
Satu minggu sebelumnya pada malam itu setelah mengalahkan Bromo tetua ke 3 dari serikat pencari kebenaran, Rio dan para rekan-rekannya kembali kegudang tempat persembunyian mereka dengan cepat Luna menggunakan berbagaimacam obat pemulihan untuk mengobati Rio yang mana mengalami luka lemas tersebut, sementara itu Rio yang mana tidak bisa berbuat apa-apa hanya merelakan nasipnya itu. Dengan berbagaimacam obat-obatan tersebut dalam waktu kurang dari beberapa jam tubuh Rio sudah bisa kembali digerakan, walaupun dia merasakan mual setelah menggunakan banyak obat tersebut.
“Akhirnya aku bisa menggerakan tubuhku lagi” pikir Rio yang sudah bisa menggerakan tangan dan kakinya.
“Hei… tampaknya obat-obatan itu benar-benar bekerja” kata Luna yang mana melihat kondisi Rio saat ini.
“Yah bisa dibilang seperti itu juga, tetapi kurasa kau bisa mengurangi dosisnya sedikit” kata Rio, yang masih merasakan mual diperutnya.
“Hahahha… jangan pikirkan, sekarang bagaimana rencanamu, aku sangat yakin ini semua hanyalah awal bukan” kata Luna, dia dapat menebak isi dari pikiran Rio dengan mudahnya.
“Untuk sekarang kita istirahat terlebih dahulu, setelah itu kita harus bersiap untuk bertemu dengan seseorang” kata Rio.
Dan lalu pada esok paginya Rio bersama dengan Aji pergi untuk menjumpai Dion dimarkas tempat dirinya dan para anggota serikatnya berada, disana terdapat puluhan orang pengguna aplikasi DS Game dan beberapa dari mereka adalah pengguna kelas atas yang sering memenangkan ujian dalam DS Game. Rio datang kesana untuk membuat perjanjian dengan serikat milik Dion, karena serikat milik Dion memiliki hal yang tidak dia miliki yaitu adalah koneksi.
“Jadi ada apa kau datang kemari, jika kau ingin kami ikut kedalam perangmu maka itu akan sia-sia saja” kata Dion yang sedang duduk disofa besar miliknya.
“Tidak juga, aku datang kemari hanya ingin memberikan beberapa hal yang bagus” kata Rio, “Ping-ping…” Rio lalu mengirimkan beberapa alat sihir kedalam akun DS Game milik Dion.
“Hmm… apa ini, kan sudah kubilang kalau kami tidak akan mungkin bisa membantumu berperang” kata Dion, dan saat dia akan mengembalikan alat-alat sihir dari Rio “Ping…” dia menerima sebuah pesan yang berisikan sebuah foto.
__ADS_1
“Tujuanku bukan untuk memintamu bergabung dalam perang, tetapi untuk menyebarkan sebuah rumor dan juga foto itu” kata Rio, dia mengirimkan foto kematian tetua ke 3 Bromo yang mana membuat Dion terkejut dengan sebarapa kuat Rio sekarang ini.
“Kalau itu tidak membahayakan orang-orangku maka akan aku terima kesepakatan ini” kata Dion, setelah itu mereka menandatangani sebuah kontrak sihir yang mengikat perjanjian mereka.
Dan beberapa hari kemudian didalam forum DS Game telah tersebar tentang melemahnya fraksi pencari kebenaran dan juga tersebar foto kematian Bromo, para pengguna aplikasi DS Game banyak yang tidak percaya dengan rumor tersebut tetap banyak juga yang percaya. Dan lalu beberapa fraksi kemudian mengecek kebenaran dari rumor tersebut dan benar saja mereka langsung melihat kalau serikat pencari kebenaran telah dilemahkan oleh manajemen DS Game kerena melakukan perbuatan tercela saat ujian berlangsung, melihat kesempatan tersebut banyak fraksi yang dulunya memiliki dendam dan juga mencari keberuntungan datang menyerang serikat pencari kebenaran.
Rio yang mengetahui hal tersebut hanya diam sambil tersenyum melihat serikat pencari kebenaran yang perlahan-lahan hancur sedikit-demi sedikit, dan disaat dia sedang berada didalam kota untuk berjalan-jalan seseorang yang mana menggunakan jubah serikat pencari kebenaran mendatangi dirinya, melihat hal itu Rio langsung bersiap untuk menyerang orang tersebut. “Zrringgss…” tetapi secar tiba-tiba orang itu langsung mengeluarkan sebuah sihir bersekala besar untuk bisa mengurung Rio didalam dimensi terpisah dari dunia manusia.
“Apa maumu, balas dendam” kata Rio.
