Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 173 - Cari Siapa Pembunuhnya!


__ADS_3

Berita mengenai pembantaian besar-besaran di kota Sanmin mengalir layaknya air sungai, berita tersebut terdengar sampai ke telinga Kaisar Qin yang sedang duduk santai berunding bersama Pilar Kekaisaran yang tersisa. Dia mendengarkan usulan Yong Tao yang hendak menumpas pergerakan Manusia Darah Iblis dengan membentuk satu aliansi khusus yang bergerak langsung di bawah Kekaisaran namun masalah terbesar adalah menunjuk siapa pimpinan aliansi tersebut.


Sedangkan Yong Tao si nomor satu hanya bisa membantu dengan sedikit memberikan saran, tabib mengatakan dia harus berhenti bertarung setidaknya satu tahun lagi untuk menyembuhkan luka-lukanya ini.


"Aku rasa Yang Guifei bisa menjadi pemimpin untuk saat ini, melihat kerja kerasnya hingga bisa naik ke nomor lima perjuangannya patut diperhitungkan." Saran Yong Tao namun seseorang mencela.


"Tapi aku tidak yakin dia bisa melakukan tugas ini dengan maksimal, setidaknya kita harus mencari pengganti nomor dua yang telah kosong bertahun-tahun ini..." Penasehat memberikan pendapatnya yang nampak disetujui oleh seluruh orang di ruangan tersebut.


Suasana mulai lengang bersama dengan mereka yang larut dalam pikiran masing-masing, tidak ada satu patah katapun yang keluar dalam satu menit itu.


Situasi di luar sana sama sekali tidak bagus dan bahkan makin memburuk ketika mereka telah melakukan segala upaya demi membalikkan keadaan. Manusia Darah Iblis sendiri semakin menguat dan rasanya kelompok itu seperti tidak ada habisnya walaupun dibunuh.


"Yang kita butuhkan saat ini adalah kekuatan yang sangat besar untuk melawan mereka..." Yong Tao nampak menyesal ketika mengatakannya, pikirannya mengawang-awang sampai dirinya teringat akan seorang anak kecil yang memiliki kekuatan dahsyat. Sebenarnya dengan kekuatan itu dia yakin bisa membunuh semua Manusia Darah Iblis yang telah mengakar di Kekaisaran Shang namun harapan itu sirna mengingat anak itu kini telah habis nyawanya ketika pergi menuju Hutan Kabut.


Seseorang mengetuk pintu, nampak seorang pengawal berlutut di sana hendak memberikan laporan. Yong Tao mengizinkannya berbicara dan bersiap menerima berita buruk yang belakangan selalu terdengar di telinganya.


"Lapor, markas pusat Sanmin telah jatuh dan kelompok yang dikirimkan berhasil kembali dalam keadaan selamat."


Yong Tao mengerutkan dahi mendengarkan laporan itu, dia nampak kebingungan. "Tidak ada satupun yang terbunuh di pihak kita?"


"Tidak ada."


"Bagaimana bisa? Aku sudah mengatakan petinggi ada Manusia Darah Iblis di sana, dan juga pasukan mereka berkisar 500 orang! Apa kau bercanda?"


"Satu pengawal lagi berlutut memberikan kesaksian. "Pasukan yang dibawa Senior Xiang juga kembali tanpa terluka sedikitpun. Beliau sebentar lagi akan tiba."


Tak lama Xiang Yu berjalan di lorong beserta tatapannya yang nampak lebih baik sebelum pergi ke medan perang.


Xiang Yu menghadap Yong Tao dan Kaisar Qin yang tengah berunding. "Markas pusat Sanmin telah jatuh dan daerah itu berhasil kita rebut kembali dari mereka."

__ADS_1


"Aku ingin mendengarkan penjelasan mengapa kau bisa kembali secepat ini, Xiang Yu."


Pernyataan Qin Gaozu langsung Xiang Yu jawab berdasarkan apa yang dilihatnya tadi malam.


"Saat aku tiba di markas mereka keadaannya sudah luluh lantak, mayat-mayat bertumpuk dan genangan darah memenuhi tempat itu. Awalnya kami mengira sekte lain telah bergerak memberantas mereka tapi kami tidak melihat sekelompok orang yang datang ke sana..."


