
Pendeta Tao Wei yang baru saja menyelesaikan urusannya dibuat kaget saat melihat seekor serigala tengah berlari kencang di pekarangan sektenya, bukan itu yang membuatnya kaget melainkan seorang bocah dengan tubuh kurus layaknya kertas sedang berteriak di atas serigala itu.
Beberapa murid di sana mencoba menghentikan Lang, namun mereka tak bisa berbuat apa-apa karena lari sang serigala sangat cepat.
Xin Fai, yang saat ini menjerit di atas punggung Lang akhirnya memukul kepala serigala itu. Dia mengumpat-umpat tanpa henti.
Lang berhenti setelah puas berlari, dia seperti hendak meledek Xin Fai yang kini menatapnya penuh dendam.
Xin Fai merapikan rambut seraya berseru, "Dasar serigala tak berhati! Bagaimana jika aku terjatuh tadi?!"
"Kalau jatuh ya ke bawah, apa yang kau takutkan?"
"Ya... Ya! Tubuhku yang ke bawah! Nyawaku ke atas!"
Para pemuda lain tertawa-tawa kecil, mereka tak menyangka sosok Manusia Iblis yang dikabarkan sangat menyeramkan ini tak lain adalah seorang bocah menyedihkan yang kurus seperti kucing kelaparan.
Siang itu Xin Fai duduk sebentar setelah sebelumnya jantungnya hampir lepas dibuat Lang. Beberapa orang yang penasaran dengannya mendekat hendak berkenalan, Xin Fai menyambutnya dengan senang hati.
Saat sedang seru-serunya menceritakan pertarungannya dengan monster iblis tiba-tiba seorang yang tak pernah dilihatnya selama 6 bulan ini muncul, dia Li Yong. Murid dari Maha Guru Tao Wei.
"Apa kabarmu, Fai'er?" Li Yong duduk di sebelah Xin Fai, matanya mengamati penampilan Xin Fai teliti.
"Seperti yang Senior lihat," balas Xin Fai seadanya, beberapa pemuda yang sempat berbicara dengannya ijin pamit karena ada urusan.
Setelah orang-orang itu pergi Li Yong tersenyum singkat, keadaan Xin Fai memang tak bisa dikatakan baik. Dia sendiri yakin Xin Fai memaksakan diri untuk keluar karena suntuk di kamarnya.
"Setelah ini... Apa yang akan kau lakukan?"
Pandangan Xin Fai kembali menatap Li Yong, dia memahami maksud pertanyaan itu sebentar lalu menopang dagunya. Setelah memikirkan tujuannya, dia berbicara.
"Aku ingin mengikuti Turnamen Pendekar Muda, Ayahku menginginkanku untuk mengikutinya."
Ingatan sesaat sebelum Ayahnya tiada kembali terulang, Xin Fai mengingat jelas tatapan penuh harapan Ayahnya.
__ADS_1
"Dan juga..." Xin Fai berkata ragu. "Menemukan Daratan Yang."
"Daratan Yang?"
"Apa Senior pernah mendengarnya?"
Kali ini Li Yong yang terdiam, dia berpikir keras namun sama sekali tak mengingat apapun. "Ah, maafkan aku Fai'er. Aku rasa aku pernah mendengarnya, tapi aku lupa..."
"Sudahlah lupakan saja."
Angin berhembus pelan, mereka terdiam menikmati sejuknya angin tersebut.
"Tapi, jika kau ingin ikut Turnamen Pendekar Muda mungkin aku bisa sedikit membantumu."
Kata-kata Li Yong membuat binar mata Xin Fai cerah, dia sebenarnya bingung tentang turnamen itu sendiri.
"Aku akan merekomendasikanmu sebagai perwakilan dari sekte Kuil Teratai, Senior Tao Wei pasti akan langsung menyetujuinya."
"Benarkah, Senior? Terimakasih sudah membantuku!" Xin Fai benar-benar senang bisa mengikuti Turnamen Pendekar Muda, setidaknya harapan Ayahnya bisa dia wujudkan.
Seperti sosok terkenal yang berperan penting dalam Kekaisaran Shang, para orang-orang penting dari keluarga bangsawan serta tahun ini dikabarkan bahwa pendekar nomor satu Kekaisaran Shang akan hadir, yakni Yong Tao.
Mendengar nama Yong Tao, Xin Fai semakin bersemangat mendengarkannya.
Turnamen Pendekar Muda merupakan ajang pencarian calon Pilar Kekaisaran di masa depan. Ajang yang sangat bergengsi ini begitu dinantikan, dan selalu menjadi perhatian publik karena hanya diselenggarakan 5 tahun sekali.
