Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 224 - Di Bawah Pelindung Malam


__ADS_3

Usai memberikan salam perpisahan pada Shen Xuemei, Li Yong, Huang Kun dan juga lainnya Aliansi Pedang Suci bergerak meninggalkan sekte tersebut.


Salam perpisahan yang cukup singkat itu hampir saja membuat Huang Kun menangis, dia masih tidak merelakan juniornya itu pergi sendirian dan berniat mengikuti mereka tetapi Li Yong tidak mengijinkannya.


Perjalanan itu tentu saja bisa membahayakan keselamatan Huang Kun, terlebih lagi Xin Fai mengatakan tidak ada jaminan untuk selamat hidup-hidup jika bergabung dengan mereka.


Sementara itu Ho Xiuhan telah resmi diangkat sebagai Aliansi Pedang Suci, itu artinya anggota bertambah menjadi 88 orang. Pria itu berdiri tegap dalam barisan, bersama wajahnya yang tampak jauh lebih bersinar dari sebelumnya.


Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal Xin Fai membalikkan badannya, berjalan menjauh dan semakin jauh dari pandangan Li Yong. Pendeta itu sebenarnya tidak ingin Xin Fai pergi namun dia sendiri tidak bisa menghentikan itu. Bagaimanapun kekuatannya diperlukan oleh semua orang, tapi di sisi lain dia mengkhawatirkan keselamatan Xin Fai. Dunia di luar sana begitu keji, bukan tidak mungkin kabar kematian pimpinan Aliansi Pedang Suci itu akan terdengar suatu saat nanti.


Li Yong memejamkan matanya, berdoa akan keselamatan Xin Fai dan semua orang yang ikut bersamanya. Sesaat kemudian terdengar Shen Xuemei berkata, terdengar seperti gumaman kecil.


"Fai'er sudah dewasa, dia pasti bisa bertahan melawan semua penjahat di luar sana."


Perjalanan menuju Desa Daan menempuh waktu dua hari dua malam, ketika malam tiba mereka memilih beristirahat. Rombongan berhenti di sebuah penginapan tua yang tidak terlalu besar, di dalamnya terlihat seorang gadis muda tengah membersihkan ruangan. Kala menyadari kedatangan mereka gadis itu segera membersihkan tangannya dan menyambut dengan ramah.


Seperti biasa dalam hal tawar menawar Zhu Yue memang nomor satu, dia mendekat meja untuk menerima tamu. "Kami akan memesan 45 kamar sekaligus, kalau bisa kurangi sedikit uang sewa kamarnya, Nona Cantik." Zhu Yue menggoda, hampir saja Xin Fai terbatuk-batuk melihat pria itu mengedipkan matanya genit. Tidak disangka juga ternyata wakil Aliansi Pedang Suci ini suka menggoda wanita.


"Tidak bisa Tuan.."


Xin Fai menutup matanya gerah, dia berniat duduk di kursi sambil menunggu Zhu Yue selesai berdebat.


"Sedikitpun tidak bisa dikurangi?"


Gadis muda itu menggeleng pelan. "Bukan begitu, kami hanya memiliki dua puluh kamar yang bisa disewa jadi kami tidak bisa menampung semua tamu yang Anda bawa."

__ADS_1


Akhirnya Zhu Yue mengerti dan dia hanya bisa menggaruk pelipis dengan bingung. Matanya berdalih pada Xin Fai meminta keputusan akan hal ini.


"Kalau begitu hanya setengah anggota yang bisa tidur nyenyak malam ini, itu tidak adil sekali." Salah satu anggota memprotes.


"Aku tidak peduli, yang penting sekarang aku bisa tidur Wakil Zhu."


"Tapi bukannya kita bisa tidur berempat dalam satu kamar?"


Terjadi sedikit kericuhan malam itu, Xin Fai menghela napas berat lalu menarik pedangnya. "Aku tidak tidur malam ini, untuk masalah kamar kalian tangani sendiri."


Sebelum Xin Fai benar-benar pergi Zhu Yue lebih dulu menahan pemuda itu. "Mau ke mana, Ketua?"


"Berburu. Yang mau ikut, ayo. Aku tidak ingin menunggu lama-lama."


Zhu Yue menghentikan kudanya saat tiba di sebuah tugu putih agak kecoklatan, memandang agak lama sampai membuat yang lainnya ikut berhenti memandangi tugu itu.


"Ada apa?" Xin Fai berjalan balik saat melihat Zhu Yue dan lain tertinggal di belakangnya.


