Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 191 - Pengemis Tua


__ADS_3

Satu per satu pendekar telah pergi meninggalkan tempatnya, kini Xin Fai menunggu barang satu sampai dua menit hingga tidak ada lagi yang bergerak dari barisannya. Dia mulai angkat bicara.


"Baiklah, yang tetap berdiri di sini kuanggap telah menitipkan nyawanya padaku. Kalian adalah pemberani, jangan pernah mengeluh walaupun ujung pedang menancap di jantung kalian!"


Tidak habis pikir para pendekar ini melihat pimpinan baru mereka, pemuda itu layaknya seorang pendekar yang telah mengarungi samudera darah selama puluhan tahun. Tatapannya seolah telah melihat ribuan kematian dan tidak ada sedikitpun keraguan terlihat di sana.


"Selain itu, aku akan menerapkan satu peraturan baru dalam kelompok. Kita akan menggunakan sistem yang digunakan Manusia Darah Iblis."


Zhu Yue mengernyit heran mendengar perkataan tersebut namun dia terlalu penasaran dan memilih diam untuk mendengarkan lebih dulu.


"Untuk menekan jumlah Manusia Darah Iblis ini, aku ingin satu dari kalian bisa membunuh setidaknya lima puluh orang dalam satu markas. Siapapun yang bisa mendapatkan bunuhan sebanyak itu akan kuberikan lima ratus keping emas secara cuma-cuma, semakin banyak kalian membunuh aku akan membayar lebih."


Zhu Yue menahan omongannya. "Tapi Ketua, dari mana kita akan mendapatkan dana sebanyak itu?" Pria itu memandangi para pendekar yang menjadi sangat semangat. Mereka merasa beruntung karena tidak segera angkat kaki dari tempat ini.


"Aku memiliki banyak, lagipula saat kita mendatangi markas mereka kita akan mendapatkan banyak harta. Jangan mengatakan ini dulu pada mereka, supaya mereka terbiasa dengan sistem ini dan selalu berusaha mengejar emas-emas itu..."


Zhu Yue menjadi sedikit takut dengan sistem ini, dia menoleh ke arah pendekar di hadapannya yang sebentar lagi akan menjadi iblis haus darah. "Bukannya jika seperti ini kita tidak beda dari para Manusia Darah Iblis?" gumamnya.


Xin Fai tersenyum.


"Aku tidak peduli walaupun tindakan ini salah atau tidak, aku akan terus melakukannya dan mereka telah memilih jalan ini bersamaku. Setidaknya dengan ini hanya kita yang berdosa, dan semua orang tidak perlu merasakan kesedihan lagi karena Manusia Darah Iblis."


"Ah... Entahlah, mau bagaimana lagi. Apapun yang terjadi aku akan terus bersamamu."


"Kumohon bantuannya, Senior Zhu."


"Baiklah..." Zhu Yue menggaruk tengkuk kepalanya canggung dipanggil begitu, "Kalau kau butuh bantuan bilang saja langsung padaku."

__ADS_1


"Sebenarnya aku juga mencari sesuatu saat ini dan juga barang yang kucari ini ada di markas terbesar mereka."


Alis pria itu naik memperlihatkan ekspresi penasarannya, dia mendekatkan telinganya saat merasakan itu adalah hal penting.


"Aku ingin mencari semua Mustika 7 Musim."


"Mustika itu...?" Zhu Yue masih tidak yakin. "Itu mustika bumi, kau yakin ingin mencari ketujuh mustika itu? Dengan Aliansi Pedang Suci belum tentu kita akan mendapatkannya..."


"Aku tidak peduli, selama apapun aku akan tetap mencarinya." Xin Fai mengingat kembali sosok serigala emas itu, benar saja belakangan ini dia selalu teringat akan mulut cerewetnya.


Zhu Yue hanya bisa menanggapi sekedarnya sebelum izin pergi untuk mempersiapkan barang bawaan, Xin Fai segera mengurus urusan lain sembari menunggu para anggota aliansi telah bersiap di tempatnya.


Persiapan memakan waktu yang agak lama karena Xin Fai harus meminta persetujuan para Pilar Kekaisaran, untung saja Yang Guifei segera mengeluarkan suaranya dan mengatakan dirinya yang akan menanggung resiko atas keputusan ini jika saja terjadi hal yang buruk. Penasehat Kekaisaran hanya bisa diam saat wanita itu dengan pasti mengatakannya.


