
Wajah Xin Fai berubah kecewa karena telah begitu lama menunggu, nomor pesertanya tak kunjung dipanggil. Dia menyenderkan kepala ke kursi hingga bisa melihat deretan orang di belakangnya dengan terbalik.
Kini hanya tersisa belasan peserta, Xin Fai menyilang dua lengannya di depan dada.
"Kalau begini terus aku bisa tertidur sebelum pertandingan dimulai."
Akhirnya tiba saatnya Xin Fai maju ke arena pertandingan, dia berjalan sambil menguap akibat rasa kantuk menunggu gilirannya tadi.
Setelah sepenuhnya bisa melihat arena pertandingan, Xin Fai dikejutkan oleh lawan yang harus dihadapinya kali ini.
Pemuda di hadapannya ini adalah murid nomor tiga terkuat di sekte Lembah Kabut Putih, dia adalah Lin Zheng. Murid berbakat ini terkenal dengan jurus Tapak Penembus Jantungnya.
Melihatnya saja Xin Fai sudah menyadari kekuatan Lin Zheng setara dengan pendekar besar tahap awal. Dia tidak bisa meremehkan Lin Zheng. Apalagi Lin Zheng berasal dari salah satu sekte aliran putih terkuat di Kekaisaran Shang, yakni Lembah Kabut Putih.
Li Yong ingin menangis saja dibuatnya, dia sedih sekali. Sungguh dirinya bersedih, sampai pendekar yang duduk di sampingnya prihatin melihat pendeta itu.
"Apa yang terjadi padamu? Mengapa kau sangat bersedih seperti itu?" Tanya seseorang, Li Yong menghadapnya.
"Bagaimana aku tak sedih, semua lawan muridku adalah peserta tangguh! Lembah Kabut Putih sangat kejam, mereka tak sadar apa ketiga muridku ini kesusahan sedangkan murid lain mendapat lawan setara bahkan lebih lemah darinya!"
Isi hati Li Yong membuat orang di sekitarnya turut dramatis, suasana mengharu biru berjalan selama beberapa saat. Bahkan beberapa orang menahan tawa sambil mengelus punggung pendeta itu.
Sebelum tiba giliran Xin Fai, pertarungan berlangsung sekitar lima sampai sepuluh menit saja dan hanya beberapa pertandingan yang berjalan sengit. Pertarungan Huang Kun dan Shen Xuemei saja adalah dua dari sepuluh pertarungan yang paling banyak memakan waktu.
Sudah pasti jika Tao Wei mendengar hal ini, dia pun turut prihatin melihat nasib ketiga perwakilannya.
Dan kali ini Xin Fai juga akan menghadapi lawan tangguh yaitu salah satu murid sekte Lembah Kabut Putih, sekte nomor satu di Kekaisaran Shang.
"Fai'er, maaf aku hanya bisa berdoa agar kau bisa menang. Maafkan aku, Fai'er..." Li Yong bergumam pelan.
Di arena pertandingan, Xin Fai tak bisa berhenti menguap. Meski nampak begitu banyak celah namun Xin Fai sama sekali tak menurunkan konsentrasinya.
Setelah Yang Guifei menyatakan pertandingan dimulai tidak ada satupun dari mereka yang bergerak.
Melihat Xin Fai masih memejamkan matanya, akhinya Lin Zheng memilih maju bersama pedangnya.
Saat pedang tersebut hampir menembus kulitnya, Xin Fai bergerak sedikit dan berhasil menghindar namun satu serangan kembali melesat, Lin Zheng mengeluarkan jurus Tapak Penembus Jantungnya dari arah belakang dengan kecepatan tinggi.
"Kau lihat dia! Murid kebanggaan Lembah Kabut Putih! Dia, Lin Zheng yang terkenal dengan Tapak Penembus Jantung itu!" Salah satu penonton histeris, dia sungguh menyayangkan nasib lawan Lin Zheng yang tak terkenal itu.
