Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 146 - Penyerangan Tak Diduga XII


__ADS_3

Cambuk Liu Yun bergerak cepat melibas tangan Xin Fai hingga menimbulkan bekas merah, pemuda itu menyunggingkan senyum sangat lebar sampai membuat siapapun akan bergidik ngeri melihatnya.


Yong Tao tak sanggup melihat pemandangan itu dari kejauhan, dia memaksa melepaskan diri namun melakukannya tak semudah itu. Di depan sana banyak pendekar hebat lainnya yang berniat menahannya.


Di satu sisi Lang yang berada di antara ribuan mayat manusia yang bertumpuk-tumpuk tak bisa lagi memaksakan dirinya lebih jauh, dia menatapi Xin Fai dari kejauhan namun lautan manusia di hadapannya seakan tak mengijinkannya untuk pergi dari sana.


"Gawat... Ini benar-benar gawat, ck! Anak bodoh itu... Sudah kubilang untuk melarikan diri saja." Lang menggerutu kencang sambil mengoyak para lawannya. Dia berusaha mengejar majikannya meskipun yakin waktu yang diperlukannya akan sangat lama karena harus melewati para pendekar aliran hitam yang seperti semut di hadapannya.


'Apa yang bisa kulakukan di saat genting seperti ini?'


Xin Fai membuka matanya yang mulai membengkak, kulitnya pun kini menampakkan bekas cambukan yang merah melintang dengan tubuhnya yang kini tidak memiliki daya lagi untuk bangun.


Beberapa kali dia hampir saja kehilangan kesadaran, Xin Fai ingin sekali bangkit untuk mencabik-cabik wajah Liu Yun namun tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali. Dia hanya berharap seandainya dirinya memiliki kekuatan seperti Qiang Jun maka hal ini takkan pernah terjadi.


'Pada akhirnya melindungi diriku sendiri saja aku tidak bisa, apalagi membalaskan seluruh dendamku.."


Mata Xin Fai berkedip lemah namun tak bisa melihat jelas karena aliran darah di kepalanya menutupi pandangan. Dia melihat ke atas dan menyadari lebih banyak pendekar aliran hitam bergerak ke arahnya.


"Manusia Iblis sudah berhasil ditangkap, Ketua!"


Liu Fengying tersenyum puas mendapatkan laporan tersebut. Melihat anaknya bisa melumpuhkan Xin Fai di saat-saat terakhir merupakan kebanggaan tersendiri baginya. Pria itu pergi meninggalkan Yong Tao yang telah kehabisan napas, Liu Fengying sendiri pun dalam keadaan yang sama namun bisa sedikit pulih berkat pil-pil aneh yang berwarna merah darah dari sakunya.

__ADS_1


Liu Fengying berbalik badan sebentar sebelum mengucapkan salam perpisahan pada Yong Tao. "Hah... Walaupun hanya sebentar bermain-main denganmu tapi kekuatanmu kuakui sangat besar. Sayangnya kau harus kalah karena anak itu sudah berada di tangan kami."


Yong Tao tak mempedulikannya, dia berlari ke arah Xin Fai tergesa-gesa namun Liu Fengying dan pendekar hebat lainnya bergerak serentak ke tengah stadium di mana Xin Fai terbaring di sana.


Di tengah sana ramainya pasukan pendekar aliran hitam sama sekali tidak bisa ditembus oleh para Tetua sekte aliran putih, mereka terus membentuk benteng yang terdiri dari kerumunan pendekar agar pihak aliran putih tak bisa mengambil alih tubuh Manusia Iblis tersebut.


Bahkan Tao Wei yang dalam keadaan buruk pun ikut turun tangan meskipun tak bisa berbuat banyak.


Liu Fengying tiba lebih dulu dalam waktu relatif singkat, dia mendekati Xin Fai begitu senang tanpa mengendurkan senyumnya sejak tadi. "Akhirnya... Tubuh ini akan menjadi–"


Liu Fengying yang hendak mengangkat tubuh Xin Fai berhenti bergerak sembari memasang sikap waspada ketika asap tebal mengepul di tubuh anak itu, dia merasakan suatu energi aneh yang meledak-ledak di sekitarnya. Namun sama sekali tidak pernah menemui energi itu di manapun.


"Kekuatan apa ini?!"


"Diamlah dan terus jaga formasi, bodoh! Atau para tua-tua bangka itu akan merebut tubuh Manusia Iblis itu kembali!"


