
Lan An mendarat mulus di tanah sambil membuang napas. Ia menoleh ke arah Xin Fai setelahnya. "Sekarang giliranmu."
"Giliranku?" Dia menunjuk dirinya sendiri dengan wajah penuh tanda tanya. Lan An bertolak pinggang sambil tersenyum singkat.
Menurutnya Xin Fai harus dilatih keras agar jika nanti dirinya berhadapan dengan musuh yang lebih kuat dia bisa mengalahkannya apalagi setelah mendengar kisah Xin Fai yang kini hidup sebatang kara. Lan An akan membantu adik kecilnya itu untuk menjadi kuat agar bisa melindungi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
"Ini salah satu bentuk latihanmu adik kecil, yang sudah kau pelajari kemarin coba kau praktekkan di sini. Aku ingin melihatnya."
Lan An bersila dengan tenang di bawah pohon. Membiarkan Xin Fai kebingungan dengan perintah tersebut, ia tak menutupi wajah penuh kebodohannya.
"Yang benar saja! Aku akan mati terbunuh oleh siluman itu!" Xin Fai membantah, namun Lan An segera menyela.
"Kau boleh menggunakan tenaga dalammu jika ingin menghadapinya."
Meskipun agak lega namun Xin Fai tetap merasa berat, melihat bentuk siluman kepiting yang sangat menyeramkan itu membuat ginjalnya bergetar.
"Tekadmu yang lemah itulah yang membuat semuanya terasa sulit." Lan An membuka suara. "Menang atau tidaknya kau yang menentukan. Menangkan dulu hatimu, jika kau bisa menguasainya siluman itu bukan tandinganmu. Percayalah."
Sedikit dorongan dari Lan An berhasil membuat semangat Xin Fai yang tadinya hilang harapan kini kembali bersemangat. Dia merenung sebentar, sedetik kemudian ia menarik pedang lalu memegangnya dengan erat.
"Aku akan membunuhmu." Xin Fai berujar dengan wajah yakin, dia telah memantapkan hatinya.
Lan An yang kini duduk bersandar di pohon dengan kaki lesehan dibuat tertegun ketika melihat puluhan pisau cahaya mengelilingi pedang Xin Fai.
Xin Fai menarik napas dalam, dia menaikkan konsentrasinya ke tingkat tertinggi. Pola gerakannya berubah setelah diajari oleh Lan An. Gerakannya begitu gesit sekaligus berbahaya, siluman kepiting bertubuh besar itu tak bisa mengikuti kecepatannya.
__ADS_1
Dengan Langkah Cahaya, beberapa tebasan berhasil mengenai cangkang siluman tersebut dengan mudah.
"Bagus adik kecilku! Serang dia cukup di satu titik dan kemenangan akan berada di tanganmu!"
Xin Fai mengangguk, ia memegang pedang dengan kedua tangan sambil meloncat tinggi. Dalam sekejap mata pedangnya telah tertancap di tubuh siluman itu, darah hijau mencuat liar. Kepiting tersebut mengibaskan capitnya dan hampir menghantam tubuh Xin Fai.
Mencabut pedang miliknya, Xin Fai kembali menghujam bagian tubuh yang tadi diserangnya lagi. Kepiting itu meronta, capitnya mengibas tak tentu arah. Ia tampak begitu marah.
Serangan demi serangan Xin Fai masukkan dan berhasil mengenai tubuh siluman kepiting itu, dengan tubuh dipenuhi darah akhirnya Xin Fai berhasil membunuhnya.
Lan An bertepuk tangan, setelah dibuat kagum di awal oleh kekuatan Xin Fai, dia langsung memujinya dengan bangga.
"Aku akan menceritakannya pada Ibuku, pasti dia akan suka mendengarnya!"
"Benarkah? Aku tidak merasa begitu,"
"Kekuatanku?"
"Ya! Kekuatan Kaisar Langit! Begitu hebat adik kecilku! Aku bahkan lupa mengambil napas saat melihatmu bertarung!" Ia berbicara berapi-api seperti Xin Fai tidak mempercayai ucapannya.
Namun seperti biasa, Xin Fai hanya seorang anak bodoh yang butuh penjelasan.
"Kekuatan Kaisar Langit! Kau tidak pernah mendengarnya? Dasar udik!" Lan An jelas sangat menyukai kisah tentang Legenda Kaisar Langit yang sering diceritakan oleh Ibunya.
"Kau tahu Patung Manusia Iblis di kota Daan? Itulah Kaisar Langit! Dia memiliki kekuatan yang sangat suci–bahkan melampaui sang dewa. Dengan tubuh yang istimewa dan kekuatan tiada banding dia telah menyelamatkan dunia persilatan!"
__ADS_1
Lan An tidak memberi jeda. Ia langsung menyambar.
"Kau tahu pedang sakti yang digunakannya? Salah satu pedang terlarang. Pedang Dewa Iblis! Dan... Dia juga memiliki pedang suci paling terkenal di dunia. Pedang Kaisar Langit!"
Menanggapi ucapan penuh rasa antusias itu membuat Xin Fai juga ikut merasakan kekaguman yang dirasakan Lan An.
"Apakah namanya Qiang Jun?"
"Benar sekali! Kau tahu dia?"
"Aku hanya tahu namanya."
"Mari kuceritakan sedikit tentangnya." Lan An menepuk tanah di sampingnya.
"Ibu sering berkata bahwa sosok bernama Qiang Jun berasal dari Kekaisaran Qing. Dia telah menyelamatkan leluhur kami dari serangan oleh roh-roh jahat dengan kekuatan sucinya! Kau tahu? Dia adalah perlambangan antara Iblis dan Dewa."
Selebihnya Lan An menceritakan bahwa leluhurnya begitu menghormati sosok bernama Qiang Jun ini karena selalu menyelamatkan mereka dari segala marabahaya.
Sosoknya adalah pahlawan tanpa pamrih dengan jubah emas dan pedang merah. Dia dikenal sebagai Bunga Api Kerajaan. Qiang Jun berkelana ke seluruh benua dan menghancurkan kejahatan.
Bahkan saat ini di Kekaisaran Qing berdiri sebuah sekte dengan nama Bunga Api Kerajaan untuk mengenang sosok tersebut.
"Aku tahu dari kekuatanmu, kau pasti adalah seorang reinkarnasi Pendekar Kaisar Langit! Bukankah begitu?" kata Lan An membuat Xin Fai terdiam membisu.
Dia bingung ingin memberi tahu atau tidak, meskipun sudah percaya pada Lan An namun Zhishu Yan pernah mengatakan bahwa jika orang-orang mengetahui kondisi tubuh Xin Fai akan terjadi banyak pertumpahan darah.
__ADS_1
***