
'Seharusnya jika Senior Qiang Jun mendapatkan luka ketika bertarung, iblis ini tentu juga bisa terluka sepertinya.' batin Xin Fai menajamkan penglihatan dan menemukan di tubuh besar sang iblis terdapat banyak permata aneh, dia meyakini permata itu adalah permata iblis.
Xin Fai mundur beberapa langkah membaca situasi.
"Apakah Iblis sepertinya juga membutuhkan batu permata?"
"Ya, benar sekali. Untuk menjaga jiwanya tetap ada, permata iblis memiliki kekuatan untuk melakukannya," jawab Qiang Jun.
"Kurasa dengan menghancurkan satu per satu permata itu kita bisa melemahkan kekuatannya." Pendapat Xin Fai segera diangguki oleh Qiang Jun, pemuda itu memujinya. "Kau sangat pintar dalam membaca situasi... Ah, aku bahkan tidak kepikiran kau akan menggunakanku untuk mengalahkan iblis ini." Qiang Jun tertawa lebar saat melihat wajah bersalah penerusnya, Xin Fai merasa kurang sopan telah memanfaatkan legenda sepertinya untuk membantu.
"Maafkan aku Senior, menurutku yang bisa menghentikan iblis ini hanya Senior..."
"Kau juga bisa melakukannya, percayalah."
"Aku sungguh tak bisa Senior." Xin Fai tak setuju, di depan mereka sang monster iblis mulai menampakkan wajah geram.
"Berhenti mengoceh di sana, setelah reuni itu kupastikan kalian berdua akan segera mati!"
Qiang Jun menanggapi kepercayaan diri monster Iblis dengan senyum remeh. "Seharusnya aku yang mengatakannya. Xin Fai, maju dan serang dia!"
Melihat Qiang Jun yang begitu mempercayainya membuat Xin Fai mau tak mau maju, dia kembali mengaliri pedang Kaisar Langit dengan seluruh tenaga dalamnya. Semakin lama menggunakan kekuatan penuh seperti ini, kekuatan Xin Fai semakin membesar. Jumlah tenaga dalam yang dapat ditampungnya jauh lebih banyak dari yang sebelumnya.
"Apa kekuatanku yang sekarang ini akan bertahan saat aku terbangun nanti?" Gumam Xin Fai pelan.
Qiang Jun tertawa kecil. "Tentu saja tidak, tapi aku akan sedikit memberi hadiah padamu jika berhasil mengalahkan iblis ini," tawar Qiang Jun membuat semangat dalam diri Xin Fai membara.
Mendengar kata hadiah membuat jiwanya sangat bergetar.
"Tentu saja Senior!"
"Jangan besar kepala dulu, bocah!" tanggap Sang Iblis kesal, sejurus kemudian batu besar jatuh mengincar kepala mereka.
Xin Fai saat ini memusatkan seluruh tenaga dalam pada pedangnya, cahaya emas berbentuk pisau angin memutari dirinya dengan kecepatan tinggi. Dia mendekati iblis menggunakan Langkah Cahaya tanpa ragu-ragu.
Pedang tersebut bersinar sesaat, saat seluruh kekuatannya telah terkumpul dan hendak menyerang iblis, sebuah jurus berbahaya kembali muncul.
__ADS_1
"Kitab Dewa Iblis - Tarian Sembilan Siluman!"
Xin Fai mundur sangat jauh, dia menatapi 9 siluman yang tiga kali lipat lebih kuat dibanding siluman sebelumnya muncul dari ruang hampa.
"Ini..."
Sang iblis kembali merasa di atas awan, dia tertawa lantang. "Aku izinkan kau bermain dengan sembilan siluman kesukaanku ini."
Kesembilan siluman bermata merah tersebut memiliki satu permata iblis di kepala yang mengendalikan mereka, hawa pembunuh yang dilepaskan juga tidak main-main, dirinya bahkan hampir merosot jatuh karena hawa para siluman itu menyergapnya bersamaan.
Xin Fai tak punya pilihan lain, dia hendak turun tangan membunuh sembilan siluman itu.
Namun mendadak Qiang Jun menahannya dengan wajah yang lebih serius. "Pertarungan sesungguhnya baru dimulai, kau taklukan iblis itu seperti kataku tadi. Dan aku akan mengurus sembilan siluman ini."
"Tapi senior–"
Tubuh Manusia Iblis sempurna Qiang Jun mengeluarkan aura emas dan merah bersamaan, kekuatan yang sangatlah hebat ini bahkan tak pernah ada lagi di muka bumi membuat mulut Xin Fai terbuka lebar.
Dari sorot matanya, Qiang Jun mulai menunjukkan keseriusannya dalam bertarung.
