Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 100 - Ren Yuan yang Angkuh


__ADS_3

Xin Fai duduk menonton kedua seniornya latihan. Tak terasa matahari mulai naik, siang terik kala itu Xin Fai akhirnya tertidur pulas di rerumputan akibat kebosanan menunggu.


"Bangun! Faifai, kau benar-benar tidur atau sudah mati? Hei!" Huang Kun mengomel-ngomel sampai mulutnya kebas, dia tak menyangka Xin Fai bisa tertidur saat mereka sedang latihan.


Merasa mengganggu tidur Xin Fai bukan keputusan tepat, Huang Kun tak lagi berniat mengganggunya. Dia menghadap ke Shen Xuemei hendak mengatakan sesuatu.


"Aku harus menemui Senior Li sekarang untuk meminta petunjuk darinya, kau tunggulah di sini sampai Fai'er terbangun."


"Kau saja, aku ingin berkeliling sebentar di kota ini," tolak Shen Xuemei. Dari awal Huang Kun sendiri sudah tahu temannya satu ini memang tak suka disuruh-suruh.


"Tidak bisa begitu, urusanku ini benar-benar penting. Kau saja yang menjaganya."


Huang Kun pergi tanpa banyak berbicara lagi, hal tersebut menimbulkan kerutan dalam di dahi Shen Xuemei. Dia menatap Xin Fai lama.


'Yang benar saja, anak ini sudah tertidur dari tiga jam yang lalu dan sampai sekarang masih belum terbangun. Yang ada nanti aku malah menunggunya sampai malam hari.'


Shen Xuemei membatin, dia memang kelihatan tak banyak omong namun lebih sering berbicara dalam hati.


"Fai'er. Aku ingin jalan-jalan sebentar. Tunggu aku kembali, ya."


Shen Xuemei pergi begitu saja tanpa rasa bersalah. Dia memang tak memiliki hati meninggalkan juniornya sendirian tertidur begitu.


***


Bunyi burung-burung yang sedang bermigrasi bersahutan, mereka berduyun-duyun mencari tempat tinggal baru. Di bawah mereka, seorang manusia tengah tertidur pulas selama berjam-jam.


Beberapa saat kemudian datang tiga murid dari sekte Gunung Angin Timur, sekte besar ini yang didirikan oleh keluarga bangsawan terkenal, dominasi mereka dalam dunia politik Kekaisaran membuat nama mereka memiliki pengaruh besar. Jubah yang dipakai tiga murid tersebut terlihat sangat mahal, ditambah lagi dengan kekuatan mereka saat ini terbilang kuat dibandingkan murid lainnya.


Salah seorang gadis yang berada di dalam rombongan berkata sinis saat melihat seseorang tengah tertidur pulas di rerumputan.


"Cih, lihatlah manusia itu. Tertidur di tanah seperti binatang, sungguh tak tahu malu."


"Sudahlah, Yuan'er. Kau tak perlu memerhatikannya terlalu jauh, hanya akan menodai matamu saja..." Seorang pemuda tampan dengan raut dingin memberikan komentar, dia dan pemuda lainnya merupakan sahabat dekat Ren Yuan. Gadis yang sangat angkuh ini dikenal dengan kekuatan dan kecantikannya.

__ADS_1


Pemuda yang baru saja berbicara itu adalah Gong Li salah seorang yang dikabarkan akan menjadi seorang Pilar Kekaisaran selanjutnya, mengingat prestasi serta kekuatannya ini jarang ditemukan membuat namanya dielu-elukan sebagai jagoan.


Di sampingnya ada seorang pemuda yang nampak biasa saja, wajahnya cuek dan hanya menanggapi keadaan dengan minim respon, dia menatapi Xin Fai dari kejauhan.


"Kita latihan di sini saja, nampaknya tempat ini sangat bagus. Hiraukan saja orang yang satu itu," ucap Zhuan Ang.


Gadis yang bernama Ren Yuan masih memasang wajah angkuh, dia ingin sekali mengumpati Xin Fai karena tadi pagi telah berani berdebat dengannya. Pendekar besar sekalipun tak berani mencari masalah dengan gadis itu mengingat kekuatan dan juga latar belakangnya sebagai anggota keluarga bangsawan inti.


Bisa dikatakan satu-satunya anggota keluarga bangsawan yang memiliki kekuatan hebat hanyalah Ren Yuan maka dari itu semua orang segan terhadapnya.


Latihan mereka dimulai, namun Ren Yuan tidak fokus membuatnya kehilangan keseimbangan. Matanya terus saja memerhatikan gerak-gerik Xin Fai.


