Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 76 - Latih Tanding Dengan Huang Kun


__ADS_3

Xin Fai yang baru saja meninggalkan gerbang sekte segera berjalan ke arah pohon rindang yang terletak tak jauh dari Kuil Teratai, tempat itu sudah seperti rumahnya sendiri, mengingat 3 bulan lebih waktu yang dia habiskan untuk berlatih pedang sekaligus memulihkan kekuatannya di sini.


Kondisi tubuh Xin Fai sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, bahkan dirinya yang sekarang memiliki 120 lingkaran tenaga dalam dan masih akan bertambah jika dia terus menyerap energi alam sebanyak-banyaknya.


Kini pertanyaan yang selalu menghantui kepalanya terjawab sudah. Dengan terus menerus menyerap energi alam bukan tidak mungkin Xin Fai bisa mendapatkan ribuan bahkan ratusan ribu lingkaran tenaga dalam.


Seorang Kaisar Langit seperti Qiang Jun pasti memanfaatkan energi alam serta kekuatannya untuk menjadi orang terhebat, hal itulah yang membuat Xin Fai optimis ingin menjadi orang kuat seperti Qiang Jun.


Xin Fai takkan melupakan pemuda tampan itu. Jika ingin menjadi sosok seperti Qiang Jun, maka Xin Fai harus berusaha menjadi kuat dan lebih kuat.


Langkah pertamanya sekarang adalah mengikuti Turnamen Pendekar Muda, Xin Fai tak ingin ketinggalan dengan saingannya di luar sana yang kemungkinan memiliki kekuatan lebih besar daripadanya.


Pakaian yang Xin Fai kenakan adalah jubah berbentuk bunga teratai indah pemberian Pendeta Tao Wei, lelaki itu memperlakukannya seperti anaknya sendiri.


Semakin lama mengenal Xin Fai orang-orang dari Kuil Teratai semakin menyukainya.


Xin Fai senang membantu orang-orang di sekitarnya dan juga bercengkrama dengan mereka. Sejak kehadirannya suasana di Kuil Teratai jauh lebih ramai dari biasanya, salah satu dari murid sekte Kuil Teratai yang akrab dengannya adalah Huang Kun, dia merupakan satu dari tiga murid terkuat di Sekte Kuil Teratai.


Huang Kun memiliki pembawaan ceria dan suka berbicara, dia sangat cocok dengan karakter Xin Fai yang tidak bisa diam.


Hari ini Huang Kun ikut dengan Xin Fai untuk latihan di bawah pohon, mereka mengambil posisi masing-masing dengan senjata di tangan.


Huang Kun mengambil inisiatif untuk maju lebih dahulu, dia menyerang dengan gerakan gesit. Semua orang di Kuil Teratai sudah tahu bagaimana hebatnya kekuatan Huang Kun, dia adalah murid jenius di Kuil Teratai.


Xin Fai mematahkan laju serangan dengan mudah, lalu berganti mengambil posisi menyerang. Karena serangannya bisa ditangkis dalam satu kedipan mata, Huang Kun mengernyit dibuatnya. Dia tidak sefokus tadi.


"Jangan lengah, atau aku yang akan menang."

__ADS_1


"Tidak akan kubiarkan, hahhaha!" Huang Kun kembali memusatkan perhatiannya pada serangan Xin Fai, sejenak dahinya lagi-lagi berkerut saat merasakan teknik pedang yang digunakan Xin Fai begitu asing.


Gerakannya sangat liar tanpa terputus-putus, menghindarinya saja Huang Kun dibuat kewalahan.


Teknik yang digunakan Xin Fai adalah teknik berpedang dari Lan An yang berasal dari Kekaisaran Qing, dia menggabungkan teknik itu dengan gaya bertarungnya sendiri.


Meski begitu Huang Kun adalah orang yang pantang menyerah, dia menggencarkan serangan semaksimal mungkin ketika menemukan celah. Kali ini Xin Fai memberikan kesempatan bagi Huang Kun untuk bergerak.


