Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 161 - Mencari Informasi


__ADS_3

Saat memasuki Lembah Kabut Putih hal pertama yang Xin Fai temukan adalah sebuah kota biasa di mana para penduduknya hidup sederhana, kemegahan kota ini telah hilang semenjak menjadi medan pertumpahan darah tujuh tahun silam, bangunan besar serta patung-patung Pilar Kekaisaran yang sebelumnya berdiri kokoh di tempat ini telah menjadi tumpukan sampah.


Setelah mendatangi toko yang menjual pakaian Xin Fai segera pergi menuju kedai yang nampak ramai, di sana dia menemukan banyak pendekar kecil dan menengah berkumpul, perbincangan hangat terdengar di sekitarnya tanpa henti.


"Hei, apa kau sudah melihat pembangunan patung Pilar Kekaisaran mulai dilakukan sejak hari ini?"


"Huh? Serius? Apa Kaisar Qin sudah menentukan siapa Pilar Kekaisaran pertama?"


"Kau tidak tahu? Kudengar katanya si Pedang Iblis yang sudah menghilang itu menjadi nomor satu, dialah Pilar Kekaisaran pertama nanti," sambung pendekar lain. Temannya menimpali.


"Bukannya anak itu sudah mati? Kaisar Qin pernah mengirimkan pasukan untuk menjemputnya, dari ratusan orang itu tidak satupun yang selamat. Anak kecil sepertinya tidak mungkin bisa selamat di hutan neraka itu sendirian..."


"Ah, siapa tahu dia kembali. Aku berharap begitu, kekuatan pihak aliran putih-netral telah melemah belakangan ini setelah si nomor satu Yong Tao sakit keras di Kekaisaran kita. Saat ini posisi satu dan dua telah kosong, Kaisar Qin juga tidak tahu siapa yang bisa menggantikan posisi tersebut.."


Atmosfer di sekitar menjadi muram, mereka menenggak arak bersamaan dengan frustrasi. Kematian demi kematian telah dilihat ratusan kali di hadapan mereka. Meja tempat mereka bercerita kini didatangi seorang pemuda asing, wajahnya yang tampan membuat beberapa menjadi iri padanya.


Pemuda itu berusaha tersenyum seramah mungkin.


"Apa aku boleh bergabung?"


"Hm? Siapa kau? Darimana kau berasal?" Tanya seorang pendekar spontan, dia nampaknya tidak bisa menerima orang asing begitu saja.


"Hei hei sudahlah, nah saudara muda... Duduklah di sini, nampaknya kau tertarik mendengarkan cerita kami." Perkataan tersebut diangguki oleh Xin Fai yang kini duduk nyaman di tempatnya.


Tanpa banyak basa-basi lagi Xin Fai segera bertanya. "Aku ingin bertanya pada senior-senior sekalian tentang keadaan Pilar Kekaisaran pertama tadi, apa kalian bisa menjelaskan bagaimana keadaannya padaku?"


Satu dari tiga pendekar yang nampaknya lebih ramah menjawab, "ah... Belakangan ini dia terus bertahan dengan kondisinya yang semakin parah. Ketika penyerangan 7 tahun yang lalu akibat pertarungannya dengan Manusia Iblis buatan milik aliansi aliran hitam dia mengalami luka fatal yang harus ditanggungnya seumur hidup."


Xin Fai mengangguk pelan, dia ingin mencari tahu lebih banyak informasi lagi. "Pertarungan tujuh tahun yang lalu itu–"


"Jangan bilang kau tidak tahu apa-apa?" Potong pendekar itu cepat, Xin Fai menyengir lebar sembari menggelengkan kepalanya membuat pria itu menepuk jidat.


"Hais... Apa kau manusia yang baru saja keluar dari goa?"

__ADS_1


"Hm... Bisa dibilang begitu?"


Jawaban itu kontan membuat tiga pendekar di dekatnya tertawa lebar, mereka merasa tingkah Xin Fai memang cukup menghibur.


"Baiklah, sebelum itu aku ingin mengetahui siapa namamu."


Xin Fai terdiam sebentar, dia berpikir agak lama hingga menimbulkan keheningan.


"Jika kau tidak mau mengatakannya ya sudah, aku juga yakin kau bukan berasal dari aliran hitam."


Teman pria itu melanjutkan, "Tentang pertarungan 7 tahun yang lalu, kau tahu? Saat penyelenggaraan Turnamen Pendekar Muda aliansi pembunuh bayaran dan kelompok aliran hitam bernama Manusia Darah Iblis bersekongkol melakukan penyerangan besar-besaran yang menewaskan banyak pendekar muda dan orang-orang penting."


Dia menarik napas dalam sebentar dengan putus asa.


"Berkat itu Pendeta yang paling disegani di Kekaisaran Shang harus kehilangan nyawanya di akhir pertarungan..."


Xin Fai terdiam membisu, dia curiga orang yang dimaksud itu adalah orang yang dikenalnya.


