
Lan An mengepalkan tangan erat, sejak tadi dia terus menghindari jarum beracun milik gadis pembunuh bayaran tanpa menyadari posisinya sudah berjarak jauh dari Xin Fai, saat hendak datang ke tempat itu lagi rupa-rupanya area pinggir arena telah ditutupi oleh para Manusia Darah Iblis.
Xin Fai lebih mengerti bagaimana posisinya saat ini, dia merasakan seluruh hawa pembunuh menyerbunya dari segala arah.
Yang Guifei sudah jatuh pingsan sejak beberapa menit yang lalu sedangkan Lang sendiri terpisah jauh dari Xin Fai dan terus saja dikepung oleh lautan manusia seperti tidak ada habisnya, Liu Fengying sengaja memerintahkan pasukan untuk melumpuhkan serigala tersebut untuk menjadikannya sebagai peliharaan Liu Yun.
Dan kini Xin Fai sama sekali tidak bisa melarikan diri karena semua jalan telah ditutupi oleh musuh. Dia memutari sekitarnya dan merasa tidak akan ada bantuan yang datang, kekacauan ini benar-benar di luar dugaannya.
Xin Fai sama sekali tidak memperkirakan mereka memiliki siluman burung yang menyerang dari udara, kematian sebagian besar pihak mereka diperbuat oleh pasukan yang dipimpin oleh pria gemulai bernama Zhao Chen sang penunggang siluman elang tersebut.
Di hadapannya Liu Fengying dan Liu Yun bersiap melancarkan serangan, Xin Fai memasang ancang-ancang bersama pedang miliknya, situasi seburuk apapun harus siap dia hadapi.
Terjadi loncatan energi yang hebat ketika pedang Manusia Darah Iblis dan pedang milik Liu Fengying bertemu, bentuk pedang Liu Fengying yang bergerigi membuat suara deritan pedang lebih keras, mata Xin Fai menyipit karena nampaknya pedang itu adalah pedang yang sangat hebat, atau mungkin bahkan termasuk benda pusaka.
Di saat bersamaan Liu Yun memasukkan serangan namun Xin Fai yang lebih dulu mengetahui pergerakannya segera membalas, dalam sekejap mata ratusan pisau emas kini mengincarnya begitu cepat.
Satu tusukan pisau cahaya menancap di tubuh Liu Yun membuat Ayahnya mengamuk dan melepaskan hawa pembunuh begitu dahsyat, Xin Fai bahkan hampir jatuh karena baru kali ini mendapatkan tekanan seberat itu.
Liu Yun mundur beberapa langkah, dia memakan sebuah pil misterius yang membuat luka tusukan di dada kirinya menghilang. Xin Fai memerhatikan sebentar sebelum menyadari pergerakan di hadapannya, Liu Fengying kembali melancarkan satu serangan mematikan.
Lagi-lagi hanya mengandalkan Pedang Manusia Darah Iblisnya Xin Fai berusaha bertahan sebisa mungkin, namun karena pertandingan tadi banyak menguras tenaga dalamnya membuat dia tidak bisa melawan dengan kekuatan penuh.
Kaki Xin Fai terseret lima meter dari tempatnya berdiri, dia menyilang pedang menahan senjata Liu Fengying. Sesaat Xin Fai merasakan sesuatu yang aneh, dia merasa energi kehidupannya terserap bersama pedang milik Liu Fengying.
"Apa-apaan!?"
"Hahahaha kau baru menyadarinya, bocah!" Liu Fengying berkata bangga. "pedangku ini bisa menyerap energi kehidupan sampai habis jika menyentuhmu! Jika kau tidak ingin keadaan semakin memburuk serahkan dirimu baik-baik dan berikan serigala itu padaku!"
Liu Fengying menunjuk Lang yang tengah mengamuk di antara ratusan pasukannya. Saat menoleh kembali ternyata Xin Fai sudah berlari cepat ke arahnya.
__ADS_1
"Tidak akan kuberikan! Dalam mimpimu sekalipun!"
Tendangan Bulan Sabit menghantam lengan Liu Fengying, pria itu menahannya seperti tidak terjadi apa-apa. Tubuhnya bahkan tak bergeser seincipun dari tempatnya berdiri.
"Begitu, ya. Jangan menyesali perkataanmu setelah ini."
Liu Fengying melepaskan tenaga dalam yang amat besar, angin kencang bertiup di sekitar membuat jubahnya berterbangan. Dia menunduk bersiap berlari ke arah lawannya.
Ketika hampir menghantam tubuh Xin Fai tiba-tiba seorang pria dengan jubah putih bertuliskan nomor satu di punggung menghadangnya. Mereka beradu kekuatan sebentar tanpa ada satupun yang hendak mengalah, bahkan semakin lama kekuatan yang dikeluarkan semakin dahsyat.
Seorang pendekar nomor satu aliran putih, Yong Tao dan pendekar nomor satu aliran hitam Liu Fengying sedang bertarung hebat. Bahkan keadaan sekitar mereka tak luput dari serangan nyasar kedua orang terhebat itu. Xin Fai menggunakan kesempatan tersebut untuk menyerang Liu Fengying secara diam-diam sekaligus menyerap energi alam secepatnya.
