Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 177 - Pilar Kekaisaran Pertama


__ADS_3

Yong Tao mengusap dagunya sembari berpikir-pikir lagi, dia berjalan lalu lalang di depan dengan wajahnya terlihat lebih baik dari sebelumnya.


"Ini akan menjadi berita yang sangat mengejutkan! Kaisar Qin tentu akan senang mendengar hal ini." ucap Yong Tao. Pria itu melanjutkan. "Kalau begitu apa kau mau bergabung dengan kami? Aku berharap kau bersedia melakukannya, kau adalah Pilar Kekaisaran pertama di masa depan. Mulai ketika umurmu 25 tahun kau harus sepenuhnya mengabdi pada Kekaisaran."


"Aku Pilar Kekaisaran pertama?" Xin Fai menunjuk dirinya sendiri agak kaget. "Bukannya hari itu pemenangnya belum ditentukan antara aku dan Lan An?"


"Pemenang pertandingan itu ditentukan dengan prestasi kalian dalam pertarungan. Kau jelas lebih unggul dari Lan An, apa kau sudah pernah pergi ke jantung kota Renwu? Di sana patung kalian akan segera dibuat."


Yong Tao berkata buru-buru. "Ayo ikuti aku!"


"Hei! Aku belum memutuskan!" Meskipun terpaksa Xin Fai tetap mengikuti langkah kaki pria itu secara cepat dan mengalihkan pandangannya ke seluruh penjuru. "Kita akan ke mana?"


"Ke sebuah ruang bawah tanah milik Manusia Darah Iblis, baru-baru ini kudengar mereka membangun tempat untuk memindahkan barang hasil rampokan mereka ke tempat tersebut dan jaraknya cukup dekat dari sini."


"Aih, kau sangat tiba-tiba mengatakannya... Aku bahkan belum sempat berpikir." rutuk pemuda itu hanya bisa pasrah.


"Sudahlah ikuti saja aku, seharusnya pintu masuknya ada di depan sana. Kau tahu, kita akan masuk ke gudang harta nanti dan kau boleh mengambil sebanyak yang kau bisa."


Perkataan Yong Tao agaknya membuat Xin Fai bersemangat, tentu saja dia akan mengambil harta-harta itu semuanya tanpa sisa menggunakan cincin ruang. Meskipun dia juga belum tahu bagaimana cara menghabiskan harta itu sendirian.


"Ini benar-benar menguntungkan, mungkin saja aku akan menemukan sisa Mustika 7 Musim di sana."


Sekilas Yong Tao melirik ke belakang ketika mendengar barang itu disebutkan. "Apa kau sedang mencari mustika tersebut? Jika benar, kukira itu sangatlah susah dilakukan."


"Mengapa?"


"Salah satu Mustika 7 Musim sekarang ini telah menjadi barang rebutan di Kekaisaran Qing. Aku tidak tahu lebih jelasnya tapi yang pasti saat kau pergi di tempat itu belum tentu nyawamu bisa selamat." Yong Tao merunduk membuka sebuah pintu rahasia yang menghubungkan jalan menuju bawah tanah, "Cepat masuk!"

__ADS_1


Xin Fai melompat hati-hati ke dalam terowongan misterius itu, tak disangka di desa miskin seperti ini mereka membangun sebuah jalan rahasia. "Aku membutuhkan 4 sisa mustika lagi, satu mustika itu mungkin sudah berada di Kekaisaran Qing tapi sebisaku aku akan mencari tiga lainnya."


Sambil menengok sekitar memastikan semuanya aman Yong Tao menutup pintu masuk dan mengambil sebuah kayu obor sebagai penerangan. Mereka berjalan mengendap-endap sambil memastikan jumlah musuh.


Satu orang penjaga baru saja keluar dari lorong, Yong Tao berniat membunuhnya secara cepat namun Xin Fai menariknya kuat hingga terduduk di balik kayu penghalang.


"Apa yang kau lakukan?" bisik Yong Tao sedikit kesal. Xin Fai menunjuk ke depannya di mana terdapat sebuah ruangan berukuran besar yang dikelilingi oleh banyak penjaga berbaju besi.


"Kita tidak boleh bergerak gegabah, Senior Yong. Ini bukan seperti medan pertempuran yang biasa kita hadapi. Untuk mendapatkan barang berharga yang kau maksud kita harus memainkan strategi terbaik agar mereka tidak panik dan malah mempersulit cara agar kita tidak mendapat barang incaran itu."


Yong Tao menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena malah digurui oleh juniornya seperti ini, tapi mau bagaimana lagi semua yang dikatakan Xin Fai benar adanya. Barang berharga milik Manusia Darah Iblis tidak mungkin mudah untuk didapatkan dan Xin Fai sudah mengetahui itu lebih dahulu berkat pengalaman sebelumnya.


