
Pintu kamar Ho Xiuhan didobrak dengan paksa, terlihat Xin Fai masuk ke dalam kamar pria itu dengan tatapan curiga. Dia melihat tepat di depannya sang pemilik kamar sedang berlutut dengan kedua tangan memegang pedang, hendak menusuk diri sendiri.
"Arrghh!"
"Apa yang kau lakukan-!?" Xin Fai lantas bergerak cepat menahan pedang tersebut agar tidak mengambil nyawa Ho Xiuhan, namun saat tangannya memegang pedang pria itu sebuah energi jahat keluar begitu saja. Pedang itu seperti bergerak sendiri hendak membunuh pemiliknya.
"Tuan Pendekar, ini bukan mauku membunuh diri seperti ini!" Pria itu ketakutan dan cemas dalam satu waktu, dia mencoba menahan tangannya yang bergerak sendiri. Hendak menancapkan mata pedang pada tato berupa segel di dadanya.
Xin Fai membaca situasi lebih dulu, dia tidak pernah belajar ilmu penyegelan dari Kuil Teratai padahal jurus itu sangat dibutuhkan saat ini. Dilihat dari matanya, tampak Ho Xiuhan sedang mempertahankan kesadarannya agar tidak diambil iblis dalam dirinya untuk membunuh diri. Ternyata iblis itu mengetahui apa yang ingin mereka lakukan dan tidak membiarkan itu terjadi.
Tidak memiliki cara lain, Xin Fai membuat Ho Xiuhan pingsan lebih dulu dan itu cukup berguna setidaknya selama beberapa jam ke depan.
Selagi Ho Xiuhan pingsan, pemuda itu mencari cara demi memastikannya tetap hidup hingga tiba di Kuil Teratai.
Setelah membawa lima orang dari Aliansi Pedang Suci datang bersamanya ke kamar Ho Xiuhan, Xin Fai berpesan agar mereka menjaga pria itu selagi dirinya pergi sebentar.
Zhu Yue baru saja berhasil membeli kuda, meski kualitasnya tidak sebaik yang Yong Tao belikan namun itu sudah termasuk cukup bagus. Dia mengelus-elus kuda itu dengan bangga, berhasil melakukan tugasnya Zhu Yue berniat masuk kembali ke bangunan yang letaknya tak begitu jauh dari rumah Walikota tinggal. Baru saja dia bersiul-siul sosok pemuda berjalan ke luar dengan begitu tergesa-gesa.
"Ketua! Apa sedang terjadi sesuatu yang buruk?" Zhu Yue bisa melihat jelas bahwa Xin Fai tengah disibukkan oleh suatu masalah.
"Oh, kebetulan kau sudah kembali. Sekarang juga kita akan pergi ke pasar gelap."
Keduanya segera menaiki kuda, memacu cepat melewati jalan-jalan kota hingga tiba di sebuah lorong sempit penuh dengan kotoran sampah. Tempat yang begitu menipu, begitulah yang dipikirkan Zhu Yue. Dia masuk saat pintu dibuka oleh seorang pria kekar yang tampaknya tidak begitu mempermasalahkan siapapun yang datang.
Sesampainya di dalam sebuah pemandangan yang jauh berbeda dengan kota menyambut, beberapa pedagang menjual barang-barang langka yang sulit ditemukan bahkan dijual dengan harga yang lebih murah dari harga biasanya. Beberapa cincin ruang, taring siluman dan juga pedang yang dibuat menggunakan batuan meteorit dipajang begitu indahnya.
Zhu Yue menggelengkan kepala tak percaya, seumur-umur dia tidak pernah pergi ke tempat ini.
"Sial... Barang-barang di sini tentu saja ilegal, apalagi mereka menjualnya jauh lebih murah." Sesaat Zhu Yue menghadap Xin Fai. "Ketua, kalau aku boleh tahu darimana kau mengetahui tempat seperti ini?"
__ADS_1
"Aku sempat membeli informasi dari orang bernama Xu Ming, sebenarnya informasi ini hanya bonus saja. Dia bilang kalau melewati kota ini, aku bisa singgah sejenak melihat barang-barang yang mungkin saja berguna."
"Begitu, jadi apa yang ingin kau cari di sini?"
"Semacam penyegel untuk mengekang iblis di tubuh Ho Xiuhan."
"Memangnya ada?" tanya Zhu Yue kebingungan, dia tidak tahu menahu akan hal ini.
