Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 189 - Aliansi Pedang Suci


__ADS_3

Sedangkan Kaisar Qin sendiri masih sulit menentukan siapa yang akan menduduki posisi kedua karena tidak ada satupun pendekar yang kekuatannya setara dengan sosok yang menempati posisi itu dulu.


Perhatian Qin Gaozu masih pada Xin Fai, dia ingin segera membicarakan hal serius namun untuk memberi dua tamunya ini sambutan pria itu menawarkan jamuan makan.


Yong Tao menolak halus ajakan tersebut namun Qin Gaozu bersikeras menjamu, mereka segera dibawa menuju ruang makan dengan meja panjang berisikan beragam masakan mewah.


Sesaat Yong Tao menatap Xin Fai yang hanya bisa menurut, dia makan lahap karena kebetulan pagi ini belum sempat mengisi perutnya. Keheningan terjadi saat mereka sibuk dengan makanan masing-masing.


Usai jamuan tamu itu pelayan Qin Gaozu membereskan tempat tersebut sedangkan Kaisar Qin mengajak Xin Fai dan juga Yong Tao ke sebuah tempat, terdapat sebuah bangunan yang terletak di tengah-tengah danau kecil berisikan teratai yang dihubungkan dengan jalan berbatu. Pohon-pohon rindang bergerak pelan saat angin menyapa, istri Kaisar Qin pun ikut memejamkan matanya saat tiba di tempat kesukaannya itu.


Mereka berempat duduk saling berhadapan, Qin Gaozu tampaknya orang pertama yang ingin mengeluarkan suara.


"Tentang penawaran kami itu, apa kau sudah memutuskannya?"


"Penawaran?" ulang Xin Fai.


Kaisar Qin menjelaskan. "Begini, aku dengar kau melakukan pembantaian Manusia Darah Iblis sendirian. Aku tahu kau melakukan hal senekat itu atas suatu alasan yang kuat..." terangnya.


"Akhir-akhir ini kelompok aliran hitam terus berkembang semakin kuat, pendekar aliran putih bahkan banyak yang mulai bergabung ke mereka tanpa sebab. Ini membuat jagoan di Kekaisaran kita berkurang seiring waktu dan akan terus terjadi jika kita tidak mencegahnya."


Xin Fai mengangguk setuju, dari penglihatannya selama perjalanannya baru-baru ini apa yang dikatakan Kaisar Qin benar sekali. Bukan hanya Manusia Darah Iblis, kelompok seperti Gagak Putih dan yang lainnya pun turut ikut campur di dalamnya.


"Maka dari itu, Kaisar Qin mengundangku kemari?"


"Benar sekali, aku membutuhkan kekuatanmu untuk memerangi mereka. Setelah tahu kau adalah Xin Fai si Pedang Iblis aku yakin pendekar aliran hitam akan ketakutan saat mendengarnya." Qin Gaozu memperlihatkan wajah yakinnya namun berkebalikan dengan Yong Tao kini mulai khawatir.

__ADS_1


"Kalau kita membiarkan mereka tahu kalau Xin Fai masih hidup kemungkinan mereka akan segera bergerak memperebutkan tubuhnya seperti dulu," cekal Yong Tao. Peperangan besar tujuh tahun lalu cukup menimbulkan luka mendalam, kehancuran tak main-main dan juga banyaknya korban jiwa. Jika itu harus terulang untuk yang kedua kalinya maka tamatlah sudah riwayat mereka.


Kaisar Qin menjadi sedikit ragu setelah mendengar pendapat Yong Tao, namun keraguan tersebut menghilang saat Xin Fai akhirnya angkat bicara.


"Itulah yang aku inginkan, kalau mereka langsung datang padaku itu artinya aku tidak harus pergi jauh-jauh lagi untuk mendatangi mereka di markasnya. Lagipula markas mereka sangat tersembunyi."


"Kau yakin akan hal ini?" Yong Tao mengerutkan keningnya dalam. Sedangkan Xin Fai hanya mengangguk seperti biasa.


"Baiklah, sekarang aku ingin membahas tentang aliansi yang baru saja dibentuk."


"Maaf memotong, tapi boleh aku memberikan ini sebentar pada Nyonya Qin?" Xin Fai mengeluarkan sebuah gelang giok hijau dari sakunya.


Lantas saja Nyonya Qin yang sejak tadi diam menjadi amat bahagia melihat perhiasan kesayangannya kembali, binar matanya cerah saat menyambut gelang giok tersebut, hadiah pernikahannya dengan Kaisar Qin dulu. Wanita itu memakainya seraya berterimakasih.