"Apa orang yang kau maksud itu Pilar Kekaisaran nomor sepuluh?"


Dikatakan akibat insiden tersebut delapan ribu pendekar aliran putih-netral meninggal hingga keseluruhannya sulit untuk dikuburkan, bahkan mayat-mayat tersebut menimbulkan wabah penyakit hingga Lembah Kabut Putih kesulitan menanganinya. Untungnya uluran tangan sekte lain cukup membantu mereka demi bangkit dari keterpurukan hingga saat ini, meskipun keadaannya tidak mungkin bisa sedamai dulu.


Sedangkan kekuatan aliran hitam semakin menguat dari hari ke hari, dalam waktu singkat mereka mampu merekrut banyak anggota baru. Mendengarnya saja Xin Fai sedikit terbakar emosi.


"Di mana mereka melakukan perekrutan anggota itu?".


"Ah, kalau yang itu aku kurang tahu... Apa itu yang kau cari?"


"Jangan bilang kau ingin bergabung dengan mereka." Teman pendekar itu mengeluarkan aura bertarung, dia bersiap-siap mengeluarkan pedangnya.


"Tidak, aku harus mendapatkan sesuatu yang telah mereka curi dariku."


Baik penglihatan maupun pedang Manusia Darah Iblis milik Xin Fai sama-sama telah direnggut oleh mereka, dia berniat merebut itu semua secepat mungkin.

__ADS_1


Pendekar itu menarik kembali pedangnya setelah merasa Xin Fai tidak berbahaya, dia berusaha mencairkan suasana. "Maafkan sikapku, saudara muda. Akhir-akhir ini kami saling mencurigai karena pendekar aliran hitam suka sekali membaur dan menyerang orang-orang lokal. Terakhir kali, kota Anguo telah dibantai habis-habisan dan menjadi lautan api di Kekaisaran kita."


Agak terkejut juga Xin Fai mendengar nama kota Anguo, kota di mana dia bertemu dengan Lan An. Mengingat Lan An dirinya juga teringat pada teman-temannya dan seorang pendeta dari Kuil Teratai.


"Apa kalian tahu Pendeta Li Yong?"


Ketiga orang di depannya seakan berpikir keras namun tidak dapat menemukan apapun, mereka menggendikan bahu setelah itu.


Merasa tidak mendapatkan informasi lebih lanjut Xin Fai berniat pergi dan berterimakasih sebentar, lagipula mereka nampaknya lebih senang tidak diganggu oleh orang asing.


Setelah Xin Fai mengatakan bahwa dia harus pamit, ketiga orang tersebut tersenyum sembari mengiyakan permintaannya.


Saat keluar di depan pintu tahu-tahu saja seseorang sedang mengikutinya.


"Hei anak muda!"


Xin Fai terkejut saat mendengar tiba-tiba saja seseorang telah berada di sampingnya, pria dengan tubuh ringkih itu menyapanya lagi.


"Hei kenapa kau tidak mau melihatku?"


Merasa sedikit terganggu Xin Fai tidak memedulikan omongan pria itu, dia mempercepat langkahnya namun pria itu menahannya.


"Kalau kau membutuhkan informasi aku bisa menjualnya padamu." Pria itu berkata pelan, Xin Fai menaikkan sebelah alisnya heran. Dia tidak tahu pria ini sedang memasang wajah seperti apa yang jelas dari nada bicaranya dia adalah orang yang licik.


"Aku katakan saja padamu, jika kau mencari informasi tentang Manusia Darah Iblis di tempat ini mereka akan menganggapmu sebagai bagian dari mereka, aku yakin kau memiliki masalah yang harus diselesaikan dengan orang-orang itu," pria tersebut berhenti sebentar. "Hanya dengan seratus keping emas aku akan menjawab semua hal yang kau perlukan. Tanpa terkecuali."


Kata-kata yang terkesan memaksa itu membuat Xin Fai menyetujuinya segera mungkin, dia yakin pria itu tidak akan melepaskannya semudah itu. Lagipula saat ini dia membutuhkan informasi tentang si peracik racun dari kelompok Manusia Darah Iblis demi menyembuhkan matanya.


"Perkenalkan namaku Xu Ming, aku penjual informasi nomor satu di tempat ini asal kau tahu." Kata pria itu agak sombong, Xin Fai membaca karakter pria ini lebih lama dan merasa tidak perlu memikirkannya lagi. Dia hanya seperti kebanyakan orang gila duit yang suka sekali menyombongkan diri.


Xu Ming membawanya ke sebuah rumah sederhana di mana lebih dari delapan anak kecil tinggal di sana. Xin Fai memasuki rumah itu perlahan sebelum seorang anak gadis meneriaki namanya.


"Kau? Kau orang yang hari itu menyelamatkanku?"

__ADS_1


***


satu dukungan akan sangat berarti buatku hehwhe😜


__ADS_2