
"Hahaha gadis-gadisku, aku datang menjemput kalian semua~!"
"Ck, orang itu... Sebenarnya siapa dia?"
"Ketua Xin, Setan Gila itu pelaku pemerkosaan yang selama sepuluh tahun terakhir mencabuli gadis-gadis! Dia harus segera kita tangkap!"
"Begitu, kebetulan sekali sekarang aku ingin sekali melihat ususnya berserakan." Xin Fai menoleh sebentar ke arah kudanya yang terkapar tak bernyawa, dia mengeratkan kepalan tangan bersama rasa kesal menggebu-gebu.
Keduanya bergerak menelusuri segala tempat yang kemungkinan besar dilewati oleh Setan Gila, tengah malam berlangsung lama tanpa ada tanda keberadaan sosok pria itu. Dia sudah sangat sulit ditemukan, tidak ada sedikitpun jejak yang terlihat bahkan suara derap kakinya tidak terdengar lagi.
Xin Fai menggenggam pedang dengan erat, dia mencoba memasuki gang sempit yang kotor. Kian masuk ke dalam terdengar suara-suara aneh, tatapan awas mulai terpasang di wajahnya.
Saat langkahnya hanya beberapa meter lagi untuk berbelok ke jalan buntu seekor tikus lewat bersama suara jeritannya yang memekakkan telinga. Xin Fai membiarkan tikus itu lewat dan ketika melihat tajam ke ujung lorong memang tidak ada siapa-siapa di sana.
Entah ke mana larinya si Setan Gila itu, sosoknya memang sulit sekali ditemukan bahkan bertemu dengannya tadi sebuah kebetulan langka. Harga kepalanya saat ini bisa dinilai sampai beribu-ribu keping emas.
Sudah hampir dua jam lebih tidak memiliki petunjuk Xin Fai akhirnya bertemu dengan Zhu Yue di tempat semula, tampaknya lelaki itu juga tidak bisa melacak keberadaan musuh mereka.
"Sudahlah, mungkin bisa kita incar di lain hari. Setan Gila itu memang susah sekali ditangkap, pantas saja sepuluh tahun ini dia terus menerus berkeliaran bebas mengancam para gadis."
"Kita kembali saja dulu, lagipula kediaman sudah tidak terlalu jauh–"
Xin Fai menghentikan pembicaraan, tangannya seolah menahan Zhu Yue untuk berbicara. Telinganya yang telah terlatih bertahun-tahun menangkap suara di kejauhan, wajahnya berubah buruk saat itu pula.
"Ini suara Ren Yuan!" seru Xin Fai pada Zhu Yue, dia menaiki kuda pria itu dengan cepat lalu pergi secepat kilat dari sana tanpa sedikitpun menoleh ke belakang. Di kejauhan terdengar suara menyeru seorang pria yang menyedihkan.
__ADS_1
"Ketua.. Kenapa aku ditinggalkan!?"
Arah suara jeritan menuntunnya kembali ke kediaman Walikota, Xin Fai menghentikan laju kuda dan turun sembari menoleh sekitar. Untungnya arah matanya langsung tertuju pada sosok pria yang kini tengah menggendong seorang gadis di atap rumah-rumah warga, Xin Fai mencebik kesal kemudian mengejar laki-laki itu dari bawah secara diam-diam.
Karena gerak gesit Setan Gila memang benar-benar gila seperti sebutannya, Xin Fai harus menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi demi bisa menyusul agar tidak ketinggalan. Bahkan kecepatan tidak main-main itu membuat beberapa barang yang tergeletak di depan toko harus jatuh terbalik saat Xin Fai lewat.
Alur pelarian Setan Gila sampai melewati hutan lebat berisikan para binatang buas, pria itu berlari di atas dahan-dahan membuatnya sama sekali tidak menemui hambatan dalam berjalan.
Sedangkan Xin Fai tidak memiliki pilihan lain selain jalan di tanah, ini dilakukannya agar tidak ketahuan. Bisa saja korban yang diambil Setan Gila lebih dari satu, dan jika itu benar cara ini adalah yang paling tepat.
Ketika arah matanya beralih menatap ke depan ternyata dua serigala tengah menyambutnya dengan gigi ditetesi air liur. Persis seperti binatang buas yang tidak makan berhari-hari.
