
Meskipun dalam hati dia tetap terluka akan perbuatan teman-temannya di masa lalu Qiang Jun tetap menghibur diri dengan pemikiran bahwa orang-orang itu hanya tak ingin manusia terancam akan kehadirannya.
Xin Fai memiliki pandangan berbeda, dia lebih memahami nasibnya sendiri dan lebih dulu mengambil satu keputusan. Lebih dulu mempersiapkan diri dari penyesalan dan bergerak seolah-olah takdir telah berada dalam genggaman tangannya.
Qiang Jun menarik napas dalam, berujar dalam hatinya. 'Sebesar apa penderitaan yang kau rasakan, sampai rasanya mudah sekali mengikhlaskan saat semua orang tidak berpihak lagi padamu?'
Bukannya tidak pernah merasakan apa yang dilalui Xin Fai selama ini, tatapan terganggu para penduduk saat Aliansi Pedang Suci memasuki gerbang desa dan beberapa gosip kecil yang mengatakan mereka hanyalah pembunuh haus darah yang melanggar etika dalam aliran putih sedangkan Aliansi Pedang Suci sendiri mati-matian bertarung demi orang yang menjelek-jelekkan mereka.
Di waktu itu Xin Fai hanya bisa tersenyum kecil, menganggap dirinya memang benar seperti apa yang orang-orang itu katakan. Sejak awal, dia telah mengorbankan segalanya demi menghancurkan Manusia Darah Iblis.
Raja Iblis menggerakkan tangannya menciptakan lebih banyak mahkluk-mahkluk mengerikan, meskipun harus mengorbankan lebih banyak kekuatannya dia cukup puas melihat kini Xin Fai dikerubungi sedemikian rupa hingga tak memiliki celah untuk melarikan diri.
"Setelah ini aku hanya perlu menonton apa yang akan terjadi selanjutnya." Raja Iblis menciptakan kursi singgasana untuknya duduk, dia memerhatikan seksama detik-detik pemuda itu akan berakhir.
Kini ujung tebing telah patah, membuat bebatuan besar itu hendak tumbang dan tenggelam dalam lava mendidih.
Raja Iblis menarik senyumnya semakin lebar. Tak sabar menanti kehancuran tersebut.
Xin Fai menyimpan Pedang Kaisar Langit di dalam sarungnya dan sepenuhnya memakai Pedang Manusia Iblis. Dia melemparkan tatapan dingin pada ribuan iblis di bawahnya dan turun dari atas tebing menuju lautan iblis yang tak terhitung jumlahnya.
__ADS_1
"Kesalahan terbesatmu hari ini iblis jelek adalah mengorbankan semua teman-temanmu sendiri!"
"Apa-apaan manusia itu?! Dia sudah gila?!" Salah satu iblis yang menggunakan pedang berukuran lebar dan sangat tipis memundurkan dirinya sejenak, tak bisa memikirkan apa yang berada di dalam kepala pemuda itu.
"Manusia itu ... dia menaklukkan rasa takut akan kematian, orang biasa takkan sanggup melakukan hal sekonyol itu! Dia pernah menghadapi hal yang jauh lebih mengerikan daripada kematian!"
"Itu hanya gayanya saja. Jangan tertekan hanya karena dia memiliki senjata yang lebih bagus dari kita! Rasanya aku ingin sekali merebut pedang itu darinya!"
Satu detik sebelum benar-benar mendarat di lautan iblis yang siap menyambutnya Xin Fai menggunakan tubuh roh membuatnya melayang di udara seperti tanpa beban. Dia mengayunkan Pedang Manusia Iblis dalam kecepatan penuh, membuat tiga iblis terluka dalam.
Raja Iblis menggelengkan kepalanya merasa pemuda itu melakukan perbuatan yang sia-sia. Setidaknya itu yang dia pikirkan sebelum menyadari temannya yang terkena sabetan panjang itu tak kunjung muncul kembali setelahnya.
"Kau–!?" geram Raja Iblis menunjuk-nunjuk pemuda itu.
"Seseorang pernah mengatakan padaku, saat berada di alam bawah sadar ini kekuatanku tidak akan dibatasi, begitu juga kekuatan yang bisa kuserap..." Xin Fai mengacungkan pedang ke arah Raja Iblis seolah menantangnya. "Jangan salahkan aku jika teman-teman iblismu ini kuserap satu per satu."
