Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 231 - Wadah Jiwa


__ADS_3

Hawa dingin terasa begitu menusuk saat menginjakkan kaki di air terjun tersebut, puluhan pendekar memilih duduk dengan setengah kaki masuk ke dalam air sambil menggigil kedinginan. Sedangkan lainnya beralasan mencari binatang buruan demi bisa melarikan diri, mereka tidak akan sanggup berhadapan dengan air tersebut.


Beda halnya dengan Xin Fai yang kini sudah berdiri tepat di bawah derasnya arus air, dia membuka mata merasakan neraka dingin yang sebenarnya, bahkan kakinya terasa mati rasa tak sanggup lagi digerakkan.


Tetapi energi alam yang diberikan oleh air terjun ini sangat unik, air ini mempunyai kemampuan untuk mengobati luka-luka di tubuh secara cepat sekaligus memperlancar peredaran darah. Meskipun semua itu harus didapatkan dengan menahan dinginnya air namun khasiat yang didapatkan juga tak kalah hebat.


Zhu Yue hampir kehabisan akal bertahan di tengah genangan air, dia meloncat ke atas batu kecil seperti ingin menjerit.


"Sial, air ini sudah sangat dingin tapi tidak membeku juga!"


Setelah sebelumnya percaya diri bisa menaklukkan air terjun tersebut Zhu Yue dibuat mati kutu, bertahan lima detik saja sudah sangat tidak mungkin baginya. Lagi-lagi dia hanya bisa mendengus kasar, Zhu Yue berniat berbicara pada Xin Fai.


Mata Zhu Yue membulat saat melihat pimpinannya itu, Xin Fai duduk tenang di atas batu yang secara langsung ditumpahi aliran air dingin begitu derasnya. Wajah pemuda itu memerah menahan dingin yang luar biasa, tak begitu lama sebuah kekuatan berwarna emas mengelilingi seluruh tubuhnya berputar amat kencang hingga membuat arus air terputus-putus.


Puluhan pasang mata dibuat kagum dalam waktu bersamaan, meskipun sudah detik ke tiga puluh namun Xin Fai masih belum bergerak dari tempatnya. Dia bertahan sejauh itu dengan susah payah membuat yang lainnya ikut tertantang menaklukkan air terjun itu.


Salah satu anggota aliansi tercengang tatkala melihat bekas tusukan di lengannya menghilang dalam sekejap mata ketika dia menyeburkan diri ke air, dia mulai memercayai perkataan Xin Fai sebelumnya.


"Air ini benar-benar menyembuhkan, walaupun terlihat berbahaya tapi air ini berguna untuk menyembuhkan segala luka!"


"Aih, air terjun ini menyembunyikan sesuatu di balik penampilannya yang mengerikan."


Waktu berendam hanya berjalan sekitar tiga puluh menit demi menghemat waktu perjalanan, Xin Fai menginstruksikan para rombongan untuk bersiap-siap pergi. Tak begitu jauh dari sini seharusnya mereka akan tiba di sebuah sekte putih menengah. Mungkin saja dari sana mereka akan menemukan informasi tentang keberadaan musuh.


Sepanjang perjalanan yang terpikirkan oleh Xin Fai adalah letak keberadaan Pedang Manusia Iblis, dia masih membingungkan perihal itu sedari tadi. Jika seandainya dirinya telat kemungkinan pedang itu sudah berada di tangan orang lain atau bahkan disembunyikan di tempat terpencil. Tanpa dua pedang pusaka langit rasanya mustahil untuk menghadapi Monster Iblis.

__ADS_1


Di kebangkitan pertama bisa dikatakan kemenangannya sebagian besar dipengaruhi oleh keberadaan Qiang Jun dan dua pedang itu, tanpa salah satunya bisa jadi dia akan kalah dan tubuhnya malah akan direbut oleh raja iblis.


"Ke-ketua Xin!"


Seorang pria memanggil di belakang membuatnya terus menoleh mencari sumber suara. Ternyata Ho Xiuhan memanggilnya, pria itu memegang seekor ayam di tangannya.


"Kita makan-makan dulu, kebetulan kami sempat berburu banyak untuk menghemat persediaan makanan."


Perkataan Ho Xiuhan ada benarnya, mereka belum sempat makan pagi menambah stamina. Tapi di sisi lain Xin Fai tidak ingin membuang waktu terlalu lama, dia meminta yang lainnya menunggu hingga tiba di sebuah kota, tempat sekte Awan Biru.