"Kalau aku meladeni dua serigala ini mungkin si Setan Gila itu tidak terkejar."
"Bagus, sekarang aku kehilangan jejaknya," gumam Xin Fai merasa salah jalan, dia mencoba menggunakan insting namun tidak mendapatkan petunjuk apa-apa lagi setelah itu. Berselang satu menit kemudian Setan Gila kembali berlari dari arah yang berlawanan dengannya, Xin Fai tidak sempat menyembunyikan diri dan pria itu melompat begitu saja di atasnya.
Sambil menatapi kepergian pria itu, dia menghadap ke arah depan. "Sepertinya arah ini sudah benar. Si Setan Gila itu larinya saja yang lincah, mungkin karena terlalu cepat berlari dia tidak bisa melihat apa-apa. Kalau setan sungguhan yang lewat di depannya mungkin juga dia tidak akan sadar."
Dengan memerhatikan patahan ranting kayu yang dilewati Setan Gila, Xin Fai mulai bisa menebak di mana tempat para korbannya dikumpulkan. Dia berhenti melangkah saat kehabisan petunjuk kemudian memutar pandangan beberapa kali, merasa ada dua jalan yang kemungkinan besar adalah arah menuju tempat tujuan.
"Ayolah... Harusnya si Ren Yuan itu mengeluarkan suara agar aku bisa mendengarnya." Xin Fai berusaha berjongkok memejamkan mata, mendengar lebih jelas dari kejauhan.
Tak berapa lama matanya terbuka, suara isak tangis Ren Yuan terdengar samar-samar di telinganya. Xin Fai berlari kencang, melewati sebuah jalan yang ditutup oleh pohon bambu dan menemukan sebuah rumah yang dikelilingi oleh sungai kecil.
Xin Fai melewati jembatan di atas sungai lalu masuk ke rumah mendapati tiga orang gadis tengah duduk saling memunggungi dengan tubuh penuh ikatan tali, isak tangis membasahi kain yang menutup mulut mereka.
__ADS_1
Saat Xin Fai memasuki rumah tersebut mereka terlihat panik dan menyangka Setan Gila sudah kembali, namun rasa takut itu berganti kala Ren Yuan mengenali pemuda itu.
"Xin Fai, kau benar-benar datang!?"
"Benar-benar datang?"
"Eh... Tidak, lupakan saja." Wajah sembap gadis itu berubah malu, dia menunduk dalam membiarkan Xin Fai menatapinya bingung sebelum pemuda itu menggendikan bahu, berhenti memikirkan lebih jauh.
Xin Fai melepaskan ikatan tali di tubuh tiga gadis itu, setelahnya dia membuka semua pintu jendela menggeledah seisi rumah. Langkah derap kakinya menjadi perhatian sesaat, pulang balik memasuki kamar dan mendapati sebuah kitab yang cukup bagus dari yang pernah dia temukan sebelumnya, berisi kitab ilmu meringankan tubuh, bukan tidak mungkin kecepatan berlarinya akan meningkat seperti si Setan Gila itu.
Setelah menyimpan kitab tersebut dirinya berdalih ke arah sebuah peti mati, perlahan-lahan tutup terbuka memperlihatkan kerangka tulang dengan riasan baju pengantin.
Xin Fai terkesiap melihatnya, namun saat hendak menyentuh tulang-tulang itu sebuah pedang bergerak hampir mengenai tangannya dan berputar di udara kembali pada tangan pemilik.
"Jangan kau sentuh-sentuh istriku!"
"Oh, jadi ini istrimu?" Ucap Xin Fai sambil memiringkan senyuman, akal jahat mulai muncul di kepalanya.
Baru saja mencurigai wajah Xin Fai yang mendadak berubah, si Setan Gila kini dibuat panik ketika pedang Xin Fai menyalip di bawah peti mati dan ditarik ke atas membuat peti mati itu terbang ke atas.
Mayat dan gaun putih lusuh di dalamnya berhamburan, Setan Gila menjerit marah luar biasa. Pria itu berlari hingga suara kakinya meluncur terdengar kuat. Kerangka manusia dia tangkap sedemikian rupa agar tidak rusak, namun di balik peti mati yang tengah ikut terbang bayangan seseorang lewat dan langsung saja pukulan telak meninju mata si Setan Gila.
"Itu untuk orang-orang yang sudah kau perkosa selama ini."
**
__ADS_1