Pedang Manusia Iblis memiliki keistimewaan menyerap kekuatan lawannya meski hanya sepersekian detik, dengan kehebatan pusaka langit tanpa banding ini dalam sekali serang saja dia bisa menewaskan puluhan iblis di tangannya. Kini jurus Seratus Pedang Purnama digencarkan secara cepat, merenggut ratusan iblis dan siluman aneh yang diciptakan Raja mereka.
Xin Fai dapat merasakan kekuatan dalam tubuhnya semakin bertambah, dia menghancurkan semua iblis yang membentuk piramida di bawah kaki tebing. Menghancurkan dalam sekali libas seperti membunuh semut. Aksi pelenyapan secara gila-gilaan itu membuat Raja Iblis frustrasi berat, dia tidak memiliki bakat penghapusan untuk membantu teman-temannya melarikan diri dari Xin Fai.
__ADS_1
Tidak memiliki pilihan lain Raja Iblis turun langsung, dia melayang di udara sembari menciptakan sebuah ledakan yang tercipta di tangannya. Benar saja dalam hitungan detik sebuah ledakan berkekuatan cahaya muncul, menembus tubuh Xin Fai dengan kecepatan sangat tinggi.
Xin Fai membalikkan badannya memerhatikan ledakan cahaya itu menghantam dinding batu dengan sangat kuat, jika dia tidak segera menggunakan mode roh tadi bisa dipastikan tulang-tulangnya menjadi abu.
Perlahan-lahan jurus dari dimensi mulai mengincar Xin Fai di berbagai arah, tak membiarkan pemuda itu berhenti di satu titik lebih dari satu detik atau tidak akan mengalami luka fatal.
Selain itu semua serangan yang dikeluarkan Raja Iblis mengincar bagian tubuh belakangnya, mengincar permata di dalam sana. Pemuda itu berjalan di dinding secara cepat, menenteng pedangnya sembari menghancurkan batu besar yang dilemparkan ke arahnya.
Sayangnya salah satu batu besar bergerak di luar kendalinya, lantas tanpa bisa menghindari batu tersebut Xin Fai melindungi kepalanya dengan menyilangkan pedang.
Batu besar menghantam dinding dan menimbulkan retak yang begitu besar, dari bawah lava api hingga ke langit-langit mengalami kehancuran fatal. Tak terbayangkan bagaimana kondisi pemuda itu di bawah himpitan batu. Qiang Jun membuka matanya tak tega, sedangkan dirinya sendiri tidak bisa meninggalkan tempat atau jurus yang tengah dipersiapkannya harus diulang lagi dari awal.
Raja Iblis tertawa puas melihat tak ada pergerakan dari balik batu tersebut, dia terbang ke arah Xin Fai terhantam berniat mengambil permatanya.
Iblis itu terkejut bukan main saat batu yang berada di depannya terhempas kencang dan balik menyerangnya. Di balik sana terlihat Xin Fai muncul di antara kepingan batu, dengan penampilan yang sangat berbeda. Tanda bunga api di dahinya menyala terang, serta jubah keemasan yang terlihat di punggungnya. Tubuh pemuda itu bersinar terang mengeluarkan Raja Iblis membuka matanya lebar, dia tercengang cukup lama. Berkas cahaya keemasan melewati tubuhnya begitu saja, kekuatan besar melindungi tubuh Xin Fai dalam kecepatan tinggi. Membuatnya begitu menyilaukan di antara lautan iblis.
'Celaka... Anak itu terlalu berbahaya! Qiang Jun bahkan harus menempuh umur 30 tahun saat aku melihat wujud tersebut!' Raja Iblis hanya berani mengumpat dalam hati tak mau menunjukkan keresahannya.
Tak mau mengalah iblis tersebut mengeluarkan kekuatan yang lebih besar, kini dimensi tempat mereka bertarung kembali berubah menjadi padang pasir. Xin Fai memerhatikan sekitarnya sebentar, menebak pasti Raja Iblis akan menggunakan kekuatan berskala besar di tempat ini.
__ADS_1
***