Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 201 - Markas Manusia Darah Iblis


__ADS_3

Agak lama berselang Gong Li akhirnya menghentikan penjelasannya, memastikan semua orang sudah mengetahui tugas masing-masing dia menolehkan pandangan ke depan.


"Apa ada yang lain?"


"Kalian hanya perlu menyiapkan beberapa barang yang mungkin diperlukan untuk menyempurnakan strategi ini."


**


Zhu Yue dan beberapa anggota Aliansi Pedang Suci seperti biasa menunggu, beberapa panahan diberikan pada mereka secara cuma-cuma. Kualitasnya pun bisa terbilang lumayan, walikota mengatakan panah itu boleh mereka dapatkan gratis.


Suasana di halaman depan kediaman Walikota mulai ribut, beberapa riuh mencoba menggunakan panah tersebut sedang lainnya sibuk mengisi perut. Merasa ada yang kurang Zhu Yue memutarkan penglihatan dan dia menyadari pimpinan mereka telah pergi entah ke mana.


Baru saja mencari ke mana perginya Xin Fai, dia dapat melihat pemuda itu kembali membawa beberapa benda aneh.


"Darimana saja, Ketua Xin?"


"Ah, aku hanya berjalan-jalan sebentar. Semalam aku berkeliling di sini dan melihat sebuah barang yang menarik." Dia mengeluarkan sebuah serbuk hitam dan beberapa lain yang terasa amat aneh.


"Ada sebuah pasar gelap di sekitar sini, senjata dari Kekaisaran lain dijual di tempat itu. Mungkin aku akan membawamu ke sana nanti."


Zhu Yue mengangguk pelan beberapa kali, entah darimana Xin Fai mendapatkan tempat itu dia juga tidak tahu. Seterusnya hanya ada obrolan ringan di antara keduanya, sampai akhirnya sang Walikota, Ren Yuan dan juga puluhan pendekar dari sekte Gunung Angin Timur datang.


"Persiapan sudah selesai dilakukan," lapor mereka diiringi suara derap kaki.


"Ayo berangkat." Xin Fai menaiki kudanya memandu anggota Aliansi Pedang Suci menuju markas Manusia Darah Iblis, matahari mulai merangkak naik membakar punggung mereka selama perjalanan. Debu jalanan berterbangan menemani kepergian gabungan pasukan ini, Ren Yuan memimpin pasukan yang dibawanya sedangkan Xin Fai memimpin Aliansi Pedang Suci.


Ketika tujuan sudah semakin dekat Ren Yuan berhenti, membiarkan Aliansi Pedang Suci bergerak sesuai rencana. Mereka yang berasal dari Gunung Angin Timur menunggu isyarat maju nanti setelah Shen Xuemei berhasil diselamatkan.

__ADS_1


Selang beberapa menit Aliansi Pedang Suci telah mengambil posisi masing-masing, memasuki parit-parit kecil serta berlindung di persembunyian yang berhadapan langsung dengan gerbang markas. Situasi tempat itu sedang ramai-ramainya, suara lontaran makian dan kata kotor menggema di udara panas itu.


Xin Fai berkeliling di sekitar markas dan menemukan satu rombongan yang hendak memasuki area tersebut, dia membuntuti dari belakang secara mengendap-endap sembari memastikan tidak ada yang menyadari kehadirannya.


Di dalam rombongan yang ditarik menggunakan kuda itu terdapat sebuah kotak besar berisi hampir sepuluh manusia. Mereka menjerit-jerit, meronta dan menangis mengharapkan belas kasihan namun tak sedikitpun rasa simpati nampak di wajah orang-orang yang membawanya.


Pendekar yang berdiri paling belakang merasakan sesuatu yang aneh, dia dapat merasakan hawa kehadiran seseorang sebelum sebuah tangan menutup mulutnya dan membunuhnya di balik semak-semak. Xin Fai bergerak cepat memakai baju armor hitam dengan pelindung kepala itu.


Sesaat pimpinan rombongan juga merasakan ada yang salah, dia menghentikan perjalanan sejenak sembari melayangkan tatapan ke barisan paling belakang.


"Hei yang di belakang! Apa terjadi sesuatu di sana?!"


"Tidak, tidak ada Ketua!"


Pria itu mengernyitkan dahi dalam, panggilan Ketua bukan panggilannya di dalam rombongan ini. Mereka biasa memanggil sosok pimpinan ini dengan nama Komandan. Merasa pemuda yang berdiri di barisan belakang amat mencurigakan lelaki itu berniat menghampirinya sebelum sosok yang berdiri di sebelahnya menahan.


