Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 96 - Siluman Penguasa Air V


__ADS_3

Memang, dalam setiap pertarungannya dengan siluman maupun iblis Kaibo selalu merasa di atas angin. Pasukan roh dari desa Daan yang berada di bawah kendalinya selalu membuatnya menang baik secara jumlah maupun kekuatan. Hal itu juga yang membuatnya percaya diri ketika bertarung dengan musuh yang bahkan kekuatannya setingkat dewa seperti Siluman Penguasa Air.


Selama ribuan tahun tak ada yang bisa mengalahkan Kaibo yang memiliki keistimewaan unik sebagai roh. Serangan terkuat sekalipun takkan ampuh padanya, selagi dia bisa seenaknya mengubah tubuhnya dalam bentuk roh hingga tak bisa tersentuh. Serangan terkuat sekalipun tak mampu melukainya.


"Bagaimana kalau kukatakan aku memiliki kemenangan di tanganku?" Nada bicara sang siluman naga terdengar menantang, Kaibo tertawa sinis.


"Benarkah? Aku ingin melihatnya. Itupun jika kau memilikinya." Kaibo merasa kelemahannya tidak akan bisa diketahui kecuali oleh dirinya sendiri.


Lima naga bergerak serentak dengan kekuatan tak terbayangkan, kecepatannya melebihi kecepatan petir sekalipun. Kaibo tersentak mendapat serangan tiba-tiba tersebut, dia merubah tubuhnya ke wujud roh namun serangan berlangsung terus menerus tanpa membiarkan Kaibo menarik napas.


Karena mulai kewalahan dan tak bisa mempertahankan wujud rohnya lebih lama salah satu ekor naga berhasil menerjang tubuhnya.


Kaibo terpental sangat jauh, tubuh Xin Fai yang dipakainya memuntahkan darah ketika serangan tersebut ternyata berhasil melukainya.


"Tubuh manusia memang lemah hingga aku tidak bisa menggunakan kemampuan terbaikku... Dia masih sangat kecil namun berani sekali mencari masalah dengan Siluman Penguasa Air."


Kaibo mengutuk kesal karena sebelumnya cukup percaya diri bisa mengalahkan siluman tingkat dewa seperti itu. Siluman Penguasa Bumi memiliki kekuatan serta kecerdasan yang hebat. Sehingga sekarang semakin jelas bahwa dirinya takkan mungkin bisa menang dari siluman naga ini.


Kaibo mempertahankan keseimbangan agar bisa tetap melayang di udara.


Dalam pertarungan, kecepatan juga menentukan kemenangan. Dengan lima naga sekaligus mengepungnya, dia tak bisa dengan cepat mengubah wujud Xin Fai ke bentuk roh. Kecepatan mereka jauh lebih tinggi darinya.


Lima naga bergerak kembali mengepungnya, Kaibo merapatkan gigi sembari memegang gagang pedang. Ternyata Siluman itu lebih dulu tahu, bahwa wujud roh hanya bisa bertahan sampai sepuluh detik. Dengan terus mengepungnya dalam waktu lama bukan tidak mungkin Kaibo akan kalah hanya dengan lima naga ini.


Kaibo melesat dengan kecepatan tinggi, dia mengincar salah satu naga dan menebasnya.


Keterkejutan lagi-lagi nampak di wajah Kaibo saat naga air yang dipotongnya kembali ke wujud semula tanpa berbekas sedikitpun. Mata Kaibo melebar.

__ADS_1


"Sial! Aku dalam masalah besar!"


Kini Kaibo menyesal turut campur tangan, jika tahu kekuatan siluman tingkat dewa ini jauh lebih mengerikan dari yang pernah didengarnya, dia memilih tak keluar saja dari Kitab Tujuh Kunci tadi.


"Kau sudah merasa kalah? Hahahaha! Aku tidak akan memaafkanmu karena sudah meretakkan kulitku."


Kaibo menelan ludah kasar, dia merasa telah mencari masalah terlalu banyak dan tak memiliki kesempatan untuk memperbaikinya.


"Huh, kekuatan roh sepertiku tentu akan kalah melawan siluman tingkatan dewaa sepertimu. Aku hanya menggunakan trik licik, dan ternyata kau mengetahui kelemahanku. Dengan situasi seperti ini kau sudah pasti tahu, aku takkan mungkin menang darimu kan?" Kata Kaibo. Mendengar Kaibo mengakui kekalahannya Siluman Penguasa Air kembali sombong.


