Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 152 - Belut Listrik


__ADS_3

Rubah Petir menghampiri Xin Fai esok harinya di dalam goa, dia mendapati anak itu tengah latihan sendirian dengan sangat giat bahkan meskipun keadaannya sekarang ini tidak begitu baik namun dia tetap memaksakan diri. Siluman tersebut naik ke atas batu besar seperti sebelumnya, dia membuka mulut sewaktu Xin Fai menghentikan latihan saat menyadari kehadiran si rubah.


"Aku lupa menanyakan namamu kemarin."


Pertanyaan atau lebih tepatnya pernyataan itu membuat Xin Fai berpikir dulu, dia menjawab singkat setelahnya.


"Namaku Xin Fai, paman Rubah."


"Paman Rubah katamu!?"


Xin Fai dibuat kaget akan respon Rubah Petir yang seperti ingin memakannya hidup-hidup, dia tidak tahu mengapa mahkluk ini begitu sensitif.


"Jangan memanggilku paman! Aku masih muda, bodoh!"


"Hahahaha iya, iya... Itu salahku Paman Rubah." Xin Fai menggaruk kepalanya sambil menyengir selebar mungkin. Dia terdiam membisu saat sadar sudah salah berbicara lagi.


"Berhenti memanggilku paman!"


Setelah emosi sang Rubah Petir kembali stabil baru Xin Fai bisa menarik napas, dia bergerak hati-hati takut jika siluman itu tiba-tiba memakannya. Saat rubah itu mengamuk, dinding goa terasa bergetar seperti hendak runtuh. Tak terbayangkan seberapa besar kekuatan siluman ini jika mengeluarkan seluruh kekuatannya.


"Baiklah, Faifai. Karena kau sudah menjadi muridku, kita akan memulai latihanmu dari penguatan fisik lebih dahulu."


Xin Fai cukup merasa aneh mengapa sang siluman rubah memanggilnya demikian namun dirinya tak berniat untuk menanyakan hal itu. Dia mengangguk pelan menunggu arahan selanjutnya.


"Dalam latihan ini kau perlu melewati enam pelatihan tubuh." Rubah Petir menambahkan, "Yang pertama pelatihan tulang, darah, sum-sum, organ, peredaran darah dan terakhir indera."


Rubah Petir menjelaskan bahwa dalam setiap pelatihan itu dibutuhkan tenaga dalam yang tidak sedikit, maka dari itu Xin Fai harus memperbanyak jumlah lingkaran tenaga dalamnya agar dapat melakukan semua pelatihan tersebut dengan mudah.

__ADS_1


Namun dirinya sendiri tidak yakin, berdasarkan penjelasan Rubah Petir pelatihan itu membutuhkan waktu hingga berpuluh-puluh tahun untuk mencapai kualitas tubuh yang sempurna. Bahkan ada yang seumur hidupnya melakukan pelatihan itu namun tidak pernah berhasil sampai pada tahap ke-6.


Melihat rasa keputusasaan nampak di wajah anak itu Rubah Petir berjalan menuju tepi aliran sungai, dia meminta Xin Fai untuk mendekat sembari menatapi ratusan belut listrik di dalam sana. Mereka nampak garang sekaligus berbahaya, terusik sedikit saja kumpulan belut itu akan mengamuk hingga meloncat-loncat dari dalam air. Maka dari itu Xin Fai memasang sikap waspada saat berada di tepi sungai.


"Dengan memakan belut listrik ini lingkaran tenaga dalammu akan bertambah banyak, jumlah mereka sampai ratusan. Kau bisa memiliki mereka semua jika kau mau."


Walaupun Rubah Petir memberikan para belut listrik itu secara cuma-cuma namun tak ada rasa bahagia di dalam hati Xin Fai, dia justru berpikir bagaimana nyawanya nanti saat dihadapkan para belut gila ini. Mereka nampaknya menaruh dendam pada Xin Fai, lihat saja para belut itu melompat dan hendak menggapai tubuhnya.


"Apa tidak ada cara lain? Kau seperti memberiku peti harta karun yang tidak ada isinya..."


"Hm? Maksudmu?"


"Aku tidak bisa mengambil para belut ini, apalagi jika kau menyuruhku menangkapnya di dasar sungai sana. Jumlah mereka mencapai ratusan dan bahkan–"


Byuurr!