__ADS_1
"Ah sungguh kasihan nasib lawannya. Menghadapi Lin Zheng di awal pertarungan seperti ini. Mungkin aku akan mentraktirnya minum untuk menghiburnya nanti. Hahaha."
Lagi-lagi ocehan penuh hinaan yang jelas tertuju pada Xin Fai membuat hati Li Yong panas. Dia mengepalkan tangan ingin sekali menumbuk wajah para pendekar menengah itu.
Di arena pertandingan Xin Fai tahu-tahu saja sudah membalikkan badan dengan mata terbuka, Tapak Penembus Jantung tanpa diduga tembus dari tubuhnya membuat Lin Zheng membuka mulut terkejut.
Lin Zheng mundur beberapa langkah mencoba pulih dari rasa terkejutnya, dia mengedipkan mata namun tetap saja Xin Fai sama sekali tak terluka padahal sudah jelas Tapak Penembus Jantung itu mengenainya dengan telak.
Li Yong yang duduk di kursi penonton dibuat bangga dalam hatinya, kini dia tak khawatir dengan keadaan Xin Fai. Jika diingat-ingat lagi, melawan dua siluman sekaligus saja bukan masalah baginya apalagi menghadapi seorang pendekar muda seperti Lin Zheng.
Huang Kun dan Shen Xuemei telah keluar dari ruang medis dan bersiap untuk putaran selanjutnya, mereka ditempatkan di kursi peserta yang letaknya berbeda dari tempat sebelumnya. Sambil menunggu putaran pertama selesai, mereka menatap ke arah panggung.
"Itu... Itu Faifai! Iya, benar sekali!" Huang Kun histeris saat melihat Xin Fai kini berdiri tak jauh dari seorang pemuda yang terlihat kuat. Seandainya Huang Kun yang berhadapan dengan Lin Zheng sudah pasti dia memilih menyerah saja.
Shen Xuemei mengangkat sudut bibirnya, dia melihat ke arah lain. Gadis Tengkorak Besi juga sudah berhasil dipulihkan, dia sedang berjalan tak jauh darinya menuju tempat para peserta yang telah gugur.
"Dia adalah orang yang kumaksud."
Huang Kun mengerutkan alis karena ucapan Shen Xuemei sama sekali tak dimengertinya.
Di saat bersamaan, Gadis Tengkorak Besi menoleh ke arah arena pertandingan, dia melanjutkan jalannya dan hendak menonton pertandingan tersebut di tempat lain.
Shen Xuemei sama sekali tak meragukan kemampuan Xin Fai, dia sangat ingin melihat Gadis Tengkorak Besi ini malu karena perkataannya sendiri.
Sedangkan Lin Zheng masih tak percaya, dia mencengkram pedang dan mulai melancarkan serangan Tapak Penembus Jantung untuk yang kedua kalinya.
"Itu dia! Tapak Penembus Jantung! Aku sungguh tak sabar melihatnya sekali lagi!" Penonton ribut, mereka mengira sebelumnya jurus tersebut gagal karena Xin Fai berhasil menghindarinya namun kali ini mereka yakin Lin Zheng akan mengalahkan lawannya dalam sekali pukulan menggunakan jurus dahsyat milik Lembah Kabut Putih itu.
"Hahaha, sekali terjang saja musuh Lin Zheng sudah dipastikan pingsan!"
"Mau bertaruh denganku?!"
"Ayo, siapa takut!"
Mereka memasang taruhan yang tinggi untuk pertarungan ini dan merasa Lin Zheng akan menang tanpa cela sedikitpun.
Xin Fai tak memperdulikan keributan penonton, dia mengeluarkan seperempat tenaga dalamnya dan menciptakan pisau angin berwarna emas.
Dalam kurun waktu tiga detik, seratus pisau emas bergerak cepat mengelilingi tubuhnya, hal itu membuat siapapun termasuk Yang Guifei tak sempat terkejut karena semuanya terjadi begitu cepat.
__ADS_1
Lin Zheng yang terlanjur melepaskan Tapak Penembus Jantungnya tak memiliki pilihan lain, dia mengerahkan seluruh kekuatannya.
