Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 120 - Babak Utama II


__ADS_3

"Katakan Nona Ren Yuan yang terhormat, hamba meminta maaf telah mencari masalah denganmu." Zhuan Ang mempraktekkan sembari melipat kedua tangannya sombong.


"Nah, itu permintaan maaf ku sudah diwakili olehnya. Turnamen akan segera dimulai. Aku harus pergi."


Xin Fai berjalan santai melewati ketiga orang itu, dia dengan sengaja menyenggol bahu Gong Li sambil tersenyum miring.


Gong Li mengutuk keras-keras, dia tak bisa tenang mendapatkan perlakuan menjengkelkan seperti itu. Seumur-umur tak pernah ada orang yang memperlakukan Nona Ren dan dirinya seburuk ini.


Xin Fai menoleh sebentar sebelum melanjutkan jalannya. "Hm? Hanya disenggol saja kau sudah marah, sungguh menjijikkan." Dia membalikkan kata-kata Ren Yuan pada mereka lalu tergelak hingga menghilang dari keramaian.


Li Yong terpana melihat tingkah gila anak ini, dia terdiam bingung seperti patung. Wajahnya memucat seperti mayat saat menyadari Ho Shing sudah berdiri di hadapan mereka. "Apa ada masalah?"


Langsung saja Li Yong panik, dia mencoba memikirkan alasan untuk membela diri namun Ren Yuan lebih dulu membantah.


"Tidak ada, Guru. Kami hanya sekedar berbincang-bincang."


Meskipun terkejut Ren Yuan tak mempermasalahkan sifat Xin Fai tadi, Li Yong tetap saja dapat merasakan kekesalan dari tatapan gadis itu.


"Syukurlah. Pendeta Li, senang berjumpa denganmu lagi. Dan kalian juga murid-murid dari Kuil Teratai," Ho Shing menatap Shen Xuemei dan juga Huang Kun ramah.


Mereka bertiga membalas canggung, orang yang mencari masalah dengan Ren Yuan tadi sudah melarikan diri dan tak nampak lagi. Li Yong hanya bisa sabar melihat tingkah Xin Fai, dia berniat menghukum anak itu setelah sampai di kediaman nanti.


Agak lama berbasa-basi akhirnya Li Yong bisa melepaskan diri dari Ho Shing, pria itu langsung pergi mengantarkan muridnya untuk mempersiapkan diri di babak utama turnamen.


"Xin Fai itu... Aneh sekali dia. Mencari-cari masalah dengan para bangsawan." Huang Kun menggerutu kesal saat matanya menyapu seluruh penjuru dan tak menemukan orang yang dia bicarakan.


Shen Xuemei mendengus kecil, sedangkan Li Yong berhenti berjalan saat menemukan sesuatu.


"Itu Xin Fai? Sedang apa dia?"


Mereka menghampiri Xin Fai yang sedang berjalan menuju suatu tempat, saat Li Yong menepuk bahunya dia menoleh sebentar.

__ADS_1


Xin Fai menatap ke depan lagi namun orang yang diikutinya sedari tadi telah menghilang dari kerumunan.


"Apa yang kau cari, Faifai?" Huang Kun ikut mengarahkan pandangan ke arah pandangan Xin Fai namun tak menemukan satupun kejanggalan di sana.


Xin Fai menarik napas jengkel karena sasarannya berhasil melarikan diri, dia kesal pada Li Yong namun tidak berani mengatakannya.


"Tidak ada, aku hanya berjalan-jalan sebentar."


Setelah mengatakan itu Li Yong mengatakan mereka harus fokus pada turnamen hari ini, Xin Fai memerhatikan sekeliling dan berusaha untuk berpikir optimis. Penjaga keamanan yang dikerahkan Lembah Kabut Putih sangat banyak, di antara mereka bahkan beberapa sudah memasuki tahap pendekar besar.


Melihat keamanan yang ketat dan hadirnya banyak jagoan aliran putih-netral dalam turnamen ini membuat Xin Fai sedikit lega, lagipula para Pilar Kekaisaran seperti Yong Tao, Yang Guifei dan tiga lainnya ikut berhadir ditambah lagi banyaknya Tetua sekte yang berdatangan, kekuatan para pendekar aliran putih-netral di Lembah Kabut Putih sangatlah besar.


Dan jika dilihat-lihat lagi keadaan seharusnya berjalan dengan aman dan lancar. Namun firasat Xin Fai tak kunjung membaik dari semalam, dia hanya bisa berharap tidak akan terjadi sesuatu yang buruk selama berjalannya turnamen ini.


Yang Guifei kini maju di hadapan para penonton, dia berbicara lantang hingga dapat terdengar oleh semua orang di stadium.