Rubah Petir tergelak setelah mendorong Xin Fai sampai tercebur di dalam aliran sungai, dia merasa ini cukup untuk membalaskan dendamnya tadi. Xin Fai muncul di permukaan dengan wajah panik, dia tidak bisa melihat apa-apa dan hanya dapat mendengarkan bunyi percikan air di sekitarnya.


Belut listrik berkejaran ke arahnya dengan loncatan listrik begitu kuat, Xin Fai menahan semua laju serangan sembari mencari tepi sungai untuk melarikan diri namun rasa panik itu seperti diam-diam membunuhnya. Dia sama sekali tidak bisa melarikan diri dari para belut listrik ini.


"Atur pernapasanmu anak kecil, pertarungan di dasar laut seperti ini akan kau lakukan ketika melawan Siluman Penguasa Es nanti."


Wajah Xin Fai seakan mengumpati Rubah Petir sejak tadi, dia menarik napas dalam bersamaan dengan tubuhnya yang terasa tersetrum di semua bagian. Para belut listrik ini tidak memberikan jeda sedikitpun hingga membuat Xin Fai mati rasa berada di dalam sungai ini.


Karena sama sekali tidak memiliki pedang untuk menyerang balik dia menggunakan pisau cahaya, namun kebalikannya, bukannya takut belut-belut listrik ini malah menjadi lebih ganas.


"Arrrgggh!"

__ADS_1


Sang Rubah Petir hanya menonton Xin Fai yang tengah berjuang menghadapi para monster kecilnya, dia menonton begitu senang. "Sampai kau mendapatkan lima belut listrik, kau tidak boleh keluar dari sungai itu."


Xin Fai mendecak kasar, untuk melarikan diri dari jeratan belut saja dia kewalahan apalagi harus menangkap tubuh super licin bermuatan listrik tersebut. "Ck! Bagaimana aku bisa menangkapnya dengan tangan kosong seperti ini?! "


"Pikirkanlah sendiri, aku hendak mencari angin sebentar."


Rubah Petir berjalan keluar dari goa bersamaan dengan hawa keberadaannya yang mulai tidak terasa lagi, Xin Fai berfokus mengatur pernapasannya sebaik mungkin sampai dirinya bisa berdiri tegak di atas air.


Namun masalahnya belut ini tetap menyetrum telapak kakinya dan bahkan beberapa lainnya meloncat ke udara demi menampar wajah Xin Fai.


"Kalian?! Punya dendam apa kalian sampai menyiksaku seperti ini? Kejam!"


Sepuluh ekor belut menyusul menampar Xin Fai, anak itu mengomel kesal di tempatnya berdiri. Benar sekali, nampaknya belut listrik ini tak menyukainya. Xin Fai menahan rasa sakit yang dideranya itu selama beberapa saat sembari menangkap salah satu tubuh belut listrik.


Ketika tangannya berhasil menangkap salah satu belut, setruman listrik yang begitu kuat serta licin membuatnya semakin ingin menyerah.


Xin Fai menyadari telapak tangannya seperti mengeluarkan bau terbakar. "Sial... kalau hanya dengan belut saja aku kalah bagaimana nanti ketika menghadapi Siluman Penguasa Es?"


Xin Fai mengumpulkan pisau-pisau cahaya di sekitarnya, dia mencoba mengumpulkan pisau tersebut hingga membentuk bulatan sinar yang menyilaukan.


Gerak-gerik belut listrik mulai tidak teratur, mereka bahkan meloncat ke tempat yang jauh dari tempat Xin Fai berdiri. Merasa penglihatan para mahkluk ganas itu terganggu Xin Fai merasa ini adalah kesempatan emasnya.


"Yosh! Dengan ini mudah saja aku menangkap kalian, belut jelek!"


Salah satu belut berhasil masuk ke genggaman Xin Fai, tetapi dia segera meloncat kuat hingga hampir masuk ke lubang hidung anak itu.


"Belut sialan!" Xin Fai buru-buru melepas belut itu dari hidungnya, mahkluk itu menyetrumnya seketika dan lepas begitu saja seperti mengejek Xin Fai.

__ADS_1


Kesialan itu membuat hidung Xin Fai mengeluarkan darah, dia menarik napas ngos-ngosan seperti hendak mengamuk.


"Belut-belut kurang ajar! Mau kucabik, ya?!"


__ADS_2