
Langit sore dengan hembusan angin sejuk menggerakkan tumbuhan liar, terlihat dua orang sedang bertarung dan ditonton oleh tiga orang lainnya. Mereka menonton takjub bercampur was-was saat melihat guru mereka mendapatkan serangan balik dari musuhnya.
Kedua pedang bertemu menciptakan bunga api, baik Xin Fai maupun Ho Shing sama-sama mundur menjaga jarak setelah bertukar beberapa serangan.
Wajah Ho Shing tak sebagus tadi, kini banyak kerutan di wajahnya menandakan keadaannya mulai sulit, dia merasa Xin Fai masih menyimpan kekuatan lebih besar lagi namun tak mengeluarkannya atas suatu alasan.
Di lain sisi Xin Fai menelan ludah saat menyadari pergerakan Ho Shing sangat tajam dan gesit layaknya ular, dia sangat pintar mengambil celah membuat Xin Fai berkali-kali dihadapkan pada situasi sulit.
Merasa serangannya banyak berakhir sia-sia, Xin Fai memasang serangan andalannya yang bertumpu pada kecepatan dan serangan rendah dari perut hingga ke kaki.
Ho Shing menyambut serangan tersebut sambil bertanya-tanya, dia baru kali ini mendapat jenis serangan layaknya binatang buas ini. Nyatanya serangan tersebut sangat susah dihadapi dan membuatnya semakin tersudutkan. Hal tersebut membuat dia melangkahkan kaki mundur.
"Ternyata kekuatanmu jauh lebih besar dari penglihatanku, mulai sekarang aku akan bertarung serius untuk menghadapimu," ujar pria itu mulai menggerakkan pedangnya dengan segenap kekuatan.
Ho Shing terkenal dengan serangan mematikannya yang sama seperti ular, berkelok-kelok dan meliuk mengacaukan konsentrasi musuh. Dia melancarkan serangan dengan kecepatan penuh, di saat itu Xin Fai baru saja menahan satu serangan dan akhirnya saat serangan lain dilepaskan dia tak sempat menghindarinya.
Bertarung dengan Gong Li dan Zhuan Ang tadi memang menguras sedikit staminanya terlebih lagi kini Ho Shing menyerangnya tanpa ampun.
Sama sekali tak diberi ruang untuk bernapas membuat Xin Fai tidak bisa menyerap energi alam, dia hanya bisa menarik napas dengan konsentrasi tinggi untuk memulihkan sedikit tenaga dalamnya.
'Kekuatan lelaki ini setidaknya sama dengan paman Li Yong, kurasa pengalaman bertarungnya lebih banyak membuat setiap pergerakannya begitu mematikan.' batin Xin Fai menduga-duga, dia sontak mundur lima langkah dibuat Ho Shing yang kini berhenti menyerangnya.
"Huh? Kau mulai menyerah sampai mundur dari seranganku? Hahaha." tawa sombong dari mulut Ho Shing terdengar. Xin Fai menggelengkan kepala melihat kelakuan guru dan muridnya memang sama persis.
Zhuan Ang seolah mengejek-ejek Xin Fai dari kejauhan, dia merasa kekalahannya tadi akan dibalaskan oleh guru mereka. Begitupun Ren Yuan kini memasang wajah amat puas melihat Xin Fai beberapa kali dalam keadaan terpojok.
__ADS_1
Xin Fai memejamkan mata selama beberapa detik, dalam kurun waktu itu Ho Shing merasa ada yang salah dengan lingkungan sekitarnya. Dia mencoba merasakannya lebih jau dan betapa terkejutnya dia saat menyadari energi alam yang melimpah ruah sedang bergerak fokus di satu titik yaitu ke arah tubuh Xin Fai.
"Menyerap energi alam?! Bukankah ini teknik tingkat tinggi yang hanya dapat dikuasai oleh orang setingkat Pilar Kekaisaran?!"
Dalam tubuh Manusia Iblis sendiri, pemiliknya mendapat banyak sekali keistimewaan. Salah satunya menyerap energi baik itu energi kehidupan, roh, alam, siluman dan lainnya. Keistimewaan tersebutlah yang menghadirkan sosok legenda seperti Qiang Jun dulu.
Dengan tanda bunga api di keningnya sekarang, energi alam akan secara otomatis bergerak padanya seperti magnet. Kemudahan dalam menyerap energi alam itu membuat jumlah lingkaran tenaga dalamnya semakin banyak dari waktu ke waktu jika berada di lokasi dengan jumlah energi alam yang melimpah ruah seperti saat ini.
Bola mata Ho Shing melebar sementara Gong Li yang dapat menyadari hal itu mengutuk keras dalam hati, dia seharusnya sejak awal tahu mengapa Xin Fai sama sekali tak kelelahan berhadapan dengannya dan Zhuan Ang tadi.