Di saat bersamaan Xin Fai melepaskan ratusan pisau emas tersebut, semakin lama jumlahnya semakin banyak. Dia bahkan sama sekali tak bergeser dari tempatnya berdiri dan hanya mengandalkan pisau angin tersebut untuk menyerang.
Tapak Penembus Jantung beradu dengan pisau emas. Pemandangan tersebut sangatlah menakjubkan jika dilihat dari jarak jauh. Kini yang terlihat oleh penonton adalah pusaran angin emas berkecepatan tinggi mengelilingi keduanya, bahkan banyak orang yang membuka tutup mulut sampai lupa bernapas.
"Kekuatan mengerikan apa itu? Ini... Ini sungguh tidak manusiawi!"
"Pendekar muda dari mana dia?! Kenapa tidak ada satupun yang mengenalnya!?"
"Dia dari sekte Kuil Teratai! Namun kekuatannya setidaknya sudah bisa disetarakan dengan tetua di sekte kami!"
Semakin banyak pisau emas menyerbunya membuat Lin Zheng tak memiliki perlindungan diri lagi, pemuda itu tersentak saat sebuah loncatan energi menghantamnya hingga membuat dia terlempar sangat jauh.
Tak habis sampai di situ ratusan pisau emas mengejarnya layaknya kilat, semua penonton terdiam dalam detik-detik menegangkan itu. Lin Zheng terpental hingga memuntahkan darah sangat banyak.
Saat Lin Zheng bangkit dari jatuhnya, dia baru menyadari dirinya telah keluar dari arena pertandingan. Pemuda itu menatap Xin Fai sangat tak percaya.
"Hee... Kelewatan, ya?" Xin Fai menyesal telah membuat Lin Zheng terlempar sangat jauh. Dia menggaruk kepalanya heran.
Puluhan ribu penonton bersorak melihat pertandingan yang paling seru ini, di antara mereka bahkan ada yang sampai berdiri. Ini sungguh menakjubkan bagi mereka, melihat seorang pemuda berkekuatan hebat secara langsung bukanlah hal yang mudah ditemukan saat ini. Bahkan sangat sulit jika kekuatannya disetarakan dengan kekuatan Xin Fai yang mereka lihat sekarang.
"Dialah calon Pilar Kekaisaran selanjutnya!"
"Tidak salah lagi! Dia sangatlah kuat!"
"Ah sial! Aku kalah taruhan!"
Xin Fai memerhatikan gemuruh di antara penonton sambil menggaruk telinganya, setelah Yang Guifei mengatakan dirinya adalah pemenang Xin Fai segera meninggalkan arena.
Sedang Lin Zheng merasa hari ini dia bermimpi, setelah sebelumnya percaya diri akan memenangkan pertandingan ini dengan mudah kini dia tak bisa berkata apa-apa lagi.
Bahkan dua orang murid Lembah Kabut Putih terpaksa mengangkut Lin Zheng yang masih belum bisa sadar sepenuhnya bahwa dia telah kalah dari Xin Fai.
Di kursi lain, seorang gadis dengan kipas dihiasi tengkorak besi tak kalah terkejut dari Lin Zheng. Dia terasa ditampar oleh kenyataan, sekarang terbukti jelas bahwa bukan dirinyalah satu-satunya yang memiliki pisau angin seperti itu. Bahkan orang yang dimaksud Shen Xuemei bisa melakukan hal yang jauh lebih mengerikan darinya.
"Dia... Dia mungkin sepuluh kali lipat lebih kuat dariku..." Gadis Tengkorak Besi tak bisa menarik napas dengan tenang. Dia merasa lega telah gugur dan takkan berhadapan dengan Xin Fai nantinya.
Di sisi lain Shen Xuemei tersenyum puas melihat wajah Gadis Tengkorak Besi yang kini memucat setelah melihat kekuatan Xin Fai tadi.
__ADS_1
***
terimakasih udh bantu naikin rate-nya jadi 4.8, kalian sungguh orang-orang keren๐๐