Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 81 - Desa Pembantaian


__ADS_3

Jalanan becek akibat hujan deras semalam, hari masih pagi namun rombongan Li Yong bergegas pergi meninggalkan penginapan.


Huang Kun menatapi Xin Fai yang dari tadi seperti tak mau berbicara dengannya, wajahnya terlihat sedih.


"Fai'er, aku takkan membencimu hanya karena kau membunuh Manusia Darah Iblis."


Xin Fai balik menatapi Huang Kun yang larinya lebih lamban, dia tak menyangka seniornya tahu apa yang ada di pikirannya.


"Senior, aku..."


Karena suasana mulai tak enak Li Yong berniat menengahi, dia tak menyalahkan Xin Fai karena anak itu sama sekali tak bersalah. Namun melihat anak di bawah umur sepertinya membunuh lima orang dewasa tentu saja membuat Xin Fai memiliki kesan buruk di mata orang-orang.


"Suatu saat nanti, kalian berdua juga akan melakukan hal yang sama seperti yang Fai'er lakukan semalam..." Li Yong berujar tenang. "Baik untuk melindungi orang yang kalian sayang, ataupun untuk menegakkan keadilan. Maka dari itu kalian dilatih agar memiliki kekuatan untuk bisa melindungi semua orang."


Sedikit perkataan Li Yong membuat rasa canggung di sekitar mereka mulai menghilang, Huang Kun tersenyum ramah seperti biasa pada juniornya.


"Kau dengar itu? Ah, sebenarnya tadi malam aku mau turun tangan juga. Tapi karena melihat mereka tak sebanding denganku, maka kupikir kekuatanmu sudah cukup untuk menghentikan mereka!" Perkataan penuh percaya diri itu mengundang gelak tawa.


Mereka semua tertawa riang terkecuali Shen Xuemei yang sedari tak peduli keadaan sekitarnya, dia lebih fokus menatap ke depan.


Melihat ekspresi Shen Xuemei berubah, Li Yong mencoba mencari keanehan di sekitarnya dan benar saja hidungnya dapat mencium sesuatu yang sangat amis.


Xin Fai sudah mengetahuinya, dia bahkan bisa mendengar bunyi pedang yang beradu dalam jarak empat ratus meter ke depan. Li Yong mempercepat langkahnya membuat Huang Kun kembali kewalahan mengimbangi.


Sedangkan Xin Fai tak peduli lagi dengan sekitarnya, dia memilih berlari lebih cepat dari Li Yong dan melihat keadaan di sebuah desa kecil tersebut.


Asap mengepul di atas langit, terdengar banyak suara jeritan di depannya serta bau darah segar. Xin Fai menebas ranting dan daun yang menghalangi jalannya, ketika menemui jalan yang berhadapan langsung dengan desa tersebut dia dihadapkan dengan dua orang Manusia Darah Iblis yang memiliki kekuatan setara dengan pendekar agung tahap 1.


Pedang Manusia Darah Iblis yang mereka miliki juga jauh lebih istimewa. Terdapat empat permata yang tersebar di setiap titik, serta garis lekukan kemerahan yang membuatnya terkesan beringas.

__ADS_1


Salah satunya bertolak pinggang. "Ch, lihatlah kita kedatangan satu bocah. Dia sungguh tak takut mati." Pria itu meludah seolah mengolok-olok Xin Fai.


Xin Fai mencuri-curi pandangan ke belakang dan melihat puluhan penduduk dikumpulkan pada satu tempat. Mereka terlihat memohon ampun pada anggota Manusia Darah Iblis yang mengambil nyawa mereka satu per satu.


"Kalian-!?"


"Hei bocah, aku akan mengampuni nyawamu jika kau pergi sekarang."


Gigi Xin Fai bergemerutuk keras, tangannya terkepal sangat erat. "Kalian benar-benar manusia keji! Memang apa gunanya kalian membunuh orang-orang tak bersalah seperti mereka?!"