"Kalian para mahkluk rendahan takkan setara dengan kekuatanku."


"Ya... Ya... Jadi bagaimana? Apa kau akan melepaskanku?" tanya Kaibo langsung ke intinya, jika masalah ini bisa diselesaikan dengan berbicara, mungkin nyawa Xin Fai dan lainnya akan selamat.


"Menurutmu aku akan memaafkanmu?"


"Tentu saja harus."


"Apa alasanmu? Kuharap kau memberikan jawaban yang tidak mengecewakanku."


Kaibo melibas tangan di udara, membuat Pedang Roh seketika menghilang, karena pertarungan sudah berakhir maka dia menyuruh roh yang bersatu di pedang tersebut kembali ke tubuh Xin Fai.


Dengan memikirkan sebentar jawaban sembari mengelus dagunya, sesaat kemudian Kaibo berbicara.


"Tubuh yang kurasuki ini adalah tubuh Manusia Iblis. Kau pasti tahu sedikit tentang legenda ini," kata Kaibo. Siluman naga tak memberi respon menunggu kalimat yang akan keluar selanjutnya.


"Tubuh anak kecil ini sangat istimewa. Dia mewakili manusia, roh, iblis, dan juga siluman. Kau bisa merasakan semua energi murni ini terkumpul dalam dirinya, kan?"

__ADS_1


Perkataan Kaibo sama sekali tak disangkal oleh Siluman Penguasa Air, meskipun kata-kata Kaibo benar namun siluman naga belum sepenuhnya percaya padanya.


"Suatu saat dia akan menjadi manusia pertama yang menyatukan semua mahkluk di dunia ini, baik roh, atau siluman atau manusia. Dia memiliki kekuatan serta tekad untuk melakukannya, kau pastinya juga ingin hidup di dunia ini tanpa merasa harus menjauhkan diri dari dunia manusia, kan?"


Kaibo melanjutkan, "Sama halnya seperti kami, para roh. Kami seringkali dianggap membawa sial, maka dari itu manusia menyingkirkan kami. Begitupun dengan siluman sepertimu yang sampai membuat dunia sendiri antara kau dan para manusia, namun sayangnya dunia itu tak bertahan lama.."


Perkataan Kaibo mengundang tanda tanya besar di kepala sang siluman.


"Kau mengetahuinya? Dari mana?"


Kaibo menunjuk kepala Xin Fai. "Saat menyatu dengan tubuh Xin Fai aku memiliki semua informasi dalam otaknya, dari yang kutahu siluman naga sepertimu dulu pernah memiliki tuan seorang manusia bermarga Xin."


Ekspresi sang siluman mulai berubah saat menyadari ternyata Xin Fai mengetahui kisahnya, kisah ini sebenarnya masih umum namun yang anehnya Xin Fai mengetahui Siluman Penguasa Air memiliki hubungan erat dengan kisah itu.


"Baiklah, aku memaafkanmu jika kau pergi dari hadapanku dan biarkan anak ini saja yang berbicara. Aku ingin mendengarnya dari mulutnya langsung."


Kaibo memasang sikap waspada. "Jangan sampai kau melukai anak ini setelah aku tidak ada."


"Heh manusia bangka, cepat menyingkir kau dari depan mukaku. Sebelum aku berubah pikiran, kau masih ingatkan kulit indahku ini retak karena siapa?"


Kaibo rasa siluman seperti ini memang memiliki sikap arogan yang tinggi, kata-katanya cenderung menghina. Namun dia tetap menurut karena tak ingin mengundang marabahaya demi keselamatan Xin Fai.


Sesaat Kaibo telah meninggalkan tubuh Xin Fai, anak itu membuka mata dan tubuhnya terjatuh karena tak bisa melayang di udara. Namun dengan segera para roh menangkapnya dan membuat dia bisa melayang di udara.


"Ini--?! Apa yang terjadi? Kenapa aku terbang?!"


Xin Fai menoleh ke depan dan jantungnya terasa keluar dari mulutnya saat di depan matanya persis seekor naga yang amat besar memandanginya dengan tatapan dingin.

__ADS_1


"WARRRGHH!! MENJAUH KAU DARIKU!"


***


__ADS_2