
Kekacauan dalam skala besar telah terjadi di Kota Renwu, bala bantuan mulai datang semenjak pagi tadi. Banyak utusan sekte-sekte yang berdatangan membantu Lembah Kabut Putih bertarung.
Pihak netral juga turut turun tangan walau tak bergerak banyak, kebanyakan yang membantu adalah sekte yang bekerja sama langsung dengan Kekaisaran. Serta beberapa Pejuang maupun pendekar pengelana yang kebetulan berada di kota tersebut.
Saat kembali ke tempat di mana Yong Tao dan pimpinan Kultus Iblis bertarung dirinya berhenti sejenak, ternyata duel kedua orang itu masih terus berlanjut hingga saat ini. Benar dugaannya, kekuatan pimpinan Kultus Iblis yang sebenarnya tidak dapat mengimbangi Yong Tao meningkat pesat saat tubuhnya dirasuki iblis.
Dalam pergerakan lincah dan bertenaga besar Yong Tao berhasil disudutkan berkali-kali, musuhnya menggunakan luka dalam di tubuh Yong Tao sebagai kelemahan. Dia menyerang fokus di perut Yong Tao untuk membuatnya melemah secara perlahan.
Yong Tao bukan tidak tahu maksud lawannya tapi dia sendiri tidak bisa berbuat banyak. Belum lagi menghindari belasan mata senjata yang siap membelah tubuhnya, Yong Tao benar-benar dalam keadaan tidak diuntungkan.
Pria itu memundurkan diri sejenak berharap menemukan celah untuk menyerang, akan tetapi justru dirinyalah yang membuka celah itu sendiri.
Yong Tao membalikkan badan saat menyadari sebuah senjata hendak menghantam tulang bahunya, tidak memiliki waktu untuk menghindar pria itu bersiap akan serangan tersebut.
Namun yang didengarnya hanya sebuah derit pedang yang tajam memekakkan telinga. Dia membuka mata, menyadari kini seorang pemuda sedang berusaha melindunginya.
"Kau sudah kembali..." Yong Tao berucap lega, tak lama darah keluar dari mulutnya. Bekas luka yang diperbuat oleh lawannya cukup fatal, hampir mengenai bagian di mana jantungnya berada.
Nyatanya menghadapi pimpinan Kultus Iblis jauh lebih sulit dari yang dibayangkan, kekuatan pria itu terus bertambah seiring berjalannya waktu. Bukannya melemah, justru setiap melepaskan kekuatan besar energi iblis dalam tubuhnya semakin membesar.
Xin Fai memerhatikan hal itu sejenak dan dia dapat menyadari ada sesuatu yang salah dalam pertarungan ini. Mengapa bisa Yong Tao berada dalam posisi tersudutkan sedangkan secara kekuatan sendiri, Pilar Kekaisaran pertama ini masih lebih kuat dibandingkan musuh.
Demi mencari titik temu permasalahan ini dia maju melawan pimpinan Kultus Iblis, pria itu mengangkat wajahnya sekali sentak benar-benar seperti kerasukan energi jahat dalam dirinya. Matanya memerah semerah darah. Giginya taring siap merobek kulit lawan. Dia maju tak terkendali, mengayunkan senjata ke segala arah tak membiarkan Xin Fai lolos dari jeratan mautnya.
Pedang besar lewat persis di depan mata Xin Fai, kurang satu sentimeter lagi hendak menembus kepalanya. Untung saja dia berpikir untuk memundurkan langkah tadi, Xin Fai menoleh ke celah di samping musuh dan beralih pada posisi incarannya.
__ADS_1
Tak disangka musuh jauh lebih teliti dari yang dia lihat, langsung tanpa membuang waktu lebih lama pedang besar miliknya menghantam lantai di sampingnya membuat suara retakan. Xin Fai lagi-lagi tidak memiliki pilihan lain selain mundur memikirkan cara lain demi membobol pertahanan musuh.
"Lawan yang tangguh, heh?" Yong Tao berusaha bangkit setelah sekian lama hanya terdiam di posisi berlutut, dia memegangi dada kesakitan.
"Kau harus membayar atas luka di dadaku ini!" Begitu teriaknya pada musuh.
"Cih, menyentuh kulitku saja belum bisa sudah berlagak mengancam." Pria itu membalas tajam. "Jika tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan lebih baik mati saja!"
"Justru aku berharap kau yang mati lebih dulu!" balas Yong Tao menjadi garang, dia bersiap dalam posisi serang. Pedang di tangannya menggores lantai menimbulkan bunyi gesekan yang keras.
Pertarungan antara dua pria itu tidak bisa terhindarkan, mereka berdiri dalam posisi kokoh dengan saling menahan laju pedang masing-masing. Tak disangka kekuatan Pimpinan Kultus Iblis setara dengan Yong Tao, meskipun dalam keadaan dikuasai iblis namun tetap saja itu adalah hal yang mengejutkan.
