Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
ch. 278 - Perang Dimulai


__ADS_3

Sunyi senyap mengisi barisan pasukan yang telah dipersiapkan untuk perang besar, Qin Minjie menyuruh semua orang untuk diam lebih dulu sementara sedari pagi tadi Yong Tao tak kunjung memberikan kabar baik kepadanya.


Sudah satu bulan berlalu sejak kepergian Xin Fai, tapi pemuda itu tak menampakkan batang hidungnya sama sekali membuat orang-orang mulai merasa panik.


Semua telah dipersiapkan dengan sangat matang, hanya tinggal menunggunya datang membawa mereka ke Markas Utama musuh yang terletak di perbatasan Kekaisaran Shang, hanya membutuhkan dua hari perjalanan untuk tiba di sana dengan kecepatan penuh.


Yong Tao menjadi sangat cemas, sama halnya seperti yang dirasakan seorang gadis di sampingnya. Andai saja hari itu dia memaksa ikut mungkin keadaannya akan berubah. Ren Yuan mengalihkan pandangannya ke seluruh penjuru berharap Xin Fai datang sesegera mungkin.


Para pasukan yang dipersiapkan sudah mulai tak sabaran menunggu dua jam di tengah panas terik. Mereka mulai mempertanyakan apa yang sedang terjadi sehingga bisik-bisik pun terdengar.


Qin Minjie menghadap Yong Tao. "bagaimana? Apa anak buahmu sudah mendapatkan informasi tentang di mana dia?"


"Sampai sekarang belum, Yang Mulia." Yong Tao berkata gusar sekali, gerak-geriknya yang menjadi lebih kaku menggambarkan bagaimana suasana hatinya.


Sedangkan Xiu Juan, Lan An, serta beberapa Pilar Kekaisaran yang diikutsertakan dalam peperangan ini berdiri di tempatnya masingmasing sembari menyimak percakapan Qin Minjie dan Yong Tao. Tampaknya situasi tidak terlalu bagus untuk saat ini.


Salah seorang pendekar datang kepada Yong Tao menyampaikan informasi yang dia dapatkan dari para orang yang tinggal di tepi laut. "kami sudah mencarinya ke manapun dan tidak bisa menemukannya, sejak pergi ke laut para penduduk mengatakan tak pernah melihatnya kembali lagi."


Yong Tao mengusap wajahnya sangat kasar, keringat dingin mengucur deras di pelipisnya. Memang pimpinan perang masih bisa digantikan olehnya untuk saat ini, tapi tetap saja Yong Tao mengkhawatirkan Xin Fai. Apa pemuda itu masih hidup atau tidak, tidak ada yang bisa mengatakannya dengan jelas.


Tak lama berselang seorang lagi datang dengan laporan yang berbeda pula. "Kapal perang sudah dipersiapkan, Senior Yong hanya menunggu perintah untuk diberangkatkan."


"Anak itu... Dia bilang akan kembali..." gumam Yong Tao. Perlahan bola matanya tertuju pada satu titik di mana dia dibuat kaget, pantas saja tidak ada satupun pengawal yang menemukan pemuda itu di Kota Renwu.

__ADS_1


Xin Fai terbang dengan kecepatan tinggi menuju benteng tinggi, semua orang mendongak ke atas melihatnya dalam kekaguman. Seingat Yong Tao hanya beberapa orang di dunia ini yang bisa melayang di udara sepertinya. Itupun juga bisa dihitung dengan jari.


"Maaf telat, sepertinya aku membuat kalian cemas."


Yong Tao merasakan perubahan besar pada pemuda itu, dari segala sisi pastinya. Kekuatan tanpa banding dapat dirasakannya saat kaki pemuda itu menapak di lantai.


"Kukira kau lupa hari ini kita akan perang," celutuk Lan An di belakang Yong Tao dibalas dengan cengiran lebar. Lan An sangat tidak masuk akal, bagaimana bisa dia melupakan hari penting ini.


"Bisa kau jelaskan darimana saja kau selama ini? Menghilang di tengah laut tanpa seorang pun yang tahu apa yang kau lakukan?"


"Senior Yong tidak perlu khawatir, aku hanya melatih tubuhku untuk persiapan hari ini."


