
Liu Yun merasa kapok sendiri karena pergi tanpa membawa pasukan, dia baru saja datang ke markas kota Sanmin untuk melihat-lihat sedang para anggota yang datang bersamanya dia perintahkan untuk merampok perumahan warga sekitar.
Akan tetapi pemuda dengan anting merah aneh itu masih percaya diri, dia menggerakkan cambuk iblis begitu sombong. "Mau mencabut nyawaku? Jangan kira kekuatanku masihd ama seperti dulu."
"Itu hanya menurutmu, kan?" Xin Fai berkata balik sontak saja kata-kata pedas itu membuat Liu Yun tertohok. "Kau akan merasakan sendiri kekuatanku ini!"
Liu Yun sudah menghabiskan banyak pil-pil berharga dan juga latihan berat demi bisa menjadi kuat, dalam kurun beberapa bulan ini dia telah berhasil mendapatkan posisi petinggi ke-11 apalagi dikabarkan dalam waktu dekat ini ayahnya akan segera mengangkatnya menjadi Ketua Manusia Darah Iblis.
Satu libasan cambuk pun tidak ada yang berhasil mengenai musuhnya, Liu Yun masih berdiri di tempatnya semula mengandalkan cambuk iblis. Seketika jarak keduanya semakin dekat dan kini Xin Fai tengah mendaratkan tendangan ke mukanya.
Satu tendangan telak menghantam pipi Liu Yun begitu kencang, bibirnya seketika robek mengeluarkan darah dan tubuhnya terpental sangat jauh.
"Hanya karena pedang itu kau berniat membantai kami semua!?" Liu Yun berteriak kebingungan atas alasan Xin Fai melakukan ini semua, tindakan beresiko ini tentu saja akan membuatnya menjadi buronan para Manusia Darah Iblis di seluruh Kekaisaran.
Xin Fai berjalan pelan menuju Liu Yun yang tengah merangkak di tempatnya, "Bukan karena pedang itu. Tapi untuk membalaskan kematian keluargaku dulu. Nah, karena kau sudah mendapatkan jawabannya..." Ucapannya berhenti saat pedang pusaka terangkat tinggi-tinggi hendak memotong tempurung kepala Liu Yun.
Pedang pusaka meluncur deras hingga hampir mengenai kepala Liu Yun, di detik itu juga pedang lain menghalang pergerakan pedangnya.
Xin Fai menoleh singkat melihat orang yang kini menghadangnya, dia mengulas senyum kecil. "Hanya pedang seperti ini tidak akan menghentikanku..."
Hal mengejutkan kembali membuat Liu Yun ketakutan, pedang milik rekannya kini telah terpotong dan bersiap mengenai batok kepalanya.
__ADS_1
Liu Yun buru-buru menyelamatkan diri sebelum nyawanya habis hari ini, tak sampai di situ ketika dia berlari kencang ratusan pisau cahaya menusuknya dari belakang hingga sekujur tubuhnya mengucurkan darah.
"Arrrghh!" erang Liu Yun ambruk ke tanah dalam kondisi mengenaskan, sedang para anggota Manusia Darah Iblis yang baru saja datang menyadari hal sangat buruk tengah terjadi.
"Gawat! Jangan sampai Tuan Muda Liu tewas!"
Xin Fai tidak ingin nyawa Liu Yun selamat kali ini, dia yakin pemuda itu akan menyumbang kontribusi terbesar terhadap perkembangan Manusia Darah Iblis ke depannya dan dia harus dimusnahkan secepat mungkin. Dia membunuh orang yang tadi menghalanginya dan kini beralih mengejar Liu Yun yang tidak begitu jauh.
Tidak membiarkan Liu Yun bernapas saat sedang meregang nyawa Xin Fai mengangkat senjata tinggi-tinggi. "Berterimakasihlah karena aku sudah mengurangi rasa sakitmu ini."
Napas Liu Yun berhenti di ujung tenggorokan setelah beberapa detik tersiksa, dia telah tewas di atas genangan darah. Para anggota Manusia Darah Iblis yang tidak sempat mengejar menjadi panik luar biasa hingga keributan terdengar bersama dengan langkah kaki mereka. Entah bagaimana mereka akan mengatakan kematian Liu Yun pada Ayahnya nanti, yakni Liu Fengying. Yakin saja setelah ini nyawa mereka akan habis di tangan pria itu.
