
Sore hari setelah hampir dua jam Xin Fai membujuk Lian Sheng untuk mengijinkannya kembali ke penginapan akhirnya pria itu menyetujuinya.
Xin Fai melebarkan senyum ketika berhasil melepaskan diri, dia berpamitan pada seluruh anggota keluarga Lian tanpa lupa mengucapkan terimakasih karena mereka telah memperlakukannya begitu baik.
Orang yang paling sedih ketika Xin Fai hendak pergi adalah nenek putri Kaili, wanita berusia hampir satu abad itu memeluknya pelan.
"Padahal baru beberapa hari, tapi aku sudah menganggapmu sebagai cucuku..."
Mendengar hal itu Xin Fai hanya tersenyum. Namun matanya mengarah ke tempat lain, yakni di sebuah kalung yang melingkari leher wanita tua itu. Mata kalung itu dihiasi oleh benda yang sangat familiar di matanya, mirip dengan Mustika Musim Semi milik Lan An.
Ketika masih menerka dugaannya benar atau salah Nenek Lian lebih dulu membaca isi pikirannya, dia tahu Xin Fai begitu tertarik pada perhiasan yang ada padanya.
"Apa kau menyukai mustika ini?"
"Mustika?" ucap Xin Fai refleks, jika benar dugaannya maka mustika berwarna cokelat terang itu adalah Mustika Musim Gugur. Sesaat rasa khawatir menyerangnya, jika seandainya Manusia Darah Iblis lebih dulu merebut mustika ini dari Nenek Lian, tentu hal buruk akan terjadi ke depannya.
"Ini adalah salah satu Mustika 7 Musim yang mewakili musim gugur... Keluarga Lian telah menjaga barang berharga ini secara turun temurun. Tentu saja, harga jualnya sangat tinggi. Bahkan sanggup untuk membeli kediaman dua keluarga bangsawan sekaligus."
Mendengar hal itu Xin Fai agak ragu saat hendak mengutarakan maksudnya. Masalahnya saat ini Manusia Darah Iblis sedang mengincar mustika itu, bisa saja Nenek Lian kehilangan nyawanya karena mustika tersebut.
"Nenek Lian, aku..." Xin Fai mengeluarkan Mustika Musim Semi dari sakunya, dia beralih menatap wanita tua itu.
"Mustika itu sedang diincar oleh kelompok bernama Manusia Darah Iblis... Apa nenek yakin ingin menjaganya?"
Melihat sebuah mustika berada di tangan Xin Fai membuat Nenek Lian takjub, Xin Fai menjelaskan bahwa mustika itu diberikan padanya untuk dijaga agar tak jatuh ke tangan yang salah.
"Apa kau bersedia menjaganya untukku?" ucapan Nenek Lian membuat Xin Fai terdiam beberapa detik.
Setelah merangkai kata-katanya akhirnya Xin Fai bersuara, "Setidaknya mereka tidak akan tahu kalau mustika itu berada di tanganku."
Nenek Lian tersenyum hangat setelah berhasil memahami situasi.
"Aku sudah menjaganya sampai detik ini. Kini saatnya kau menjaganya, jika kau tak keberatan pastinya." Nenek Lian memberikan mustika itu dengan senang hati. Sesaat beban seperti terangkat dari pundaknya, dia yakin Xin Fai bisa menjaga barang berharga milik keluarga Lian itu mengingat sekarang tidak mungkin lagi dia bisa menjaganya. Manusia Darah Iblis sudah pasti mengincar keluarga bangsawan untuk mendapatkan mustika tersebut.
__ADS_1
"Aku pasti akan menjaganya."
"Tanpa kau minta sebenarnya aku ingin memberikan mustika itu padamu, mengingat kau memiliki kekuatan untuk melindunginya. Hanya saja sebelumnya aku takut kau tak bersedia menerimanya mengingat mustika ini menjadi incaran para pendekar aliran hitam..."
"Tidak perlu sungkan, Nenek Lian. Terimakasih telah mempercayaiku. Aku berjanji akan melindunginya sebisaku."
"Ya, sama-sama." senyum puas menghiasi wajah Nenek Lian, tak lama Lian Sheng datang setelah menyiapkan pasukan berkuda untuk mengantarkan Xin Fai kembali ke penginapan.
Dengan berat hati, Lian Sheng tetap mengantarkan Xin Fai meskipun masih berharap bisa menahannya untuk terus tinggal di rumahnya.
