Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 283 - Perang Besar


__ADS_3

Sekilas tetesan air mata membasahi tangan Zhu Yue, Xin Fai segera mengelapnya berusaha mengontrol emosi. Dia marah, sangat marah. Kepada siapapun yang menjadi musuhnya saat ini.


"Wakil Zhu, kau mati dengan sangat terhormat. Aku akan selalu mengingat kebaikanmu," ucapnya sambil meletakkan tubuh Zhu Yue pelan di atas tanah kemudian melindunginya dengan ratusan pisau angin.


"Untuk itu aku akan meneruskan misi kelompok kita, menghabisi musuh Kekaisaran. Kau bisa tenang sekarang."


Xin Fai melanjutkan, meskipun rasa sedihnya akan kehilangan Zhu Yue masih tidak bisa dia terima namun dia harus fokus dengan peperangan. Kehilangan adalah satu hal yang biasa dalam medan peperangan walaupun menyakitkan.


Pemuda itu mengeluarkan Rantai Api Neraka, membuat tubuhnya dikelilingi oleh rantai mengerikan yang siap menembus jantung lawan dalam satu kali hujaman.


Satu per satu pendekar yang mencoba mencelakainya tembus oleh rantai tersebut dan mati tanpa menyisakan abu. Mereka menghilang bersama angin yang bercampur amis darah.


Melihat rantai itu banyak musuh yang mulai penasaran dengan kekuatan Xin Fai, mereka tidak memedulikan nyawa lagi dan berniat memotong kepala pemuda tersebut bagaimanapun caranya. Mengalahkan sosok yang telah dikenal luas masyarakat adalah pencapaian terbesar bagi mereka.


Memanfaatkan keadaan tersebut Xin Fai mengeluarkan ratusan atau bahkan sudah mencapai ribuan pisau cahaya di atas langit.


Ratusan Manusia Darah Iblis menyerbu di berbagai arah, dari belakang maupun depan jumlah mereka sangatlah banyak. Saat jarak mereka hanya bersisa lima meter lagi pisau cahaya menghujani bumi dalam sekejap mata. Membunuh ratusan pendekar dalam satu waktu.


Nyatanya dalam pertarungan ini keadaan mereka ternyata tidak semuanya berimbang, di sayap kiri yang kini dipimpin oleh Yong Tao mereka dapat menguasai arena pertempuran, namun di sayap kiri tidak demikian.


Xiang Yu tidak dapat berkutik lagi di hadapan jumlah manusia yang jumlahnya melebihi angka ribuan sedangkan anggota yang dibawanya hanya berkisar ratusan.


Xin Fai menyusul ke tempat Xiang Yu, membereskan para musuh yang sibuk mencelakai kuda-kuda pasukan mereka. Tentu saja dia masih menyimpan marah karena kematian Zhu Yue dan berniat membalaskannya di sini, di tempat yang dipenuhi oleh ribuan manusia. Dia ingin mengambil semua nyawa musuh sendirian.


Rantai Api Neraka kembali siap menyerbu, benda itu bergerak melibas lima pria sekaligus membuat tubuh mereka terpotong oleh besi panas lalu lenyap tanpa bersisa.

__ADS_1


Banyak orang mulai ketakutan melihat kekuatan yang sangat tidak masuk akal itu, mereka gentar beberapa saat namun masih tetap melawan. Tidak membiarkan Xin Fai dan Xiang Yu menguasai keadaan.


Lang sendiri menghabisi lawannya dengan cakar yang sangat tajam, tidak ada satupun manusia yang lolos dari tangannya tanpa kehilangan anggota badan.


Dia mencabik-cabik musuh tanpa ampun, siapapun yang melihatnya pasti akan meringis ngilu. Aksi pembunuhan yang dia lakukan sama kejamnya dengan yang Xin Fai lakukan.


Pusaran musuh mulai mundur akan tetapi mereka datang dengan jumlah yang lebih banyak setelahnya, tak disangka-sangka ternyata para Manusia Darah Iblis masih memiliki jumlah anggota yang dua kali lipat lebih banyak dari yang mereka hadapi pertama.


Mereka keluar dari bagian terdalam pusat markas dan tampaknya kekuatan mereka berkisar di antara pendekar agung dan paling lemah adalah pendekar menengah.