Ren Yuan membatin mengutuki Xin Fai, sudah satu jam mereka berlatih namun dia tak kunjung bangun.


Ren Yuan menunggu Xin Fai bangun dan ingin menggunakan kesempatan itu untuk memakinya. Benar saja, tak lama kemudian Xin Fai terbangun sembari menatapi sekitarnya.


Dia merasa sangat kebingungan ketika tak mendapati dua seniornya itu, padahal mereka yang mengajak latih tanding tapi sekarang dirinya ditinggalkan begitu saja.


"Mereka meninggalkanku. Ck, sungguh kejam. Tunggu saja pembalasanku."


"Apa yang kau lakukan di tempat latihan kami?"


"Hah?"


Ren Yuan segera menunjuk ke arah dua temannya. "Kami sedang latihan, kehadiranmu menganggu konsentrasi kami."


"Hee... Enak saja. Aku duluan yang latihan di sini bersama teman-temanku."


"Jadi? Mana teman-temanmu itu? Jangan mencoba membohongiku!"


Xin Fai tak berhasil mencari keberadaan Shen Xuemei dan juga Huang Kun hingga suara decakan terdengar dari mulutnya.


"Mereka sudah pergi duluan sebelum aku. Yang pasti tempat ini duluan kami pakai untuk latihan, jadi mengapa kau yang ribut tentang ini? Lagipula aku sama sekali tak mengganggu kalian."

__ADS_1


"Alasan yang tidak masuk akal. Kalau niatmu hanya tidur sebaiknya kau kembali ke kediamanmu sana dan jangan mengganggu latihan kami!" Bentak gadis itu semakin memancing amarah Xin Fai, wajahnya sangat sombong dan kedua tangannya pun menyilang di depan dada.


Meskipun parasnya rupawan namun di mata Xin Fai sifatnya yang buruk ini menghilang kecantikan gadis itu di matanya.


Xin Fai mendengus kesal.


"Para bangsawan memang senang sekali berbuat semena-mena dengan orang yang mereka anggap lebih rendah. Sungguh memprihatinkan."


Perkataan Xin Fai membuat Ren Yuan membisu sejenak. Dia kembali marah setelah mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Xin Fai.


"Berani sekali kau mengguruiku! Memang kau merasa kau hebat?!"


"Nona Ren, sabarlah. Biar aku dan Gong Li yang memberi pelajaran padanya." Seorang dari marga Zhuan maju, ditemani oleh Gong Li. Mereka siap kapan saja membela Ren Yuan yang merupakan sahabat mereka sejak kecil ketika bermasalah dengan orang-orang seperti Xin Fai ini.


"Aku menantangmu duel, bagaimana? Kuharap bukan omonganmu saja yang besar."


"Hoaamm..." Xin Fai mengejeknya sembari menguap lebar, meskipun sifatnya baik pada banyak orang namun Xin Fai tak memasang sikap baik jika bertemu dengan orang-orang sombong seperti mereka.


"Kau? Mengapa tidak orang di sebelahmu saja. Dia jauh lebih kuat darimu, kan?"


"Jangan sombong dulu kau! Maju dan hadapi aku!"


"Baiklah." Xin Fai mengambil dua batang kayu, dia melemparkannya salah satunya pada Zhuan Ang. Pemuda itu menyambutnya dengan alis berkerut, tentu dia yakin bisa mengalahkan Xin Fai dengan mudah mengingat umurnya terpaut jauh dengan bocah itu.


Zhuan Ang berusia 17 tahun sedangkan Xin Fai kini sudah berusia 10 tahun. Terpaut jauh tujuh tahun akan menimbulkan perbedaan kekuatan yang besar di antara mereka, setidaknya itulah yang dipikirkan oleh Zhuan Ang.


Merasa dirinya tak perlu turun tangan, Gong Li memilih menonton bersama Ren Yuan yang tak sabar melihat kekalahan Xin Fai. Dia ingin sekali mempermalukan pemuda kecil itu.


Baru saja mengangkat tongkatnya, sebuah libasan telah bergerak tanpa aba-aba menyerbu Xin Fai.


Namun hal tak terduga terjadi, saat Zhuan Ang melibas tubuh Xin Fai, dia sama sekali tak merasa tongkat itu menyentuh tubuh Xin Fai dan tembus begitu saja.


"Apa-apaan ini?!"

__ADS_1


***


Akhirnya tercapai jg 100 chapter dlm waktu 26 hari wkwk sbnrnya aku buat cerita ini sebagai selingan di antara kegabutanku, up bisa banyak bisa sedikit tergantung sikon, btw makasih atas dukungan kalian semua, itu sangat menyemangatiku buat menulis hehehe❤️❤️


__ADS_2