Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 50 Sang penghianat


__ADS_3

Setelah Rio membunuh pimpinan serigala siluman tersebut, para serigala siluman yang lainnya menjadi kacau dan mulai ketakutan karena telah kehilangan pimpinan mereka, melihat kesempatan itu Dion “Trraanggss… Crraakk… Crraakk… Crraakk…” mulai menembakkan ratusan anak panah setelah melihat Rio telah terbang bersama dengan Garuda, “Wuussh…” Rio yang terbang tersebut langsung dengan cepat mengarah ketempat penyimpanan dikastil itu “Buusskk…” dengan kekuatan yang besar Garuda menghancurkan pintu dari tempat penyimpanan senjata itu.


“Apa yang terjadi disini” kata Rio disaat dia melihat kalau Adelia telah tergeletak dilantai dengan luka besar ditangannya, sementara yang lainnya telah terbunuh akibat serangan pedang dari boneka ksatria.


“Krraak… Krraak… Krraak…” boneka ksatria yang mana melihat Rio dan Garuda dengan cepat mulai berkumpul, “Krraak… Krraak… Krraak…” lima belas boneka ksatria itu lalu beramai-ramai menyerang kearah Rio dan Garuda. “Krrrraasstt…. Trraaasskk…” namun Garuda dengan mudahnya menghancurkan para boneka ksatria tersebut dengan hanya sebelah tangan yang diapunya, “Busshh…” dengan cepat Rio melompat kearah Adelia “Krraak… Krraak… Krraak…” karena dia melihat sebuah boneka ksatria mendekati dirinya sambil mengarahkan pedangnya kearahnya.


“Trrraaanggss….” Namun serangan pedang tersebut dapat dihadang oleh Rio menggunakan pisau miliknya, “Buusskk…” dan menggunakan tendangannya Rio menendang jatuh boneka ksatria tersebut, “Ssrrraakk… Ssrrraakk…” dan menggunakan pisau ditangan kanannya Rio menebas-nebas boneka ksatria itu menjadi kepingan-kepingan kecil.


“Hei… kau baik-baik saja, sebenarnya apa yang terjadi disini” kata Rio, dia lalu mengeluarkan sebuah esensi darah dari penyimpanannya dan membuat Adelia memakan esensi darah tersebut.


“Ssshhh….” Dan dengan cepat luka-luka ditubuh Adelia langsung sembuh dengan kecepatan yang sangat cepat, melihat kalau luka dari Adelia sudah sembuh Rio memutuskan untuk mencari keberadaan dari Luna yang mana sedari tadi dia tidak lihat. Dia mencari disegala tempat dan tidak menemukan dirinya ataupun mayatnya dan dari sana Rio mendapatkan sebuah kesimpulan.


“Adelia aku mau bertanya padamu, apa Luna yang merupakan penghianatnya” kata Rio yang mana betanya langsung pada Adelia.


“Hmmm…. Aku sebenarnya tidak terlalu ingat, yang aku tahu tadi Luna mengarahkan senjatanya kearahku dan membuat aku kehilangan banyak darah, lalu saat aku sadar aku sudah tergeletak dan melihat Luna kabur ketika mendengar suaramu” kata Adelia.


“Jadi dia adalah penghianatnyakah, aku sama sekali tidak percaya semua ini, apa kau yakin kau tidak salah lihat” kata Rio, yang mana berusaha bertanya pada Adelia dengan ekspresi wajah dingin dimukanya.


“Haah… Haah… Aku berani bersumpah kalau dia adalah orang yang menyerangku tadi, dan dia juga adalah orang yang menyerang seluruh orang dikelompoku” kata Adelia dengan wajah serius miliknya.

__ADS_1


Lalu pada saat Rio menggunakan mata kematian miliknya dirinya sama sekali tidak melihat adanya kebohongan dari dalam ekspresi waja Adelia, setelah itu “Trriinggss…” Rio mengembalikan Garuda kealamnya lagi dan memutuskan untuk membawa Adelia pergi bersama dirinya.


Dia membopong Adelia untuk kembali keaula kastil tersebut dan menyuruh Lita untuk menggunakan hantu Pagebluk untuk memanggil para partisipan yang lainnya, lalu beberapa menit kemudian semua orang sudah berkumpul didalam aula kastil tersebut dan disana Rio telah menceritakan semua kondisinya. Dia menceritakan tentang dirinya yang telah membunuh salah satu penghianat yang ada dan juga tentang Luna yang mana menjadi orang yang dicurigai sebagai penghianat kedua dalam ujian kali ini.


“Abang-abang kak Luna gak mungkin jadi penghianat loh, aku yakin seratus persen” kata Lita yang mana sedang berbicara pada Rio secara diam-diam.


