Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 88 Kemunculan sang ular


__ADS_3

“Taak-taak… Taak-taak…” suara sepatu seorang peneliti yang sedang lembur, dirinya sedang mengarah kearah gudang penyimpanan alat sihir untuk mengambil beberapa barang penelitiannya, lalu disaat dia akan mengeluarkan kunci gudang tersebut dari kantungnya dia dikejutkan melihat kalau pintu besar tempat penyimpanan alat-alat sihir tersebut telah berlubang dan ditembus orang.


“P-PENYUSUP… ADA PENYUSUP…” teriak peneliti tersebut yang mana langsung berlari untuk memanggil bala bantuan.


“Aaah.. sialan aku sudah tidak punya banyak waktu lagi, sekarang tinggal taruh ini disini dan ini disana lalu selesai” kata Rio yang mana sedang memasang bom waktu didalam gudang tersebut, bom tersebut bukanlah bom biasa karena Rio sudah menggunakan sihir racun miliknya untuk menambahkan efek racun kedalam asap ledakannya nanti.


“Srraahh…” Rio yang mana sudah memasang beberapa bom ditempat tersebut langsung keluar melarikan diri dengan masuk kedalam bayangan, “Boomsshh…” tetapi seseorang pengguna aplikasi DS Game menyerang dirinya menggunakan sihir.


“Kau penyusup kurang ajar jangan kira kau bisa keluar dari sini hidup-hidup” kata orang tersebut “Buurrnn…” dia dengan sombongnya memamerkan sihir api miliknya dan menembakkannya kearah Rio “Boomsshh…” tetapi.


“Wuusshh…” sihir api miliknya malah terlahap oleh tangan kiri milik Rio yang mana memiliki tanda dari Banaspati, orang itu langsung kebingungan karena terkejut melihat serangan sihirnya dibatalkan. Lalu dia bersiap untuk memanggil mahluk panggilan miliknya “Crraak… Crraastt…” tetapi Rio dengan cepat menembak kepalanya menggunakan crosbow miliknya.


Rio lalu langsung berlari lagi setelah mengambil smartphone milik orang tersebut, sementara itu disebuah ruangan yang mewah seseorang sedang duduk santai disana “Drraaggkk…” lalu seseorang dari tim penjaga tempat itu menobrak masuk dengan membanting pintu.


“Ada masalah apa…??” kata orang itu, dia terlihat seperti seorang pria berusia 50 tahunan dengan rambut putih yang khas, bahkan auranya menunjukkan seberapa pengalaman dirinya dimedan perang.


“Lapor ada penyusup yang masuk kemari, dan penyusup itu telah mengambil alih ruang pengawasan” kata penjaga tersebut.


“Dasar tidak berguna” kata pria itu dia lalu mengambil pedang miliknya, “Crriinggs….” Dan dengan sangat cepat memotong leher dari penjaga tersebut.

__ADS_1


“Gaakksshh…. Trraakkss…” tubuhnya lalu jatuh dan baru mengeluarkan darah setelah beberapa detik, kecepatan dan ketepatan dirinya menebas membuat tubuh penjaga tersebut terlambat menyadari kalau dirinya telah dipotong.


“Semunya segera bersiap, kita akan bertarung habis-habisan kali ini” kata pria tua tersebut, “Wrruugghh…” dia lalu memakai jubahnya dan disana tertuli sebuah kata “Tetua ke 3 Bromo” melihat dirinya berjalan para orang-orang yang ada disana langsung tunduk kepada dirinya, mereka bukan tunduk karena patuh tetapi mereka tunduk karena takut dengan aura yang dikeluarkan pria tua tersebut.


“Pak Bromo apa anda ingin saya menghubungi markas pusat” kata salah satu bawahan Bromo yang mana ikut berjalan dibelakang dirinya, dia terlihat seperti pria biasa dengan jas dan kemeja hitam namun didalam tubuhnya ada aura yang tidak mengenakan.


“Tidak perlu, markas pusat sekarang ini sedang mengurus hal yang lebih penting sekarang ini cuman beberapa pencuri kecil, kita lebih dari cukup untuk mengurus para pencuri ini” kata Bromo yang mana merendahkan Rio dan rekan-rekannya.


