Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 260 - Kebangkitan Kedua IV


__ADS_3

"Kaisar Langit, kau terlalu memuji. Aku tidak seperti itu."


"Kau orang yang seperti itu. Jangan pernah melupakan masih ada ribuan tangan yang mengharapkan uluran tanganmu. Jangan gagal kali ini, resikonya terlalu besar. Sesuatu yang harus kita capai berada di tanganmu, iblis itu harus benar-benar lenyap dan itu semua ditentukan dengan berhasil tidaknya dirimu."


Qiang Jun sebenarnya ingin menambahkan bahwa jauh sebelum mengenal Xin Fai seperti ini dia bisa melihat anak kecil yang dia temui di Desa Peiyu itu akan menanggung takdir berat sebagai penerus Manusia Iblis, dia berusaha memasuki tubuhnya namun jiwa iblis yang telah tertanam dalam dirinya menolak.


Andai saja hari itu Rubah Petir tidak terburu-buru meninggalkan Desa Peiyu paling tidak Qiang Jun masih memiliki kesempatan untuk membantunya.


Xin Fai dapat merasakan beban berat di pundaknya. Dia menunduk dalam, mencoba menarik napas dalam demi menghadapi situasi sulit yang tak pernah diduganya ini.


Awal mula dia hanya berencana menghadapi kebangkitan kedua ini dengan kekuatannya lalu bersiap sepenuhnya di kebangkitan terakhir. Tapi tiba-tiba saja hari ini dia dihadapkan pada dua hal baru; Iblis Merah adalah Qiang Jun dan cara menghapuskan Raja Iblis selama-lamanya.


Sempat ragu dirinya saat mempertaruhkan segalanya untuk hal ini, dia menarik napas sambil meyakinkan diri dalam hati. "Apa jika aku membunuh diri, iblis itu masih bisa menguasai tubuhku?"


"Tidak, dia hanya bisa mendapatkan wadah jiwa dari orang yang masih hidup," jawab Qiang Jun.


"Seandainya aku gagal, aku akan bunuh diri agar dia tidak mengambil alih tubuh ini," bisiknya pelan agar tidak terdengar oleh Raja Iblis.


Qiang Jun lagi-lagi hanya bisa menepuk pelan pundaknya berniat menguatkan pemuda itu, walaupun tidak memberikan efek apapun. Justru Xin Fai menyesal setelah mengatakannya, dia memiliki terlalu banyak janji yang belum sempat diselesaikan.


"Kekhawatiran ini hanya bisa diselesaikan dengan mengalahkan si iblis jelek itu." Xin Fai menghentak kedua pedang di tangannya kuat, mengeluarkan aura bertarung terhebatnya.


"Jadi bagaimana cara pertama untuk melenyapkannya?"

__ADS_1


Di waktu bersamaan Raja Iblis membuka mata kemerahannya, dia mulai merasakan dua orang di depannya ini telah bersiap-siap bertarung.


Di dunia nyata sendiri dia dihadapkan pada situasi sulit di mana Lan An baru saja memanggil Aliansi Pedang Suci yang sebenarnya sedang menunggu di salah satu penginapan terdekat. Kembang api berwarna keperakan seakan memecah langit, mengomando para anggota iblis pemakan darah meninggalkan sarangnya menuju arena tempur.


"Kau harus mengambil semua permata iblis di tubuhnya, kemudian bertarung antara hidup dan mati dengan iblis itu. Aku akan mengaktifkan segelnya di saat-saat terakhir kalian akan mati. Segel ini hanya bisa kugunakan satu kali saja sebelum kesadaran spiritual-ku benar-benar habis, jangan membuang-buang kesempatan saat kau melihat batu kehidupan. Kau harus menjadi yang pertama untuk mengambilnya atau jika dia yang mendapatkan tubuhmu akan dikuasai olehnya!"


"Apa saat kesadaran spiritualmu habis kau akan benar-benar menghilang?" Xin Fai mengutarakan tanda tanya besar yang tengah menghantui pikirannya, dia hanya bisa menangkap anggukan kepala Qiang Jun sebagai jawaban.


Selebihnya Xin Fai dapat menebak sendiri apa yang akan terjadi, Raja Iblis juga berhak mengambil semua permata yang telah tertanam di tulang belakangnya. Itu artinya keadaan mereka akan sama-sama saling melemahkan lawan hingga ke titik terendah hanya demi memperebutkan satu tubuh.


"Apa yang akan terjadi jika aku tidak berhasil mendapatkan batu kehidupan itu?"


"Batu kehidupan itu ibaratkan tubuhmu, jika kau tidak dapat menggapainya rohmu akan kehilangan tempatnya tinggal dan begitu juga sebaliknya. Segel yang berada di bawah kakimu dan raja iblis itu akan memakan jiwa yang tidak berhasil mendapatkan batu itu. Jurus ini sangat adil, aku sama sekali tidak bisa membantumu untuk mengalahkannya secara mudah. Berhati-hatilah, aku yakin kau pasti bisa melakukannya."


