Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 193 Takdir yang saling berhubungan


__ADS_3

Puluhan tahun yang lalu disaat negara-negara telah berhenti berperang, ada seorang perempuan yang mana memiliki kemauan tinggi untuk menjelajahi dunia ini, perempuan itu sangat cantik dan juga baik pada sesamanya. Saat dia telah mencapai umur dewasa kedua orang tuanya ingin menjodohkan dirinya pada seorang pria paruh baya yang 20 tahun lebih tua dari dirinya, mengetahui hal tersebut perempuan itu lalu memutuskan untuk melarikan diri dari rumahnya.


“Bagus dengan begini aku bisa pergi menjelajahi dunia ini dengan kedua kakiku sendiri” kata Lili yang mana saat itu masih remaja.


Dengan kedua kakinya dia memulai perjalanannya untuk menjelajahi dunia, akan tetapi Lili yang masih naif tidak mengetahui kerasnya dunia ini sebenarnya, dalam perjalanan dia ditipu hingga kehilangan seluruh uangnya dan bahkan dia pernah hampir mati kelaparan karena tidak memiliki uang sama sekali. Saat itulah dia mempelajari kalau dunia lebih kejam dari yang dia kira, Lili lalu mempelajari tehnik bela diri dari melihat orang-orang bertarung dan dia menirunya, dengan tehnik bela diri miliknya dia menyerang para preman yang pernah menipu dirinya dan membuat mereka menyerahkan seluruh uang mereka.


“Buuskk… Daasskk…” dengan tinju dan tendangannya Lili mengalahkan 5 orang pria kekar dengan mudahnya.


“Cih… itu akibatnya karena menipuku, jika aku melihat kalian lagi disini maka jangan salahkan aku membuat kalian kehilangan status laki-laki kalian” kata Lili yang mana mengarahkan pisau yang dia pegang.


Sejak saat itu Lili menjadi penguasa jalanan dan memulai bisnis haramnya dengan merampas uang dari mereka yang lebih kaya darinya, tetapi para warga yang ada disekitar sana sama sekali tidak menganggap dirinya sebagai pengganggu karena dia hanya mengincar orang-orang kaya dan tidak menyentuh orang yang miskin. Lili yang mana saat itu menjadi preman disana menggunakan uang yang dia punya untuk mengumpulkan informasi, dia bahkan membuat beberapa warga menjadi bawahannya dengan membagikan uang untuk mereka.


“Dengan perlindungan dari para warga tidak akan ada yang bisa menangkapku sekarang” pikir Lili.


Tetapi sekali lagi Lili melupakan kejamnya dunia ini dan menjadi naif, salah satu orang kaya yang dulunya dia rampok menyewa puluhan preman untuk menyerang dirinya, mengetahui dirinya tidak bisa menang Lili lalu pergi dari kota tersebut dan melarikan diri kesebuah gunung. Disana dia telah terkepung oleh kumpulan preman yang mana dipersenjatai dengan senjata tajam, dia yang telah terluka merasa pasrah karena tahu dia tidak akan bisa menang.


“Sialan aku tidak menyangka kalau orang-orang kaya itu akan berbuat sejauh ini, bahkan mereka berani membakar beberapa toko untuk menutupi perbuatan para preman ini” pikir Lili yang memegang tangan kirinya yang tengah beradarah tersebut.

__ADS_1


“Menyerahlah Lili kau tahu tidak akan bisa menang melawan kami semua, jadilah salah satu dari wanitaku maka aku akan katakan pada orang yang menyewa kami kalau kau sudah mati dan selamat dari kejaran mereka” kata pimpinan para preman tersebut.


“Hahahaha…. apa kau bilang…?? Jadi wanitamu… kau pasti bercanda bukan, asal kau tahu aku lebih baik mati dari pada menjadi wanita laki-laki pengecut seperti dirimu” kata Lili.


“Baik kalau kau berkata seperti itu, bunuh dia” kata ketua para preman tersebut.


“Krraakss…” lalu dari atas kepala Lili terdengar sebuah suara retakan, mendengarkan hal itu mereka semua melihat kearah atas.


“A-Apaa itu…??” kata salah satu preman yang ada disana.