"Langsung ke intinya saja, jujur saja sekarang ini kita tidak memiliki banyak waktu. Aku sudah menyiapkan sebuah aliansi tempur yang berisikan para pendekar menengah ke atas, kekuatan mereka kujamin akan setara dengan pasukan Darah Hitam dari kelompok Manusia Darah Iblis. Namun sampai sekarang aku belum menunjuk pimpinannya. Apa kau bersedia menerima jabatan penting ini?"


Xin Fai mengangkat kepalanya yakin. "Ya, aku bersedia."


"Baguslah, kau memang bisa diharapkan. Sejak dulu saat turnamen aku sudah bisa melihat kau calon pemimpin terbaik di masa depan!" Kaisar Qin yang semula serius menjadi sangat ramah, di depannya Yong Tao mencibir.


"Hm, dulu saat aku masih muda kau tidak pernah mengatakan hal itu padaku..."


"Hahahaha kenapa kau menjadi sentimental seperti ini, nomor satu?"


Yong Tao memasang wajah masam, berangsur-angsur matanya menatapi sekitar dan mendapati sosok pria berambut cokelat bersama seorang putri cantik berusia 11 tahun datang.

__ADS_1


"Saudara Lian!" teriak Yong Tao bersemangat, dia melambaikan tangan dan dibalas hal yang sama oleh pria itu. Saat dia dan anaknya tiba di hadapan mereka pria tersebut berkata.


"Ada apa Kaisar Qin memanggilku?"


Qin Gaozu menyunggingkan senyumnya menyuruh pria itu duduk, mereka berbincang sejenak sebelum mata Lian Sheng teralihkan ke arah Xin Fai. Guratan kesedihan tampak mengisi wajah tersebut, dia mendekat ke arah pemuda itu kemudian memeluknya.


"Aku sudah menduga kau masih hidup Fai'er... Bagaimana keadaanmu? Aih, sudah besar saja kau rupanya, maaf aku tidak bisa menolong saat kau dalam bahaya..." Lian Sheng melepaskan pelukannya dan menatap Xin Fai lebih jelas lagi, anaknya memerhatikan kebingungan akan sikap Lian Sheng. Tentu saja dia tidak ingat siapa pemuda itu karena saat mereka bertemu dulu umurnya masih sekitar empat tahun.


Xin Fai kebingungan harus menjawab semua itu darimana, akhirnya dia hanya bisa menggaruk belakang kepalanya sembari menyengir.


Lian Sheng kembali ke tempatnya demi membiarkan Kaisar Qin berbicara dengan Xin Fai, sebelumnya dia sudah melihat ada satu rombongan pendekar terpilih di tempat ini dan ingin menanyakannya namun agaknya pertanyaan itu mulai terjawab saat melihat siapa yang telah datang.


"Meskipun ini terkesan terburu-buru aku harap dengan menunjukmu sebagai pimpinan Aliansi Pedang Suci kau bisa melakukan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Tujuanmu tak jauh beda dengan tujuan dibentuknya aliansi ini dan jika kau membutuhkan apapun kau bisa memintanya langsung padaku."


"Sepertinya pimpinan baru ini perlu melihat-lihat sebentar anggota yang akan digerakkannya..." kata Yong Tao, pria itu bangun disusul oleh Kaisar Qin dan juga Xin Fai. Sedangkan istri Kaisar Qin mengatakan dirinya memiliki urusan dan segera pergi bersama Putri Kaili.


Pasukan pengawal bergerak bersama Kaisar Qin, Yong Tao, Xin Fai dan juga Lian Sheng menuju area khusus yang terletak tak jauh dari istana Kaisar Qin, di sana pasukan tempur berbaris tertib dipandu oleh seorang pria dengan tatapan tajam, pria itu tampak meyakinkan sekali dan bisa dipercaya.


Saat menyadari kehadiran mereka pria itu segera memberi hormat, dia menghadap Qin Gaozu. "Pasukan sudah siap, Kaisar."


Pria yang mengawal pasukan itu mencuri pandangan ke arahnya, dia adalah pendekar agung yang ditunjuk langsung untuk menjadi wakil pimpinan Aliansi Pedang Suci.


"Ah, sebenarnya ini bukan urusanku tapi mau bagaimana lagi." Qin Gaozu berbalik badan mengarah pada pemuda di belakangnya.


"Dengar baik-baik! Pemuda ini adalah pimpinan kalian semua, Aliansi Pedang Suci! Berikan hormat kalian padanya!"

__ADS_1


__ADS_2