Xin Fai hanya bisa berterimakasih pada Yang Guifei karena telah membantunya, setelah mengurus hal lainnya akhirnya Aliansi Pedang Suci mendapatkan persetujuan penuh dari Kekaisaran Shang dan diperbolehkan bergerak.


Bagaimanapun juga Aliansi Pedang Suci adalah kelompok yang dibentuk langsung oleh Kaisar Qin, jubah yang dipergunakan mereka bukan sembarang dan juga dilihat dari kuda mereka pastinya itu adalah kuda dengan kekuatan terbaik yang dimiliki Kekaisaran.


Penduduk Kota Renwu terkagum-kagum sejenak dan teralihkan pada rombongan kuda tersebut, sebelum akhirnya seorang pria dengan sebuah pakaian compang-camping menghadang jalan mereka.


Zhu Yue turun dari kudanya karena pria tua itu berdiri tepat di hadapan mereka seakan tidak takut mati, baju kebesarannya yang ditambal oleh kain lusuh bergoyang saat ditiup angin namun tubuh ringkih itu tak kunjung berpindah walaupun para pendekar di depannya mulai bereaksi kesal.


"Ayolah minggir, Pak Tua! Kami tidak memiliki banyak waktu untuk bermain-main denganmu!" salah satu anggota menggerutu malas, tak bisa dihindarkan juga tatapan para penduduk teralihkan pada mereka semua.


Tidak peduli dirinya digunjing terus menerus pria tua itu masih tidak bergeming, dia menatap lekat-lekat ke arah pemuda dalam jubah merah berhiaskan emas itu sangat teliti.


Zhu Yue selaku wakil ketua merasa bertanggung jawab akan hal ini, dia berniat menyingkirkan pria yang kemungkinan besar adalah seorang pengemis itu.

__ADS_1


"Pak tua, rombongan kami terhalang olehmu. Kalau kau tetap di sini jangan salahkan kami jika kuda-kuda ini menginjakmu."


Tidak ada jawaban membuat Zhu Yue kesal sekali.


"Aku hanya menyuruh Anda memberikan kami jalan, apa itu terlihat sulit dilakukan?" Nada bicara lelaki itu mulai tidak enak didengar. Xin Fai turun dari kudanya menyadari situasi mulai memburuk.


"Apa ada yang bisa kami bantu?"


"Kau pimpinan mereka semua?" Pria pengemis bertanya langsung setelah sebelumnya membisu seperti patung, dia menerawang wajah Xin Fai lebih jauh lagi.


"Benar sekali."


"Kalau begitu ayo ikut denganku."


Zhu Yue kian marah melihat kelakuan pak tua itu, dia berharap Xin Fai menggertaknya agar lelaki itu sadar dengan siapa dia berurusan. Tentu saja sikapnya itu seperti tidak menghormati orang-orang dari Kekaisaran. Walau tidak ada aturan tertulis mengenai itu, tapi tetap saja hukum moralnya berlaku.


"Ketua! Jangan dengarkan omongan pria tua itu, dia hanya menipumu saja! Sebenarnya dia hanya ingin meminta-minta." Akhirnya salah satu anggota Aliansi Pedang Suci menyuarakan pendapatnya. Yang lain pun sependapat dengannya, mereka yang telah berpengalaman dalam berkelana pasti tahu akan hal ini lebih banyak. Sebagian sudah malas berurusan dengan pada pengemis dan memilih mendiamkan bahkan menggertak mereka.


Namun sayangnya Ketua mereka itu tidak satu suara dengan mereka, dia merasakan sosok pria lusuh ini bukan orang sembarangan karena dia memiliki tenaga dalam yang cukup jika dibandingkan dengan seorang pendekar besar.


"Aku akan mengikuti pria ini, kalian tunggu sebentar di kedai arak. Aku akan kembali setelah urusan selesai."


Zhu Yue mengembuskan napas kecewa, dia mengangkat sebelah tangannya. "Aku ikut denganmu."


Pendekar besar di rombongan kuda kembali berkata. "Aih, kami juga tidak mau menunggu sebenarnya Ketua. Biarkan kami ikut untuk melihat apa yang diinginkan pria tua ini."


***

__ADS_1


__ADS_2