Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 255 - Sang Bayangan Kegelapan


__ADS_3

Sosok bayangan itu terlihat tepat di hadapannya, masih memegang seruling yang sama namun kali ini bulatan matanya terlihat jelas. Seperti bola mata binatang, memiliki gigi taring yang tajam serta proporsi tubuh kurus ringkih seperti pohon kelapa tersambar petir.


Tapi Xin Fai menyadari meski tubuhnya sangat kurus dia memiliki kekuatan yang tidak bisa dibandingkan dengan para manusia di luar sana, ilmu hitam yang digunakannya jelas menunjukkan dia adalah manusia di masa lalu. Yang menjadi pertanyaan di kepalanya adalah bagaimana sosok ini berubah menjadi roh jahat yang mematikan.


"Jadi kau yang selama ini menjaga desa ini dari para manusia? Membuat semua orang di sini menjadi bonekamu?"


"Jurus ini... Sudah begitu lama aku tidak melihatnya..." Terdengar suara terbata-bata yang menyeramkan, sosok bayangan itu berbicara pelan namun dapat terdengar jelas di telinganya.


"Hm? Kau pernah melihatnya sebelumnya?"


"Apa yang membawamu ke sini?" Lagi-lagi sosok tersebut mengalihkan pembicaraan, membuat Xin Fai harus memutar otak agar mendapatkan jawaban yang diinginkannya.


"Mencari sesuatu yang kau lindungi sepuluh tahun ini?"


Samar-samar dapat dilihatnya perubahan sikap sang bayangan kegelapan, dia tampak lebih waspada dari sebelumnya.


"Kau merasa hebat ingin merebutnya dariku? Saat aku hidup dulu, aku memiliki gelar Rajawali Kegelapan. Kau pasti pernah mendengarnya, bukan?"


"Maaf, tidak kenal sama sekali."


Sosok bayangan itu terdiam antara kesal dan malu, dia terdengar mendengus dan merutuki Xin Fai dalam hati. Benar-benar tidak bisa membiarkannya senang, paling tidak setelah menghilang dari dunia persilatan orang-orang masih mengenang nama besarnya itu. Dia sendiri sudah lupa berapa lama waktu telah berjalan dan hanya melindungi desa ini setiap hari.


"Kau berasal dari Kekaisaran Qing, jelas aku tidak mengetahui namamu." Xin Fai memperjelas lagi.


"Sudahlah lupakan, aku tidak memiliki waktu untuk berbicara denganmu lagi. Jika sudah selesai segeralah mati, di sini bukan tempat untukmu berkunjung."

__ADS_1


"Aku tidak berkunjung tapi mencari Pedang Kaisar Langit dan Pedang Manusia Iblis."


"Cih, kau tidak akan mendapatkannya karena di sini memang tidak ada barang yang kau cari," kilahnya cepat. Berusaha menghindari topik pembicaraan tersebut.


"Aku bisa memastikan seratus persen dua pedang itu ada di sini, bahkan juga makam Qiang Jun yang sebenarnya berada di balik bukit tinggi itu."


Sosok bayangan itu merasa sedikit heran, dia merasa tidak ada satu pun manusia yang berhasil selamat dari tempat ini sehingga informasi mengenai keberadaan dua pedang pusaka langit dan makam Qiang Jun belum diketahui sama sekali.


"Kulihat sepertinya kau sangat percaya diri dengan kata-katamu, bagaimana kau bisa membuktikan hal itu benar padaku?"


"Mudah saja," ujar Xin Fai menggerakkan tangannya ke arah bukit yang terletak tak begitu jauh dari mereka. "Petir dan kilat terus-menerus menyambar hanya di satu titik di bukit itu, menandakan ada satu kekuatan besar yang bersemayam di sana. Dan kau pikir aku akan mengabaikan gulungan awan yang terus berputar-putar di atas bukit itu? Bukannya tidak masuk akal? Apalagi para penduduk mengatakan selama bertahun-tahun selalu terdengar gemuruh di sana... Kau kira aku tidak bisa menebak apa alasannya?"


"Satu bukti saja tidak cukup, kau tidak memiliki alasan yang kuat dan aku tidak akan membiarkanmu menyentuh bukit itu, satu jengkal pun tidak akan!" Gemuruh petir terdengar seperti membelah langit saat sosok bayangan itu menggertak, kilat merah sekilas terlihat di dunia ilusi ini.


"Aku memiliki alasan kuat lainnya, dan ini merupakan alasan mengapa aku datang kemari." Xin Fai mengatakannya dengan serius. "Qiang Jun yang mengatakan sendiri dua pedang itu berada bersamanya sampai mati. Dan aku sedikit mencari informasi tentang sejarah desa ini sejak beberapa hari lalu. Kudengar sepuluh tahun lalu ratusan pendekar memasuki desa Guangfu setelah mendapatkan kabar tentang kemunculan Kitab Tujuh Kunci di tempat ini, meskipun kitab itu berhasil disembunyikan oleh Klan Lan namun kabar tentang makam misterius yang berada di bukit ini masih menjadi incaran." Pemuda itu menarik napas sebentar untuk melanjutkan.