“Aku tahu itu, tetapi kita tidak bisa berbcara banyak sekarang, dan untuk saat ini satu-satunya cara adalah dengan mengumpulkan bukti untuk membuktikan kalau Luna tidak bersalah” kata Rio yang mana sedang mengelus kepala Lita dengan lembut.


“Hmmm…. Ok Lita mau istirahat dulu kalau gitu” kata Lita, dia lalu mengeluarkan kantung tidurnya dari tempat penyimpanan dan tidur didekat Rio.


Dion yang mana melihat Rio mulai merasa cemas dan memutuskan untuk menghampiri Rio.


“Aku tidak apa-apa, aku yakin kalau Luna punya hal yang dia rahasiakan dan juga aku tidak yakin dia bisa menjadi seorang penghianat sebagus ini” kata Rio, yang percaya kalau Luna bukanlah seorang penghianat.


“Kalau begitu maka kau harus lebih berhati-hati, karena sekarang ini kelihatannya sudah banyak yang mewaspadai kalian berdua karena pernah satu kelompok dengan wanita itu” kata Dion yang mana ingin pergi dari sana.


“Hei… sebelum itu bisa aku minta kau melakukan satuhal” kata Rio.


“Kau mau akau berbuat apa” tanya Dion yang penasaran.

__ADS_1


Sementara itu Adelia yang mana sedang berpura-pura tertidur ditikar kasur memperhatikan Rio sedari tadi, dia terlihat memperhatikan setiap gerakan yang dibuat oleh Rio dan penasaran dengan apa yang dibicarakannya dengan Dion.


“Apa yang mereka katakan, sialan aku tidak bisa mendengarkan dari sini” pikir Adelia yang mana sedang berusaha untuk mendengarkan pembicaraan Rio dengan Dion.


“Aku mengandalkanmu” kata Rio yang mana sudah selesai berbicara pada Dion, dia lalu mendatangi Adelia yang mana sedang berpura-pura sedang tertidur sedari tadi.


Melihat hal itu Adelia berusaha untuk menutup matanya dengan tenang agar Rio tidak curiga pada dirinya, dan setelah satu jam lebih Rio menggunakan beberapa alat sihir miliknya dan menyebarkannya kesekitar, dengan begitu mereka semua yang ada disana bisa tidur dengan nyenyak. Rio juga yang mana sedari tadi memperhatikan Adelia memutuskan untuk istirahat didekat Lita, melihat kalau semuanya telah tertidur Adelia lalu langsung bangun dari tempat tidurnya.


“Bagus sekarang mari kita mulai rencananya” kata Adelia, dia lalu langsung berlari keruangan tahta tempat dimana mereka bisa meningkatkan kastil yang mereka tempati saat ini.


Dengan cepat Adelia bergerak bagiakan seseorang yang tidak terluka, dia lalu masuk kedalam ruangan tahta tersebut “Trraanggss…” dan memasangkan sebuah mantra disekitar ruang itu.


“Dengan begini aku bisa meledakan ruangan itu kapan saja, dan disaat mereka inging meningkatkan kastil aku bisa membunuh beberapa orang sekaligus menghancurkan semangat mereka” kata Adelia yang ternyata adalah penghianat yang sebenarnya.


Pada saat Luna dan para partisipan yang lainnya sedang berusaha untuk menyalakan boneka ksatria, tiba-tiba saja Adelia menggunakan sihir aneh dan menyalakan beberapa boneka ksatria disekitarnya “Crrasstt… Srrasstt…” dia lalu dengan mudahnya membantai lima orang yang ada didalam kelompoknya. “Trraanggss…” terkecuali Luna yang mana sangat ahli dalam menggunakan pisau alat sihir miliknya, Luna yang mana telah mengetahui kalau Adelia adalah penghianat langsung mengincar kepalanya, “Crrasstt…” namun Adelia menggunakan tangan kananya untuk menangkis serangan dari Luna dan dengan tangan kirinya dia memasangkan mantra pembisu kepada Luna.


Tahu kalau Adelia akan menyalahkan dirinya Luna dengan cepat langsung pergi dari sana begitu dia mendengar suara dari orang-orang yang datang, dia menggunakan cincin pemberian dari dewanya untu berpindah kedimensi lain. Dan begitulah Rio datang melihat Adelia yang sedang sekarat kehilangan banyak darah, kemudian dirinya dengan membuat seakan-akan kalau boneka ksatria tersebut mengincar nyawanya, dan itu adalah sebuah rencana yang sangat sempurna dari seorang wanita kantoran biasa namun dia tidak menyangka satuhal kalau Rio adalah seorang pria yang tidak bisa dia kendalikan.


“Hei sedang apa kau malam-malam begini ditempat ini” kata Rio yang mana muncul dari dalam bayangan.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2