Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 131 - Xin Fai vs Xiu Juan


__ADS_3

Li Yong memutari pandangan ke sekitarnya, dia bisa mendengar keramaian di deretan bangku lain namun tidak dengan orang-orang yang duduk di sebelahnya, sejak awal pertandingan mereka sama sekali tidak memberikan komentar apapun dan jelas saja hal itu menjadi tanda tanya besar baginya.


Di satu sisi dia merasakan ketegangan tersendiri ketika salah seorang dari mereka menatapnya, Li Yong memalingkan muka karena aura pembunuh mereka dapat dia rasakan meskipun mereka coba menyembunyikannya.


Raut cemas tercetak jelas di wajah pendeta itu, dia mengepalkan tangan erat seperti menolak dugaannya sendiri. Dan berusaha percaya bahwa semua akan berjalan baik-baik saja.


Tidak berapa lama setelahnya Yang Guifei memanggil Xin Fai dan Xiu Juan untuk memulai pertarungan selanjutnya, mereka maju bersamaan dengan posisi saling menghadap. Jeda beberapa detik dimanfaatkan keduanya untuk saling mengukur kekuatan masing-masing.


Saat Yang Guifei baru saja mengumumkan pertandingan dimulai tanpa diduga Xiu Juan langsung berlari secepat kilat ke arah Xin Fai. Ketergesaan Xiu Juan tentu saja membuat orang-orang bingung karena biasanya gadis ini selalu terlihat tenang di situasi genting sekalipun.


Xin Fai menghadang gerakan tersebut dengan sebilah pedangnya, terjadi hembusan angin yang kuat saat keduanya saling bertukar serangan.


Xiu Juan tersenyum kecil. "Aku penasaran dengan pedang yang berada di balik punggungmu itu, Tuan Pedang Iblis."


Penuturan tersebut agaknya membuat Xin Fai tergelitik, dia tertawa kecil. "Benarkah? Kau ingin melihatnya?"


"Jika kau mengizinkan tentunya."


"He... Kalau begitu maumu kau harus menunggu pertarungan terakhirku saat puncak turnamen nanti."


Xiu Juan menaikkan sebelah alisnya, "Dalam artian lain kau sangat percaya diri bisa menang dariku? Huh, tidak akan kubiarkan!"


Jangkauan serangan Xiu Juan sangat luas, dia bahkan tidak kelelahan meskipun sudah menggunakan pedang dengan kekuatan penuh selama sepuluh menit berturut-turut.


Tenaga dalam Xiu Juan terkuras semakin banyak karena terus menyerang brutal, di pertarungan sebelumnya dia sudah menggunakan banyak tenaga dalam dan memulihkannya tidak cukup hanya dengan kurun waktu setengah jam.


Mengandalkan sisa tenaga dalamnya, Xiu Juan mengerahkan segala upaya untuk bisa menang kali ini karena lawannya pun sangat pantas untuk dilawan dengan segenap kemampuan.


Xin Fai berdiri di satu titik dan dari seluruh arah Xiu Juan menyerangnya tanpa henti, bunyi pedang yang beradu terdengar terus menerus selama beberapa menit hingga akhirnya kekuatan Xiu Juan melemah.

__ADS_1


Merasa lawannya mulai mengendurkan serangan, Xin Fai berinisiatif menyerang balik. Dia membabatkan serangan, namun sedetik sebelum serangan tersebut mengenai Xiu Juan gadis itu mengatakan sesuatu.


"Jika kau pikir ini adalah kemenanganmu maka kau salah besar."


Xiu Juan melepaskan tenaga dalam sangat besar, bahkan rambutnya yang panjang berterbangan akibat tiupan angin kencang di sekitar tubuhnya.


Xin Fai yang dalam keadaan hampir terjatuh tak sempat mengambil pijakan untuk berdiri tegak, dia menerima serangan Xiu Juan mentah-mentah.


Tubuh Xin Fai hampir saja menyentuh batas akhir arena setelah terpental beberapa meter, daya serang yang cukup dahsyat itu di luar perhitungannya.


Ternyata membuat pergerakannya seolah melemah hanya taktik saja. Xin Fai merasa telah salah mengambil langkah dan terlalu terburu-buru. Xiu Juan bukan orang yang kuat saja, namun dia sama cerdik dalam hal strategi dan tipu daya. Maka dari itu di setiap pertarungan dia selalu menang telak tanpa hambatan.


