
Termenung memahami situasi yang mulai memburuk Xin Fai mencoba menenangkan pikirannya dengan menarik napas dalam, sayangnya semakin dipikirkan nyatanya keadaan jauh lebih buruk.
"Kalau aku gagal mengalahkannya, itu artinya ini semua akan berakhir?"
"Ya, singkatnya begitu. Jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini? Kitab Terlarang memang bisa memberikan kekuatan tanpa banding, namun itu semua hanya bisa kau dapatkan jika kekuatan iblismu sudah cukup kuat."
Suasana menjadi hening.
Perlahan dengan samar-samar Iblis Merah dapat melihat pemuda di hadapannya mengambil keputusan, tatapannya yakin saat berbicara.
"Aku akan melatih kekuatan ini sebaik mungkin, dan ketika monster itu bangkit tidak akan kubiarkan tubuh ini diambil alih olehnya."
"Bagus..." Iblis Merah memasang wajah yang sulit diartikan. "Lalu bagaimana dengan Pedang Manusia Iblis?"
"Aku akan mencari dua pedang itu, Pedang Kaisar Langit dan juga Pedang Manusia Iblis. Aku yakin dua pedang itu disimpan di makam Qiang Jun."
"Memang kau tahu di mana makamnya?"
Lantas saja pertanyaan itu membuat Xin Fai terdiam beribu bahasa, kata-katanya tertahan di ujung tenggorokan karena tidak memiliki jawaban yang tepat. Dia mengeluh pasrah. "Mungkin di Desa Daan?"
Sesaat Xin Fai menyipitkan matanya, dia teringat akan sesuatu yang pernah dikatakan Iblis Merah.
"Kau pernah bilang kalau kau mengetahui di mana letak Pedang Manusia Iblis?"
"Kau kira aku akan memberitahumu semudah itu?"
"Apa kau punya sebuah syarat? Aku akan menyanggupinya kalau bisa."
"Tidak ada syarat apa-apa..." Iblis Merah bangun dari tempatnya, tanpa bergerak sekalipun tirai jendela yang semula tertutup terbuka dengan sendirinya. Angin memasuki kamar yang semula panas.
"Aku hanya ingin kau bergerak sendiri tanpa bergantung sepenuhnya padaku."
__ADS_1
Xin Fai membatin. 'Aku sampai bingung apa iblis ini benar-benar baik atau justru berbahaya? Dia mau membantuku, tapi tidak pernah memberitahukan alasannya.'
Di balik itu semua Xin Fai justru lebih penasaran mengapa Iblis Merah memiliki tanda bunga api yang sama seperti dirinya.
**
Menunggu Aliansi Pedang Suci berkumpul Zhu Yue mengalihkan pandangannya ke seluruh penjuru, dia meletakkan tangannya di atas dahi akibat silaunya matahari mengganggu penglihatannya. Laki-laki itu menyipit saat melihat sosok gadis bersama dua pendekar di belakangnya datang dan menuju ke arahnya.
Zhu Yue baru saja ingin berbicara sebelum Xin Fai keluar dari penginapan, dia menatap agak lama tanpa berbicara satu patah katapun. Ren Yuan tersenyum penuh arti padanya, sebenarnya dia sudah menunggu pertemuan ini sejak tadi malam.
"Selamat pagi."
"Pagi juga Nona Ren," sapa Zhu Yue menjawab bersama senyuman terbaiknya. Ren Yuan mencebik sebal. Justru orang yang disapanya hanya berdiri terdiam penuh tanda tanya. Pemuda itu mulai menatapnya penasaran.
"Ada apa pagi-pagi datang kemari?"
"Kami datang ke sini atas permintaan Walikota, baru-baru ini kami mendapatkan laporan tentang penyanderaan salah satu Putra keluarga bangsawan Shen. Dia memintaku untuk mencari pendekar lainnya yang bisa diajak bekerja sama untuk menyelamatkannya."
"Pasukan kami terlalu banyak hanya untuk menyelamatkan orang itu, kami juga harus melanjutkan perjalanan sebelum sasaran kami melarikan diri."
"Ayo bergerak," perintah Xin Fai pada anggotanya. Dia berlalu begitu saja tanpa memedulikan tatapan Zhuan Ang yang seperti mengutukinya. Tidak ada yang berani menghiraukan Nona Ren seperti ini. Bertahun-tahun selalu berada di sisi gadis itu dirinya tidak pernah melihat satu orangpun bersikap dingin seperti itu.
"Kau yakin? Dia adalah temanmu satu sekte. Shen Xuemei, laki-laki itu sudah beberapa kali menjadi buruan para pendekar aliran hitam. Tubuhnya yang kebal racun itu membuat siapapun ingin mendapatkan kekuatan itu juga."
Xin Fai berhenti berjalan, batinnya bergejolak hebat. Dia mengingat saat-saat ketika Turnamen Pendekar Muda dulu. Salah satu permata siluman berusia ribuan tahun telah menyatu dalam tubuh Shen Xuemei dulu. Membuat dia kebal terhadap segala racun, namun justru kekuatan itu menjadi pisau bermata dua. Bertahun-tahun hidup dalam pelarian akhirnya pemuda itu berhasil ditangkap oleh pasukan Manusia Darah Iblis.
