Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 108 - Turnamen Pendekar Muda III


__ADS_3

Selanjutnya Qin Gaozu menjelaskan bahwa juara harapan 4 dan 5 masing-masing akan mendapatkan lima ribu keping emas namun untuk mendapatkan posisi di Pilar Kekaisaran mereka tetap harus menjalani seleksi ketat. Hal tersebut membuat para perwakilan sekte menengah setidaknya masih memiliki harapan pada muridnya.


Dengan sedikit kata-kata penutup akhirnya Qin Gaozu bisa kembali duduk di tempatnya semula, dia terlihat lega serta langsung menyenderkan punggungnya senyaman mungkin.


Sementara itu Li Yong masih saja waspada walaupun sepuluh menit telah berlalu, dia menelan ludah gusar. Entah mengapa firasatnya buruk sekali hari ini, namun setelah itu Li Yong sama sekali tak merasakan aura pembunuh lagi.


'Semoga hanya firasatku saja, kuharap begitu...' Li Yong membatin dalam hati. Dia menelusuri sekitarnya dan tak menemukan keanehan apapun selain banyaknya pendekar menengah yang sibuk bertaruh tentang pemenang pertandingan ini.


Nama Xiu Juan yang terkenal karena kecantikan dan kesadisannya menjadi sosok yang paling banyak disebutkan, selain itu beberapa orang mengelukan Yu Yuwen sebagai juara utama. Dari nama-nama yang didengarnya, Li Yong tak mendengar satupun nama dari sektenya disebut.


Tersenyum pahit, Li Yong setidaknya sadar bahwa kekuatan sekte mereka masih di tingkat menengah. Para pendekar muda dari sekte besar biasanya akan lebih populer dibandingkan dengan mereka.


Namun dalam keramaian di sekitarnya, Li Yong tak menyangka ada satu orang yang menyebut nama Xin Fai di kursi para bangsawan.


Li Yong mengangkat wajahnya buru-buru dan menatapi seorang pria berambut cokelat yang kini duduk bersama putri kecilnya, dia tak pernah merasa pernah mengenal lelaki dengan senyum ramah itu namun dirinya bisa memastikan orang tersebut berasal dari keluarga Lian.


Keluarga Lian sendiri menduduki posisi politik yang kuat, hubungan baik pria itu dengan Qin Gaozu membuat keluarga bangsawan Lian memiliki kemudahan menjadi salah satu keluarga bangsawan terkuat di Kekaisaran Shang.


Seumur-umur Li Yong tak pernah menyangka nama perwakilan sektenya disebut oleh salah satu orang penting di Kekaisaran ini, dia menggelengkan kepalanya tak percaya. Xin Fai memang bocah penuh kejutan, julukan itu tepat sekali mengingat anak itu bahkan bisa memiliki hubungan dengan kepala keluarga Lian yang terkenal bijak ini.


Tentu saja perbincangan antara Lian Sheng dan Qin Gaozu yang sedang membahas calon Pilar Kekaisaran selanjutnya disimak banyak orang, mereka tak percaya justru nama yang sangat asing yang kini keluar dari mulut Lian Sheng.


Qin Gaozu mengerutkan alisnya.

__ADS_1


"Siapakah pendekar muda yang kau maksud itu, Saudara Lian?"


"Ahahahah, dia adalah anak angkatku... Meski dia tidak menganggapku sebagai ayah angkatnya," kata Lian Sheng menggaruk belakang kepalanya sedikit malu.


Li Yong tentu saja bisa mendengar percakapan itu menggunakan indera pendengarannya yang tajam, apalagi keriuhan penonton berhenti menyimak percakapan dua orang tersebut.


"Putra angkatmu? Mengapa aku tak mengetahuinya? Yang kutahu hanya Putri Kaili ini anakmu satu-satunya." Qin Gaozu tersenyum kecil pada Lian Kaili, anaknya itu tertawa dengan suara bayi yang sangat lucu.


"Kurasa seluruh keluarga Lian sudah mengetahui namanya, meskipun tak pernah melihat bagaimana wajahnya. Namun Xin Fai ini adalah pemuda yang telah menyelamatkan nyawa putriku dua kali. Yang pertama saat berada di Hutan Terkutuk dan setelahnya saat Kaili diculik oleh pembunuh bayaran."


