
Pedang Yin Baoyu melesat begitu lincah saat hendak memotong kepala Li Yong di bawahnya, dia tertawa seperti kesetanan tanpa memedulikan orang-orang sesekali mencuri pandangan ke arahnya karena kebingungan.
"Berani sekali kau menginjak-injak muridku..." Seorang pria tua menggeram kesal di depan sana, nampaknya dia sangat murka melihat pemandangan di hadapannya ini.
"Ternyata benar dugaanku... Kehadiran Manusia Iblis di era ini cepat atau lambat akan diketahui banyak orang. Dan Manusia Darah Iblis adalah kelompok yang paling pertama mengendus berita ini serta segera merebutnya tanpa pikir panjang..."
***
Sehari setelah kepergian rombongan Li Yong menuju pusat kota, Tao Wei sama sekali tidak bisa diam di tempatnya dikarenakan firasat buruk belakangan selalu menghantuinya akan keselamatan mereka berempat.
Merasa ada yang tidak beres setelah melihat banyaknya pendekar asing memasuki area sekitar sekte Kuil Teratai maka Tao Wei memutuskan untuk melakukan perjalanan menyusul Li Yong ke kota dan demi memastikan keselamatan Manusia Iblis agar tidak jatuh ke tangan pendekar aliran hitam.
Dengan membawa banyak tetua sekte lainnya menggunakan alasan untuk menonton pertandingan Turnamen Pendekar Muda, Tao Wei meninggalkan sekte Kuil Teratai yang kini sepenuhnya dijaga oleh para murid sekte dan beberapa tetua lainnya.
Namun dalam perjalanan terjadi banyak sekali hambatan hingga membuat Tao Wei mau tak mau harus bersabar karena terus saja memperlebar jarak rombongan mereka dan juga rombongan Li Yong.
Saat telah tiba di gerbang kota Renwu hal yang pertama kali dijumpai Tao Wei adalah kekacauan di mana-mana serta beberapa jasad pendekar yang telah gugur akibat pertarungan.
Pendeta itu memegang erat tongkat besinya, lipatan dalam di bawah matanya nampak semakin jelas hingga membuatnya lebih tua lagi kala itu. Dia merasa telat datang dan mungkin saja Li Yong serta perwakilan dari sektenya dalam bahaya di dalam stadium Turnamen Pendekar Muda.
Tanpa banyak bicara lagi Tao Wei segera beranjak menuju lokasi pertandingan dan bisa dilihatnya kekacauan dan tumpah darah terjadi tepat di tempat tersebut, jumlah korban yang tewas sangatlah banyak sampai bergelimpangan di atas kursi penonton. Dia mengitari seisi stadium dan menemui Li Yong, muridnya itu sedang dalam keadaan menyedihkan. Dirinya diinjak-injak layaknya binatang tanpa sedikitpun rasa belas kasihan.
__ADS_1
Tao Wei beserta para tetua sekte masing-masing mengeluarkan aura bertarung yang kuat, dalam hitungan detik belasan tetua telah berpencar untuk membantu pendekar aliran putih lainnya. Tersisa Tao Wei, Li Yong dan juga Yin Baoyu yang saling berhadapan.
Hening selama beberapa detik karena Tao Wei terus saja mengukur kekuatan wanita pemimpin kelompok Darah Merah ini sembari menatapi Li Yong yang kini tergeletak tak berdaya di bawahnya.
"Pendekar agung tahap 4... Boleh juga kekuatanmu." Tao Wei menarik pedang dari sarungnya, dia segera bergerak gesit dan Yin Baoyu pun langsung mundur menghindarinya.
Li Yong yang sudah tak sadarkan diri diangkut oleh Tao Wei agar menjauh dari musuh, dia memanggil seorang medis yang kebetulan sedang lewat di depan sana. Medis itu segera menopang tubuh Li Yong dan membawanya ke ruangan yang kini dilindungi oleh para pendekar besar di depan pintunya. Tentu saja tempat itu sangatlah aman dibandingkan di tempat lain yang kini menjadi lautan darah.
Alis putih Tao Wei menurun memperlihatkan ekspresi kesal ketika melihat keadaan muridnya itu, dia mengacungkan tombak sangat berani. "Kau akan mendapatkan balasan karena berani menginjak muridku."
