
Tak disangka saat matahari baru saja ingin tenggelam beberapa peserta lain berhasil selamat dengan susah payah. Mereka yang telah membuat tanda kalajengking di dada segera digiring ke tempat Shi Long.
Satu per satu datang hingga berhenti di orang ketujuh, mereka menarik napas berat seolah baru saja menghadapi maut. Menatapi Xin Fai dan juga petani yang sedari tadi duduk santai rasanya ini semua tidak adil namun dari ketujuh orang tersebut tidak ada yang berani berkomentar apa-apa karena masih menaruh segan pada Xin Fai.
Setelah menunggu tidak ada peserta lain yang masuk seusai matahari terbenam Shi Long segera menutup pintu, sebenarnya ada satu orang lagi yang baru saja keluar dari hutan namun karena dia telat nyawanya langsung dihabisi oleh penjaga markas di sana.
Tiba-tiba dua orang memasuki ruangan serba hitam itu, salah satunya memegang tongkat dengan tengkorak di atasnya dan satunya lagi nampak seperti seorang bocah bersuara berat. Wajahnya agak berkerut namun tubuhnya masih awet muda. Kedua orang itu berdiri bersisian tepat di hadapan para peserta yang berhasil lolos.
"Hm? Si nomor lima dan enam sampai datang ke sini?" Shi Long tidak menyembunyikan keterkejutannya. Dia memandang kedua orang itu waspada. Pandangannya teralihkan ke para peserta di depannya dan segera menyadari ada sesuatu yang tidak beres.
Dua orang itu berkeliling di antara para peserta yang berdiri tertib.
"Kudengar salah satu dari kalian memiliki kekuatan yang tidak biasa..." Si bocah pendek itu berkata sembari menelisik tajam.
"Bahkan bisa membunuh anggota kami dalam sekali tebas, ini sungguh menakjubkan! Hahahaha!" Pria satunya bertepuk tangan namun tidak ada sedikitpun rasa gembira di hati para peserta, keringat dingin mulai membasahi pelipis hingga ke leher. Suasana penuh tekanan dan bahaya ini benar-benar berbeda dari biasanya.
"Tapi sayangnya..." Si bocah pendek itu membalikkan badan ke arah Xin Fai, dia memelototi penuh kesadisan. "Kami tidak menerima pendekar hebat yang dapat mengancam kelompok di sini, walaupun calon peserta ini memiliki kekuatannya biasa saja tapi kami bisa meningkatkannya dengan pil-pil kami."
Merasakan dirinya mulai menjadi sasaran target Xin Fai berniat menarik pedangnya namun itu terlalu beresiko, mungkin setelah dia menyerang nanti Manusia Darah Iblis akan segera menyerang balik dan menyembunyikan harta-harta mereka.
Pedang meluncur deras hingga akhirnya mengambil nyawa salah satu peserta, Shi Long menyaksikan pemandangan itu kebingungan. Dia masih tidak mengerti maksud kedua orang ini.
Si pendekar bocah menarik kembali pedangnya yang kini telah dilumuri darah, Xin Fai membelalakkan matanya ketika pedang tersebut telah merenggut nyawa si petani yang berada tepat di sampingnya.
__ADS_1
"Semua peserta lolos dengan tubuh bersimbah darah, mereka melakukan upaya mati-matian untuk selamat dari hutan itu sedangkan dia... Dia lolos tanpa luka dan darah sedikitpun. Aku saja tidak yakin bisa keluar dari sana tanpa luka."
"Benar sekali, apa orang sakti ini sengaja menipu kita dengan penampilannya?"
"Seperti itulah."
Xin Fai memandang lurus ke depan demi tidak menarik perhatian kedua orang yang tengah berlalu di depannya. Dia pikir si petani ini sangat beruntung bisa lolos menjadi Manusia Darah Iblis namun sayangnya ketika dia telah berhasil malah dia dibunuh tanpa tahu apa salahnya.
Sebenarnya Xin Fai cukup merasa bersalah juga, dia tahu orang yang diincar mereka adalah dirinya namun berbicara jujur saat ini bukan pilihan tepat.