"Jangan lupa aku masih berada di sini," ucap Liu Yun sembari mengeluarkan cambuknya, cambuk tersebut berukuran amat panjang dan jangkauan serangnya sangat luas. Saat menyadari cambuk itu bukanlah cambuk biasa, Xini merasa harus berhati-hati jika ingin bertarung dengan pemuda ini.
"Jadi itu senjatamu yang sesungguhnya? Pantas saja kau mudah dikalahkan dengan menggunakan pedang tadi."
"Coba saja kalau kau bisa!"
Xin Fai melompat saat cambuk tersebut mengincarnya, lantai arena mendapat retakan panjang akibat libasan cambuk tersebut.
Ratusan pisau cahaya terbang ketika Xin Fai melompat, benda-benda itu bergerak cepat menyerbu Liu Yun dan pemuda itu menangkisnya dengan cambuk.
Tak membuang-buang kesempatan, selagi Liu Yun disibukkan oleh pisau cahaya Xin Fai menarik napasnya pelan, dia mengatur konsentrasi setinggi mungkin untuk menyerap energi alam di Lembah Kabut Putih. Dalam kurun waktu tiga detik keadaannya kembali pulih dan bersiap menggunakan jurus terbaiknya saat ini.
Xin Fai kembali bergerak di antara para pisau cahaya, ketika Liu Yun telah terlihat dalam seketika pedang Manusia Darah Iblis miliknya bersiap menyerang beruntun tanpa ampun.
"Kitab Tujuh Kunci - Seratus Pedang Purnama!"
Ratusan ayunan pedang lepas begitu saja namun Liu Fengying ternyata berhasil melarikan diri.
__ADS_1
Kegagalan itu membuat Xin Fai mengumpat dalam hati, dia telah mengeluarkan tenaga dalam yang sangat banyak demi menggunakan serangan terkuat yang nyatanya sia-sia. Liu Yun terlihat lega saat telah berhasil menghindar.
Mendadak terdengar suara auman di sisi kirinya, Xin Fai buru-buru menengok dan mendapati Lang dalam keadaan yang sangat buruk. Tubuhnya ditancap puluhan anak panah yang ditembakkan Zhao Chen dan pasukan Darah Putih lainnya.
Rasanya ingin sekali Xin Fai mencabik-cabik wajah lelaki yang berada di atas burung siluman itu, dia memungut sebuah anak busur yang jatuh di lantai arena dan menembakkannya ke arah Zhao Chen menggunakan tenaga dalam yang besar.
Karena jarak yang terlampau jauh membuat kecepatan anak panah berkurang perlahan, Zhao Chen menangkap busur tersebut dengan senyuman.
"Ah, tatapan apa itu? Apa majikannya marah? Wah... Sangat mengerikan! Kalian lihat wajah kesalnya itu... Hahahaha!" Zhao Chen meledeknya keras-keras, Xin Fai melemparkan anak panah lebih banyak lagi dan semuanya berhasil ditangkap Zhao Chen.
Zhao Chen menghadap ke arahnya dengan tatapan tajam. "Serang bocah nakal itu," perintahnya. Dalam seketika hujan panah jatuh membanjiri lantai arena, beberapa bahkan hampir mengenai Liu Yun.
"Hentikan! Kau akan melukai putraku!"
"Huh! Salahkan putramu yang terlalu lemah menghindari seranganku!"
"Beraninya kau!" Liu Fengying mengutuk amat kesal, dia tidak bisa fokus pada pertarungannya dengan Yong Tao.
Xin Fai tak mengerti kenapa kedua orang ini malah bertengkar, namun agaknya pria bernama Zhao Chen ini sama sekali tidak menaruh hormat pada pimpinan Manusia Darah Iblis.
Jeda tersebut dimanfaatkan Yong Tao dengan memasukkan serangan beruntun, pendekar itu nampak gelisah karena bantuan yang dimintanya pada sekte-sekte besar tiga hari sebelumnya tak kunjung datang hingga detik ini.
'Apa mungkin Manusia Darah Iblis telah menutup semua jalan menuju tempat ini hingga bantuan tidak bisa melewati Kota Renwu?' batin Yong Tao gusar.
Yong Tao hanya bisa menerka-nerka, Liu Fengying yang baru saja memusatkan perhatiannya pada pertarungan bisa menebak apa yang sedang bergejolak di pikiran Yong Tao.
"Sayangnya beberapa sekte yang sedang berjalan ke tempat ini harus terkena pembantaian di jalan. Bagaimana perasaanmu? Terkejut bukan?" Liu Fengying tertawa iblis ketika menyadari perubahan ekspresi Yong Tao.
"Bagaimana rasanya saat kau mengetahui pergerakan musuh sedang kau sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa sekarang? Bukankah jauh lebih menyakitkan!? Hahahaha!"
__ADS_1