
Darah mengucur hebat di wajah pria itu, dia jatuh tersungkur masih mencoba untuk berdiri. Merangkak menggapai Xin Fai yang kini memapah Kaisar Qin menuju ke luar aula leluhur, pemuda itu membawa tahanan mereka bersamanya.
Tidak ada yang bisa menyusul kecepatan langkahnya, hanya saja yang dikhawatirkan adalah Kaisar Qin, pria itu seperti tidak sanggup lagi berdiri.
Qin Gaozu memuntahkan darah segar membasahi tanah tempatnya berpijak, napasnya tidak beraturan sama sekali. Melihat kondisi Kaisar Qin sudah semakin parah Xin Fai berhenti tepat di bawah pohon, dia menoleh sekeliling dan menyadari para musuh menyadari kehadiran mereka. Puluhan Manusia Darah Iblis bergerombol datang bersama senjata, mereka menatap bengis ke arah Kaisar Qin mangsa utama kelompok.
Sembari memulihkan kekuatan Kaisar Qin, Xin Fai masih terus berpikir keras. Dia tidak menemukan cara untuk menyembunyikan Kaisar Qin di tempat aman. Semua tempat di Lembah Kabut Putih telah dipadati oleh musuh, tak ada lagi tempat untuk bersembunyi.
Musuh berjalan hanya lima meter lagi dari tempat mereka berhenti, pemuda itu menarik senjatanya lalu berdiri di hadapan Kaisar Qin. Lautan manusia mengepungnya dari berbagai arah, tidak memiliki celah lagi untuk lari.
"Kaisar Qin, bertahanlah. Aku akan segera menghabisi mereka semua."
Qin Gaozu mengangguk lemah, masih memegang perutnya yang terus mengeluarkan darah. Dia mulai kehilangan kesadaran saat musuh telah mengepung hendak mencelakainya dari berbagai arah. Semua serangan yang ditujukan padanya ditangkis oleh Xin Fai, satu per satu pendekar mati tepat di hadapan Kaisar Qin. Beberapa yang masih bisa merangkak bersikeras menggapai pria itu, berusaha melukainya.
Tak disangka pimpinan Kultus Iblis datang padanya, melihatnya saja sudah jelas pria itu sudah mati sejak beberapa menit yang lalu namun tubuhnya masih bisa bergerak. Di detik-detik terakhir sebelum kematiannya, pria itu menyerahkan tubuh pada iblis. Penampakan pria itu jauh lebih mengerikan dari sebelumnya, dengan wajah telah terpotong miring dan kuku panjang dia berjalan membubarkan para Manusia Darah Iblis yang tengah mengepung Xin Fai dan Kaisar Qin.
"Ck, pimpinan Kultus Iblis ini. Sampai mati pun dia tidak mau mengalah." Xin Fai memusatkan perhatian pada pria itu, bersiap menerima serangan besar yang akan datang. Jika Jiang Cheng saja sudah sangat merepotkan apalagi pimpinan Kultus Iblis ini. Kekuatannya saat dirasuki iblis mungkin bisa mengimbangi Yong Tao, pikirnya.
Baru saja memikirkan Pilar Kekaisaran pertama itu, ternyata Yong Tao datang dan memecahkan kumpulan musuh di sampingnya. Xin Fai memandang Yong Tao lama, sedikit bebannya terangkat saat melihat pria itu datang bersama senyum lebar.
"Jika bisa berdua, untuk apa kau bertarung sendirian?"
Xin Fai mencela. "Apanya berdua, kau tidak terlihat di manapun sejak tadi bagaimana aku bisa meminta pertolongan darimu?"
Sesaat Yong Tao menampakkan wajah seperti ingin menertawakannya namun Xin Fai masih belum begitu mengerti maksud pria tersebut, dia hanya bisa memikirkan sendiri.
__ADS_1
"Terlalu banyak anggota membuatmu tidak bisa mengingat satu per satu ya?"
Yong Tao membasmi tiga pendekar sekaligus di hadapannya, dia terus memundurkan musuh sampai yang tersisa di depannya hanya Pimpinan Kultus Iblis. Pedang unik Yong Tao meneteskan darah dari korban sebelumnya, dia mengangkat pedang itu langsung pada musuh di depan seolah menantangnya.
"Manusia tidak akan kalah dengan iblis busuk sepertimu!" teriaknya lantang.
Xin Fai membantu Kaisar Qin berdiri, dia tidak begitu menghiraukan lelucon Yong Tao memang karena dirinya tidak mengerti apa yang pria itu katakan.