Beberapa saat kemudian kesembilan siluman bertarung imbang dengan seorang Kaisar Langit. Kekuatan yang sama sekali tak sanggup Xin Fai bayangkan seumur hidupnya.
"Dengan senang hati, iblis jelek."
Mendengarnya sang iblis kembali dibuat emosi.
Pusaran cahaya emas bertambah kuat, laju kecepatannya bertambah dua kali lipat dari yang sebelumnya. Xin Fai mengalirkan seluruh tenaga dalam ke tubuh seraya berlari menenteng pedang.
Sang monster iblis sudah bersiap mengangkat tangannya.
"Kitab Dewa Iblis - Api Neraka Iblis."
Sambaran api hitam mengepung Xin Fai, dia menangkis api tersebut dengan Pedang Kaisar Langit. Dan yang selanjutnya terjadi membuat Xin Fai melebarkan matanya.
Api Neraka Iblis seperti terserap ke dalam pedang, lalu terasa energi aneh mengalir ke dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Pedang ini-?! Dia menghisap jurus dari Iblis itu dan mengalirkannya padaku??"
Ukiran dalam pedang bersinar terang, pedang yang berada di tangan Xin Fai sangat berbeda, Qiang Jun yang mendengar keterkejutan Xin Fai hanya bisa tersenyum.
Sang Iblis mulai panik saat Xin Fai menyadari kesaktian pedang tersebut, dia mengutuk dalam hati. Selain tak bisa melukai Xin Fai, dia juga tak bisa fokus dengan pertarungannya di luar. Jika sebelumnya dia merasa di atas awan, kali ini dirinya merasa berada di kerak bumi paling bawah.
"Sial!" Kesal iblis tersebut, dia mengeluarkan lagi sebuah jurus aneh.
"Kitab Dewa Iblis - Penjara Bawah Tanah!"
Sebuah besi besar dengan susunan berderet muncul di sekitar tubuh Xin Fai dan menguncinya. Xin Fai menendang besi tersebut kesal.
"Pengecut! Jangan mengunciku seperti ini!"
Sang iblis tertawa licik, ketika berhasil mengunci Xin Fai di penjara dengan ukuran besar tersebut tangannya kembali bergerak menciptakan sesuatu.
"Menurutmu, bagaimana rasanya kalau kau menghadapi dirimu sendiri?"
Ekspresi Xin Fai menjadi sangat buruk, dan benar saja tak lama setelahnya dari ruang hampa tercipta seorang anak kecil dengan dua pedang di punggungnya. Orang tersebut tak lain adalah bayangan Xin Fai sendiri, namun kulitnya hitam dengan mata merah semerah darah.
Kembaran Xin Fai mengangkat kepalanya dengan bola mata penuh dendam. "Aku akan membunuhmu," ujarnya kesal.
Seketika Xin Fai teringat masa lalunya, kata-kata itu keluar begitu saja ketika dia marah atas kematian Xin Xia dan bersumpah akan membunuh siapapun yang membunuh keluarganya.
Xin Fai mundur sejenak mengamati orang tersebut, walaupun penampilannya sama dengannya namun bentuknya sangat tak wajar. Di kulit hitamnya terdapat berbagai ukiran kuno semacam segel yang bersinar indah, dan di dadanya juga terdapat semacam tato berbentuk iblis sempurna. Berbeda dengan di dada Xin Fai yang masih berbentuk abstrak.
Musuh Xin Fai menarik kedua pedangnya, lalu menyilangkan keduanya di depan. "Bunuh. Bunuh. Bunuh. Aku akan membunuhmu."
Secepat kilat musuhnya berlari ke arahnya, baru berkedip sedetik dia telah berada di depan Xin Fai bersiap menebas.
Xin Fai menahan laju serangan dengan refleks. Dengan dua pedang yang biasa Xin Fai pakai di dunia nyata, musuhnya mengayunkan pedang bersamaan.
"Kekuatannya ini jauh lebih besar dibandingkan aku!" Batin Xin Fai cukup terkejut, dengan kecepatan berpindahnya tadi Xin Fai yakin mahkluk ini telah menguasai Langkah Kilat dengan sempurna.
Bunyi pedang beradu terdengar nyaring menggema, sang iblis tertawa puas menonton pertarungan itu. Dia tahu, musuh paling berbahaya bagi Xin Fai adalah dirinya sendiri.
__ADS_1
Satu demi satu serangan mengenai Xin Fai walaupun telah menghindar secepat yang dia bisa. Kecepatan serangan musuhnya jauh lebih mengerikan, langkahnya hampir sama dengan kecepatan berlari Lang.
***