Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 188 - Bertemu Kaisar Qin


__ADS_3

Daripada harus berdebat lebih lama lagi Xin Fai memilih masuk ke dalam penginapan meninggalkan Lan An, tubuhnya benar-benar merasa letih karena belakangan ini jarang beristirahat. Setelah tujuh tahun bertahan hidup mati-matian di dalam Hutan Kabut kemudian bertarung melawan Rubah Petir, Xin Fai juga langsung membantai Manusia Darah Iblis di kota Sanmin membuat dia tidak memiliki waktu untuk bernapas tenang.


Usai menutup pintu kamar Xin Fai segera merebahkan diri sembari memejamkan mata. Riuh rendah di depan penginapan tak dihiraukan olehnya lagi hingga dirinya terlelap dalam mimpi.


Ketika baru saja terbangun, Xin Fai dapat melihat seorang pria dengan lengan dibalut tengah menghadap ke arahnya sambil memanggil-manggil. Dia adalah Yong Tao, tampaknya sedari tadi dia kelelahan hanya demi membangunkan pemuda itu.


"Akhirnya bangun juga kau," gerutu Yong Tao menggelengkan kepala pelan. Pria itu duduk tenang berusaha menarik napasnya.


"Bagaimana? Kau sudah siap bertemu Kaisar Qin?"


"Sudah dari kemarin aku mempersiapkan diri," jawab Xin Fai langsung, dia bangun dalam posisi duduk.


"Baik, bersiaplah aku akan menunggumu di luar."


Musim hujan di Kota Renwu berlangsung agaknya hampir satu bulan, lahan-lahan penuh terisi oleh air sedangkan langit masih tetap murung seperti biasanya.


Yong Tao tersenyum tipis saat penduduk lokal menyapanya hangat, dia melirik kanan dan kiri ke ruas jalan menemukan masyarakat di sini mulai beraktivitas seperti biasanya. Pria itu merasa janggal sedikit dan menyadari dirinya sudah lama menunggu Xin Fai yang tak kunjung keluar dari penginapan.


Baru saja Yong Tao hendak masuk kembali ke penginapan dirinya dikejutkan oleh Lan An dan pasukannya yang baru saja keluar dari sana.


"Apa kau melihat Xin Fai?"


"Kukira dia bersamamu, saat aku ke kamarnya dia sudah tidak ada di sana."


Tampak jelas Yong Tao mengernyit heran setelah itu, dia berlalu di hadapan mereka tergesa-gesa. Lantai yang dipijaknya bahkan berbunyi keras saat dia lewat, merasa ada yang salah Lan An mengikuti dari belakang berharap tidak ada sesuatu yang aneh terjadi.


Pintu kamar terbuka begitu saja tanpa ada orang di dalamnya seperti perkataan Lan An, mereka segera mencari ke seluruh penjuru. Beberapa saat kemudian seorang penjaga berteriak.

__ADS_1


"Hei, Pendekar Muda! Apa yang kau lakukan di sana?"


Yong Tao dan Lan An saling menatap lalu bergerak menuju jendela besar tersebut, di sana tampak Xin Fai sedang bermeditasi di bawah pohon besar sendirian. Tempat itupun terletak di belakang penginapan yang jarang didatangi orang.


Ketika baru menyadari kedatangan mereka Xin Fai buru-buru menyembunyikan Kitab Terlarang miliknya ke cincin ruang, dia terlalu fokus berlatih hingga lupa dengan sekitarnya.


Saat Yong Tao mendekat pria itu dapat merasakan energi aneh memancar dari tubuh pemuda itu, dia ingin bertanya namun enggan mengutarakannya mengingat Xin Fai memang memiliki kekuatan istimewa yang diperebutkan oleh banyak pendekar aliran hitam.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


"Sekedar berlatih, Senior Yong."


"Bukannya aku menyuruhmu bersiap-siap tadi? Kenapa tiba-tiba berlatih?"


Xin Fai tidak bisa menjawab pertanyaan itu, beberapa saat sebelumnya Iblis Merah kembali menampakkan diri dan mengatakan sesuatu yang baru.


Dengan menggunakan kekuatan iblis, jiwanya bisa berlatih di dalam suatu tempat misterius. Dikatakan satu jam di tempat itu sama dengan satu hari di dunia nyata, Xin Fai awalnya tidak percaya akan hal itu dan mencoba bermeditasi sebentar.