"Senior Yong, aku akan membawa Kaisar Qin bersamaku."
"Ya, tolong jaga dia baik-baik. Yang di sini biar aku yang urus."
"Terimakasih sudah membantu."
Xin Fai agak tertegun saat membalikkan badan melihat Yong Tao. "Satu bulan menjadi pimpinan aliansi kau bekerja dengan sangat baik."
Hanya itu yang dapat didengarnya dari mulut Yong Tao, Xin Fai berlari kencang setelah itu sambil sedikit tertawa. Ternyata ketika pagi sebelum Aliansi Pedang Suci digerakkan Yong Tao bukan pergi ke luar kota untuk melaksanakan misi, melainkan menyamar sebagai anggota aliansi. Memikirkan betapa hebatnya laki-laki itu menyamarkan diri selama hampir sebulan saja dia sampai tidak habis pikir.
Ternyata Pilar Kekaisaran orang yang kurang kerjaan juga, pikirnya.
Sambil terus menghindari musuh dia mengayunkan pedang dalam kecepatan penuh, musuh sama sekali tidak bisa menjangkaunya karena dikelilingi oleh pusaran pisau cahaya. Tiga atau empat tusukan saja nyawa bisa melayang terkena serangan yang berasal dari perubahan energi itu. Tanpa disadari kini dia telah tiba di depan gerbang sekte, kehancuran terlihat di mana-mana kala melewati jalan penuh darah itu.
Salah seorang anggota aliansi datang, tampaknya dia terpecah dari kelompok. "Ketua Xin, aku mencarimu dari tadi. Ikuti aku, aku tahu di mana tempat yang aman untuk Kaisar Qin."
Dia mengangguk pelan lalu berlari kencang mengikuti pria itu, di sisi lain kondisi Kaisar Qin semakin memburuk. Napasnya hanya terdengar sesekali itupun sangat susah payah ditariknya, jubah Xin Fai telah basah oleh darah Qin Gaozu semenjak tadi. Penyembuhan menggunakan tenaga dalam tidak terlalu membantu, bagian vital Kaisar Qin telah dikoyak oleh pedang musuh saat di aula leluhur tadi.
__ADS_1
Langkah Xin Fai berhenti saat mereka di sebuah pintu yang letaknya dipasang di tanah, dia mengikuti masuk saat pria itu menyuruhnya. Tampak sebuah ruang bawah tanah yang disegel oleh ratusan kertas jimat, belum ada yang berani memasuki wilayah ini akibat tekanan hawa siluman yang begitu berat.
Tiba di penghujung jalan mereka dihadapkan pada sebuah pintu besar, dari luar kekuatan yang tidak biasa telah terasa oleh Xin Fai. Dia memasang sikap waspada, aura siluman di dalam tempat ini bisa saja berbahaya untuk Kaisar Qin.
"Tuan Kucing! Tuan Kucing! Tolong bukakan pintunya untuk Kaisar Qin."
"Tuan Kucing?" gumamnya heran.
Pintu ruang terbuka lebar tak lama kemudian, Xin Fai menahan napasnya saat melihat seekor siluman di dalam ruang bawah tanah ini. Dia diikat oleh rantai pemberat yang besar.
Xin Fai terkejut bukan karena penampakan siluman itu begitu mengerikan sampai dirinya ingin mati berdiri, melainkan tubuh gendut dan wajah imut kucing siluman itu baru pertama kali ditemuinya. Siluman kucing yang umurnya sudah lebih dari 3000 tahun itu mengibaskan ekornya, membukakan jalan agar mereka bisa lewat. Di tengah minimnya penerangan bola mata birunya terlihat terang.
"Apa yang terjadi sampai kau beraninya datang kemari?"
**
Pria itu seperti hendak bersujud pada siluman yang disebut Tuan Kucing ini. "Begini, Lembah Kabut Putih kembali diserang oleh musuh. Kaisar Qin telah kehilangan banyak darah saat dibawa kemari, kumohon tolong sembuhkan lukanya. Sekali ini saja."
"Apa hakmu memerintahku?" Geraman kucing itu terdengar mengancam, tak heran lawannya langsung memilih diam tak menjawab.
***
**lgi2 gk sempet revisi maaf klo ada typo, pengulangan kata atau kesalahan lainnya, ada event ayam soalnya di 7 grup chat. mungkin ada yang sudah tahu sekte ayam?😆 ekekeke
salam ayam sejagad🐣**
__ADS_1