"Lalu bagaimana dengan anak itu? Sepertinya dia mencurigakan sekali."


"Bukannya dia anak baru? Kurasa dia masih belum tahu apa-apa di sini," salah satu dari rekannya menyambung membuat laki-laki itu berubah pikiran dan segera melanjutkan perjalanannya.


Xin Fai menghembuskan napas lega di balik pelindung kepala berbahan besi itu, andai saja si komandan itu benar-benar memeriksanya mungkin sekarang ini sedang terjadi pertumpahan darah lagi dan malah merusak semua rencana.


Kini mereka telah berdiri tepat di depan gerbang, komandan berbicara sebentar dengan penjaga di sana sebelum mereka diijinkan masuk ke dalam markas.


Ketika melewati para penjaga gerbang beberapa dari mereka sedikit merasakan aura aneh lewat begitu saja. Tak mempermasalahkan hal itu lebih jauh mereka memilih membungkam menutup mulut.


Dari apa yang dilihatnya sedari tadi Xin Fai mengambil kesimpulan bahwa markas ini jauh lebih besar dari yang pernah dilihatnya, beberapa rumah yang telah mereka tinggali diisi oleh senjata-senjata berbahaya.

__ADS_1


Bau gosong akibat daging hewan yang telah hangus menguar di udara. Beberapa orang berkumpul memakan daging yang seperti arang itu sambil tertawa-tawa.


Memasuki bagian dalam sebuah tempat baru terlihat di ujung sana, di bawah pepohonan tinggi nan rindang terdapat sekumpulan orang yang berdiri berjejer sambil menenteng panahan. Rombongan berhenti di tempat itu dan semua pandangan tertuju ke arah mereka.


Seorang laki-laki bungkuk mendekat penuh emosi, dia menendang batu besar di sekitarnya. "Berapa kali kubilang!?"


Bahkan komandan yang memimpin mereka sampai harus menahan kata makiannya kuat-kuat, laki-laki bungkuk di depannya jelas memiliki pangkat yang lebih tinggi dari semua orang di tempat ini.


Perangainya yang buruk membuat siapapun ingin menghabisi nyawanya namun pria itu juga bukan orang sembarangan. Jika bukan karena kekuatannya yang masih sangat kuat mungkin lawan bicaranya itu sudah menggorok lehernya sejak dulu.


"Kalian pasti bermain-main, bukan?! Padahal aku hanya menyuruh kalian membawa beberapa penduduk ke sini! Jaraknya juga tidak terlalu jauh tapi kalian memakan waktu berhari-hari melakukannya!"


"Tapi tetap saja perjalanannya memakan banyak waktu..."


"Ya... Ya! Anggap saja manusia-manusia ini kalian bawa dari kutub Utara! Cih, kelompok yang kau bawa memang lamban seperti siput. Lain kali aku akan menyuruh yang lain saja melakukan tugas ini."


Kesal tak main-main sang komandan mendengar ucapan penuh hinaan itu, dia pergi sembari menghempaskan pantatnya di atas rumput. Memandangi latihan yang akan dilaksanakan sebentar lagi.


Xin Fai menatapi sekitar lebih teliti dan menyadari lima mayat manusia bergelantungan terbalik di pepohonan itu. Puluhan anak panah menancap di tubuh mereka yang telah digelayuti oleh lalat-lalat petelur.


"Hei, kau! Jangan hanya diam saja!" Salah satu pendekar tersenyum miring ke arahnya. "Berhubung kau junior di sini sebaiknya kau yang memindahkan mayat-mayat itu, kau tidak keberatan bukan?" Tatapan intimidasi menyambut setelahnya.


Tampaknya orang yang digantikan oleh Xin Fai ini memang sering jadi bahan ejekan para seniornya, dilihat bagaimana cara mereka memperlakukan saja sudah jelas terasa.


"Kenapa tidak kalian saja? Bukannya kalian yang lebih berpengalaman?"


"Berani sekali kau membantah!" Dia berseru. "Aku sudah empat tahun berada di sini dan tidak pernah bertemu orang baru seperti dirimu!"

__ADS_1


"Hei ada apa ini ribut-ribut?" Komandan mendatangi mereka dengan wajah kusut, jelas sekali suasana hatinya sedang buruk.


__ADS_2