"Pasar ini begitu luas, kita tidak tahu itu ada atau tidak sebelum mencarinya. Makanya aku mengajakmu ke sini, kau cari di sebelah sana dan aku akan mencari di sini."
Zhu Yue mengangguk mengerti, dia segera menyusuri jalan sebelah kanan sambil bertanya-tanya pada pedagang sekitar.
Sedangkan Xin Fai berkeliling sambil sesekali berhenti mengamati benda-benda aneh yang tengah diperjualbelikan, bahkan racun paling berbahaya pun dijual di tempat ini dengan berkisar sepuluh keping emas.
Beberapa barang dari Kekaisaran lainpun kini berada di sana, salah seorang wanita tua yang penampilannya seperti nenek sihir mengetuk meja pelan sembari menarik sudut bibirnya kala Xin Fai lewat.
"Anak muda yang malang..."
"Tubuhmu itu, dipenuhi aura kegelapan. Pantas saja hingga saat ini kau masih sendiri, aku bisa meramalkan hidupmu di masa depan nanti." Wanita itu berhenti sebentar, tatapan misterius terpampang sempurna di wajahnya. "Kau akan hidup dalam kesepian."
Dengan malas Xin Fai menanggapi. "Bukannya kau hanya sekedar ingin promosi? Tidak perlu menggunakan cara seperti itu."
"Hahahaha kau pelanggan pertama yang mengatakan itu! Ah, kalau tidak keberatan singgahlah sebentar. Aku memiliki satu barang hebat yang akan mengubah jalan hidupmu yang begitu suram itu!"
Xin Fai menurut, lagipula melepaskan diri dari nenek tua itu tampaknya sulit. Dia sudah bertahun-tahun menjual barang dan memiliki seribu cara agar pelanggannya tidak lari.
Setelah Xin Fai berdiri tepat di depan meja di mana barang-barangnya diletakkan, si nenek tua mengambil sebuah penjepit rambut berwarna hitam. Lantas saja kepalanya dipenuhi banyak tanda tanya melihat benda tersebut.
"Benda ini diyakini selama puluhan tahun akan khasiatnya, mau aku kisahkan bagaimana saktinya benda ini?"
__ADS_1
"Hais, sudahlah jangan membuang waktuku, itu cuma jepit rambut perempuan–"
"Diam!"
Xin Fai menelan kata-kata yang hendak keluar dari mulutnya, tahu begini lebih baik tadi dia menghiraukan si nenek tua itu.
Akhirnya tanpa diminta sang nenek menceritakan kisah di mana seorang pemuda yang hidupnya dipenuhi dengan kata kesepian, dia tidak pernah menemukan sosok cinta sejati hingga dipertemukan dengan jepit rambut ini, dan membuatnya menjadi orang yang dikagumi banyak wanita bahkan hingga dia sudah tua renta sekalipun.
Mendengarnya saja Xin Fai sudah tahu cerita itu hanya bualan semata, tidak mungkin cerita itu benar-benar terjadi apalagi melihat si nenek itu menceritakannya sambil berpikir-pikir. Namun karena tidak punya pilihan lain dia hanya mendiamkan diri sampai nenek itu berhenti mendongeng.
"Bagaimana? Kau tertarik dengan jepit rambut ini?"
Xin Fai menguap sebentar, dia tidak mau memperpanjang alur perdebatan lagi. "Ya... Ya, aku beli. Berapa harganya?"
"Cukup seratus keping emas saja! Tidak masalah." Nenek itu sumringah mengatakannya.
"Yang benar saja, seratus? Cuma jepit rambut seperti ini, lagipula aku laki-laki, mana mungkin pakai barang seperti ini?" Xin Fai menggerutu, tentu hanya bisa dalam hati. Dia ingin segera pergi dari tempat ini tanpa berselisih pendapat dengan si nenek tua.
Seratus keping emas tersodor begitu saja, Xin Fai menerima jepit rambut itu dengan berat hati sampai sang nenek kembali memberikan arahan.
"Kau harus memakainya, anak muda. Agar khasiat jepit rambut itu lebih cepat bekerja!"
"Nanti aku pakai, saat aku kembali." Xin Fai memasukkan jepit rambut buru-buru ke sakunya, namun sang nenek menahan.
"Kalau kau tidak memakainya silahkan ambil kembali emasmu ini."
Xin Fai kehabisan kata-kata, dia tahu si nenek mulai marah dan lantas saja dengan kesal yang semakin berapi-api dia memakai jepit itu di rambutnya.
"Sudah, puas?"
__ADS_1
"Nah, kau tampak semakin manis memakai itu."
***