Xin Fai bangun dengan menggunakan pedang sebagai tumpuan, dia mengelap darah yang keluar dari bibirnya tanpa mengalihkan pandangan dari Xiu Juan.


"Jangan memaksaku menggunakan seluruh kemampuanku."


"Hm? Untuk apa menahan diri saat ini? Kau justru akan kalah sebelum dapat mengeluarkan seluruh kekuatanmu!"


Xin Fai menangkis pedang Xiu Juan ke samping dan dia bisa membebaskan diri. Setelah berpikir sekali lagi, akhirnya Xin Fai berubah pikiran. Dia mulai serius melawan Xiu Juan demi meraih kemenangan.


"Baiklah jika itu maumu. Aku tidak akan menahan diri, jangan menyesali perkataanmu setelah ini."


"Huh! Tidak aka---"


Xiu Juan melebarkan matanya saat merasakan gelombang energi yang sangat dahsyat keluar dari tubuh Xin Fai. Cahaya keemasan keluar layaknya sentruman listrik, ratusan pisau emas yang terlihat tajam mengelilingi sekitarnya hingga menimbulkan angin sangat kencang.


"Ini... Sudah lama aku tidak melihat kekuatan seperti ini!"


"Apa-apaan kekuatannya itu? Apa dia benar-benar manusia?!"

__ADS_1


"Nona Xiu tidak akan selamat lagi setelah ini!"


Yong Tao bahkan tersedak napasnya sendiri ketika itu juga, dia menelan ludah kasar namun bibirnya sangat kelu hingga tidak ada satupun kata keluar dari mulutnya.


Dalam beberapa hari ini Xin Fai melatih diri dengan menggunakan energi roh, dia memusatkan latihannya untuk itu. Setelah mempelajarinya beberapa hari dia mulai mengerti bagaimana mengendalikan kekuatan misterius ini akhirnya Xin Fai memutuskan untuk menggunakannya.


Xin Fai mengayunkan pedang ke samping. "Ayo bertarung lagi."


Xiu Juan menggigit bibirnya dengan kaki gemetaran, dia tidak bisa mengalah begitu saja. Gadis itu tak memiliki siasat apapun sekarang selain bertarung dengan jujur. Dalam beberapa menit keadaan masih bisa dalam kendalinya namun hal itu tak berlangsung lama saat Xin Fai berhasil menangkis pedangnya dan ratusan pisau cahaya siap menerkamnya dari segala sisi.


Xiu Juan masih tetap pada pendiriannya, kata menyerah takkan pernah keluar dari mulutnya meskipun nyawa menjadi taruhannya. Dia melindungi kepala dengan kedua tangan saat ratusan pisau cahaya hendak menghampirinya.


Namun tiba-tiba Xin Fai membelokkan pisau tersebut ke sembarang arah, membuat ratusan pisau tersebut mengincar para penonton. Seketika suasana gaduh tak terkendali.


Yang Guifei menghardik karena Xin Fai telah membahayakan nyawa penonton, dia menunda pertarungan segera.


"Apa yang kau lakukan?!"


Terjadi keheningan sejenak sebelum akhirnya Xin Fai yang tengah memejamkan mata bersuara.


"Seratus... Dua ratus... Lima ratus... Seribu..."


Sontak saja alis Yang Guifei berkerut dibuatnya, dia menanyakan maksud perkataan tersebut namun Xin Fai memilih mengubah topik pembicaraan.


"Tidak ada satupun penonton yang terluka, aku bisa menjamin itu seratus persen."


Saat Yang Guifei memerhatikan sekitar dengan cermat dia dapat menyadari perkataan itu benar. Wanita itu memijit dahinya pusing dan tanpa meminta penjelasan lagi dia melanjutkan pertandingan yang sempat ditunda sebelumnya.


Xiu Juan meremas tangannya erat, wajah mulusnya kini telah lecet akibat sayatan pedang. Tak peduli seberapa kuat dirinya, kini dia merasakan ketakutan tersendiri pada lawannya ini.

__ADS_1


'Julukan Pedang Iblis memang cocok dengannya. Mungkin untuk mengalahkannya aku harus menggunakan jurus terlarang milik Ibuku dulu...'


***


__ADS_2