Saat merasa bisa menguasai pertarungan Huang Kun tertawa senang, senyumnya semakin melebar saja ketika melihat Xin Fai mundur beberapa langkah dari pijakannya.


"Hahaha, sudah kubilang kalau aku yang akan menang."


"Benarkah?" Xin Fai menaikkan sebelah alisnya hendak mengejek, seniornya ini sangat percaya diri dengan kekuatannya. "Aku hanya ingin membaca kelemahanmu saja, dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk kemenanganku."


Setelahnya Xin Fai memajukan sebelah kakinya, tempo serangannya jauh lebih mengerikan dari sebelumnya. Mengalahkan Huang Kun bukan perkara sulit lagi, mengingat Xin Fai sebelumnya bahkan sudah menaklukan banyak musuh yang jauh lebih kuat.


Setelah banyak berlatih tanding dengan murid-murid lain di Sekte Kuil Teratai dan selalu menang telak, hari ini Huang Kun harus menerima pil pahit berupa kekalahan dari juniornya sendiri.


"Bagaimana kau bisa sekuat ini?" Huang Kun bahkan menahan napasnya saat melihat semua teknik berpedang Xin Fai.


Xin Fai tak menjawabnya, dia hanya menjelaskan beberapa kelemahan Huang Kun dalam menggunakan pedangnya yang bisa dimanfaatkan musuh untuk membobol pertahanannya. Hal itu membuat Huang Kun membuka mulutnya karena diajari oleh orang yang lebih muda darinya, namun tetap saja dia melakukan saran dari Xin Fai dan hasilnya tak buruk juga.


Pergerakan Huang Kun lebih baik dari sebelumnya, tatapannya pada Xin Fai kini berubah. Huang Kun saat ini menganggap Xin Fai sebagai lawan yang sepadan dengannya.


Pertarungan berlangsung sengit, namun Huang Kun yakin Xin Fai masih menyimpan kekuatan aslinya dan hanya mengeluarkan kekuatannya yang setara dengan dirinya.


Hasil pertarungan sudah bisa ditebak, Huang Kun kalah dari Xin Fai. Pemuda itu mengatakan dirinya akan berlatih lebih giat lagi mengingat dia akan menjadi perwakilan dari Sekte Kuil Teratai untuk mengikuti Turnamen Pendekar Muda.

__ADS_1


Hari mulai gelap, Xin Fai mengulurkan tangannya untuk membantu Huang Kun berdiri.


"Aku terlalu sombong dengan kekuatanku, dan tidak menyadari bahwa masih ada orang yang lebih kuat dariku..." Huang Kun mengatakannya pelan, kekalahannya dari Xin Fai menjadi pukulan keras baginya.


"Sebenarnya bukan hanya kekuatan yang menjadi penentu kemenangan seseorang." Huang Kun menatapi Xin Fai yang tengah memandangi langit.


"Apa itu?"


"Tekad yang kuat, hal itulah yang selama ini membantuku untuk menang dari musuh yang lebih kuat dariku sekalipun."


"Lebih kuat darimu?"


"Iya, aku pernah menghadapi siluman dan juga monster iblis, kekuatan mereka jauh lebih mengerikan daripada manusia..."


Huang Kun tak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutnya, melihat Xin Fai bisa menghadapi mahkluk mengerikan seperti itu tentu saja bukan hal wajar.


"Tekad yang kuat, ya..." Bergantian Huang Kun menatapi langit sore, dia tersenyum setelahnya.


"Besok aku akan menunggumu di sini, kita akan berlatih tanding seperti tadi."


Belum sempat menjawab, Huang Kun memotong lebih dulu.


"Tentu saja aku akan kembali dengan tekad yang kuat untuk menang darimu!"


Xin Fai dan Huang Kun bertos ria, lalu tertawa kompak setelahnya.


***

__ADS_1


__ADS_2