"Tidak, Ketua. Aku hanya teringat pernah pergi ke tempat ini bersama Nenek dan adikku, Zhu Ye. Aduh, aku jadi semakin merindukan mereka..." gumam lelaki itu sambil tersenyum lebar.


"Kau akan segera bertemu dengan mereka," balas Xin Fai sambil tersenyum.


Tanpa diduga seekor siluman muncul, aura mengerikan mengelilingi tubuhnya yang dipenuhi oleh bekas tusukan panah dan tombak. Dia menerkam rombongan membuat dua orang terluka dalam sekejap mata.


"Mundur! Mundur!" Xin Fai memerintah tegas, dia segera menarik pedangnya secara cepat lalu menghunus pada siluman tersebut. Mata lipan yang telah berusia lebih dari seratus tahun itu memerah terang, dia adalah seekor siluman iblis namun kekuatannya tidak terlalu besar. Tampaknya mahkluk itu telah melewati pertarungan sengit selama beberapa hari terakhir.

__ADS_1


Tanpa membuang-buang waktu lebih lama lagi Xin Fai meluncurkan serangan mematikan pada siluman tersebut, permainan pedangnya melukai musuh dalam waktu terbilang sangat cepat.


Darah hitam mencuat membasahi batang pohon, Xin Fai memotong leher siluman itu dalam satu tebasan lurus membuatnya tewas seketika tidak melakukan pergerakan lagi.


Pertarungan berakhir lebih cepat dari yang mereka duga, kekuatan pimpinan mereka semakin hari semakin menakutkan. Entah bagaimana menjelaskannya Zhu Yue saja tidak tahu harus berkata apa lagi. Semenjak bertemu dengan Xin Fai di upacara peresmian kelompok hampir sebulan lalu, pemuda itu sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Xin Fai berjongkok mengambil permata siluman iblis itu, kilat matanya menatapi anggota Aliansi Pedang Suci yang masih melihat dirinya lekat-lekat. Dengan diam-diam Xin Fai meletakkan permata tersebut di tulang belakangnya dan menyerap begitu saja dalam tubuhnya.


'Aku harus mencari dua sisa permata untuk menyempurnakan tubuh ini.' batinnya. Xin Fai melajukan kuda disusul oleh yang lainnya, dalam perburuan malam itu mereka berhasil menangkap kambing hutan dan beberapa kelinci untuk dimakan bersama-sama.


Tidur dengan langit sebagai atap sudah biasa mereka rasakan, aroma rumput kering dan juga tanah kotor menjadi teman mereka selama ini. Di antara semua anggota tidak ada yang mengeluh, mereka melakukan tugas sepenuh hati dan tak pernah mengharapkan imbalan lebih. Agaknya anggota kelompok yang dipilih Yong Tao memang orang yang tepat, pikir Xin Fai.


Esok paginya mereka meninggalkan penginapan, Zhu Yue bangun lebih awal dari mereka semua dan meminta agar perjalanan segera dilanjutkan. Matahari masih belum memunculkan diri namun Aliansi Pedang Suci sudah bergerak melewati rimbunnya pepohonan tinggi.


Zhu Yue tampaknya tahu lebih banyak jalan di tempat ini, dia memutar pandangan sekitar merasa mengenali tempat tersebut.


Selagi mereka sibuk menatap ke depan Xin Fai justru teralihkan pada sebuah kuil kecil yang didirikan di tengah-tengah hutan, dia menyipitkan mata untuk bisa melihat lebih tajam. Tak begitu lama setelah itu air mukanya mulai berubah keruh. Dia tidak berniat memberitahu dan memastikan keadaan lebih dahulu.


"Ketua, setelah melewati jalan ini kita akan langsung sampai ke desaku! Kita akan berhenti dulu di rumah nenek–"


Zhu Yue berhenti berbicara. Tangannya yang sedang menunjuk ke depan perlahan turun dengan deru napasnya yang semakin berantakan. Secara samar terlihat asap mengepul di atas sana, bau amis darah tercium kuat menusuk hidung membuat mereka semua dalam tanda tanya besar.


Xin Fai menyusul Zhu Yue yang mempercepat lari kudanya agar segera keluar dari hutan ini, ketika mereka berdua dapat melihat jelas apa yang tengah terjadi di desa itu justru pemandangan mengerikan telah menyambut mereka di depan sana.


***

__ADS_1


__ADS_2