“Tidak tujuanku datang kesini adalah untuk menawarkan sebuah kesepakatan yang menguntungkan” kata orang tersebut, dia adalah seseorang dari fraksi pencari kebenaran yang muak dengan sikap ketuanya dan ingin menggantikan dirinya sebagai ketua yang baru.
Dan sekarang ini Rio sedang menikmati disaat para anggota inti serikat pencari kebenaran tersebut terperangkap didalam kurungan sihir miliknya, dia bahkan mengabadikan momen itu dengan sebauh foto didalam smartphone miliknya. Melihat kelakukan Rio yang meremehkan mereka para anggota serikat tersebut mulai geram, “Boomsh… Buurrshh… Srraanggss… Trraasskk…” mereka lalu menembakkan serangan sihir milik mereka “Rooaarr.. Buummsh…” dan bahkan ada yang memanggil mahluk panggilannya untuk menghancurkan penghalang milik Rio.
Tetapi walau bagaimanapun mereka mencoba penghalang milik Rio tetap saja tidak tergores sedikitpun, bahkan sama sekali tidak ada tanda-tanda akan hilang, melihat hal tersebut ketua serikat pencari kebenaran itu lalu mengeluarkan salah satu dari alat sihir miliknya. “Zrringggss…” dan itu adalah sebuah prajurit wayang yang mana terbalut dengan tubuh emas dan dari aruanya terlihat jutaan kali lebih kuat dari prajurit wayang milik kakek Joko.
“Prajurit wayang, hmm… tampaknya ini sedikit lebih kuat dari punya kakek Joko, kau tahu sesuatu tentang parjurit wayang itu Batara Kala” kata Rio yang bertanya pada Batara Kala.
“Tampaknya itu adalah prajurit wayang tingkat tinggi” kata Batara Kala.
__ADS_1
“Ooohh… jadi prajurit wayang juga dibagikan sesuai tingkatannya” kata Rio.
“Benar sebelumnya prajurit wayang milik Joko itu adalah prajurit wayang tingkat rendah dan dapat disetarankan dengan siluman berusia ribuan tahun, lalu ada lagi prajurit wayang tingkah menengah yang tubuhnya dibalut dengan armor silver dan dapat disetarakan dengan iblis-iblis tinggi yang mana juga bisa disetarakan dengan siluman berusia puluhan ribu tahun, dan terakhir prajurit wayang tingkat atas adalah prajurit wayang yang dapat dikatakan memiliki kekuatan setengah dewa” kata Batara Kala.
“Hahhaha… berarti ini gawat, kalau prajurit wayang itu memecahkan pelindungnya sekarang maka seluruh rencanaku akan kacau, paling tidak aku berharap bisa menahan mereka selama beberapa jam” kata Rio.
“Yah tapi ini belum ada setengah jam, tampaknya kau akan mati kali ini jadi ada permohonan terakhir” kata Batara Kala yang mencoba bergurau dengan Rio.
“Hahahah… candaanmu itu sama sekali tidak lucu tahu, malah itu menyeramkan” kata Rio.
“Krrraakk…” prajurit wayang tingkat atas itu lalu mulai bersiap untuk memukul penghalang tepat didepan Rio berada, dan pada saat dirinya akan memukul penghalang tersebut “BUUMMSSHH…” pukulan yang sangat kuat mengandung energy yang sangat besar itu membuat sebuah gelombang, dan gelombang itu “Wuussh…” lalu dapat dirasakan oleh para anggota serikat pencari kebenaran yang lainnya dan beberapa dari mereka langsung jatuh tidak bisa bergerak.
Tetapi “Krraak…” serangan dari prajurit wayang tingkat atas tersebut hanya sedikit memberikan kerusakan kecil, “Srrraahhkk…” dan dalam waktu sekejab mata retakan kecil itu langsung lenyap diperbaiki. Melihat hal tersebut Rio merasa lega karena kurungan miliknya masilah aman dan tidak rusak sama sekali.
“Sepertinya kau berhasil selamat kali ini” kata Batara Kala.
“Yah… aku beruntung memiliki banyak alat sihir, dan setelah semua alat sihir yang aku korbankan untuk menciptakan kurungan ini akan lucu rasanya melihatnya mudah untuk dihancurkan” kata Rio, dia membuat kurungan tersebut dengan mengorbankan seluruh harta rampasan miliknya yang dia dapatkan dari markas serikat pencari kebenaran, dan jumlah yang dia korbankan lebih dari seratus alat sihir.
“Grrr…. Bagaimana mungkin, seharusnya tidak aku bisa dengan mudah menembusnya” kata ketua serikat pencari kebenaran tersebut.
__ADS_1
Bersambung…..