Sesampainya di penginapan, yang Xin Fai temukan pertama kali adalah banyak orang yang berdiri di depan penginapan dengan memasang wajah takut. Wu Ang mendekatinya dengan wajah cemas.
"Ada seekor siluman yang mengamuk di kamarmu dari tadi pagi."
"Maksudmu Lang?"
"Ya, Serigala Berbulu Emas itu."
Penjelasan Wu Ang membuat Xin Fai buru-buru pergi ke kamarnya dan yang didapatinya adalah seekor serigala tengah mengamuk di sana.
"Masih sempat bertanya lagi!?"
Xin Fai kurang lebih tahu apa yang membuat serigala itu mengamuk jadi dia mengeluarkan sekantong daging dalam jumlah besar yang dibelinya saat di perjalanan.
Lang mendekati daging itu dan segera memakannya.
"Grrrhhh... Dasar bocah sialan, membuatku mengamuk begini..." Lang hanya bisa menggerutu.
Di luar sana banyak orang yang penasaran dengan suara amukan di penginapan itu. Wu Ang menjelaskan bahwa ada seorang anak kecil yang membawa seekor siluman ke dalam kamarnya. Beberapa ada yang percaya namun sebagian yang lain mengerutkan alis tak percaya dengan pengakuan Wu Ang.
"Cepatlah makan kita harus segera pergi dan sini."
Lang yang mendengarnya hanya mengerutkan dahi sebentar. Dia tak begitu mengerti maksud perkataan Xin Fai yang begitu tergesa-gesa ingin pergi dari kota Houbi.
__ADS_1
Menanggapi itu, Xin Fai mengeluarkan sebuah benda berharga yang berhasil didapatkannya dari Nenek Lian tadi.
"Itu... Mustika Musim Gugur?" Lang meneliti mustika itu lebih lama, dugaannya benar-benar tepat.
"Yah aku mendapatkannya dari seorang dari keluarga bangsawan."
"Kau mencurinya?"
Xin Fai hanya tersenyum polos. "Aku memintanya dari Nenek Putri Kaili. Dia bilang kalau dia tak keberatan memberikannya padaku."
"Dasar anak tidak berguna! Kembalikan barang itu jika kau tak ingin terlibat banyak masalah!"
Bukan tanpa alasan Lang mengatakan hal itu mengingat Mustika 7 Musim akhir-akhir ini jadi buruan pendekar aliran hitam dan juga kelompok berbahaya seperti Manusia Darah Iblis maupun Kemangi Lima Daun. Tentu saja menjadi pemilik mustika itu seperti mempertaruhkan nyawa sendiri.
"Tidak akan ada orang yang mengetahui mustika ini ada di tanganku, dan jika kau tidak ingin terlibat banyak masalah kita harus bergegas pergi dari sini sebelum Paman Sheng menyuruhku menginap lagi di rumahnya."
Lang menggelengkan kepala karena tak habis pikir dengan kelakuan majikannya.
Xin Fai sendiri meminta mustika itu untuk memastikan Manusia Darah Iblis tak bisa mencapai tujuan mereka, apapun itu. Karena jika tujuan mereka membangkitkan sosok legenda seperti Qiang Jun dan memanfaatkannya untuk kepentingan diri sendiri, bukan tidak mungkin Kekaisaran Shang akan hancur dalam beberapa tahun ke depan.
Sedangkan Nenek Lian sama sekali tak mempermasalahkan mustika miliknya itu, mengingat Xin Fai sudah menyelamatkan cucunya dia rasa mustika itu cocok sebagai bayarannya. Dengan menyerahkan Mustika Musim Gugur pada Xin Fai dia tak perlu khawatir lagi barang peninggalan leluhurnya akan jatuh ke tangan yang salah.
"Dan aku punya hadiah untukmu," kata Xin Fai tak lama setelahnya. Lang yang masih kesal hanya melirik sebentar.
Xin Fai mengeluarkan sebuah tas yang berukuran sedang dengan bentuk yang sangat indah, sedikit corak keemasan menghiasi tas tersebut. Dia sempat membelinya dari seorang pedagang saat kembali ke penginapan.
Lang mulai tertarik.
"Bukankah tas ini keren? Kau pasti menyukai ini, serigala pengembara sepertimu akan semakin keren jika memakainya."
Lagi-lagi Lang termakan omongan Xin Fai.
"Baiklah, ayo bergerak."
__ADS_1
***