Raja Iblis terhenyak beberapa detik saat melihat kekuatan baru Xin Fai, dia tidak menyangka akan menjadi begitu berbahaya seperti ini setelah tujuh tahun tak memantau. Namun dia mulai bisa menyesuaikan diri, dengan kulit tebal yang dialiri kekuatan iblis sangatlah sulit untuk menembus tubuhnya.


Pedang Kaisar Langit mengeluarkan percikan bunga api saat membentur kulit tersebut, Xin Fai mengelabuinya dengan serangan kecil sebentar sebelum menggerakkan sebelah tangannya lagi untuk menghancurkan permata iblis di bagian perut sang Raja Iblis.


Sayangnya rencana itu tidak berjalan mudah, tangan Raja Iblis lebih dulu menangkisnya. Namun karena tak menyadarinya sang iblis hanya bisa tersenyum puas saat tak satupun permatanya retak setelah bertarung selama lima menit.


Sebenarnya dalam kurun waktu lima menit itu Xin Fai dengan sengaja membuat raja iblis menyentuh Pedang Manusia Iblis agar kekuatannya berkurang secara berkala dan kekuatan itu tersalurkan ke dalam tubuhnya.


"Sekarang giliranku, bersiaplah bocah manusia!"

__ADS_1


"Memangnya aku takut, kakek iblis!" Xin Fai membalas sahutan itu, membuat Raja Iblis terasa terbakar jenggotnya sendiri. Sayangnya dia tidak memiliki jenggot. Iblis itu menciptakan sepuluh buah cermin yang masing-masing menangkap bayangan Xin Fai di dalamnya.


Bakat penciptaan memang sudah sewajarnya ditakuti semua manusia, kekuatan ini bisa disetarakan dengan kekuatan tingkat dewa. Jika harus dibandingkan dengan Siluman Penguasa Bumi maka kekuatan raja iblis ini setidaknya tiga kali lipat darinya.


Dengan jelas bayangan yang semula berada di cermin keluar dan bergerak atas kehendak mereka sendiri. Menjelma menjadi sosok manusia yang hampir sama dengan aslinya. Xin Fai mulai bersiap-siap, menghadapi sepuluh orang yang sama dengannya. Entah akan berhasil atau tidak. Di sisi lain dia tidak bisa mengharapkan bantuan Qiang Jun karena pria itu sibuk memfokuskan kekuatannya untuk mengaktifkan segel tingkat tinggi tersebut.


Sepuluh orang maju bersamaan, membuatnya kewalahan dalam satu kali serangan. Xin Fai memutuskan untuk menghadapi mereka secara terpisah, dia mencoba menggunakan kekuatan roh membuat dirinya sama sekali tidak bisa dilukai dalam jangka waktu tertentu.


Hal tersebut membuat Raja Iblis yang semula tenang mulai gusar, dia lagi-lagi mengumpat karena melewatkan begitu banyak hal saat tersegel oleh formasi penyegelan iblis dulu. Kini Xin Fai telah mengijinkan kekuatan roh bersemayam dalam setiap aliran darahnya. Andai saja raja iblis dapat menghentikannya dia tidak akan membiarkan hal ini terjadi.


Kloning yang diciptakan Raja Iblis tidak bisa menggunakan kekuatan roh karena roh-roh itu menolak, kekuatan ini terbilang istimewa dan hanya bisa dikendalikan oleh pemilik asli. Bisa dipastikan sepuluh kloning itu sama sekali tidak memiliki cara untuk menyentuh Xin Fai, kecuali jika mereka mendesaknya terus menerus dan menemukan celah di mana mode wujud roh akan dalam kurun tiga detik.


Sepuluh bayangannya mengepung dari segala arah, Xin Fai memainkan pedangnya tanpa berhenti dan terus melakukannya hingga lawannya berkurang satu demi satu.


Tak disangka dalam waktu bersamaan pula raja iblis telah merencanakan hal lain, dia mengubah dimensi alam bawah sadar menyerupai neraka dengan lahar lava panas di bawahnya. Xin Fai berpijak di satu tebing yang curam, hanya cukup untuk menampung lima orang di atasnya atau tidak tebing itu akan roboh.


"Bagaimana jika aku memanggil semua temanku untuk mengambil permata di tubuhmu itu?" Seringai licik terpampang jelas di wajah raja iblis.


Di saat itu juga ratusan iblis keluar dari lahar lava panas, membentuk wujud masing-masing. Beberapa iblis bertubuh gemuk bersenjatakan kapak dengan kepala kobra besar di atasnya, sedang lainnya menggunakan pedang gerigi berbentuk lonjong, bentuk yang sangat aneh itu membuat Xin Fai tidak mampu berkata-kata. Dia menebak para iblis ini adalah teman-teman sang raja iblis.


Mereka menuju Xin Fai dalam satu gerombolan, Xin Fai dapat menyadari satu iblis ini sebanding dengan pendekar agung. Dia hanya bisa berharap dapat mengalahkan dua ratus iblis ini tanpa kehilangan satu permata pun.


***

__ADS_1


Otak ku ngeblank lagi T^T maaf klo alurnya rada2 begini, yang penting udh ditulis dulu ya kapan2 diperbaiki😄


__ADS_2