Kepanikan di kerumunan pendekar aliran hitam terjadi begitu saja saat itu, mereka memandangi tubuh Xin Fai kembali bereaksi aneh. Liu Fengying langsung saja berpikir membawanya ke markas Manusia Darah Iblis dan merasa tidak boleh membuang-buang kesempatan ini namun ketika hendak menggendong tubuh Xin Fai dia merasa tangannya sama sekali tidak bisa menyentuh tubuh itu.


Keterkejutan Liu Fengying tak berlangsung lama setelah kejutan lainnya muncul secara bergantian, Xin Fai membuka matanya pelan sambil mengarahkan tangannya ke samping.


Keadaan seketika hening kala itu, ketika sebuah pedang yang begitu tak biasa terbentuk dari kepulan asap di sekitarnya, meskipun ukuran pedang itu tidak sebesar pedang yang diciptakan Kaibo ketika melawan Siluman Penguasa Air namun untuk memotong tubuh pendekar besar, pedang itu dapat melakukannya dengan sangat mudah.

__ADS_1


Di sisinya Kaibo perlahan muncul bersama tongkatnya, wajah tua miliknya mengernyit lagi-lagi melihat keadaan genting di sekitarnya. Tubuh Xin Fai masih dalam keadaan yang bisa dibilang kritis, namun jika menggunakan kekuatan roh dia bisa menahannya selama kekuatan itu masih ada.


Kaibo menggaruk tengkuknya lemah. "Aku heran kenapa kau selalu terlibat masalah besar seperti ini terus. Huh... Memang sudah takdirmu, ya." Kaibo menggerakkan tongkatnya pelan namun pasti. Dia tak bisa berbuat banyak karena seluruh roh kini telah menyatu dengan tubuh Xin Fai dan dalam artian lain bisa dikatakan hanya Xin Fai lah yang dapat mengendalikan kekuatan tersebut.


Tatapan Liu Fengying sejak tadi telah berubah, meskipun tak mengenali kekuatan misterius tersebut secara pasti namun dia yakin itu adalah kekuatan yang dulu membuat Kaisar Langit begitu disegani oleh para pendekar di eranya.


Sebuah kitab dengan tampilan yang unik keluar dari sakunya dan melayang di udara, lembar tiap lembarnya terbuka begitu cepat hingga akhirnya berhenti di satu halaman. Sebuah tulisan kuno muncul di sana samar-samar sampai akhirnya Kaibo mengeluarkan suaranya.


"Sekarang ribuan roh itu hanya akan bergerak atas perintahmu, gunakan mereka sebaik mungkin jika ingin memenangkan pertempuran ini."


Kaibo mendengus pelan setelahnya. "Kurasa kekuatanku setelah bertarung dengan Siluman Penguasa Air belum bisa pulih sekarang, mau tak mau kau harus bertarung bersama roh-roh itu tanpaku. Kuharap kau bisa melakukannya sendirian."


Setelah mengatakan hal itu Kaibo menghilang dari pandangannya, dia tidak menjamin setelah melihat situasi ini Xin Fai akan baik-baik saja namun dirinya tak memiliki pilihan lain. Kekuatan rohnya masih begitu lemah dan jika dipaksakan roh sepertinya akan menghilang dari muka bumi ini.


Ribuan roh keluar dari tubuh Xin Fai berdesakan, mereka menyebar di seluruh penjuru sembari memakan tubuh-tubuh para pendekar aliran hitam hingga menimbulkan lubang di tempat yang mereka makan.


Xin Fai merasa sedikit tertolong, di saat-saat terakhir akhirnya dia menemukan jawabannya sendiri. Ketika sebelumnya hendak menggunakan kekuatan roh untuk menghadapi lautan manusia, kekuatan ini sama sekali tidak mau keluar.


Namun kali ini Xin Fai dapat menggunakannya karena memiliki alasan untuk melindungi seseorang yakni dirinya sendiri.


Kekacauan pecah di mana-mana akibat kedatangan para roh misterius tersebut, mereka berdalih menatapi Xin Fai yang kini menjadi pengendali roh itu. Di luar kerumunan para pendekar aliran hitam, Tao Wei mencoba menalar kekacauan yang terjadi dan mendapati salah satu roh lewat amat kencang menuju belakangnya dan menembus tubuh musuh begitu saja hingga tewas.

__ADS_1


***


__ADS_2