Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 127 - Babak Final - 8 Besar


__ADS_3

Turnamen babak final dimulai dengan meriah, para penonton bersorak antusias melihat ke delapan finalis yang telah hadir. Banyak yang menyeru Xiu Juan dan juga Yu Yuwen, melihat tidak ada yang berminat menyebut nama temannya Huang Kun berteriak kencang.


"Shen Xuemei! Faifai! Berjuanglah!!!"


Keduanya orang yang disorakinya berpaling muka, ini benar-benar memalukan bagi mereka. Huang Kun tak peduli, dia menyengir jenaka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bagaimanapun semua orang kini menatapinya heran.


Beberapa saat kemudian dua peserta naik ke arena pertandingan secara bersamaan, salah satunya berasal dari Sekte Lembah Kabut Putih yang bernama Xiu Juan sedang satunya lagi adalah Han Dachu.


Xiu Juan yang memiliki paras cantik tentu saja menjadi idola para pendekar lain. Jarinya yang lentik memegang gagang pedang dengan kuat, meskipun tubuhnya terbilang kecil namun gerakannya sangat bertenaga.


Han Dachu tersenyum sebentar. "Tak kusangka hari ini aku akan bertarung dengan seorang pendekar muda paling terkenal sepertimu."


Xiu Juan menanggapi sekedarnya. "Terimakasih, mari bertanding secara adil."


Pertukaran jurus dimulai dari yang semula cepat menjadi sangat cepat hingga jika dilihat sekilas senjata mereka menjadi beberapa dan terus menyerang dari arah berbeda.


"Ini memang hebat! Kekuatan Xiu Juan memang seperti rumor yang dibicarakan!"


"Han Dachu bisa mengimbangi Kecepatan Xiu Juan? Ini sungguh mengagumkan."


"Ah, bisa mengimbanginya pun Putri Xiu Juan akan tetap menang telak seperti sebelumnya."


Xiu Juan memainkan pedang dengan penuh seluruh kemampuannya, tak peduli lawannya lemah atau kuat dia selalu serius bertarung. Konsentrasi tingkat tingginya bahkan sama sekali tak terpecah oleh serangan balik Han Dachu.


Sesaat Han Dachu maju dengan menghantam pedang milik Xiu Juan, mereka saling mempertahankan pedang masing-masing dalam tiga detik hingga menimbulkan bunyi gesekan yang membuat siapapun ngilu.


Mundur beberapa langkah, Han Dachu menarik napas dan secara cepat dirinya sudah berada di hadapan Xiu Juan.

__ADS_1


Xiu Juan membalas serangan dengan sama kerasnya, tak ada yang berniat mengalah mengingat ini adalah perebutan kursi Pilar Kekaisaran yang terhormat. Xiu Juan menghentakkan senjatanya dan berhasil membuat kuda-kuda Han Dachu melemah.


Gadis itu menggunakan momentum tersebut dengan melancarkan serangan terbaiknya, dia menyerang layaknya monster. Bahkan penonton dibuat menggelengkan kepala setelah mengetahui kekuatan Xiu Juan yang sebenarnya.


Sebelum pertarungan ini Xiu Juan hanya menggunakan sebagian kekuatannya karena lawan yang tak seimbang, melihat Han Dachu dapat mengimbanginya terpaksa dia mengerahkan lebih banyak kekuatan.


Tetua sekte Lembah Kabut Putih tersenyum puas melihat Xiu Juan, dia memang tak pernah meragukan kekuatan gadis ini yang dikatakan hampir setara dengan para pendekar agung.


Han Dachu semakin terpojokkan karena Xiu Juan terus menerus menyerang tanpa membiarkannya bernapas, pergelangan tangannya mulai sakit meladeni tiap benturan senjata dari gadis ini, dalam sedetik saja dirinya harus menahan tiga sampai lima tebasan mengerikan.


Serangan terakhir Xiu Juan membuat Han Dachu jatuh tak berdaya, dia tak sanggup lagi menampung serangan gadis ini. Di balik kecantikan parasnya, Han Dachu merasakan hawa seram mengelilingi sekitar Xiu Juan.


Pertandingan pertama selesai dan dimenangkan oleh Xiu Juan, tepukan tangan menggema di bangku penonton yang cukup puas dengan hasil pertarungan ini. Mereka tak sabar menunggu pertarungan kedua yang akan diisi oleh Shen Xuemei dan Yu Yuwen.


