Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 281 - Menuju Jantung Iblis


__ADS_3

"Xia'er!"


Xin Xia bergeming di tempat melihat petinggi di belakangnya meninggal dalam satu kali tusukan. Dia beralih ke arah Liu Fengying takut dan mendapatkan tatapan mematikan.


"Kau akan tau apa akibatnya jika melanggar perintahku." Liu Fengying bergumam kecil namun jelas dapat didengar gadis itu.


"Xin Xia!" Sementara Xin Fai masih terus memanggilnya, membuat gadis itu bingung harus menuruti yang mana. Dia menutup telinga lalu menjerit, dia berjalan pelan setelahnya. Menuju Liu Fengying, bukan ke arah Xin Fai yang sedari tadi menunggunya.


Saat Xin Xia melewatinya, dia dapat mendengar adiknya itu berucap gemetar. "Ini semua demi kebaikan kita semua, Paman itu bilang dia bisa menetralisir kekuatan Ratu Iblis di dalam tubuhku agar tidak melukai orang-orang."


Xin Fai membalikkan badannya secara cepat hendak memberitahu kalau apa yang dipikirkannya itu salah. Justru Liu Fengying lah yang telah menanamkan jiwa itu di tubuhnya dan dia akan menggunakan kekuatan itu untuk menguasai dunia persilatan.


Tapi terlanjur sudah, Xin Xia telah berada di belakang Liu Fengying dengan menunduk patuh. Dalam satu kedipan mata mereka menghilang dengan cepat, tak meninggalkan apa-apa kecuali Xin Fai yang hanya bisa berdiri kecewa.


"Aku membiarkannya lolos lagi..." Napasnya mulai tak beraturan, tak disangka justru di waktu itu pula Lang menampakkan diri. Sebelumnya dia sadar keluar saat Xin Fai tengah bertarung tadi hanya akan mengganggunya apalagi masalah mereka cukup rumit.


"Adikmu itu... Sebentar lagi dia akan mengamuk, sepertinya. Kau harus menghancurkan segera pusat kendali mereka."


"Jantung iblis. Aku akan menemukannya sekarang." Lang mengangguk, dia menunduk menyuruh Xin Fai naik.


Xin Fai mengeluarkan peta yang diberikan Shen Xuemei sebelum pergi ke markas utama ini, menurut jalur yang harus ditempuh mereka akan melewati bendungan besar yang berhadapan langsung dengan bangunan-bangunan tempat para Manusia Darah Iblis senior tinggal.


Xin Fai bersiap mengeluarkan pedangnya, kini hanya dia dan Lang yang lebih dulu memasuki bagian dalam markas utama mereka.


"Lang, bunuh siapapun yang kau temui. Jangan mengampuni nyawanya kalau bisa."

__ADS_1


Lang mengangguk pelan, dia tahu benar Xin Fai memang sudah sangat menanti hari ini. Hari di mana dia bisa membalaskan kematian kedua orang tuanya.


Dan semua kedamaian Desa Peiyu tempatnya tinggal dulu. Serta kesengsaraan yang dilihatnya langsung selama ini akibat perbuatan Manusia Darah Iblis ini.


Para musuh yang berjaga di sekitar bangunan mulai memanggil sesamanya, mereka tak menyangka gerbang besi di depan sana berhasil diterobos. Tidak ada peringatan yang dikeluarkan pimpinan mereka sejak tadi.


Tak menunggu lawannya mengumpulkan pasukan Xin Fai segera memberantas habis nyawa mereka, dengan menggunakan dua pedang pusaka langit tak membutuhkan waktu lama untuk menghabisi ratusan nyawa di tangannya.


Potong-potongan tubuh bergelimpangan di markas megah mereka, telah terbanjiri oleh darah merah pembantaian. Xin Fai menenteng kedua pedangnya hingga menyeret kerikil batu membuat sisa lawannya mulai gentar.


Belum sempat memohon ampunan pada Xin Fai, kepala musuhnya telah terpotong sekejap mata. Tubuh pria itu ambruk di tanah. Teman-temannya memerhatikan sangat ketakutan lalu menyatukan dua telapak tangannya memelas.


"Tuan, aku tahu aku berdosa tapi tolong berikan aku kesempatan untuk berubah."


"Tidak perlu berubah, tetap seperti ini saja agar aku memiliki alasan untuk membunuhmu."


Xin Fai menarik anak panah ke arah salah seorang yang tengah melarikan diri, dengan sedikit kekuatan iblis anak panah meluncur deras dan menembus kepala pendekar itu hingga terpecah berhamburan.