'Ini semua salahku...' batin Xin Fai mengeratkan kepalan tangannya. Dia membalikkan badan agar bisa bertatapan langsung dengan Ren Yuan. "Baiklah, Aliansi Pedang Suci akan bergerak. Kita harus menyelamatkan Shen Xuemei, bagaimanapun juga kekuatannya itu diperlukan suatu saat nanti."
Zhu Yue dan lainnya mengangguk pelan menyetujui permintaan tersebut. Merasa berhasil membujuknya Ren Yuan melebarkan sudut bibirnya cerah. "Kalau begitu kita akan berangkat sebentar lagi, kalian cukup membawa beberapa anggota yang diperlukan. Ini adalah misi rahasia, tidak baik bergerak dalam rombongan besar."
Satu jam melakukan persiapan dan membawa semua perlengkapan lima belas anggota Aliansi Pedang Suci termasuk Zhu Yue dan juga Xin Fai berdiri di kediaman Walikota yang sibuk menceritakan kabar-kabar buruk yang gempar terjadi belakangan ini. Dia sampai kepayahan menyelesaikan masalah ini dan berniat mengundurkan diri dari jabatannya.
__ADS_1
Zhu Yue yang mulutnya tidak bisa diam menjadi orang yang pertama kali menemani keresahan laki-laki separuh baya itu, dia menaruh simpati besar. Sepertinya hanya Xin Fai yang terdiam sendiri dari tadi, dia tidak memedulikan omongan orang-orang di sekitarnya.
Zhu Yue bahkan lelah mengajak pemuda itu berbicara. Entah kenapa firasatnya buruk akan hal ini. Apalagi setelah mendengar kabar dari mulut Walikota bahwa keadaan Kuil Teratai memburuk akhir-akhir ini.
Manusia Darah Iblis secara terang-terangan melakukan penyerangan pada sekte Kuil Teratai. Meskipun banyak sekte aliran putih yang mendukungnya tetapi lawannya ini jauh lebih banyak. Mereka tidak segan mengorbankan nyawa demi mencapai apa yang mereka inginkan, yaitu menghancurkan sekte Kuil Teratai dari peradaban.
Shen Xuemei melarikan diri dari Kuil Teratai sejak menjadi incaran, sedangkan Huang Kun dan Li Yong dikatakan masih mempertahankan Kuil Teratai hingga detik ini. Kemungkinan besar mereka masih tinggal di sana. Rasanya saat ini juga Xin Fai ingin sekali mengunjungi mereka.
Tapi apa daya dia tidak memiliki banyak waktu, tugasnya membunuh Manusia Darah Iblis mungkin akan memakan waktu bertahun-tahun lamanya bahkan mungkin seumur hidupnya hanya habis oleh tugas itu saja.
Walikota menunjukkan hormatnya ketika Ren Yuan memasuki ruangan, gadis itu memiliki pengaruh besar di kota ini. Dia duduk tenang di tempatnya sembari memulai pembicaraan.
"Aku sudah berhasil membawa pasukan untuk menyelamatkan Shen Xuemei, tapi permasalahannya kita tidak tahu di mana letak pasti di mana dia disandera."
Ren Yuan mengeluarkan sebuah peta dan menunjukkan sebuah bagian desa yang sekelilingnya dikelilingi oleh sungai mengalir. Tempat yang akan mereka datangi adalah sebuah desa yang telah lama kosong akibat pembantaian para Manusia Darah Iblis sama seperti desa Peiyu. Di sana markas mereka semakin membesar, penjagaan ketat pun tidak memungkinkan mereka untuk menyelinap.
"Untuk itu kita harus membagi tugas, markas mereka terlalu luas dan banyak sekali rumah-rumah yang bisa jadi adalah tempat disanderanya Shen Xuemei."
Zhu Yue mengajukan pertanyaan, dia menopang dagunya sembari berpikir keras. "Tapi bagaimana jika kita melakukan perlawanan langsung? Lalu ketika mereka sibuk meladeni penyerangan di bagian depan beberapa lainnya menyelinap ke dalam?"
"Kau tidak mengerti bagaimana situasinya, misi ini benar-benar berbahaya asalkan kau tahu. Di sana adalah tempat para Manusia Darah Iblis berkumpul. Bisa dibilang itu adalah markas kesepuluh terbesar mereka."
**
**Haloha kakpit di sini!
Btw ada sedikit pengumuman, aku pengen bikin crazy up khusus setiap malam Minggu (alias besok malam) untuk menemani para jomlo malmingan wkwk yg tidak jomlo juga semoga terhibur, tapi rada2 gak yakin sih, mgkin ada yg setuju ad yang tidak..
Jadi begini, crazy up atau tidaknya bergantung kalian. Vote sebanyak2nya, sepuluh poin pun tak apa apalagi seribu lebih(ᗒᗩᗕ) kalau tidak bisa boleh like, rate atau komen saja itu udah cukup😣
Dah ya aku tunggu sampe jam 8 malam, crazy up mungkin di jam 9 malam ditunggu aja
__ADS_1
Trims**~`