Sementara itu Rio yang mana sudah berada diluar bertemu dengan Lita dan yang lainnya, lalu dengan sebuah alat pemicu ditangannya “Klik… Bomssh… Bomssh… Bomssh… Bomssh…” Rio mulai meledakan seluruh tempat tersebut, lalu pusat perbelanjaan yang ada diatasnya mulai roboh dan jatuh kebawah. Bromo dan para bawahannya yang masih ada didalam markas bawah tanah tersebut dapat merasakan guncangan dari ledakan bom milik Rio, mengetahui apa yang terjadi dengan cepat “Ping-ping-ping…” Bromo mengeluarkan sebuah gulungan dari penyimpanan aplikasi DS Game miliknya.


“Gulungan sihir teleportasi diaktifkan” Bromo menggunakan gulungan tersebut dan “Zrriinggs…” berpindah tempat dari dalam markasnya keatas pusat perbelanjaan itu.


“Nagini bunuh” kata Lita yang menyebut nama ular tersebut, Nagini lalu mulai melihat mereka yang telah berhasil selamat dan membuka mulutnya “Sssaahhh….” Dari dalam mulutnya asap hijau yang sangat asam mulai keluar.


“Gaaaahh… Lari… Aakkkgghh…” mereka yang berusaha untuk lari tetapi sudah terlambat karena seluru pusat perbelanjaan telah dikepung oleh tubuh Nagini yang panjang, dan mereka yang terkena asap hijau dari mulutnya langsung meleleh bagaikan sebuah cairan.


“Ular itu adalah ular dari mitologi dan juga anak dari dewa ular, ini akan sedikit sulit” kata Bromo, “Criinggs…” dia lalu mulai mencabut pedangnya.


Disaat yang bersamaan Nagini mulai merasakan hawa ingin membunuh dari Bromo dan dengan mulutnya “BRRUUKKSS….” Dia hampir melahap Bromo bulat-bulat, tetapi Bromo yang mana telah dilengkapi dengan beberapa alat sihir dapat meningkatkan kecepatannya untuk membuat dirinya menjadi sangat lincah.

__ADS_1


“Sshhh… Syaaahhkk…” Nagini yang mulai kesal lalu menggunakan seluruh tubuhnya untuk menghancurkan seluruh pusat pembelanjaan tersebut “Krraakkss… Trrasskk… Brraasskk….” Dengan satu belitan kuat dari tubuhnya dia menghancurka bangunan pusat perbelanjaan itu, “Srraanggss… Crraasssnggss… Srriinggss…” sementara itu Bromo berhasil selamat dari kehancuran itu dengan cara menggunakan pedang miliknya untuk menebas setiap reruntuhan bangunan yang jatuh kearahnya.


“Adik Lita… Shhhh… berhati-hatilah dengan pedangnya itu… Shhhhss…. Itu adalah pedang yang sangat berbahaya” kata Nagini yang berbicara langsung kepikiran Lita.


“Eeeh… seberapa bahaya, kalau bahaya banget jangan sampe kena tebas yah, soalnya Lita bakalan sedih kalau teman Lita terluka” kata Lita dengan polosnya.


“Shhhhss…. Hahahah… kau memang anak yang manis, tetapi tenang saja… Sshhaass… pedang miliknya tidak akan bisa menembus sisik milikku, tetapi yang aku khawatirkan sekarang ini adalah dirimu” kata Nagini yang berbicara langsung kepikiran Lita.


“Kenapa…???” kata Lita yang kebingungan.


“Karena kekuatanmu masilah belum cukup, jadi aku harus sudah kembali kealamku, tetapi karena ini akan sangat bahaya jadi akan kutinggalkan beberapa hal untukmu” kata Nagini, “Ssrrinnggs…” dia lalu menransfer sesuatu ketubuh Lita dan lalu mengeluarkan kabut dari tubuhnya.


“Wow kabutnya tebal banget” kata Lita, dia lalu diturunkan dari atas kepala Nagini dan bersama dengan kabut tersebut Nagini menghilang kembali kealamnya.


Sementara itu Bromo yang selamat itu menusuk tubuhnya menggunakan sebuah suntikan obat, “Crraastt…” lalu tubuhnya berubah menjadi sesosok Cindaku yang mana berupa manusia harimau berwarna hitam pekat, dirinya melihat Lita yang telah ditinggalkan oleh Nagini dan “Buussh…” dengan cepat mengarahkan tebasan pedangnya kearah leher Lita.


“Sudah berakhit gadis kecil” kata Bromo.


Penjelasan : Nagini adalah sesosok putri dari raja ular dan diubah menjadi sesosok ular yang mengerikan oleh ayahnya karena bersalah telah melakukan Zinah.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2