
Ren Yuan menarik sudut bibirnya seperti biasa, tatapannya angkuh menyombongkan diri sendiri, namun dia tidak mengatakan lewat kata-kata. Xin Fai yang melihatnya hanya bisa geleng-geleng kepala, sungguh baru pertama kali ini dia bertemu orang seperti Ren Yuan.
Tanpa membuang waktu lebih lama lagi, Xin Fai maju dengan Langkah Cahaya, dia ingin bertarung imbang dengan Ren Yuan lebih dulu untuk mempelajari pola gerakan gadis ini dan seketika pertarungan pun dimulai dengan sengit.
Hasil latihan Ren Yuan selama ini terbukti dengan teknik pedangnya yang hebat, kemahirannya memainkan senjata memang di atas rata-rata orang seusianya dan hal itu membuat Qin Gaozu terpana melihatnya.
Di sisi lain Xin Fai tidak terlalu menonjol sebab dia hanya mengeluarkan kekuatan seadanya. Ren Yuan merasa di awan-awan, lawannya mundur tiga langkah ketika dia mengeluarkan serangan berkekuatan besar.
Tebasan pedang Ren Yuan hanya berjarak sejengkal saja dari tubuh Xin Fai, dia mundur beberapa langkah namun kembali serangan melesat menghampirinya.
"Hm? Apa kau mulai ketakutan sampai terus mundur begini?"
Xin Fai tak membalas. Di balik ketenangannya saat ini dia merasakan sesuatu yang aneh, namun tak bisa memastikan apa yang sedang terjadi.
Ketika Ren Yuan kembali memasukkan serangan dan bersiap menghantam tubuhnya, Xin Fai kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba. Dia huyung saat satu sabetan pedang bersarang di dadanya.
"Bagaimana bisa?! Kupikir dia jagoan yang hebat! Hanya serangan seperti itu dia pun lengah?" Penonton mulai ribut mempertanyakan hal yang baru saja terjadi.
"Sudah kutebak! Kemenangan yang tadi itu hanyalah keberuntungan!"
"Kurasa Putri Ren yang akan memenangkan pertandingan ini! Lihatlah kekuatannya sangat hebat!"
Darah segar mengalir membasahi baju Xin Fai, dia merapatkan gigi namun di sisi lain jantungnya berdetak lebih kencang. Pedang Manusia Darah Iblis di punggungnya tiba-tiba mengeluarkan aura yang sangat kuat, dalam tiba-tiba bayangan Monster iblis muncul di dalam pikirannya.
Dia tidak tahu apa yang memicu hal itu terjadi namun tidak ada pilihan lain selain terus bertarung melawan Ren Yuan.
Xin Fai memejamkan mata mencoba melupakan semua itu dan fokus dengan pertandingan, dia menarik napas dalam-dalam sebelum membalas serangan Ren Yuan.
Deritan pedang terdengar nyaring, tebasan datang dari segala arah dengan sangat cepat. Pertandingan kali ini menyita semua perhatian penonton. Setiap satu gerakan berbahaya yang mereka perlihatkan bisa saja merebut nyawa atau paling beruntung hanya terluka fatal.
__ADS_1
Melihat pertarungan berlangsung berbahaya, Yang Guifei memperingatkan bahwa pertandingan ini hanya pertandingan persahabatan. Tidak ada alasan untuk saling membunuh lawan masing-masing. Xin Fai dan Ren Yuan mengangguk pelan dan setelahnya pertarungan mengerikan kembali terjadi.
"Aku takkan kalah darimu, rakyat jelata!"
"Buktikan kalau kau bisa." Xin Fai memutar pedangnya dan kembali melancarkan serangan cepat, setiap gerakannya sangat sulit ditebak membuat Ren Yuan harus mengerahkan seluruh kemampuan serta strategi terbaiknya dalam pertarungan kali ini.
Ren Yuan menahan laju pedang dengan mengokohkan pijakannya, tekanan yang datang membuat kakinya terseret satu meter ke belakang.
Xin Fai kembali mengalirkan tenaga dalam ke pedang hingga membuat Ren Yuan melebarkan mata saat ujung pedangnya seperti dipotong oleh pedang milik Xin Fai.
Gadis itu mundur lagi dan lagi dengan mengeluarkan keringat dingin, membelah pedang bukan sesuatu yang pernah ditemukannya selama ini. Ren Yuan menatapi pedang mahal miliknya yang kini terbelah hampir seperempat.
"Si-sialan! Kau harus membayarnya setelah ini!" Ren Yuan berseru kencang karena tidak terima melihat senjata kesayangannya rusak, dia membabatkan pedang sangat emosi membuat langkahnya lebih beringas dari sebelumnya. Dalam belasan sayatan Ren Yuan, Xin Fai menyambutnya tanpa hambatan.
Xin Fai melompat tinggi dan berdiri seimbang di atas pedang Ren Yuan.
"Apa?! Dia berdiri di atas pedang seperti itu?!"