"Kalau kalian takut Liu Fengying membunuh kalian semua nanti, aku akan membantu sedikit," ucap Xin Fai bersama derasnya air hujan malam itu. "Dengan membunuh kalian lebih dulu, jadi kalian tidak akan merasakan kemarahan orang itu, bukan?"
Sejak awal pertarungannya Xin Fai hanya sedikit menggunakan tenaga dalamnya yang kini jauh lebih besar dari sebelumnya. Setidaknya berkat mengonsumsi belut listrik dia telah berhasil mencapai 700 lingkaran tenaga dalam, jumlah tersebut cukup besar membuatnya tidak akan kelelahan walaupun bertarung sampai tiga hari berturut-turut.
Tidak ada yang berhasil selamat setelah ayunan pedang pusaka tersebut mengincar leher korban, bahkan saat ini mereka mulai menyadari tindakan ini hanya seperti mengantarkan nyawa melihat betapa mengerikannya pemuda bermata emas ini.
Yang terjadi berikutnya puluhan nyawa terus melayang dan akan bertambah setiap detiknya, cuatan darah mengucur di mana-mana dalam waktu yang agak lama hingga Xin Fai berhasil membantai ratusan Manusia Darah Iblis dengan caranya yang sadis.
Namun rasa amarah yang menguasai kepalanya tak kunjung mereda, dia semakin ingin membunuh para pendekar ini sampai ke akar-akarnya. Xin Fai bergerak menuju tenda-tenda besar dan membunuh anggota yang tersisa di tempat. Mereka mati tanpa tahu siapa yang telah membunuhnya.
__ADS_1
Markas pusat kota Sanmin kini tak lebih dari sebuah tempat pembantaian besar-besaran yang sangat mengerikan, bahkan pendekar tingkat tinggi sekalipun akan kesusahan menahan mual melihat organ tubuh berserakan seperti habis dicabik binatang buas.
Salah seorang pendekar dari aliran putih segera saja angkat bicara melihat tempat yang menjadi tujuan mereka kali ini. Dia berkata sambil mengitari pandangan ke seluruh penjuru.
"Ternyata sudah ada yang mengincar mereka daripada kita... Tapi kurasa jumlah mereka tidak begitu banyak." Ucapnya pelan.
Seorang pendekar pria dengan parutan miring di dekat hidungnya menjawab, dia adalah Pilar Kekaisaran nomor lima, Xiang Yu yang mendapat perintah langsung dari Yong Tao untuk menghancurkan markas pusat Sanmin setelah melakukan penyelidikan melalui pergerakan kelompok ini.
Tidak tahunya saat tiba di markas pusat sudah ada orang yang lebih dulu menyerang markas ini, Xiang Yu mengambil kesimpulan pergerakan ini dilakukan oleh sekte besar secara diam-diam melihat kehancuran yang disebabkan juga tidak main-main.
Namun rasanya perkiraannya itu salah karena tidak ada satupun pendekar aliran putih di tempat ini, Xiang Yu mengerahkan pasukan yang dibawanya untuk memeriksa keadaan di dalam dan mendapati seorang pemuda tengah membantai lima puluh pendekar pria dalam waktu hampir bersamaan.
"Apa-apaan pemuda itu..." Xiang Yu langsung saja bergumam kaget melihatnya, setelah Xin Fai berhasil membunuh seluruh lawannya dengan cara begitu sadis dia langsung bergerak menuju tempat Shi Long dan membunuh si wakil markas pusat itu tanpa peduli akan tatapan Xiang Yu.
Bawahan Xiang Yu kembali berbicara. "sepertinya dia berada di pihak kita, dia hanya membunuh para Manusia Darah Iblis ini saja."
Xiang Yu berkata lirih. "Dan kau tidak terkejut bahwa pemuda itu membunuh ratusan orang ini sendirian? Apalagi caranya sangat keji seperti ini... Aku bahkan tidak tahu dia berasal dari aliran mana..." Lelaki itu memerhatikan salah satu korban yang mati dalam keadaan leher tertancap gagang pedang.
***
Shi Long baru saja mengambil pedangnya yang dia sangkutkan di dinding ketika Xin Fai datang dengan pedangnya yang berdarah-darah.
__ADS_1
"Aku kembali."