Lebih banyak lagi yang ingin Yong Tao tanyakan tapi dia tidak memiliki waktu untuk itu, daripada menunda terlalu lama segera setelahnya Xin Fai dipersilahkan berbicara di hadapan tujuh puluh ribu pendekar, memacu semangat mereka ke sumbu tertinggi, siap untuk menghancurkan kejahatan yang telah merajai Kekaisaran Shang.


Kapal perang segera digerakkan, jangkar telah dinaikkan. Tidak seperti biasanya perairan di laut menjadi lebih bersahabat tidak seperti biasanya selalu mendung disertai gemuruh.


Andai mereka tahu itu adalah perbuatan Naga Air takkan ada satupun nelayan yang berani melewati perairan ini.


Zhu Yue, Ho Xiuhan dan anggota aliansi lain di tempatkan pada satu kapal yang sama. Perjalanan yang di tempuh kali ini mungkin akan menjadi yang terakhir kali mereka lihat, Zhu Yue tak tahu mengapa perasaannya buruk tentang ini.


Chang Wei menepuk pundak pria itu, "Semua orang merasakan rasa takut yang sama. Ingat, sejak awal kita sudah mengorbankan nyawa seperti yang dikatakan Ketua Xin. Andai kita mati, akan mati dengan sangat terhormat."


Zhu Yue menarik sudut bibirnya perlahan-lahan, merasa apa yang dia khawatirkan bukanlah soal kematian saja.

__ADS_1


"Perang seperti ini akan merenggut nyawa teman-teman kita, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Aliansi Pedang Suci setelah ini, semuanya akan bertaruh nyawa. Jika saja kita gagal... Banyak musuh yang menanti untuk merebut Kekaisaran Shang. Contohnya saja Kekaisaran Qing."


Merasa apa yang dikatakan Zhu Yue ada benarnya, Chang Wei mulai berpikir. "Benar juga, jumlah pasukan yang dikerahkan hampir delapan puluh persen kekuatan Kekaisaran. Kalau kita kalah, semuanya akan memanfaatkan momentum itu untuk dirinya sendiri."


"Andai tidak melakukannya, kesengsaraan, kekejian, pembunuhan dan pembantaian akan terus berjalan sepanjang waktu. Tidak ada cara lain selain memeranginya sampai titik darah penghabisan." Sorotan mereka kini terfokus pada kota yang berada di seberang. Mereka telah mencapai daratan.


Pelabuhan tempat mereka berhenti tampak tidak terlalu ramai, Zhu Yue masih mengingat tempat ini dengan jelas.


Dia pernah mempertaruhkan nyawa demi puluhan penduduk yang berada dalam bahaya. Hari itu Zhu Yue mengerti rasanya menjadi seorang pemimpin. Semua nyawa anggota berada di tangannya.


Dari itu sikapnya pada Xin Fai mulai berubah, meskipun pimpinan mereka lebih muda dari kebanyakan anggota tapi Zhu Yue sangat menghormatinya.


Telah banyak hal mengagumkan yang dilakukan Xin Fai, untuk itu Zhu Yue berjanji tidak akan mengecewakannya.


Secara bergiliran kapal perang yang jumlahnya sangat banyak berhenti di kota Fanlu. Berjejer rapi di pelabuhan menengah yang menjadi sangat ramai, kini pasukan beralih menggunakan kuda menuju medan tempur.


Sekilas Zhu Yue dapat menangkap bayangan Xin Fai di depan sana, merasa ada yang berubah darinya namun tak bisa memastikan apa itu. Yang pasti kekuatan yang dia keluarkan jauh lebih besar dari yang terakhir kali Zhu Yue lihat.


Pria itu hanya bisa menebak apa yang dilakukan Xin Fai selama satu bulan terakhir. Pemuda itu menyimpan terlalu banyak misteri yang tidak bisa diketahui bahkan oleh orang terdekatnya sekalipun. Namun satu hal yang dapat dilihatnya dengan samar-samar, di dekat pemuda itu seekor naga air yang transparan tengah bergerak mengelilingi tubuhnya.


Zhu Yue tidak bisa memastikan karena jaraknya terlalu jauh, tapi dia yakin matanya tak salah melihat naga kecil itu.


***

__ADS_1


__ADS_2