Kekuatan Xin Fai telah pulih seperti sedia kala, dia membuka mata perlahan tanpa mengurangi kewaspadaannya. Merasa pertarungan ini sangat penting baginya untuk memberi pelajaran pada empat orang di depannya Xin Fai melepaskan energi emas yang sangat besar.
Kelopak mata Ren Yuan membesar saat melihat sesuatu yang sangat indah di sana, lingkaran emas serupa pisau angin bergerak cepat dengan gerakan memutar di sekujur tubuh Xin Fai.
Pemandangan seperti itu sangat jarang ditemui di Kekaisaran Shang untuk anak sekecil Xin Fai, perubahan dua jenis energi menjadi cahaya dan angin dalam satu waktu sekaligus amat sulit dilakukan. Melihat Xin Fai seperti menyatu dengan emas itu sendiri membuat Ho Shing menelan ludahnya.
Ho Shing melakukan ini semua demi menjaga nama baik Ren Yuan namun agaknya dia salah langkah kali ini dan sama sekali tak terpikirkan di kepalanya bahwa hari ini dirinya akan bertemu seorang pemuda sepuluh tahun dengan kekuatan misterius yang mengerikan.
Merasa Ren Yuan menatapnya penuh harapan Ho Shing menguatkan pegangannya pada pedang. Dia menguatkan kembali mentalnya untuk mengalahkan pemuda di depannya.
"Permainan anak-anakmu sama sekali tak berpengaruh padaku, bocah."
"E... Sama sekali tak berpengaruh? Tapi tadi aku melihatmu pucat seperti mayat hidup. Dan lagi, kau mengatakan ini permainan anak-anak?" Xin Fai mengulas senyum manisnya, namun terdapat maksud lain dalam senyuman itu.
"Kau akan merasakan bagaimana permainan anak-anak yang sebenarnya setelah ini."
__ADS_1
Langkah Kilat disertai angin berkecepatan tinggi mengepung Ho Shing dengan amat cepat, dalam satu tarikan napas saja Xin Fai telah bersiap melepaskan serangan padanya.
Ho Shing sebaik mungkin menangkis pisau angin yang berdatangan padanya sekaligus menyambut serangan Xin Fai, dia buat amat terpojokkan kali ini. Posisinya benar-benar tak menguntungkan.
Terlebih lagi saat ini Ren Yuan telah putus asa melihat gurunya sejak tadi, dia tak menyangka Xin Fai memiliki kekuatan yang semakin lama semakin mengerikan.
Gong Li bahkan menelan ludah, dia tak yakin bisa melakukan apa yang Xin Fai lakukan saat ini. Pergerakan serta pola serangannya dalam bertarung sangatlah berbeda dari orang kebanyakan, membuat setiap ayunan pedang yang dia lepaskan sangat sulit ditebak arahnya.
Ho Shing semakin mundur saat Xin Fai terus menempel padanya, pria itu pucat layaknya orang yang sedang sakit. Keringat dingin mengucur di pelipisnya.
Saat ini fokus Ho Shing telah terpecah dan di saat bersamaan pula dia terpana dengan permainan pedang di hadapannya. Dia sama sekali tak pernah melihat permainan pedang tersebut, selama hidup 40 tahun dan bertemu dengan banyak lawan berat hari ini Ho Shing melihat sendiri betapa mengerikan lawannya yang satu ini.
Bisa dikatakan Xin Fai adalah lawan yang cukup kuat, andai saja Ho Shing tak meremehkan lawannya dan menggunakan segenap kekuatannya sejak awal paling tidak situasinya takkan seburuk ini.
Namun nasi telah menjadi bubur, Xin Fai tak memberi ruang untuknya berpikir. Tebasan dan ayunan pedang yang melingkar sempurna disertai dengan energi emas yang keluar dari pedang milik Xin Fai membuat Ho Shing mundur sangat jauh.
"Kau... Siapa kau sebenarnya?! Jawab aku dengan jujur!"
"Aih... Kenapa saat sedang bertarung selalu saja pertanyaan seperti ini yang keluar," gerutu Xin Fai jengkel. Dia berhenti sebentar sambil menancapkan mata pedang ke tanah.
"Mungkin setelah kembali dari turnamen ini Senior bisa mengetahui siapa aku."
Xin Fai cukup yakin namanya kini sedang menjadi perbincangan hangat mengingat saat dia tiba di pelabuhan pagi tadi banyak sekali orang yang membicarakan kehadiran sosok Siluman Penguasa Air yang muncul di tengah laut sana.
Setelah mengatakan itu tiga orang datang bersamaan dengan wajah panik. Shen Xuemei memasang wajah kesal karena baru saja dimarahi pendeta Li Yong akibat meninggalkan Xin Fai sendiri di tempat ini sedangkan Huang Kun mencarinya ke mana-mana dan akhirnya dapat menemukan Xin Fai sedang bersama empat orang dari sekte lain.
__ADS_1
"Itu dia yang kita cari!"
***