'Tadi Shi Long mengatakan dua orang ini adalah si nomor lima dan enam, berarti sekarang ini tiga orang petinggi Manusia Darah Iblis berada di lokasi yang sama? Bagus sekali.' batinnya senang, dia tersenyum beberapa detik hingga membuat peserta lain merinding.
Mereka sudah tahu siapa Xin Fai, dan sebenarnya orang yang dicari oleh dua petinggi tadi adalah dia namun tidak ada yang berani melaporkan karena dibanding dua petinggi ini mereka lebih takut pada Xin Fai setelah melihat sendiri kekuatannya.
"Ketua sudah datang!" Teriak Shi Long memberikan hormat saat pria itu datang, dua petinggi tidak terlalu memberi muka padanya karena jabatan mereka jauh lebih tinggi.
Sambil keluar ruangan salah satu dari petinggi itu menjawab. "Kami baru saja membunuh satu pendekar mencurigakan yang dikatakan Gao Lan memiliki kekuatan hebat. Sayangnya dia sudah mati dalam satu tebasan pedangku." Di kata-kata terakhir pendekar bocah agak menyombong. Dia sangat percaya akan kekuatannya sendiri dan menebas orang dalam satu gerakan merupakan keahliannya.
"Baiklah, baiklah. Aku akan segera menghidupkan iblis dalam tubuh peserta ini, kalian boleh langsung pergi mengurus yang lainnya." Si ketua Fen Gong menggosok kepalanya kelelahan. Dia akhirnya bisa berbicara leluasa saat dua orang itu telah pergi.
Sedikit kata-kata dan juga berbagai aturan dalam kelompok aliran hitam ini dijelaskan oleh Fen Gong, Xin Fai mendengarkan dengan seksama dan dapat mengambil kesimpulan bagaimana sistem kerja mereka. Membunuh demi uang, kekuasaan dan juga rasa haus darah.
Satu peserta mulai maju, Fen Gong memegang sebuah kitab aneh di tangan kanannya sedang tangan kirinya memegang kepala peserta itu hingga tato kalajengking di dadanya bereaksi mengeluarkan cahaya merah.
__ADS_1
"Segel Pembangkit Iblis!"
Dalam sekali hentak peserta itu terkapar dalam keadaan mata terbuka lebar-lebar, dia menggelinjang kemudian berteriak saat tubuhnya dirasuki iblis. Iblis tersebut mulai menyesuaikan diri dan akan tinggal selamanya dalam tubuhnya. Hal itu terjadi berulang kali sampai ke peserta terakhir.
Xin Fai maju, saat tangan Fen Gong memegang kepalanya jantungnya terasa berhenti berfungsi. Dia melihat bayangan monster sangat mengerikan dalam tubuh pemuda ini, bibirnya kelu, kata-katanya tersangkut di tenggorokannya.
Namun Fen Gong mencoba memahami mungkin akibat kelelahan lima hari berturut-turut mengalami stress berat akibat pekerjaan di kelompok semakin padat membuatnya berhalusinasi. Entah mungkin saja dugaannya benar, lagipula dua petinggi tadi telah membunuh pendekar sakti di antara peserta ini jadi tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan.
Tidak ada tanda-tanda iblis bangkit dalam tubuh peserta terakhir membuat Fen Gong mengerutkan alisnya.
"Apa kau berasal dari aliran putih?" tanya Fen Gong.
"Ya. Dulu."
"Sekarang?"
"Tidak tahu."
Jawaban jutek itu membuat Fen Gong malas bertanya, dia tidak mau ambil pusing lagi dan segera mengatakan keenam peserta ini telah resmi menjadi bagian dari Manusia Darah Iblis.
Beberapa lencana dan juga penghargaan lainnya menyusul diiringi dengan pesta arak yang diisi dengan tarian para budak wanita. Mereka terpaksa melakukannya apalagi baju yang dikenakan adalah baju kekurangan bahan.
Xin Fai memalingkan wajahnya ketika pesta api unggun dimulai, dia meminta izin pada Fen Gong untuk segera beristirahat dengan alasan kelelahan.
__ADS_1
Fen Gong memanggil temannya dan memintanya untuk mengantarkan ke kediaman anggota baru, dia juga memberi kunci kamar setelah itu.
***