Setelah mengingat kembali insiden yang menimpa Shen Xuemei kemarin, orang-orang mulai tidak yakin dia sanggup mengalahkan Yu Yuwen, lawannya ini selain tak terkalahkan juga berada dalam kondisi prima.


Yu Yuwen memandangnya jeli. "Apa kau yakin ingin bertarung dengan kondisi seperti itu?"


"Aku yakin."


"Baiklah... Aku tidak akan menahan diri hanya karena tubuhmu masih kurang baik."


Yu Yuwen maju dengan menghunuskan pedangnya, Langkah Cahaya membuat gerakan pemuda itu seakan seperti bayangan putih saja, dalam beberapa detik terdengar deritan pedang di tengah-tengah Shen Xuemei dan Yu Yuwen. Pola serangan Yu Yuwen memang bisa dikatakan rumit dan susah ditiru, hal inilah yang membuatnya sangat terkenal di Kekaisaran Shang.


Shen Xuemei bahkan sampai terseret sampai satu meter menahan serangan Yu Yuwen, dia mencoba memasukkan serangan namun tanpa disadari dirinya telah membuat celah hingga akhirnya Yu Yuwen balik menyerang dengan kekuatan penuh.


Shen Xuemei terpental dari tempatnya, dia berusaha bangkit dengan bertumpu menggunakan dua tangan. Meskipun Li Yong sudah mengatakan bahwa dia tak perlu terbeban karena harus menjadi 3 besar namun Shen Xuemei tetap ingin memaksakan diri. Dia hanya tidak ingin kalah dari seorang pemuda kecil yang tengah menontonnya saat ini.

__ADS_1


'Sial! Seharusnya hari ini hari kemenanganku!' batinnya mengumpat tak terima, dia sudah mempersiapkan diri sejak awal untuk mengikuti babak ini namun keadaan sama sekali tidak seperti yang dia harapkan. Shen Xuemei bertumpu pada pedangnya sembari mengangkat wajah, dapat dilihatnya Yu Yuwen sedang menunggu hingga dia bisa berdiri.


"Aku tidak akan menyerangmu dengan kuda-kuda selemah itu. Cepat bertarung dengan serius, kalau mau kau bisa langsung menyerah tanpa harus bersusah payah seperti ini."


"Tidak akan!"


Gertakan Shen Xuemei dibarengi dengan lari cepatnya, dia menuju ke arah Yu Yuwen dan dalam seketika terjadi benturan senjata yang sangat kuat.


Shen Xuemei mulai goyah saat merasakan nyeri di dalam tubuhnya terasa lagi, seperti yang dikatakan kepala medis saat ini organ tubuhnya tidak berfungsi secara baik dan benar. Melanjutkan pertandingan seperti ini sama seperti menghancurkan tubuhnya sendiri.


"Aku menghormati kerja kerasmu," kata Yu Yuwen menopang pedang di bahunya setelah menjaga jarak dengan Shen Xuemei. "Namun keadaannya sangat tidak memungkinkan, kalau terus begini aku malah seperti pengecut yang sedang menyerang orang sakit."


Mendengar kata-kata Yu Yuwen, Shen Xuemei sama sekali tidak terhibur. Dia menggeram sambil berseru keras. "Sudahlah! Tidak perlu mengasihaniku!"


"Hm? Masih keras kepala juga?"


Shen Xuemei tidak bisa tinggal diam, bagaimanapun Tao Wei sangat berharap dirinya duduk di kursi Pilar Kekaisaran yang terhormat untuk menggantikannya.


Tao Wei sendiri adalah Pilar Kekaisaran yang menduduki peringkat kesepuluh, semakin tua dirinya semakin pasif pula dia bertarung di medan perang. Namun meskipun begitu Qin Gaozu tetap menjamin Tao Wei akan tetap menjadi pilar Kekaisaran hingga masa pensiunnya mengingat banyak sekali jasa yang dilakukan pendeta itu.


Pertarungan kedua ini berjalan berat sebelah, terlihat jelas Shen Xuemei memaksakan dirinya walaupun di akhir dia harus menerima kekalahan setelah berjuang mati-matian.


Yu Yuwen memasukkan pedangnya dalam sarung sambil berkata tenang. "Sudah kubilang, usahamu memang hebat. Kuakui itu, namun selain usaha lihatlah kondisi tubuhmu sendiri."


Shen Xuemei jatuh berjongkok saat merasakan tubuh bagian dalamnya terasa dikoyak, sontak saja para tim medis yang sudah bersiap-siap langsung menjemputnya.


***

__ADS_1


__ADS_2