Dua pria itu tertawa hebat bahkan sampai mengeluarkan air mata.


"Kau takkan mengerti, bocah. Dunia ini begitu keras. Biar sedikit kuberi tahu padamu," lontar pria itu. "Untuk bisa menjadi orang yang ditakuti di kelompok kami, kami hanya perlu membunuh sebanyak mungkin. Dan Tuan kami akan memberikan kami kekuatan lagi dan lagi! Itulah yang kami inginkan, hahaha!!"


Dua pria itu tertawa.


Dua pria itu tak menjawab, Xin Fai rasa mengorek informasi dari dua pria ini sangat sia-sia. Dia memilih mempercepat langkah, dan menyelamatkan penduduk di dalam desa yang mungkin bisa selamat.


"Lang!"


"Groooaah!"


Cahaya keemasan muncul dalam seketika, dua pendekar agung itu pun dibuat kaget melihat bocah seperti Xin Fai memiliki siluman serigala yang terkenal buas itu.


"Serigala Berbulu Emas?! Dia bukan bocah biasa!"


"Apakah dia dari Kekaisaran?!" Salah satunya menebak panik.


"Lang, kau tangani yang di sini biar aku yang urus di dalam!"

__ADS_1


"Mudah saja." Lang menggaruk telinganya dengan kaki, seperti mendapat mainan baru serigala itu memasang wajah senangnya.


Meskipun memiliki tingkat pendekar agung namun keduanya merasa kecil jika dihadapkan dengan Lang. Lang tak memberi ruang untuk mereka mengejar Xin Fai maupun melarikan diri. Serigala tersebut berbicara singkat.


"Sudah lama aku tidak bermain-main."


Dengan Langkah Kilat tak membutuhkan waktu lama untuk tiba di tengah desa, pasukan Manusia Darah Iblis di sini memiliki kekuatan yang lebih lemah. Rata-rata hanya setingkat pendekar menengah tahap 3 dan ada juga yang hampir memasuki pendekar besar namun bagi Xin Fai mereka sama sekali bukan ancaman.


Sebelumnya saja Xin Fai sudah membunuh hampir tiga puluh nyawa pasukan Manusia Darah Iblis yang setingkat pendekar besar. Walaupun saat itu dia memanfaatkan racun Kelabang Lima Mata untuk melemahkan mereka.


Ada sekitar dua puluh pria dewasa yang masing-masing memegang senjata, karena tingkat mereka masih rendah maka senjata mereka masih umum digunakan orang-orang.


Tak ada yang menyadari keberadaannya bahkan sampai Xin Fai berhenti tepat di dekat pria yang berdiri paling ujung.


"Hai," sapa Xin Fai dengan senyum terbaiknya. Pria itu baru saja menyadari kehadirannya, belum sempat sepenuhnya menoleh tiba-tiba kepalanya sudah jatuh menggelinding di tanah.


Para wanita menjerit ketika melihatnya, meskipun Xin Fai sudah tentu berada di pihak mereka namun pemandangan seorang anak kecil membunuh seperti itu bukanlah hal yang wajar.


Saat membunuh orang Xin Fai merasa ada yang terenggut darinya, terkadang dengan sendirinya tubuhnya mengeluarkan aura pembunuh dari permata siluman tikus.


Manusia Darah Iblis yang lain mulai memasang sikap siaga, mereka mengangkat senjata masing-masing meskipun belum paham betul keadaannya. Kehadiran Xin Fai yang begitu tiba-tiba dan kematian salah satu teman mereka membuat suasana seketika gaduh.


Seorang pria menoleh ke belakang saat mendengar derap kaki yang sangat kencang, dia bisa melihat sebentar seseorang tengah melompat ke arahnya.


"Aku akan membunuh kalian semua!"


Leher pria itu memuncratkan darah, semua terjadi begitu cepat bahkan tak ada yang bisa mengikuti pergerakan Xin Fai dengan mata telanjang.


***

__ADS_1


__ADS_2