"Hahaha... Aku pernah mendengar tentangmu. Tao Wei si nomor sepuluh yang mengalami luka serius setelah pertempuran dua tahun yang lalu..." Yin Baoyu tertawa dengan tangan menutupi mulutnya. "Ah, aku yakin luka itu belum sembuh total namun kau tetap memaksakan diri untuk kembali bertarung hari ini. Semangatmu besar juga ternyata pak tua."
"Kekuatan pimpinan Darah Merah memang sama sekali tidak boleh diremehkan, hm? Baiklah, baiklah, aku akan menggunakan segenap kekuatanku untuk menghentikanmu," kata Tao Wei.
Dengan melepaskan kekuatan seorang Pilar Kekaisaran yang sesungguhnya, tubuh ringkih Tao Wei terlihat seperti tipuan mata saja ketika tenaga dalam yang sangat besar keluar dari tubuhnya.
Pendeta sepuh itu terlihat sangat yakin dengan dirinya sendiri. Sedangkan Yin Baoyu menarik senyum remeh bersama pedang Manusia Darah Iblisnya yang siap memakan korban lagi.
"Huh! Kau sengaja mengantar nyawamu karena sudah bosan hidup seratus tahun? Aku bisa mencabut nyawamu sekarang juga!"
**
__ADS_1
Pertarungan di atas arena pertandingan telah meluluhlantakkan tempat dan barang-barang di sekitarnya, kedua orang terhebat di Kekaisaran Shang kini bertarung dengan kekuatan yang begitu dahsyat. Jika seandainya saat ini bukan waktunya untuk bertarung maka banyak orang yang memilih untuk menonton pertarungan tersebut.
Angin kencang berhembus menerbangkan jubah keduanya, ratusan pertukaran jurus berlangsung cepat tanpa sedikitpun melemahkan kekuatan kedua orang yang begitu disegani oleh pihak aliran putih maupun hitam itu.
Kabut hitam menguasai udara tempat Liu Fengying berdiri, lelaki itu tersenyum miring saat pedangnya kembali mengeluarkan kabut beracun tersebut yang selalu menggagalkan usaha Yong Tao untuk melukainya, dengan kabut hitam itu pergerakan lawannya menjadi sangat terbatas dan selain itu juga Yong Tao harus menghindari kabut jika tak ingin tubuhnya mati rasa dalam seketika.
Yong Tao yang memahami bagaimana situasinya hanya bisa berdecak kasar, dia tidak peduli lagi akan keselamatannya. Kali ini pria itu mengeluarkan tenaga dalam yang sangat dahsyat membuat Liu Fengying pun ikut terkejut melihatnya.
"Sepertinya iblis kecil itu sangat berarti bagimu, ya? Setahuku kau hanya menggunakan kekuatanmu bukan untuk mengabdi kepada Kekaisaran bukan melindungi seseorang secara pribadi." Liu Fengying mencibir di tempatnya berdiri, tampak Yong Tao berhenti sejenak sebelum menjawab.
"Iblis kecil yang kau maksud itu adalah bibit Pilar Kekaisaran kami yang sangat berharga. Dengan kekuatannya itu aku bisa menjamin kehancuran kelompok kalian di masa depan," ucap Yong Tao pelan, dalam dua tarikan napas dia berhasil mensejajarkan jarak dengan Liu Fengying hingga pertempuran hebat kembali dimulai lagi.
Ketika Yong Tao mencuri-curi pandang ke sekitarnya dia dapat mengambil kesimpulan bahwa pendekar aliran hitam kini berada di atas awan-awan karena mereka jelas menang jumlah, pihak aliran putih-netral terus berkurang jumlahnya dalam kurun waktu yang relatif singkat. Di sela kekhawatiran itu dia samar-samar dapat melihat sosok pendeta sepuh sedang mengeluarkan kekuatan terhebatnya.
Tao Wei si nomor sepuluh kini kembali turun memasuki pertempuran, dalam hatinya Yong Tao sebenarnya tidak setuju akan hal ini. Mungkin saja setelah ini mereka akan kehilangan banyak jagoan aliran putih, namun dia berharap perkiraannya ini benar-benar tidak terjadi.
Selagi sosok 'iblis kecil' yang sedang membantai musuh di tengah lautan musuh itu terus bersinar, maka tidak ada alasan bagi Yong Tao untuk menyerah.
***
chapter bisa bnyk bisa sedikit tergantung mood juga waktu gabut authornya hehe... jgn lupa dukungannya karena itu sangat berarti buatku🤗
__ADS_1