"Selamat datang di Turnamen Pendekar Muda! Di hari ini kita akan menyaksikan babak utama yang telah diisi oleh pendekar-pendekar muda terpilih dari seluruh Kekaisaran Shang. Semua peserta yang memasuki babak ini bisa dipastikan memiliki potensi yang tinggi untuk saling merebut kursi Pilar Kekaisaran, mari berikan apresiasi dan dukungan pada mereka semua!"


Antusiasme penonton menyaksikan calon Pilar Kekaisaran sangat besar. Bunyi gemaan gong juga terompet menyemarakkan suasana Turnamen Pendekar Muda periode ini.


Beberapa waktu dihabiskan dengan kata sambutan dari Qin Gaozu, setelahnya Yang Guifei kembali naik ke atas arena dan menyatakan babak utama dengan resmi dimulai.


Yang Guifei memberi jeda sejenak sampai penonton mulai tenang, selanjutnya dia memanggil nomor peserta yang akan tampil.


Ren Yuan maju bersamaan dengan seorang pemuda bernama Huang Kun, pemuda itu nampak tak habis pikir hari ini dia harus berhadapan dengan seorang gadis yang merupakan keluarga bangsawan.


Tentu saja Huang Kun yang sering sekali mengandalkan fisik dalam bertarung harus bisa menahan diri agar tak melukai Ren Yuan mengingat gadis itu adalah seorang dari keluarga bangsawan terhormat.


Kebimbangan Huang Kun membuat Yang Guifei angkat bicara.


"Dalam pertandingan ini tidak ada pengecualian pada lawan yang berasal dari keluarga bangsawan. Lawan bebas menyerang dan tentu saja harus tahu batasan. Ingat, ini adalah pertandingan persahabatan. Bertarunglah seadil mungkin."

__ADS_1


Selesai memberi arahan akhirnya pertandingan keduanya dimulai, Huang Kun menarik pedangnya ragu-ragu. Dia tidak memiliki keyakinan seperti di babak penyisihan kemarin membuat setiap gerakan yang dia lakukan menjadi lebih kaku bahkan cenderung tertahan-tahan.


Padahal Huang Kun termasuk peserta yang paling ditunggu pertarungannya oleh penonton, namun di hadapan Ren Yuan dia menjadi mati kutu karena terus fokus berhati-hati demi tak melukai gadis itu.


Xin Fai menepuk jidat di tempatnya, dia tertawa masam dan matanya pun malas memandangi Huang Kun.


"Jangan bilang dia tidak berani melukai gadis itu karena menyukainya," ocehan Xin Fai dapat didengar oleh Shen Xuemei. Pemuda itu mengernyit sebentar kemudian menolehkan muka ke arena pertandingan.


"Merepotkan saja. Mau dinasehati pun dia takkan mau mendengarkan."


"Hem. Begitulah, Senior Huang bodoh sekali."


Huang Kun menepis serangan Ren Yuan namun beberapa berhasil mengenainya, sedangkan dirinya sendiri sama sekali tak melakukan perlawanan untuk membalas Ren Yuan.


Tempo serangan yang digencarkan semakin cepat hingga akhirnya Huang Kun kelabakan menangani itu semua.


Dengan mudahnya pedang di tangan Huang Kun terlempar saat dia berusaha menangkis serangan, Ren Yuan bukan seorang yang amatir dalam memainkan senjata. Sejak kecil dirinya telah berlatih pedang, hal itulah yang membuatnya terkenal jenius dan selalu dibanggakan oleh para keluarga bangsawan.


Ren Yuan menyingkirkan rambutnya ke belakang disertai dengan gaya angkuh khasnya.


"Huh! Lawan yang begitu lemah!"


"Maafkan aku..." Huang Kun tergagap, dia memandangi paras Ren Yuan yang sangat cantik. Tanpa disadarinya kedua sahabat Ren Yuan menyipitkan mata pada Huang Kun. Mereka merasa terusik dengan tatapan Huang Kun pada Ren Yuan.


"Kalau begitu kenapa kau tidak menyerah saja?"


"Aku tidak mau menyerah, setidaknya kalau ingin mengalahkanku kau harus menggunakan seluruh kemampuanmu."


Ren Yuan mencebik kesal. "Menggunakan seluruh kemampuanku untuk melawan rakyat jelata sepertimu? Jangan mimpi!"


Usai mengatakannya Huang Kun bergerak cepat menyerbu Ren Yuan, dia terus menerus menguras tenaga gadis itu dan berniat menang tanpa melukainya. Namun sepertinya hal itu sangat sukar untuk dilakukan mengingat Ren Yuan adalah lawan yang tangguh.

__ADS_1


***


__ADS_2