Para penonton menahan napas saat melihat pemandangan itu, sedangkan Ren Yuan terdiam dengan posisi tangan masih mengacungkan pedang. Dia terdiam lama hingga akhirnya tersadar, saat Xin Fai berdiri di atas pedangnya dia sama sekali tidak merasa pemuda itu menumpu berat tubuhnya ke pedang tersebut.
"Kau..."
Xin Fai tak peduli dengan kata-kata yang akan keluar dari mulut Ren Yuan, dia menyerang dengan Langkah Kilat. "aku tidak memiliki waktu banyak, mari kita selesaikan ini dengan cepat."
Hanya membutuhkan lima gerakan untuk membuat Ren Yuan tumbang, Xin Fai menyarungkan pedang mencoba menarik napas namun dia kembali tertekan akibat aura iblis yang terlepas dari Pedang Manusia Darah Iblis. Entah mengapa semua terjadi secara tiba-tiba namun Xin Fai bisa menjamin ini adalah pertanda buruk.
Sedangkan Ren Yuan yang baru menyadari kekalahannya hanya bisa mengepalkan tangan namun tak keluar sepatah katapun dari mulutnya, terlihat bibirnya bergetar dengan bola mata basah. Dia hendak menangis karena tidak bisa menang dari Xin Fai.
Terjadi keheningan sebentar, Ren Yuan mengangkat wajahnya dan terlihat dirinya menangis. Xin Fai terbatuk-batuk kecil karena merasa penonton seolah menyalahkannya yang sudah membuat Ren Yuan menangis.
__ADS_1
"Aku... Aku minta maaf..." Ren Yuan mengelap air matanya dengan punggung tangan, wajahnya memerah. Di bangku penonton Ho Shing hanya bisa memejamkan mata sangat kecewa melihat hasil akhir pertandingan ini.
"Tidak apa, Nona Ren. Tidak perlu menangis," ujar Xin Fai sesopan mungkin. Dia mendekat dan menepuk pundak Ren Yuan seperti ingin menenangkannya.
"Huh! Jangan menyentuhku, rakyat jelata!"
Xin Fai seperti baru saja disambar petir melihat perubahan sikap Ren Yuan ini, padahal niatnya baik namun justru disambut dengan sikap buruk. Tanggapan gadis ini sangat di luar perkiraannya.
Ren Yuan meninggalkan arena dengan mengibaskan rambut panjangnya yang hampir saja menampar muka Xin Fai, dia nampak sangat marah namun terlihat wajahnya memerah seperti tomat. Ren Yuan menghentak-hentakkan kaki ketika mengingat Xin Fai memanggil namanya dengan sebutan Nona Ren tadi.
Xin Fai mengalihkan perhatiannya sesaat, pertandingan telah berakhir dan sebentar lagi babak penentuan akan dimulai. Sejauh ini dia masih belum melihat pergerakan mencurigakan selain suara derap kaki dan kepakan sayap yang aneh di luar stadium.
Dia menengadah ke atas, tidak ada yang mengetahui apa yang sedang bergejolak di dalam pikirannya. Xin Fai turun dari arena diiringi suara tepukan tangan penonton yang meriah.
Di tempat lain Huang Kun berteriak bangga. "Xin Fai akhirnya kau lolos! Aku bangga padamu! Hahahaha!"
Xin Fai tersenyum kecil pada seniornya itu.
Seorang pendekar kian terkejut karena merasa pernah mendengar nama itu, dia menunjuk-nunjuk namun tak bisa mengingatnya membuat orang lain penasaran dengan apa yang akan dia katakan.
"Aku pernah mendengar nama itu di dermaga... Dia... Ah, sial aku lupa..." Lelaki berusia 50 tahun itu jelas saja tak bisa mengingat dengan baik, namun satu orang lagi terkaget-kaget saat mengetahui apa yang hendak dikatakan oleh pendekar berusia setengah abad di sampingnya.
"Xin Fai! Dia anak kecil yang dikabarkan menentang Siluman Penguasa Air! Benar sekali, dia orangnya!!"
Suasana seketika pecah seakan tak mempercayai omongannya, mereka merasa itu sangat tidak mungkin sebelumnya namun setelah melihat kekuatan Xin Fai di arena rasanya semua hal itu adalah kebenaran.
Tidak jauh dari mereka seorang pemuda dengan jubah serba hitam dilengkapi dengan tudung yang menutupi kepala berdesis pelan. Dia didampingi seorang pendekar lain yang memasang sikap waspada.
"Para pembunuh dan terbunuh akan menjadi abadi dalam sejarah hari ini. Topeng dan jubah suci akan berserakan. Di sanalah dunia akan tampak dengan sesungguhnya, ketika perperangan terjadi dan siap merenggut nyawa hingga menyisakan orang-orang yang siap bertahan menghadapi semua kebusukan ini..."
__ADS_1
Sekilas di balik tudungnya sebuah senyum iblis muncul dengan amat mengerikan.
***