Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 74 - Enam Bulan


__ADS_3

Hari berganti pagi, suasana di Kuil Teratai ramai oleh para murid dari sekte tersebut, 6 bulan setelah kehadiran seorang Manusia Iblis di antara mereka suasana berlangsung tenang seperti biasanya, matahari bersinar terik hari itu, pepohonan serta bunga-bunga liar bergoyang ditiup angin.


Dedaunan yang berguguran terbang saat angin berembus di jalan menuju gerbang, pekarangan Kuil Teratai dipenuhi pepohonan rindang dan di pekarangan itu pula berdiri sebuah menara lonceng. Lang tertidur dengan tubuh merapat ke bangunan tersebut, beberapa hari belakangan banyak murid dari sekte Kuil Teratai yang sering kali mengganggu tidurnya membuat serigala itu marah.


Hari ini orang-orang di Kuil Teratai terlihat sibuk, membuatnya puas menikmati tidur dari sore hingga pagi. Udara sejuk menyapanya dengan sangat lembut seperti sedang membelainya.


Sesaat terjadi kebisingan di salah satu bangunan sebelah barat, Lang hanya menggerakkan telinga mendengar keributan tersebut tanpa membuka mata.


Seusai menguping sejenak Lang membuka mata perlahan, dia melihat seorang pendeta senior berjalan ke arahnya.


"Tuan Serigala, nampaknya majikan Anda hari ini sudah bisa bebas setelah menyelesaikan penyegelan iblis."


Meskipun bertingkah seolah tak peduli namun melihat ekor Lang yang mengibas-ngibas tak tentu arah menggambarkan betapa dia menunggunya mahkluk bodoh itu keluar.


Lang dituntun menuju ruang bawah tanah oleh pendeta tersebut, setelah sepuluh menit berjalan mereka sampai di sebuah tempat yang sangat mencekam.


Dan yang Lang dapati sungguh membuat dirinya kesal, dia menggeram di tempatnya. "Apa-apaan ini? Kenapa majikanku kalian perlakukan seperti binatang buas?!"


Pendeta Tao Wei yang baru saja menyelesaikan tahap terakhir dari penyegelan iblis menggeleng pelan. "Kami tak punya pilihan lain."


Tubuh Xin Fai begitu kurus layaknya kerangka tulang, bola matanya dalam dan sorot matanya kosong. Ketika dia berbicara, suaranya seakan telah habis beberapa bulan lalu akibat berteriak karena rasa sakit dan kelaparan yang menghantuinya selama berbulan-bulan.


"Apa... Apa aku akan lepas... Hari ini?" Napas Xin Fai terdengar berat, Tao Wei sungguh terpukul melihat keadaan anak itu. Xin Fai bisa menerima semuanya dengan lapang dada walaupun kondisinya saat ini menjadi sangat menyedihkan.

__ADS_1


"Sudah, iblis dalam tubuhmu sudah kami segel. Kau sudah boleh bebas."


Usai berkata demikian Tao Wei melepas semua rantai dan benda lainnya yang mengikat anak itu, Xin Fai jatuh merosot ke tanah tak bisa menyeimbangkan tubuhnya lagi. Dengan segera Lang mendekat lalu menyalurkan tenaga dalam pada majikannya. Cahaya emas bergerak keluar dari tubuhnya dan masuk ke tubuh Xin Fai.


Para pendeta di sana tak berani menyangsikan tindakan Lang, beberapa saat kemudian perlahan-lahan kondisi Xin Fai mulai membaik. Setidaknya, dia mampu membuka matanya untuk saat ini.


Lang tak pernah menyangka akan menyaksikan tuannya dalam keadaan yang lebih dari menyedihkan, bahkan seorang kakek-kakek hampir mati saja masih lebih bagus kondisinya dibanding Xin Fai.


Setelahnya Xin Fai dibawa keluar, satu hal yang selama ini tak pernah Xin Fai rasakan lagi adalah hangatnya sinar matahari pagi. Dia memejamkan mata pelan seraya menikmati paparan sinar matahari serta hembusan angin sejuk.