Hal ini disadari Yong Tao lebih dulu, dia mengomando pasukan berkuda untuk menghadapi gelombang musuh yang datang. Bendera kebanggaan mereka berkibar seiring pertarungan selanjutnya akan dimulai.


Lan An, Xiu Juan dan para pendekar muda lainnya juga turun tangan, mereka ikut andil dalam membasmi musuh yang jumlahnya sangat banyak ini tanpa rasa gentar sedikitpun. Sudah terlalu banyak kekejaman yang mereka lihat di usia muda, hal-hal seperti pembunuhan dan pembantaian sudah biasa mereka lihat selama bertahun-tahun ini.


Lan An sekilas menoleh ke belakang ke arah pemuda yang baru saja selesai membereskan musuh bersama Xiang Yu, Gong Li dan yang lainnya. Secara samar-samar dapat dilihatnya ada sosok yang tengah memperhatikan Xin Fai.


**


Sebuah benang tipis yang nyaris tak dapat dilihat dengan mata telanjang menyerang Xin Fai dari arah belakang.


Xin Fai melihat dengan ujung matanya, salah satu pendekar aliran putih yang kini bergerak mencurigakan. Dia bergerak berputar dan tidak benar-benar mengayunkan pedangnya untuk menebas musuh.


"Kena kau!"


Pria itu berseru tiba-tiba sambil menarik kencang benang di jarinya, membuat lilitan benang tersebut merapat hendak mengenai Xin Fai.

__ADS_1


"Setelah terkena racun dari benang ini kupastikan kau tidak akan bisa bergerak, hanya dalam satu menit siapapun akan mati jika terkena–" tangan yang awalnya bergerak sangat cepat untuk menangkap Xin Fai luruh ke bawah, pria tersebut tercengang saat melihat posisi Xin Fai berdiri kini hanya terdapat sebuah Pedang Manusia Iblis. Pemuda itu menghilang saat dia berkedip.


"Kalau begitu aku juga punya penawaran menarik untukmu, tanganku ini kalau kena di mukamu bisa berbahaya. Tidak perlu satu menit, satu detik juga kupastikan kau langsung meninggal."


Mata pria itu melotot kencang, tak bisa dipikirkannya lagi bagaimana bisa Xin Fai yang jelas-jelas berada di depannya sudah berada di belakang. Mengepalkan tinjunya geram.


Saat dia menoleh ke belakang wajahnya langsung ditumbuk, membuat bunyi retak yang sangat keras. Bola matanya seketika pecah dan giginya pun ikut rontok.


Pria itu kontan menjerit keras merasa ketakutan, dia pikir serangan jarak jauh bisa dimanfaatkannya untuk membunuh Xin Fai setelah melihatnya hanya membunuh bertarung dengan dua pedang yang jangkauan serangnya sangat pendek.


"Menggunakan seragam kami untuk menyamar, kau benar-benar menyebalkan. Jujur aku sedikit terkecoh dengan trik licik mu itu." Xin Fai mengakui keteledorannya, andai yang dia incar tadi adalah Xiang Yu dia tidak yakin pria itu masih bisa selamat.


"Ma-maafkan aku... Aku tahu aku salah, bisa kita selesaikan dengan kepala dingin?"


"Masalahnya kepalaku sekarang sedang panas, yang memicunya termasuk kau sendiri."


Pria itu meneguk ludah kasar, walaupun tahu tampaknya sangat sulit membujuknya untuk melepaskan dirinya dia tetap berusaha.


Xin Fai beralih ke pertempuran yang jaraknya sekitar seratus meter di depan, tampaknya dia harus turun tangan membantu.


Tanpa mengatakan apapun lagi leher pria itu dia tebas begitu saja, dia mati dalam posisi tangan masih menangkup.


Lang mendekat ke arah Xin Fai terlebih dahulu sembari memerhatikan sekitar, meskipun masih banyak musuh tersisa mereka harus segera maju.


Xin Fai baru saja ingin menghampiri Xiang Yu tapi bola matanya menangkap sesuatu di balik bangunan-bangunan tinggi. Di atap bangunan itu terlihat Liu Fengying tengah berlari bersama seorang gadis. Dia mencengkram pedang erat, menghampiri Lang dengan sigap.

__ADS_1


"Kita harus mengejar mereka sebelum semuanya terlambat!"


***


__ADS_2