“RROOAARRRR….” Buta Ijo yang mana sedang kelaparan langsung berteriak ditengah hutan tersebut, dengan teriakannya dia membuat sebuah kabut memenuhi hutan dan membuat semua mahluk hidup yang ada didekatnya masuk kealam gaib.


“Crrastt…” sementara itu para preman yang ada didekat Buta Ijo mendengar teriakannya dari jarak yang sangat dekat, dan hal itu membuat gendang telinga mereka rusak bahkan Lili terjatuh karena kesakitan saat mendengar suara teriakan Buta Ijo tersebut.


“Taaasskk…” dengan tangannya yang besar Buta Ijo tersebut mengambil dua orang preman yang mana masih membeku, “Aaahmm… Gllupp…” dia lalu melahap keduanya dengan sekali telan. Melihat kalau kawannya dilahap seperti itu para preman yang ada disana berusaha untuk bergerak dan melarikan diri, tetapi kaki mereka masih menggigil karena suara dari Buta Ijo tadi dan membuat langkah kaki merekan menjadi sangat lambat.


“Aku… harus… tetap…. Hidup….” Sementar itu Lili yang mana masih terjatuh mulai merangkak dan menyeret tubuhnya dengan kedua tangannya, dia berjalan perlahan-lahan menuju kesebuah pohon besar untuk menyembunyikan dirinya.

__ADS_1


“Rrrr…” sementara itu Buta Ijo yang melihat para manusia dihadapannya masih berada didekatnya, “Duuuskk…” langsung duduk dan menyantap para preman tersebut secara satu persatu. “Crrasstt… Krrasstt… Glluppss…” dia melahap para preman yang berjumlah lebih dari 30 orang tersebut satu demi satu, sehingga menyisakan 5 dari mereka tetap hidup.


“Hhmmm… Hooaaamm….” Setelah dia kenyang Buta Ijo itu lalu langsung tergeletak dan tertidur ditempat itu, sementara itu ke 5 preman yang ada disana melihat dirinya tertidur dengan lelapnya. 3 dari 5 preman telah menjadi gila dan tidak bisa melakukan apapun selain menangis dan menganggap semua ini hanyalah mimpi, sementara 2 sisanya berusaha untuk melarikan diri dari sana.


“Uggghkk… tampaknya sudah aman” kata Lili, dia melihat kedua preman tersebut telah pergi melarikan diri dari sana.


Lili lalu berjalan secara perlahan-lahan mendekati Buta Ijo tersebut, disana dia melihat sebuah kantung kulit kecil berukuran segenggaman tangan manusia disana, melihat hal tersebut Lili lalu memberanikan diriny untuk mendekati kantung itu. “Taassk…” dia lalu mengambil kantung tersebut dari pinggang Buta Ijo dan melihat apa yang ada didalamnya, didalam kantung tersebut terdapat  sebuah belati perak, dua buah kristal merah dan juga 20 keping koint emas.


“Dengan belati ini aku rasa aku dapat keluar dari hutan ini” kata Lili, sebelumnya saat dia sedang bersembunyi dibali pohon yang besar tersebut dia melihat sepasang mata yang mana menatap dirinya dengan pandangan seperti hewan yang kelaparan.


Mereka yang memandang Lili adalah para siluman yang mengikuti Buta Ijo kedunia manusia secara diam-diam, para siluman itu mengincar para manusia yang dapat melarikan diri dari Buta Ijo dan disaat para manusia itu telah menjauh dari Buta Ijo maka para siluman itu akan melahap mereka untuk menambah kekuatan mereka.


Lili mengetahui hal tersebut dan karena itulah dia tidak ikut dengan kedua preman yang mana telah menyerangnya itu, dan sekarang ini kedua preman itu tengah sekarat sambil dikelilingi oleh para siluman yang mana sedang kelaparan.


“K-kenapa bisa jadi seperti ini” kata salah satu preman yang mana telah kehilangan tangan dan juga kedua kakinya, “Crrasstt.. Crruasst… Trraastt…” seperti temannya diapada akhirnya masuk kedalam perut para siluman tersebut.


Bersambung……

__ADS_1


__ADS_2