Beberapa pendekar aliran putih sempat tercengang melihat Pilar Kekaisaran pertama bahkan kewalahan meladeni permainan pedang pria itu.
Tak beda halnya dengan Xin Fai, bisa dikatakan pimpinan Kultus Iblis adalah satu dari sepuluh orang terkuat yang pernah dijumpainya. Dia semakin menyadari luka di tubuh Yong Tao berbahaya jika tidak segera dirawat. Memilih tidak diam saja pemuda itu mengentak pedangnya tajam ke bawah membuat pertarungan kedua orang itu berhenti sejenak.
Xin Fai tersenyum kecil. "Senior Yong bahkan tidak bisa berkutik di hadapanmu. Bisa bertemu orang sepertimu merupakan kebetulan yang langka," pujinya.
"Cih kau baru menyadarinya sekarang, bocah. Pemilik tubuh ini memiliki lingkaran tenaga dalam yang cukup banyak, dia bisa menampung hampir delapan puluh persen kekuatan asliku."
"Hm, begitu. Pantas saja trik kotormu itu berjalan lancar."
Pimpinan Kultus Iblis berkedip beberapa saat mendengar perkataan Xin Fai, seolah mengisyaratkan sesuatu yang bisa dia tebak apa maksudnya.
"Trik kotor? Tahu apa kau berbicara seperti itu?"
__ADS_1
Yong Tao memandang dua orang di hadapannya bergantian, dia mencerna perkataan Xin Fai lebih lama tetapi tak kunjung mendapatkan jawaban di kepalanya. Hanya berharap Xin Fai segera mengatakan apa yang salah dalam pertarungan ini.
Awalnya Yong Tao merasa pertarungan ini dapat dimenangkan dengan mudah olehnya bahkan dia yakin bisa menang jika hanya mengandalkan ilmu berpedang. Setiap sayatan yang digoresnya memiliki daya serang yang kuat, pergerakannya pun tidak mudah ditebak oleh musuh.
Namun di hadapan musuh kali ini semua reputasinya di Kekaisaran tidak berarti, Yong Tao menyadari kekuatannya pun belum cukup untuk melindungi orang banyak. Apalagi dalam keadaan tubuh seperti ini, di mana dia hanya bisa mengeluarkan setengah dari kekuatan aslinya.
Terdengar suara derap kaki melewati Yong Tao, Xin Fai bergerak ke arah pimpinan Kultus Iblis secara perlahan-lahan. Tidak memedulikan tatapan para tetua yang kebetulan berada di situ, mereka tampak cemas pada dirinya.
Bahkan Yong Tao yang telah terkenal dengan kekuatannya masih belum cukup untuk mengalahkan pria iblis itu. Ditambah lagi dari penampilannya Xin Fai masih amat muda, bertarung dengan lawan tersebut terlalu berat. Bisa-bisa dirinya mati muda sebelum sempat melepaskan ayunan pedangnya.
Yong Tao memiliki pemikiran yang sama dengan para tetua, dia memegangi lengan Xin Fai erat. Memaksanya untuk berhenti.
"Untuk sementara kita mundur dulu," ucapnya.
"Menunggu mereka menguasai Lembah Kabut Putih?" ucapnya. "Sampai aku matipun hal itu tidak akan pernah terjadi." Xin Fai menghempas tangan Yong Tao, beranjak semakin dekat pada pimpinan Kultus Iblis.
"Trik kotor yang kubicarakan itu berada di dalam pedangmu itu." Dia menunjuk. "Setiap pedangmu beradu dengan pedang musuh, dia akan menyerap tenaga dalam lawan secara diam-diam. Seperti pencuri, berusaha tidak diketahui akal busuknya kau berusaha membuat itu semua seperti salah musuhmu sendiri karena terlalu banyak menggunakan tenaga dalam. Kekuatanmu juga semakin bertambah karena menyerap kekuatan Senior Yong. Kalau tidak menyebutnya dengan trik kotor, lalu harus ku sebut dengan apa perbuatanmu ini?"
Para tetua yang baru saja menumbangkan pendekar aliran hitam terkagum-kagum mendengarkan pengamatan cerdik pemuda di tengah aula. Tidak gentar sedikitpun terdengar dalam suaranya.
Seakan tak berniat lagi untuk menutup-nutupinya musuh segera tertawa terbahak-bahak.
"Percuma saja kau mengetahui hal itu... Hahahaha!" Matanya terbuka, menatap Xin Fai sangat menusuk. "Kau tetap tidak memiliki cara untuk menang menghadapi pedangku."
Selagi musuhnya tertawa Xin Fai juga tertawa sama besarnya, dia menggeleng-gelengkan kepalanya membuat pimpinan Kultus Iblis mengernyit.
__ADS_1
"Apa yang kau tertawakan?!"
"Bagaimana kalau kubilang, andaikan pedangmu itu tidak bisa menyentuhku?"