Para pendekar lainnya mengalami nasib yang sama, dengan anak panah saja pemuda itu sudah sangat berbahaya. Apalagi dengan dua pedang milik Qiang Jun. Sambil menerobos masuk semakin dalam dia juga sekaligus membunuh para Manusia Darah Iblis yang menghalanginya.


Lagi-lagi kini orang-orang merepotkan datang menghadang jalannya. Tiga pendekar yang telah mencapai batas pendekar agung menyerang dari berbagai sisi setelah tahu ada satu penyusup yang berhasil masuk.


Dengan mengkombinasikan serang ketiganya menyerang di berbagai titik, menyerang pemuda itu dengan segala upaya. Tentu saja mereka sudah tahu betul siapa yang tengah dihadapi ini. Nama Xin Fai mulai terkenal sejak dirinya menjadi pimpinan Aliansi Pedang Suci.


Dalam kelompok aliansi sudah lebih dari ribuan nyawa diambilnya, tak tanggung-tanggung kini dia mengincar markas utama yang menampung lebih dari delapan puluh persen anggota tergabung.

__ADS_1


"Kita harus menghentikannya kalau tidak ingin kelompok ini hancur!" Salah satunya yang berjubah putih menyeru pada temannya, dia mengeluarkan tiga buah cakram dan memainkannya dengan kecepatan tinggi.


Adapula pendekar yang berhasil menyatukan tubuhnya dengan kekuatan siluman, dia memiliki ekor rubah layaknya binatang. Dan dari bola matanya yang bergerak liar tampaknya pria itu sangat berbahaya.


Dan satunya lagi kekuatannya tampak jauh lebih lemah, dia menggunakan pedang di tangannya.


"Serang dia!" Si pemilik cakram api melepaskan senjatanya dengan kecepatan tinggi, Lang menepis kedua cakram menggunakan cakarnya yang tajam. Satunya lagi berhasil dipotong Xin Fai menggunakan Pedang Kaisar Langit dengan begitu mudahnya.


Korban pertama yang Xin Fai cari adalah lawannya yang setengah rubah itu, dia melancarkan serangan tapak dalam satu kali hentakan. Dengan menggunakan wujud roh pemuda itu menghilang begitu saja membuat lawannya kebingungan.


Secara mendadak dia sudah bersiap melepaskan tendangan mematikan ke kepala pria itu, sesaat terasa kekuatan asing yang sangat mengerikan. Bahkan membuat lutut teman-teman pria itu bergetar hebat.


Tendangan mengenai telak di dahi pria setengah rubah membuat kepalanya terbanting ke tanah sangat keras. Dengan kekuatan naga yang sangat besar mudah saja membuat tengkorak lawannya remuk seketika. Kini di tanah isi kepala pria setengah rubah berhamburan. Membuat siapapun mual melihatnya.


"Benar yang orang-orang katakan tentangmu, kau adalah iblis tak berhati. Jauh lebih kejam dari kami." Si pengguna pedang bersiap bertarung, dia sudah lebih tahu Xin Fai tidak akan mengampuni nyawanya.


"Pendekar Pedang Iblis... Nama itu kurasa memang cocok untuk pembunuh haus darah sepertimu." rekannya menambahkan, dia mengeluarkan cakram lebih banyak lagi.


"Kejam katamu? Kalian menggunakan manusia dalam latihan panah sebagai sasaran, membantai satu desa hingga tak bersisa. Membuat wabah di mana-mana dan juga mengambil persediaan makanan orang lain. Kalian membunuh terlalu banyak, seharusnya sadar suatu saat nanti akan ada yang datang untuk menghancurkan kalian semua."


"Dan orang itu adalah dirimu." Si pengguna pedang berbicara pelan. Dia tersenyum sembari memejamkan matanya bersiap mengadu nyawa hari ini.


Menghadapi Xin Fai yang dikatakan telah mengimbangi kekuatan pendekar tanpa batas menjadi tugas yang takkan mungkin bisa diselesaikannya.


Ketika membuka matanya pria itu terkejut bukan main melihat rekannya telah terpotong oleh pedang Xin Fai. "Kau mau hidup? Kesempatan ini jarang sekali kuberikan. Mau atau tidak? Kuberikan waktu tiga detik."

__ADS_1


"Y-ya! Aku mau!" Tak berpikir panjang dia segera menyerbu.


"Antarkan aku ke jantung iblis."


__ADS_2