Xiang Yu menarik napas dalam untuk melanjutkan kata-katanya.


"Kami hanya menemukan satu orang yang telah membantai lima ratus Manusia Darah Iblis malam itu."


Yong Tao berdiri dari kursinya. Namun tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya.


"Dan dia mengatakan kalau dirinya bukan berasal dari aliran hitam maupun putih."


Kaisar Qin mengeluarkan pendapatnya. "Itu artinya kita memiliki kemungkinan untuk memintanya bergabung dengan pihak kita?"


Si nomor satu Yong Tao meragukan perkataan itu. "Apa kau sudah tahu namanya? Atau setidaknya alasan mengapa dia melakukan itu semua? Bukankah bisa saja dia berasal dari kelompok berbahaya?"


"Dia hanya mengatakan membunuh yang pantas dibunuh, kurasa dia seorang pengelana. Hanya itu yang bisa aku simpulkan, Senior Yong."


Tidak ada yang berani bersuara setelah Xiang Yu menjawab. Pilar Kekaisaran lain berunding di tempat masing-masing hingga akhirnya mereka sampai pada satu keputusan bulat.


"Baiklah aku akan segera merekrut anggota untuk kelompok yang baru saja kita diskusikan." Pilar Kekaisaran lain angkat bicara dan izin pamit untuk langsung bergerak, perlahan satu per satu orang di tempat itu bubar dengan tugas masing-masing sedangkan Kaisar Qin, Xiang Yu dan Yong Tao masih berada di tempat.


"Aku sendiri yang akan turun tangan menjumpai orang itu."


Perkataan Yong Tao membuat Kaisar Qin mengerutkan alisnya. "Tidak bisa begitu, kau harus tetap di sini demi menjalankan perawatan lukamu." Sangkalnya tidak menyetujui ucapan pria itu.


"Aku akan tetap pergi untuk memastikannya sendiri. Orang yang kau sebut itu sangat berbahaya menurutku seandainya dia menolak bergabung dengan kita maka nasib kita akan sama seperti orang-orang yang telah dibantainya itu."

__ADS_1


**


Sementara itu di markas lain Liu Fengying yang baru saja terbangun mendapati satu laporan yang begitu buruk, dia tidak bisa menerima itu begitu saja dan bersikeras pergi untuk menemui putra kesayangannya yang dikatakan telah tiada.


"Mana mungkin bisa! Aku sudah memberikannya segala sumber daya dan kekuatan hebat! Tidak mungkin dia bisa..." Air mata lelaki itu keluar begitu saja tanpa bisa ditahannya. Dia mencoba meninggalkan ranjangnya sebelum salah seorang petinggi masuk ke kamar bersama beberapa orang penting lainnya.


"Aku sudah memastikan kabar itu, Ketua dan langsung pergi ke tempatnya." Sejenak ekspresinya berubah murung, dia tampak takut untuk menceritakan apa yang telah dilihatnya.


Tangan petinggi itu bergerak lalu masuklah enam orang yang mengangkut peti, Liu Fengying bangun segera dan membuka peti tersebut.


Matanya menjadi sendu kala melihat putra semata wayangnya telah berubah menjadi mayat putih pucat. Dia mengelus wajah anaknya lembut namun beberapa detik kemudian tatapannya dibakar oleh api dendam yang begitu mendalam.


"Katakan kepadaku siapa yang telah mencelakainya?" geramnya.


"Identitas orang itu masih belum ditemukan namun kami sebisa mungkin–"


Brakk!


"Sangat tidak becus! Jika bukan aku yang turun tangan pasti keadaannya selalu buruk! Kalian tidak tahu betapa pentingnya Yun'er demi masa depan kelompok kita!?"


Lampu lilin yang berada di dekatnya terlempar hingga pecah bertubrukan dengan lantai, mata Liu Fengying berkilat penuh emosi. Dia membunuh orang di sekitarnya tanpa alasan hingga kamarnya kini dipenuhi darah.


"Cari..."


Petinggi yang berada di hadapannya hanya bisa menelan ludah saat Liu Fengying berjalan pelan ke arahnya.


"Cari orang yang telah membunuh anakku ini atau aku yang akan membunuhmu."


***

__ADS_1


__ADS_2