Ho Xiuhan mendekatkan kudanya pelan, pria itu berada tepat di belakang Xin Fai dan Zhu Yue. Tampaknya dia ingin mengatakan sesuatu sedari tadi namun tidak memiliki waktu yang tepat untuk mengatakannya. Baru saja mengumpulkan niat untuk berbicara, Ho Xiuhan lagi-lagi menahan kata-katanya di tenggorokan.


Sebuah kota padat penduduk terlihat jelas di hadapan, rombongan bergerak agar segera tiba di tempat tersebut berhubung langit mulai memanas. Mereka perlu beristirahat sekaligus memberi makan kuda.


Sebuah kedai arak menjadi tujuan mereka, karena rombongan yang dibawa terlalu banyak dan bisa-bisa memenuhi kedai tersebut beberapa lainnya memilih mencari penginapan atau sekadar berjalan-jalan di kota.


Zhu Yue menggoda pelayan kedai, gadis itu seakan tidak nyaman diganggu olehnya dan segera kembali sebelum Zhu Yue selesai memesan.


Zhu Yue meluruskan kakinya, membuat para anggota lain yang satu meja dengan mereka mengernyit heran. Cara duduk itu terlihat agak tidak sopan.


"Wakil Zhu, perbaiki cara dudukmu." Xin Fai menegur, dia tidak ingin sikap Zhu Yue malah dicontoh yang lain. Bagaimanapun Aliansi Pedang Suci membawa nama besar Kekaisaran, sikap mereka tentu akan berdampak langsung di mata para masyarakat.


Zhu Yue mendengus kecil, dia segera menuruti perintah Xin Fai tanpa banyak berbicara lagi. Saat kendi arak telah tiba pria itu menghabiskan lebih banyak, tampak jelas kematian adiknya masih membekas jelas di ingatan Zhu Yue namun pria itu berusaha menutupinya dengan mengalihkan pikiran.


Sementara itu Ho Xiuhan duduk di meja yang sama dengan mereka, dia memberi hormat pada Xin Fai sebelum berbicara.

__ADS_1


"Ketua Xin, mengenai–"


"Kita bicarakan ini di luar saja."


Ho Xiuhan mengangguk, dia segera bangkit. Saat tiba di luar kedai Xin Fai lebih dulu memulai obrolan agar suasana tidak terlalu lengang.


"Bagaimana dengan tubuhmu? Apa kau masih merasakan iblis di dalamnya?" Xin Fai berbasa-basi sebentar, Ho Xiuhan menjawab sekedarnya.


"Iblis itu benar-benar hilang dari tubuhku, segelnya pun ikut terlepas. Terimakasih Ketua Xin sudah membantuku."


"Tidak perlu sungkan. Jadi, apa yang tadi ingin kau bicarakan?"


"Ini tentang keberadaan Nona Xin, si pemilik tubuh Manusia Iblis buatan."


Langsung saja raut wajah Xin Fai berubah serius, sembari terus melangkah keduanya membahas tentang keberadaan Xin Xia. Ho Xiuhan mengatakan gadis kecil itu dikurung di sebuah penjara bawah tanah, di jantung markas utama mereka yang dibentengi oleh puluhan ribu Manusia Darah Iblis. Letaknya seperti yang pernah dikatakan Shen Xuemei, yaitu di antara perbatasan Kekaisaran Shang dan Kekaisaran Qing.


Ho Xiuhan adalah seorang rakyat yang lahir di perbatasan dua Kekaisaran ini, dia hidup di tengah-tengah peperangan. Dengan kondisi seperti itulah yang membuat keluarganya miskin, tidak ada pekerjaan tetap di desanya membuat Ho Xiuhan yang dulu masih muda memutuskan untuk bergabung dengan Manusia Darah Iblis.


Saat seleksi secara tidak langsung Ho Xiuhan dipertemukan dengan gadis yang ditutupi mulutnya dengan jaring laba-laba, dia bisa menebak gadis itu adalah Manusia Iblis buatan karena gosip-gosip yang beredar di desanya. Sedikitnya informasi tentang Xin Xia pernah dia ketahui dan merasa itu berguna pada Xin Fai.


"Apa kau ingin membunuh gadis itu? Kurasa dia tidak memiliki salah sama sekali, itu semua adalah karena ulah mereka." Ho Xiuhan mengakhiri ceritanya.


"Aku tidak akan membunuh adikku sendiri."


Ho Xiuhan tersedak napasnya sendiri, dia menoleh cepat dengan sorot mata tak percaya. Namun tidak berani pria itu menyangkal, pimpinan Aliansi Pedang Suci tidak mungkin berbohong.

__ADS_1


**


__ADS_2