikan manusia itu, dia juga dapat menyerap aura dan membuat manusia tersebut tidak memiliki gairah hidup.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2