Sebenarnya sejak semalam Xin Fai penasaran akan alasan Iblis Merah membantunya berlatih demi menghadapi kebangkitan Monster Iblis 10 bulan lagi, namun mahkluk itu mengatakan bukan waktunya untuk memberi tahu itu semua.


Sedikit pusing juga Xin Fai memikirkan semua hal ini terlebih sekarang dia harus memberikan alasan yang tepat pada Yong Tao, pemuda itu menyengir canggung menanggapi pertanyaan pria itu.


"Aku berlatih sekaligus memulihkan tenaga dalamku, sudahlah lupakan saja kita harus segera bergegas."


Xin Fai bergerak tanpa memedulikan Yong Tao yang menjadi bingung sendiri, dia menarik napas berat dan menyusul langkah pemuda itu dengan berat hati.


Kurang dari setengah jam perjalanan akhirnya mereka tiba di kediaman Kaisar Qin, para pelayan dan prajurit berlalu lalang di tempat indah nan mewah tersebut, taman bunga mengisi perkarangan dengan air mancur mengalir di depannya.

__ADS_1


Ketika prajurit melihat kedatangan Yong Tao mereka segera merunduk memberi hormat dan membukakan pintu gerbang membiarkan mereka lewat. Xin Fai agak terkagum melihat bangunan termewah yang pernah dilihatnya ini, jika dipikir-pikir lagi dengan seluruh harta di dalam cincin ruangnya bukan tidak mungkin dirinya bisa membuat istana sebesar ini namun pemikiran itu diurungkannya karena merasa tidak perlu.


Kaisar Qin menyambut kedatangan mereka dengan penuh bahagia, dia menatapi Xin Fai agak lama dengan penuh selidik namun tidak sedikitpun ekspresi terancam nampak di sana. Mungkin pria itu menganggap kedatangan Yong Tao ke tempat ini sebagai wujud keberhasilannya membujuk pendekar misterius ini untuk bergabung dengan mereka.


"Lihat, aku membawa siapa ke tempat ini." Yong Tao berkata.


"Pendekar jagoan, kah? Dari Kekaisaran Qing? Atau seorang pengelana yang hebat dan menyembunyikan kekuatannya?"


"Dia Pilar Kekaisaran pertama kita."


Kaisar Qin berhenti tersenyum perlahan, dia menyangsikan perkataan itu masih amat kaget dan hanya merespon dalam diam. Pria itu mengernyitkan dahinya hingga berlipat tiga lalu mengalihkan pandangannya ke arah Xin Fai.


"Kau...?"


"Iya, aku Xin–"


"Kau anak angkatnya Lian Sheng!"


Xin Fai terbatuk-batuk kecil dan hanya bisa menahan senyumnya kaku, dia baru teringat dengan pria berambut cokelat muda itu. Entah bagaimana kabarnya sekarang setelah tujuh tahun tidak bertemu terlebih lagi anak kecilnya si Putri Kaili itu pasti sudah besar.


Kaisar Qin memanggil pelayan dan membisikkan sesuatu padanya sebelum akhirnya dia tersenyum lebar ke arah dua tamunya ini, pria itu mengajak mereka masuk menuju ruang tamu yang ukurannya sangat luas. Saat itu juga seorang wanita cantik istri Kaisar Qin datang, pakaiannya begitu anggun melekat di tubuhnya.


Wanita itu duduk di hadapan mereka sambil memerhatikan Yong Tao dan Xin Fai bergantian. Tatapannya jatuh pada Xin Fai agak lama sebelum bibir merahnya berucap.


"Boleh aku tahu siapa pendekar tampan ini?"


"Istriku, dia Pilar Kekaisaran pertama kita. Dialah orang misterius yang beberapa hari ini terkenal karena sudah menghancurkan salah satu markas terbesar Manusia Darah Iblis sendirian."

__ADS_1


Wanita itu menoleh ke arahnya pelan, tatapan matanya yang lembut mengingatkan Xin Fai pada ibunya sendiri. "Ah, jadi kau... Sebenarnya aku sudah yakin, Pilar Kekaisaran kita tidak akan semudah itu mati. Tidak penting bagaimana alasanmu bisa bertahan hidup, asal kau tetap di sini aku yakin masyarakat di Kekaisaran kita akan selamat."


Yang dikatakan istri Kaisar Qin benar adanya, kehadiran sosok Pilar Kekaisaran amat memengaruhi pergerakan pasukan aliran hitam. Kosongnya kursi kedua selama beberapa tahun terakhir mengakibatkan pergerakan drastis oleh Manusia Darah Iblis dan kelompok aliran hitam lainnya.


__ADS_2