Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis
Ch. 123 - Kekacauan di Arena Turnamen


__ADS_3

Shen Xuemei mengayunkan pedang lebih gencar lagi, namun perlahan gerakannya menjadi lebih lemah. Dia membelalak lebar saat sekujur tubuhnya berdenyut sakit, rasa sakit yang luar biasa itu menyerangnya tiba-tiba dan membuatnya jatuh dengan posisi berlutut.


"Cukup!" Yang Guifei memperingatkan, dia berlari kencang ke arah Shen Xuemei dan memeriksanya. Saat hendak menyentuh kulit Shen Xuemei dia dikagetkan karena kulit telapak tangan pemuda itu berubah ungu gelap seperti terkena racun mematikan.


"Ini... Ini racun!" Yang Guifei menghardik pemuda yang menjadi lawan Shen Xuemei, dia sendiri sudah melihat dengan jelas pemuda ini beraksi saat pertarungan berlangsung sengit.


Orang-orang tak menyangka dia berani sekali bertingkah curang, wasit dapat mengetahuinya lebih dulu karena matanya sangat jeli, untuk hal itulah Yang Guifei ditunjuk menjadi wasit turnamen.


Bahkan Yong Tao sampai bangkit dari podium kursi istimewa dan menghampiri Shen Xuemei yang sedang menahan sakit di sekujur tubuhnya. Kedua orang itu berdiskusi sebentar dengan tatapan tajam ke arah pemuda berkulit gelap itu. Dia jelas-jelas menggunakan cara curang demi memenangkan pertandingan.


Dengan ini pemuda itu didiskualifikasi dan dipersilahkan meninggalkan arena secara tidak terhormat, untuk sekarang sekte mereka akan dicap merah dan dikenakan hukuman berat setelah turnamen berakhir. Sekarang prioritas Lembah Kabut Putih adalah menangani racun di dalam tubuh Shen Xuemei.


Seorang kepala tim medis keluar setelah mendapatkan kabar buruk dari para murid sekte yang bertugas, dia menghampiri Shen Xuemei yang sedang dibaringkan di tengah arena, wajahnya pucat dan napasnya berantakan. Jelas-jelas pemuda itu sudah hampir sekarat akibat racun tersebut.


Kepala tim medis mengerutkan alisnya terkejut saat menyadari racun tersebut bukan racun biasa, dia menatap pemuda berkulit gelap yang menjadi pelaku di balik ini semua sedang ditahan oleh beberapa penjaga keamanan dengan ketat.


"Apa pemuda itu berasal dari organisasi gelap? Setahuku racun ini diracik oleh seorang pendekar aliran hitam yang sangat keji. Dalam kurun waktu 5 jam saja, nyawa dia takkan bisa diselamatkan!"

__ADS_1


Ucapan kepala tim medis bagai petir yang menyambar Li Yong, dia segera turun dari kursi penonton dan menghampiri Shen Xuemei, beberapa murid yang menjaga keamanan melarang namun dia segera berkata tegas bahwa dirinya adalah perwakilan dari Kuil Teratai.


Li Yong menyayangkan keadaan Shen Xuemei yang menyedihkan, dia menatap tajam ke arah pemuda yang mencelakai muridnya dengan aura menusuk.


Yong Tao berjalan dengan melipat dua tangan ke belakang, dia menghampiri pemuda itu dengan tatapan menyelidik.


"Darimana kau mendapatkan racun itu?"


Pemuda tersebut bertingkah menyesal, namun Li Yong dapat menyadari ekspresi itu terlalu dibuat-buat. Dia menggeram bahkan sampai kilat matanya bercahaya, sungguh tidak disangka Shen Xuemei murid jenius dari Kuil Teratai diracuni seperti ini. Pemuda itu semakin lama semakin sekarat karena racun mulai menyebar dalam tubuhnya.


..


"Kau jelas-jelas ingin membunuh muridku!" Li Yong memaki kesal, urat di dahinya nampak menonjol menandakan kemarahannya sangat besar.


"Aku tidak benar-benar ingin melakukannya..."


Yong Tao sedikit pusing menghadapi situasi ini, dia berbalik badan kembali ke tempat Shen Xuemei berbaring kemudian menggunakan sebagian tenaga dalamnya untuk meringankan efek racun tersebut namun hal itu hanya akan memperpanjang masa hidup Shen Xuemei selama satu jam.

__ADS_1


Sedangkan kepala tim medis telah mengerahkan segala pil dan obat berkhasiat milik Lembah Kabut Putih untuk menghilangkan racun namun semua itu sama sekali tak berhasil.


Sepengetahuan kepala medis, racun ini sendiri adalah racun siluman kalajengking, sama halnya seperti racun Kelabang Lima Mata, racun ini bersifat membunuh dalam kurun waktu yang terbilang singkat. Penawarnya pun tidak ada, dan hanya bisa dibuat oleh orang yang sangat ahli dalam hal meracik racun.


Melihat kepala tim medis tak bisa berbuat apa-apa Li Yong tak memiliki pilihan lain, dia menggunakan seluruh tenaga dalamnya seperti Yong Tao dan semua terserap begitu saja ke tubuh Shen Xuemei, namun keadaan pemuda itu tak kunjung membaik dikarenakan racun kelabang yang terus menghisap tenaga dalam serta energi kehidupannya.


Xin Fai baru saja keluar dari ruangan medis, perawatannya begitu cepat karena dia hanya perlu memulihkan stamina dan tubuhnya sendiri tak mengalami luka berat.


Melihat Shen Xuemei terbaring di tengah arena Xin Fai langsung saja khawatir, dia melihat wajah seniornya itu begitu pucat layaknya mayat sedang bibirnya bergetar menahan rasa sakit yang sangat amat. Siapapun yang melihat kondisinya saat ini pasti akan kasihan.


"Senior Shen..." Xin Fai mendekat namun Yong Tao menahannya. "Jika kau tidak berkepentingan, tolong jangan mendekat. Kami akan menanganinya sebisa mungkin."


"Menangani bagaimana? Kurasa penawar racun itu hanya dimiliki pembuatnya sendiri. Percuma memberi segala jenis obat maupun sumber daya karena semua itu akan sia-sia," cela Xin Fai. Dia sendiri sudah tahu benar karena gejala dari racun ini begitu mirip dengan racun Kelabang Lima Mata.


Racun tersebut akan melumpuhkan saraf dan juga menyerap tenaga dalam beserta energi kehidupan. Maka dari itu korbannya dapat kehilangan nyawa dalam waktu yang terbilang singkat.


Saat ini semua racun di tubuh Shen Xuemei telah menyebar dalam darahnya. Merusak fungsi organnya dan juga membuat dia lumpuh secara perlahan. Para medis yang mengerumuninya kehilangan akal, sedang petugas keamanan sama sekali tak menemukan kunci obat setelah mengintrogasi pemuda yang telah meracuni Shen Xuemei tadi.

__ADS_1


Kekacauan di panggung arena membuat penonton saling bertanya-tanya, mereka merasa ada kesalahan dalam pertandingan ini. Dan kesalahan ini cukup fatal, saat dikorek informasi lebih lanjut ternyata pemuda yang meracuni Shen Xuemei berasal dari sekte Tiga Naga Kembar.


__ADS_2