Sosok bayangan tersebut hanya terdiam beribu bahasa, tidak percaya apa yang dikatakan Xin Fai pertama kali. "Kaisar Langit mengatakannya sendiri padamu? Kau membual terlalu tinggi! Dia sudah meninggal sejak ribuan tahun lalu!"


"Kau juga seharusnya sudah meninggal sejak ribuan tahun lalu dan sekarang masih bisa berada di sini karena kau menyegel rohmu di desa ini. Apa itu benar? Kalau iya, kenapa Kaisar Langit tidak bisa melakukan hal yang sama?"


Sosok bayangan itu menggelengkan kepalanya, sorot matanya berubah saat menatap Xin Fai.


"Jadi menurutmu, Qiang Jun masih ada di dunia ini?"


"Bisa jadi. Sekarang apa kau percaya padaku?"

__ADS_1


"Masih belum, aku tidak akan mengijinkanmu pergi hanya karena dua alasan itu." Si pemilik gelar Rajawali Kegelapan tak pernah goyah, dia tetap pada jawabannya semula. Tidak akan membiarkan siapapun memasuki bukit Guangfu.


"Rajawali Kegelapan... Aku yakin kau pasti memiliki hubungan dengan Kaisar Langit, kau pasti paham betul untuk siapa dua pedang legendaris itu diciptakan bukan?" Xin Fai mulai kehabisan akal berdebat dengan roh keras kepala seperti ini, semasa hidupnya dulu Rajawali Kegelapan pasti adalah orang yang menyebalkan.


"Dua pedang itu diciptakan oleh penempa paling handal di dunia! Dibuat khusus bagi pemilik tubuh Manusia Iblis dan pedang itu hanya akan bisa ditarik dari sarungnya dengan menggunakan kekuatan iblis!"


"Nah, akhirnya kau mengerti juga untuk apa aku berdiri di sini." Xin Fai berujar lelah, berharap Rajawali Kegelapan memberikannya kesempatan.


"Maksudmu–"


Hanya terdengar keheningan setelahnya, Xin Fai menyadari Rajawali Kegelapan membutuhkan bukti atas perkataannya dan segera mengeluarkan kekuatan iblisnya dalam jumlah besar. Membuat para mayat hidup yang tengah bergerak di sepanjang jalan terhambat karena kekuatan yang mengendalikan mereka terganggu oleh satu daya energi iblis yang sangat kuat.


"Manusia Iblis telah lahir kembali...? Itu artinya sudah seribu tahun berlalu sejak hari itu?" Rajawali Kegelapan menggumam kecil, sepintas lalu terlihat penyesalan di kedua matanya dan Xin Fai tidak berniat menyinggungnya. Hubungan Kaisar Langit dan Rajawali Kegelapan harus dikesampingkan lebih dulu.


"Itu.. bisa kau hentikan mayat-mayat hidup itu? Sepertinya temanku dalam bahaya karena mereka." Xin Fai mengkhawatirkan Lan An yang sebelumnya kelelahan menghadapi ratusan mayat hidup itu.


Seperti permintaannya mayat-mayat tersebut berhenti bergerak dan dalam satu waktu tergelatak di tanah selepas pengendali mereka menghilang. Rajawali Kegelapan menengadah menyadari langit merah dari Ilusi Hujan Darah kini memudar, memperlihatkan gelapnya malam itu.


Sosok bayangan tersebut menepuk pundak Xin Fai perlahan-lahan berusaha memintanya menuruti permohonannya.


"Aku selalu berharap dipertemukan dengan teman lamaku, karena aku dia harus mengorbankan diri... Karena aku kehebatan sang Kaisar Langit harus menghilang... Seharusnya waktu itu aku melindunginya..."


Xin Fai teringat akan cerita kelelawar Fu Shi dulu, dia mengatakan bahwa para manusia dulu menganggap Kaisar Langit sebagai ancaman, saat dia berusaha mati-matian memperjuangkan kemanusiaan justru teman-temannya berkhianat dan mengambil nyawanya di saat-saat dia sedang sekarat dalam perang besar.


Mungkin sosok yang diceritakan pernah diselamatkan oleh Qiang Jun dulu adalah Rajawali Kegelapan, tapi sayangnya saat itu teman-temannya justru membunuh Qiang Jun tanpa berpikir panjang. Dan Rajawali Kegelapan hanya bisa diam tak berbuat apa-apa, hal itulah yang membuatnya menyesal hingga detik ini.

__ADS_1


***


__ADS_2