"Hm... Aku sungguh penasaran dengan pemuda bernama Xin Fai ini, dia sungguh membuatku tertarik." Qin Gaozu mengelus jenggotnya semakin tak sabar menantikan pertandingan.


Li Yong yang mendengarnya bahkan sampai lupa menarik napas, dia tak menyangka bahwa Xin Fai adalah anak kecil yang dikabarkan telah membunuh raja siluman tikus. Sebelumnya memang Xin Fai pernah mengatakannya, namun Li Yong saat itu belum terlalu percaya.


Setelahnya Yang Guifei kembali naik ke panggung.


"Baiklah, dengan ini Turnamen Pendekar Muda dinyatakan akan segera dimulai."


Bunyi terompet dan gong bersahutan meriah dengan suasana gaduh yang pecah, para penonton menyambutnya sangat bersemangat.


Hari ini turnamen akan dilangsungkan dengan babak penyisihan, masing-masing peserta akan melawan setidaknya tiga lawan berturut-turut dan siapapun yang berhasil lolos akan memasuki babak utama. Seleksi yang begitu ketat ini diharapkan bisa menghadirkan calon Pilar Kekaisaran terbaik di masa depan.


Yang Guifei mengatakan bahwa dirinya akan bertindak sebagai wasit dalam pertandingan, dia juga yang akan menengahi ketika keadaan mulai tak terkendali.

__ADS_1


Melihat wasitnya berasal dari sekte Lembah Kabut Putih tentu banyak orang keberatan, bisa saja wanita itu bertindak tidak adil selama berlangsungnya pertandingan. Namun bagi orang yang telah mengenal Yang Guifei, mereka sudah menyadari wanita itu memiliki kepala batu dan tak pernah pilih kasih bahkan dengan orang terdekatnya sekalipun.


Bisa dikatakan pertandingan kali ini akan berjalan adil karena Yang Guifei menjadi wasit.


Setelah mengenalkan diri sebagai wasit, Yang Guifei segera mengikuti urutan acara turnamen selanjutnya.


"Baiklah, tanpa banyak mengulurkan waktu lagi dengan ini aku menyatakan pertandingan segera dimulai. Peserta dengan nomor satu dan dua dipersilahkan naik ke atas panggung."


Dua pemuda yang umurnya hanya berselisih satu tahun saja maju dengan tertib dari kursi peserta yang telah disediakan. Li Yong menatapi tiga muridnya yang duduk saling berjauhan dengan cemas. Tatapannya jatuh pada Huang Kun, pemuda itu seperti mayat hidup yang sedang memaksakan diri untuk mengikuti pertandingan.


Wajah pucat pasinya langsung membuat Shen Xuemei merengut, dia justru sangat berharap murid jenius nomor dua di sekte Kuil Teratai saja yang harusnya mengikuti turnamen ini, namun sayangnya orang tersebut sedang dalam perjalanan ke luar sekte dan tak bisa turut serta mengikuti turnamen.


Pertarungan di atas panggung menjadi sangat membosankan bagi sebagian orang, meskipun pertarungan terbilang sangat sengit namun karena kedua peserta ini tak begitu terkenal maka hanya segelintir orang yang menonton sedangkan yang lainnya sibuk dengan obrolan sendiri.


Pertandingan dinyatakan berakhir ketika salah satu peserta yang usianya lebih muda terpental sampai keluar arena, peserta itu mengeratkan kepalan tangannya tak terima karena dia menjadi peserta yang gugur paling pertama.


Lagipula tak ada yang memerhatikan kekalahannya selain sektenya sendiri, kedua pemuda tersebut kembali ke kursi peserta. Yang satunya lega, dan yang satunya lagi memasang tampang kesal.


Setelahnya tatapan penonton terkunci di satu titik ketika melihat seorang pemuda yang berkekuatan biasa saja akan bertarung melawan salah satu peserta yang lebih kuat darinya.


Xin Fai menatapi Huang Kun sedikit putus asa apalagi lawannya ini adalah orang yang tadi menghina mereka ketika berada di ruang tunggu. Dia menyadari kekuatan pemuda itu terbilang lumayan, dan kali ini bisa dipastikan orang yang akan mengalami kekalahan berikutnya di turnamen ini adalah Huang Kun.


***

__ADS_1


__ADS_2