'Kemungkinan barang berharga itu jumlahnya lebih banyak dari yang pernah kulihat di markas kota Sanmin. Kalau benar begitu, mengambilnya tentu akan melemahkan pengaruh Manusia Darah Iblis di Kekaisaran.' batin Xin Fai mencoba berpikir cara untuk melewati pasukan penjaga di depan sana dan juga seorang penjaga lainnya yang fokus mengawasi lorong-lorong.


Merasa Xin Fai bisa diandalkan untuk hal ini Yong Tao tak berkeberatan mengikuti sarannya, dia berbicara. "Beritahu aku apa yang harus kulakukan, kita harus mendapatkan barang-barang itu dengan segera sebelum Liu Fengying datang kemari."


"Benar sekali."


"Cih, si tua bangka itu akan kutendang ke langit nanti agar segera menyusul anaknya, dia sudah membuatku buta selama bertahun-tahun."


Yong Tao tertawa getir mengingat hal itu dan memilih tak banyak bertanya lagi, tujuannya ke sini hanya mendapatkan kembali sebuah gelang giok hijau yang telah dirampas mereka. Benda itu dikatakan amatlah penting bagi Kaisar Qin mengingat barang tersebut adalah milik istrinya, dan memerintahkan Yong Tao untuk mendapatkannya kembali.


Bergerak pelan dengan penuh waspada Xin Fai keluar dari persembunyiannya kemudian beralih ke tempat yang lebih dekat dengan penjaga di lorong tersebut, dia menciptakan pisau cahaya diam-diam dan menggerakkannya ke arah pria tersebut.


Ketika dirasa waktunya sudah tepat Xin Fai melepas pisau tersebut dan tembus begitu saja di kepala dan batang leher pria penjaga membuatnya terkapar seketika tanpa bisa berteriak. Sebentar para penjaga di ruangan tengah memerhatikan lorong-lorong dengan tatapan curiga.


Pilihannya ada dua, jika penjaga tersebut keluar dari ruangan tersebut dan melihat temannya sudah mati terkapar otomatis keberadaan mereka terdeteksi dan jika mereka tidak melihatnya, dia dan Yong Tao bisa melanjutkan perjalanan dengan aman.

__ADS_1


"Aku mendengar sebuah suara di sana."


"Periksa saja dulu," ucap temannya malas. Pria itu bergerak menuju pintu ruangan yang terbuka, Xin Fai mengumpat kesal dalam hati saat pria itu hendak menoleh ke samping di mana mayat temannya tergeletak.


"Bodoh! Tetap berdiri di tempatmu atau ketika Ketua datang dan melihatmu lalai dalam tugas dia akan mencincang tubuhmu!" teriak pimpinan penjaga dengan kesal.


Pria itu menggerutu kecil dan kembali ke tempat dia berdiri semula, Xin Fai dan Yong Tao menarik napas sejenak. Mereka kembali berjalan sembari menyembunyikan mayat penjaga di dalam tong besar.


"Lewat sini," kata Yong Tao menuju sebuah pintu besi yang amat kokoh. Ketika dia mencoba membukanya ternyata ruangan itu dikunci.


"Aku akan mencari kuncinya, kau tunggu saja di sini." Xin Fai mengangkat pedangnya meninggalkan Yong Tao yang hanya bisa mengangguk menyetujuinya. Dia yakin pergi bersama-sama hanya akan mempersulit keadaan.


Di balik dinding tembok Xin Fai dapat melihat tiga penjaga tengah mengobrol, tampaknya sesuatu yang serius sedang terjadi di kelompok mereka akhir-akhir ini.


"Perebutan tahta di Kekaisaran Shang membuat kelompok kita ikut terseret dalam politik mereka, kudengar Ketua Liu dan anak tertua Kaisar sedang menjalin kerja sama besar. Ini mungkin akan sangat menguntungkan bagi kita semua, hahaha."


"Aku tidak peduli soal itu, yang penting aku bisa terus membunuh dan mendapatkan uang di sini itu saja sudah cukup!"


"Kau penjaga kacangan, sesekali keluarlah dan bertarung di alam bebas sana atau paling tidak melakukan ekspedisi bersama pasukan Darah Merah. Di luar sana banyak gadis-gadis budak yang bisa kau nikmati!"


Pembicaraan tersebut terhenti ketika samar-samar mereka dapat mendengar suara langkah kaki, Xin Fai mengendap-endap pelan di balik persembunyiannya.


Demi mengalihkan perhatian mereka Xin Fai menciptakan pisau cahaya dan menggerakkannya pada sebuah obor api di dinding. Api tersebut padam membuat tiga penjaga itu mendesis ketakutan di tengah kegelapan.


"Sial, mati sendiri! Apa tempat ini berhantu!?"


***

__ADS_1


__ADS_2