Dengan antusias Li Yong menyebutkan nama-nama calon jagoan yang sangat terkenal di Kekaisaran Shang, meski tak mengenal nama-nama tersebut Xin Fai berusaha mengingatnya.
Jagoan pertama adalah seorang gadis cantik berkulit layaknya mayat, dia seorang ahli pedang yang handal. Dikatakan dalam sekali tebasannya dia bisa membunuh dua orang pendekar menengah sekaligus. Gadis itu adalah Xiu Juan, sang Mawar Berduri.
Selain dia ada juga Yu Yuwen si pemuda riang nan tampan, dia adalah murid yang jenius di sektenya. Selanjutnya berasal dari keluarga bangsawan, yaitu Gong Li si pemuda tampan berwajah dingin yang namanya terkenal baru-baru ini karena ikut andil dalam memerangi pasukan aliran hitam.
Li Yong tampak begitu yakin pada kekuatan ketiga calon Pilar Kekaisaran ini, meski tak pernah melihat kekuatan mereka secara langsung namun dari cerita yang didengarnya para muda-mudi ini adalah bibit muda yang menjanjikan. Banyak prestasi yang telah mereka toreh ketika masih muda, membuat nama mereka sangat terkenal di Kekaisaran Shang.
__ADS_1
Seusai mendengar penjelasan Li Yong, tak lama setelahnya Xin Fai mengatakan ingin beristirahat di kamarnya. Li Yong mengijinkannya pergi, namun alisnya berkerut ketika melihat arah pergi Xin Fai.
"Hei, bukankah itu jalan ke gerbang sekte?"
"Ah..." Xin Fai menggaruk telinganya kikuk. "Aku ingin beristirahat di bawah pohon saja."
Jawaban Xin Fai tak lagi membuat Li Yong bingung, dia pergi setelahnya.
Jalan setapak yang dilaluinya membentuk tangga dari tanah, Xin Fai baru menyadari Sekte Kuil Teratai sangat jauh dari keramaian serta dikelilingi pegunungan membuat udara di sini terasa sejuk. Menemukan sebuah pohon untuk berteduh, Xin Fai segera duduk bersila di bawahnya.
Sejurus Xin Fai memegangi lambang Bunga Api Dari Kerajaan yang tertutupi oleh rambutnya dan merasakan sebuah energi berkumpul di sana.
"Hmm... Aku masih belum tahu kegunaan dari hadiah yang diberikan Senior Qiang Jun."
Karena merasa tenaga dalamnya masih ada, Xin Fai menggunakan jurus Angin Desa Daan sesaat.
"Tidak ada yang berubah sama sekali..."
Hampir dua jam dia duduk berpikir sambil melakukan banyak hal, namun ekspresinya tetap saja berkerut. Karena masih belum menemukan jawaban Xin Fai memilih memulihkan kondisi tubuhnya. Dia bermeditasi sebentar sembari memejamkan matanya.
Ketika memejamkan mata, Xin Fai bisa melihat aliran energi berwarna biru bergerak di sekitarnya. Jumlahnya sangat banyak, bahkan Xin Fai sendiri dibuat terpana. Dia buru-buru membuka mata.
"Energi alam? Sejak kapan aku bisa melihatnya?"
Sebelumya Xin Fai hanya bisa merasakannya saja saat latihan di air terjun, itupun hanya samar-samar. Xin Fai menutup matanya lagi, dia mencoba untuk menyerap aliran energi tersebut sebisanya.
Aliran energi alam yang semula bergerak bebas mulai tergerak ke arahnya kemudian menyatu dengan tubuh Xin Fai.
Sebelumnya ketika menyerap energi alam, Xin Fai hanya bisa menyerapnya sedikit. Tapi kali ini tubuhnya seperti magnet energi alam, Xin Fai bahkan hanya bisa berdecak tak habis pikir.
Meskipun tubuhnya masih sangat kurus namun Xin Fai rasa kekuatannya kembali perlahan-lahan, bahkan jika dia melakukan hal ini selama 4 bulan berturut-turut Xin Fai yakin kekuatannya akan kembali seperti semula atau bahkan jauh lebih besar dari sebelumnya.
Xin Fai teringat dengan Turnamen Pendekar Muda, seketika dia ingin berlatih. Mengingat Lang tidak mengikutinya, dan tidak ada siapapun di sini yang akan memprotesnya Xin Fai rasa saat ini adalah waktu latihan yang tepat daripada menunda-nunda.
__ADS_1
Ranting kayu yang berada di tangannya digerakkan cepat, Xin Fai mengayunkan tangannya yang menjadi kaku semenjak tak memegang pedang. Teknik pedang yang diajari Lan An masih diingatnya sampai sekarang, bahkan Xin Fai mencoba menambahkan gerakan-gerakan lainnya yang membuat gerakannya jauh lebih lincah.