"Ah, sudah lama aku tak merasakannya. Hidup di bawah tanah itu membuatku merindukan hal sederhana seperti ini..." gumamnya beserta sorot matanya yang sedih, tatapannya jauh lebih dewasa dibandingkan 6 bulan yang lalu.


Selama dalam masa penyegelan banyak hal yang direnungkan olehnya, meskipun dalam keadaan tersiksa dia mencoba mengalihkan rasa sakit dengan berpikir.


Xin Fai menyadari bahwa dendam dalam hatinya lah yang membuat iblis dalam dirinya semakin kuat, serta dengan pertarungan sebelumnya dengan monster iblis, dia mengetahui bahwa permata iblis juga berperan dalam memperkuat kekuatan iblis tersebut.


Tao Wei yang berada di samping Lang menjelaskan bahwa dalam 6 bulan belakangan Xin Fai sama sekali tak makan ataupun minum, hal itu membuat serigala tersebut terperanjat.


"Manusia Iblis memiliki keistimewaan dibandingkan manusia biasa, mereka bisa hidup tanpa makan ataupun minum dalam kurun waktu tertentu."


Lima piring makanan habis masuk ke dalam perut Xin Fai, anak itu menambah lagi dan lagi seperti orang kesetanan. Dia tak menghiraukan para pendeta lain yang berdecak kagum melihat kecepatan makannya.


Setelahnya Tao Wei pamit bersama para pendeta lain untuk membiarkan Xin Fai beristirahat, anak itu merentangkan tubuhnya di atas ranjang dengan senang.

__ADS_1


"Akhirnya aku bebas..."


Xin Fai memeriksa dadanya dan tak mendapati lagi luka bakar berbentuk iblis itu, dia tiba-tiba teringat pertarungan terakhirnya dengan kloning yang diciptakan monster iblis.


"Aku harus bertambah kuat setelah ini untuk menghadapi monster iblis ke depannya..."


Xin Fai mengedipkan matanya saat menyadari Lang menatapinya sejak tadi.


"Ada apa denganmu? Kenapa terus menatapiku begitu?"


"Benarkah? Kau sangat percaya diri, aku hanya berpikir kau sudah mati selama enam bulan itu," sinis Lang juga ikut membaringkan dirinya. Dia menggulung di pojok kamar.


"Aih, bilang saja kau rindu denganku. Jangan malu-malu, hahahaha!"


"Grrrhhh bocah! Baru bebas saja mulutmu sudah berulah lagi!" Lang mendengus kesal, dia tak perlu khawatir dengan keadaan Xin Fai. Melihat anak itu masih bisa mengoceh seperti burung beo saja sudah menjelaskan keadaannya tak seburuk tadi.


"Memang yang memulai perkara siapa? Serigala aneh, sudahlah aku mau keluar." Xin Fai lekas pergi setelah itu, dia hendak menikmati kembali suasana di luar.


"Hei, bukankah Pendeta menyuruhmu beristirahat?" protes Lang. Xin Fai yang mendengarnya tersenyum pahit.


"Kalau aku terus di sini, aku akan jadi roh pertama yang mati penasaran karena kata-kata pedasmu."


Lang bangun meskipun dia sendiri agak kesal, serigala itu menunduk membiarkan Xin Fai naik ke atasnya.

__ADS_1


"Woah, kebaikanmu sungguh membuatku takjub. Darimana kau belajar berbuat baik, Lang? Apa ada sebuah batu besar yang menghantam kepalamu selama aku tidak ada?" oceh Xin Fai sambil menunggangi Lang. Mungkin serigala bisa mengajaknya berjalan-jalan sebentar di sekte Kuil Teratai, karena Xin Fai sendiri belum terlalu hafal dengan tempat ini. Namun niat serigala itu sama sekali di luar dugaannya.


Lang tak peduli lagi, dia memasang ancang-ancang bersiap berlari dengan kecepatan tertinggi. Tubuh Xin Fai yang nyatanya seperti helaian kertas hampir saja terbang dibuatnya.


__ADS_2